MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 223 (KAMAR BELAKANG GEMEZZZ)


__ADS_3

“Terus terang saya belum bisa membayangkan apa yang akan saya hadapi pak”


“Karena hasil penyelidikan saya hanya sampai pada hotel Asri yang ternyata benar-benar Asri, tidak ada apapun yang mencurigakan disana” kata pak Bowo


“Begini pak Bowo… apa pak Bowo percaya dengan hal Supranatural?” tanya pak Tembol


“Eh… saya kurang mempercayainya pak, karena saya berpikir berdasarkan logika dan fakta yang ada”


“Ya sudah kalau kurang percaya tidak papa”


“Akan saya jelaskan kenapa hotel Asri memang begitu Dan nyaman digunakan sebagai tempat istirahat” pak Tembol mulai bercerita kepada pak Bowo


“Bapak percaya kan kalau tiap bangunan itu ada penghuninya?”


“Dimana penghuni ghaib itu juga mempengaruhi keadaan di bangunan itu, Senyaman apa bangunan itu bisa saja dipengaruhi oleh ghaib”


“Apabila ghaib itu putih dan beraura positif, maka bangunan itu akan terasa nyaman, dan akan membuat kerasan yang tinggal disana”


“Begitu sebaliknya, apabila yang ada hanya roh-roh jahat yang menebarkan aura negatif, maka banguan itu tidakakan rerasa nyaman. Pasti bapak pernah merasakan itu , hanya saja bapak tidak menyangkanya.


“Maksudnya bagaimana pak Tembol?”


“Eh bapak Muslim?”


“Iya .. saya muslim pak Tembol”


“Bapak kalau ke masjid, bagaimana rasanya, eh selain untuk ibadah, mungkin untuk duduk-duduk atau yah kadang tidur disana”


“Bedakan dengan tempat lain misalnya sebuah bangunan, eh mungkin tempat bapak Dinas….”


“Disini saya tidak bilang bahwa tempat bapak dinas banyak ghaib yang negatif… tidak pak”


“Tetapi kadang ghaib negatif itu bisa datang dari penjahat yang bapak interogasi atau bapak tahan untuk sementara”


“Bagaimana menurut bapak, apakah ada perbedaanya?” tanya pak Tembol


“Eh iya pak, iya memang seperti itu yang saya rasakan” jawab pak Bowo yang sambil menyetir mobil nya


“Nah begitu juga yang ada di hotel Asri pak…. Hanya saja yang ada di Asri itu memang dibuat seperti itu” kata pak Tembol


“Maksudnya dibuat seperti itu bagaimana pak Tembol?”


“Silahkan percaya atau tidak, unsur jahat yang ada di Asri itu sudah dikurung, sedangkan unsur ghaib yang positif disebar di tiap penjuru hotel”


“Sehingga tamu yang menginap disana merasa nyaman, aman dan kerasan”


“Tapi tujuannya apa kok dibuat seperti itu” tanya pak Bowo masih kebingungan


“Ok… akan saya ceritakan lagi tentang yang ada disana, dan apa yang dilakukan pak Handoko disana demi menyelamatkan manusia yang akan menjadi target incaran pemilik hotel”


Pak Tembol kemudian menceritakan maksud dari hotel Asri dibuat seperti itu, dan tentang air yang ada disana dan tentang pompa air yang dirusak oleh pak Han dan kawan-kawannya.


Memang untuk menjelaskan hal-hal begini kepada orang macam pak Bowo ini tidak bisa langsung, harus perlahan lahan dlu disertai dengan bukti-bukti yang bisa dilihat atau dirasakan.


“Jadi seperti itu… sangat diluar prediksi dan ekspektasi saya pak Tembol. Sangat tidak masuk akal” kata pak Bowo


“Hehehe untuk memahami hal ini, tolong buanglah kata-kata tidak masuk akal dan logika pak, karena semua memang tidak masuk akal”


“Karena kalau masuk akal jelas tidak akan sulit bagi seorang penegak hukum macam pak Bowo ini untuk menyelesaikan kasus macam ini”


“Jadi selama disana, pak Han tidak menggunakan air yang disediakan  di sana untuk mandi atau minum”


“Sekarang saya harap pak Bowo sudah mulai bisa memahami hal yang tidak masuk akal ini, karena selebihnya akan semakin tidak masuk akal semua”


“Nah nanti pada waktunya kami akan minta bantuan bapak untuk menerjunkan anggota bapak dalam upaya menggerebek  tempat yang nanti akan saya ceritakan perlahan lahan”


Pak Bowo hanya mengangguk saja, karena dia sibuk dengan kemudi mobilnya..


