MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 257 (PENCARIAN)


__ADS_3

Ginten semakin lemah… abah Fuad masuk kembali ke dalam pikiran Ginten untuk mencari keberadaan jiwa Suharto.


Sementara itu Ali masih mengontrol genderuwo-genderuwo yang dengan nikmatnya memuaskan dirinya sendiri, tanpa melihat Ginten yang mulai kehilangan kesadaran lagi..


Tepat ketika abah Fuad selesai dengan memasuki pikiran Ginten.. ginten pun berangsur angsur lenyap.


“Lho Bah.. mana Ginten…?” tanya Ali


“Dia sudah lenyap mas, abah sendiri tidak tau bagaimana mahluk halus itu musnah… kita sendiri ini kan sebenarnya adalah mahluk halus juga, hanya saja raga kita masih punya raga hehehe”


“Lalu abah Fuad apa sudah selesai dengan mencari dimana posisi jiwa Suharto?”


“Sudah mas… di rumah Rochman, Ginten ternyata berkata jujur di saat-saat terakhirnya”


“Ayo kita kesana mas, tapi sebelumnya kita lapor dulu kepada Handoko, agar dia lebih santai dan tidak perlu menjaga Ginten”


Ali dan abah Fuad kembali lagi ke teras kamar 5+ dimana pak Han sedang menunggu kabar dari mereka berdua.


“Pak Han, sekarang kamu bisa istirahat, karena Ginten sudah musnah, dan abah berhasil menemukan dimana dia menyembunyikan jiwa Suharto”


“Berarti untuk wilayah dapur sudah bisa kami hancurkan?” tanya pak Han


“Sudah bisa pak… oh iya tadi abah sempat dengar kata-kata Ginten, ternyata Marwoto dan Rochman sekarang bersatu… Marwoto benar-banar sudah gelap mata” kata abah Fuad


“Dan jangan lupa apabila di dalam tubuh Marwoto masih tersimpan sisa-sisa kekuatan dari Soebroto”


“Tetapi dari semua ini yang paling dicari oleh Rochman adalah Suharto, dia akan menarik energi yang ada ada Suharto asalkan  tubuh dan jiwa Suharto bisa disatukan kembali” jelas abah Fuad


“Untuk cerita yang lengkapnya mungkin nanti saja, yang penting sampaikan kepada yang lainya agar jangan sekali kali mempercayai Marwoto. sesuai dengan omongan Ginten tadi, bahwa dia ditipu oleh Marwoto”


“Ok… nanti akan saya sampaikan kepada yang ada di vila putih perkembangan yang ada saat ini, eh sekarang abah Fuad mau ke mana?”


“Saya dan Ali akan mencoba ke rumah Rochman atau Nabil sekarang, karena saya yakin kalau timnya pak Tembol mendapat kesulitan disana”


“Karena letak jiwa Suharto itu ada di dasar kolam renang” kata abah Fuad kemudian menghilang dari hadapan  pak Han


Tipu daya yang dilakukan oleh Marwoto ternyata bisa juga membuat orang yang mendengarkannya percaya. tetapi tetap saja akan ada yang menjadi korban atas tindakan Marwoto itu


Abah Fuad dan Ali saat ini akan menuju ke rumah Nabil, Karena di rumah Nabil atau Rochman tersimpan jiwa Suharto yang disembunyikan Rochman.

__ADS_1


*****


Sementara itu bagaimana dengan kabar yang ada di rumah Nabil?


Yang pasti mereka sedang berpikir untuk masuk ke dalam kolam renang dengan keadaan kolam yang mengerikan itu.


Tidak ada yang mau mencoba baik itu pak Tembol  sendiri maupun Dogel, Tetapi petugas kepolisian yang ikut bersama mereka nekat akan mencoba untuk masuk ke dalam kolam renang itu.


Tetapi keraguan itu tidak terlalu lama, karena abah Fuad dan Ali sampai juga di rumah Nabil.