Sudah hampir satu jam perjalanan mereka dari pct menuju ke Gemezzz.


*****


Ali masih tertidur pulas.. sementara itu Novi yang hanya membalut tubuhnya menggunakan handuk hotel dan sedang ada di di sebelah Ali mulai mengantuk..


Dan akhirnya dalam hitungan detik Novi pun tertidur….


Yang jadi masalah kamar yang mereka sewa ini menggunakan tempat tidur tipe double bed yang berarti berukuran lebih besar daripada singel bed.


Double bed biasanya berukuran panjang 200 cm dan lebar 120 cm, biasanya diperuntukan bagi suami istri yang sedang menginap di hotel hehehe.


Karena ukuran tempat tidur yang hanya double bed mengakibatkan sepasang Novi dan Ali yang ada disana tidur berdekatan bahkan sangat dekat!.

__ADS_1


Dan biasanya hanya disediakan dua buah bantal saja, sehingga bagi yang terbiasa tidur menggunakan guling pasti akan mencari sesuatu untuk dipeluk donk…..


Karena kebiasaan orang indonesia yang sebagian besar selalu memeluk guling apabila tidur, dan kemungkinan besar Ali dan Novi adalah orang yang tidak bisa tidur nyenyak tanpa guling maka…


*****


“Mas Agus atau mas Dogel.. saya mau tanya tentang waktu kalian saya interogasi beberapa bulan lalu… apakah akhir-akhir ini masih ada orang yang terpengaruh oleh lagu kalian?” tanya pak Bowo


“Saya tidak tau pak, karena akun sosmed dan semua telepon kami matikan, karena kami sempat dikejar-kejar oleh pesuruh Nabil atau Rochman”


“Karena katanya, nda tau hanya alasan atau apa gitu…. anak Nabil juga sempat bunuh diri karena mendengarkan lagu kami”


“Tapi saya rasa itu hanya alasan dia saja pak, karena menurut saya Rochman tidak punya anak, dia  hanya ingin nyawa kami saja seperti yang dia lakukan kepada teman kami Ngot”


Dogel tentu saja tidak akan cerita tentang Petro yang pernah menjadi kaki tangannya Nabil atau Rochman.


“Jadi sekarang kalian menyingkir dulu hal yang berhubungan dengan sosmed dan apapun yang tersambung dengan internet?” tanya pak Bowo


“Iya benar pak, kami memang menghindari semua itu hingga semua masalah ini selesai” jawab Dogel yang duduk di belakang bersama Saeful


“Terus terang, sebelum bertemu dengan pak Han waktu saya mintai keterangan itu merasa putus asa dengan kasus ini, tetapi ketika ada penyusup yang bernama Suharto itu saya mulai bersemangat, apalagi bisa bertemu dengan kalian”


*****


“Nov… kamu dimana” tanya Ali dengan mata yang masih tertutup karena kantuk


Tidak ada jawaban dari Novi yang tidur di sebelah Ali dengan handuk yang keadaanya sudah terbuka, karena handuk kan kan cara memakainya seperti sarung yang ujung nya hanya disisipkan saja.


Otomatis tubuh Novi sekarang tanpa ada pengaman sama sekali.


“Yowes lah nek kamu masih mandi” kata Ali yang masih memejam mata


*****


“Kita sudah dekat dengan kota pak, kemudian kita kemana ini?” tanya pak Bowo


“Kita langsung saja ke toko Gemezzz saja, tapi sebentar, saya mau telepon teman kita dulu pak” kata pak tembol


“Nas Saeful, bisa minta tolong sambungkan ke Novi,... biar saya yang bicara dengan mereka nak”


Nada panggil telepon terus terdengar melalui spiker phone yang memang sengaja digunakan, agar yang ada di dalam mobil bisa mendengar percakapan antara pak Tembol dengan Novi.


*****


“SINGKIRKAN KUNTILAMU C***K!” teriak Ali


“Iyaaa..iyaaa mas.. tapi ini lhoo ada telepon dari mas Saefuul!”


“Ssssssttt mas Ali apa tidak bisa diam dulu taaaa!!”


“Novi mau angkat telepon ini lho maasss!”


“TIDAK BISAAA!!!!\, SINGKIRKAN KUTILAMU DULU DARI PUNGGUNGKU C****K!


“Sssstttt diam dulu mas… mas ALi ini bikin Novi bingung saja!”


“TIDAK MAU TAU..POKOKNYA SINGKIRKAN KUNTILAMU DARI PUNGGUNGKU  JANC****K!”


Kenapa Novi dan Ali sebingung itu…


Ali dan Novi terbangun ketika terdengar dering telepon dari tas Novi yang letaknya agak jauh dari tempat tidur, atau tepatnya ada di meja yang dekat dengan kamar mandi.


Pada waktu itu mereka terbangun dengan kondisi Novi memeluk Ali dari arah belakang.


Novi yang yang terlelap dan tidak sengaja memeluk Ali pun kaget ketika mendengar dering telepon berbunyi.


Apalagi Ali, dia jelas makin kaget ketika dia merasa di punggungnya ada benda aneh yang mirip dengan botol sirup.


Dan ternyata belalai Novi yang sebesar sirup marjan itu nempel dengan mesranya di punggung Ali.


“LEPASKAN AKUUUU HANC****K” teriak Ali


Ternyata teriakan Ali ini sempat terdengar oleh petugas yang kebetulan sedang lewat di depan kamar mereka berdua.


Petugas hotel itu menempelkan telinganya ke pintu kamar yang disewa Ali dan Novi sambil tersenyum…


“Wah hebat juga… mereka berdua suka main kasar sampai yang laki-laki teriak ketakutan hehehe” kata petugas hotel kemudian pergi dari depan kamar Ali dan Novi


*****


“Haloooo, mbak Novi lagi kenapa ini? kok mas Ali teriak teriak?” tanya Saeful yang sedang menelpon Novi

__ADS_1


“Eh tidak papa mas, itu mas Ali takut karena ada kecoak terbang yang hinggap di punggungnya” jawab Novi


Saeful kemudian menyerahkan ponsel itu ke pak Tembol.


“Halo nak Novi….kami akan masuk kota MJKt ini nak, sebaiknya bagaimana?”


“Ehh… aduuh, iya pak, eeh lebih baik ke rumah mbahnya mas Dogel dulu saja… eh nanti malam saja kita kesananya”


“Nak Novi ini sedang apa, kok kelihatannya sedang sibuk gitu….


“Ini pak, Mas Ali ketakutan karena ada kecoak terbang yang hinggap di punggungnya. Eh udah dulu ya pak, Novi mau nangkep kecoak terbang dulu”


Telepon ditutup oleh Novi hehehe, jelas dia sekarang sedang menenangkan Ali yang sedang ketakutan, karena tadi ada kuntila sebesar botol sirup yang menempel di punggungnya.


“Nak Dogel, lebih baik kita ke rumah nak Dogel dulu saja, nanti malam saja kita ke Gemezzz apabila keadaan sudah aman”


“Tapi kan kunci rumah ada di Novi pak, gimana kita bisa masuk rumah kalau kunci rumah ada dibawa Novi dan Ali pak?” kata Dogel


“Oh iya… nak Saeful, tolong hubungkan sama nak Novi lagi, tolong bilangin kalau kunci rumahnya kita minta. Atau tanyakan saja dimana Nak Novi dan nak Ali sekarang berada nak”


Saeful menghubungi Novi lagi, dan untungnya keadaan Novi sudah tidak seperti tadi, dia sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Sudah tidak ada lagi kecoak yang hinggap di punggung Ali.