“Pak…Ada yang datang ke sini….”Bisik Dogel


“Itu abah Fuad dan Ali pak”


“Kamu check dulu mas, apa betul yang datang itu benar-benar abah Fuad dan nak Ali, jangan-jangan mereka adalah makhluk sini yang menyamar sebagai abah Fuad dan nak Ali” kata pak Tembol khawatir


“Sudah dan aman pak. sebentar lagi mereka akan sampai disini” jawab Dogel lagi


“Pak Nyoto… jangan ke sana, kita tunggu teman kita yang sebentar lagi akan sampai disini”


Dari  tadi pak Nyoto memang ingin sekali masuk ke dalam kolam renang itu, tetapi mungkin dia agak takut karena warna sesuatu yang memenuhi kolam itu sangat aneh.


“Abah Fuad dan nak Ali.. kenapa kalian berdua seperti ini?” tanya pak Tembol


“Agar lebih cepat dan bisa masuk ke alam ghaib pak” jawab Abah Fuad


“Mas Ali, tolong ceritakan kepada mereka apa yang tadi kita lakukan di hotel waji… saya bersama dengan mas Ngot dan mbak indah mau lihat dulu lokasi yang akan kita tuju” kata abah Fuad.


Sementara Ali bercerita tentang yang terjadi di hotel Waji, Abah fuad bersama Indah dan Ngot sedang diskusi tentang apa yang akan dilakukan.


“Apakah yang ada di dalam kolam renang itu berbahaya bagi kita mas Ngot?”


“Bagi golongan kita, itu adalah kabut dan asap hijau kekuningan, tetapi bagi manusia itu adalah kumpulan lendir dan riak bercampur darah”


“Tapi bagi kita, asap dan kabut itu menyakitkan kalau terkena kita tubuh kita bah” kata Ngot


“Iya mas… benar juga, sekarang menurut mas Ngot… yang masuk ke dalam sana itu  siapa saja?” tanya abah FUad


“Hanya Nabil saja yang bisa ke sana … Nabil dalam wujud manusia bah” jawag Ngot.

__ADS_1


“Ya sudah…. kalau begitu yang manusia saja yang masuk ke dalam sana, kita tunggu dan berjaga disini”


Abah Fuad menceritakan kepada pak Tembol, Dogel, dan pak Nyoto tentang apa yang ada di dalam kolam itu, dia jelas tidak bisa mengantar manusia masuk ke dalam sana.


“Ok akan saya cobanya pak, tapi bagaimana kami nanti bisa bertemu dengan jiwa Suharto bah?” tanya pak Tembol


“Tenang saja pak Tembol… pasti akan kentara… ajk dia bicara dulu, dan kemdian coba bebaskan dia”


“Eh mungkin nanti yang ada di dalam tubuh mas Dogel yang akan menunjukan dimana Jiwa Suharto” kata abah Fuad


“Iya bah… barusan mbak Bashi bicara apabila kita harus masuk kesana, dan dia menjamin apabila lendir yang ada di dalam kolam ini hanya separuh saja!”


“Ayo pak Tembol, kita langsung saja…”Kata pak Nyoto yang ternyata nekat


“Disana diujung kolam seberang kita ada anak tangga yang menempel di sisi dinding kolam. Kalian gunakan anak tangga itu untuk turun ke dalam kolam” kata Ngot


“Kami disini akan melindungi kalian dari siapapun yang akan datang” kata abah Fuad dengan yakin


Akhirnya pak Tembol, Dogel dan pak Nyoto berjalan pelan menuju ke sisi seberang, karena disana ada anak tangga yang bisa digunakan untuk turun ke dasar kolam.


Mereka berjalan pelan. karena di sekitar kolam renang banyak terdapat potongan tubuh dan organ dalam yang berceceran, dan untungnya hidung mereka sudah mulai membiasakan diri dari bau busuk yang menyengat itu.


“Ini tangga itu ya pak Tembol” kata pak Nyoto sambil menyorotkan senternya


“Iya betul pak… ayo kita lakukan sekarang!” kata pak Tembol


\==========================


Saya Infokan..


karena Novel ini kalau dirunut dari ceritanya, mungkin… baru mungkin akan menuju akhir, maka saya tidak bisa update banyak, dan kadang saya juga bisa tidak update.


Tapi itu kan baru kemungkinan saja.. dan kemungkinan itu bisa terjadi dan bisa saja tidak terjadi


Demikian sekilas info dari saya, dan mohon maaf apabila  kurang berkenan


Terima kasih


salam                                                                                                                                                                                                            mbak Bashi

__ADS_1


__ADS_2