“Kata mbak Novi kita disuruh ke rumah mas Dogel saja pak, nanti mereka berdua juga akan ke sana”


*****


“Ini adalah rumah nenek saya pak, dan selama ini rumah ini menjadi rumah paling aman ketika anak buah Nabil atau  Rochman menyerang kami” Kata Dogel kepada pak Bowo.


Sore hari menjelang maghrib mereka sudah ada di rumah mbah putri Dogel termasuk Novi dan Ali…..


“Lebih baik kita ke Gemezzz malam hari saja pak, ketika suasana sudah sepi, karena kalau jam segini jelas masih banyak orang yang berkeliaran” kata Novi


“Oh iya… pak Bowo apakah tidak bawa pakaian sipil saja?” tanya pak Tembol


“Ada pak, saya selalu bawa pakaian sipil di tas bagasi mobil”


“Ya sudah nanti jam 22.00 kita ke sana, kita santai saja karena toko itu kan sudah kita kontrak” kata Novi


“Bisa tolong dijelaskan pak Tembol apa yang akan kita lakukan disana dan apa yang ada disana?” tanya pak Bowo


“Begini pak, pada awalnya disna itu hanya toko yang menjual pakaian  tempat nak Dogel dan nak Blewah bekerja, Tetapi disana banyak sekali kejanggalan seperti adanya manekin yang mirip sekali dengan manusia”


“Selain itu disana juga ada terowongan yang menghubungkan vila putih dan hotel Waji. Bagaimana nak Dogel, masih ingat kan kemana terowongan itu menuju?”


“Mudah-mudahan ingat pak, dan mudah-mudahan pintu nya masih ada disana…”


Mereka menunggu hingga pukul 22.00 untuk bergerak menuju ke toko Gemezzz, memang untuk ke sana lebih baik malam hari, agar tidak mengundang kecurigaan penduduk sana, apalagi suami istri Warjito.


“Ayo kita siap-siap untuk ke sana anak-anak, oh iya ..jangan lupa mbak Bashinya nak Dogel”


Pak Bowo terlihat sudah tidak sabar untuk datang ke toko Gemezzz….


Mobil berjalan pelan menuju toko Gemezzz yang hanya berjarak beberapa km saja dari rumah mbah Putri Dogel.


“Yang itu pak, parkirkan mobil ini di depan toko itu saja pak” kata pak Tembol


Ali yang memegang kunci yang diberi oleh pak Warjito pun membuka pintu harmonika toko, dan kemudian dia membuka pintu kaca toko.


“Lampunya jangan dinyalakan nak, kita gunakan senter saja, dan turunkan mbak Bashi nak Dogel, agar dia menuntun kita ke tempat yang di tahu” kata pak Tembol


Mbak Bashi diturunkan Dogel. kucing hitam legam itu berjalan pelan dengan ekor rembyak rembyaknya menuju ke belakang toko.


Kucing itu tidak berhenti atau sekedar menciumi tiap sisi rumah, tetapi langsung menuju ke bagian belakang rumah.


Kemudian dia berjalan menyeberangi taman  hingga ke kamar belakang yang saat ini pintunya tertutup.


Mbak Bashi melihat pintu kamar belakang yang tertutup, kemudian kedua kaki depannya dia tumpukan ke pintu kamar.


Perlahan lahan kedua kakinya dia cakar cakarkan ke pintu kamar yang sedang tertutup itu.


“Sebentar pak, saya bukanya pintu kamar itu” kata Ali


Ternyata pintu kamar itu terkunci…


Ali mencoba lima buah kunci yang dia bawa. ternyata salah satu kunci itu bisa digunakan..


Mbak Bashi masuk ke dalam kamar setelah pintu itu terbuka. dia  kemudian menuju ke sebuah lemari hitam yang  berukuran besar.


Mbak Bashi kemudian duduk di depan lemari yang berukuran besar itu.


“Ini lemari yang pernah saya ceritakan itu pak” kata Dogel

__ADS_1


“Dan semoga pintu menuju ke terowongan itu masih terbuka dari sini pak, karena kalau sudah tidak ada, kita ya harus ke Vila putih”


“Dari hutan yang ada di samping vila putih kita baru bisa menemukan terowongannya pak”


__ADS_2