
ALI POV
Dogel mengerem mobil hingga berhenti, mobil yang kami tumpangi saat ini ada di jalur yang menuju ke atas, di daerah yang sangat sepi.
Mobil berhenti beberapa saat untuk memastikan yang kita kejar itu tidak berhenti juga, tetapi kami salah sangka, ternyata mobil hitam yang kami kejar juga berhenti di kejauhan.
“Putar balik mobilnya nak Dogel” kata pak Tembol setelah melihat mobil yang kami kejar kemudian putar balik dan menuju ke arah kami berhenti
“Ndak bisa pak, jalan ini sempit dan sebelah kanan kita ini turunan jurang yang agak dalam” kataku setelah melihat sebelah kanan mobil
“Kalau di atas sana lebih lebar daripada jalan yang ini, tempat kita berhenti ini tidak cukup digunakan untuk putar balik” tambah Saeful
Sementara mobil yang tadi kami kejar sudah mulai jalan menuju ke arah kami dengan kecepatan yang bertambah cepat, aku ndak tau apa maksud dari semua ini!
Sungguh aneh apabila ada orang yang akan menabrak kami dan akan mencelakakan kami.
Bukanya tindakan ini sudah murni kriminal, karena menurut perkiraanku mereka akan menabrak hingga mobil ini masuk ke dalam jurang.
“Mundur mas Dogel, nyalakan lampu saja agar kelihatan jalan yang akan kita lalui!” kata pak Tembol dengan panik
Mobil hitam yang dikendarai Tono satpam hotel sekaligus suruhan Rochman itu semakin lama semakin dekat, mobil itu jalan dengan kecepatan yang makin cepat menuruni jalan.
Aku heran, seandainya dia memang berniat menabrak, berarti dia juga akan celaka dengan kecepatan yang seperti itu, apa dia tidak sadar dengan keadaan itu.
Dogel memundurkan mobil dengan perlahan, karena di belakang kami jalurnya turun dan membelok cukup tajam.
“Nak Dogel…..agak cepat nak, mobil yang di atas kita semakin dekat dengan kecepatan tinggi. Mereka benar-benar akan mencelakakan kita”
“Sabar pak, saya butuh konsentrasi dulu pak, tidak gampang memundurkan mobil di jalan yang menurun dan berbelok seperti ini”
Aku heran mobil yang kami ikuti itu sejak kapan tau bahwa kami mengikutinya, lalu apakah mereka juga tau bahwa tadi aku dan Saeful sempat sembunyi di depan toko Gemezzz.
“Mbok Ju, apakah mereka tidak bisa dihentikan?”
“Untuk sementara ini tidak pak, karena saya tidak bisa masuk ke dalam tubuh kedua orang yang ada disana itu, karena ternyata mereka ini sedang dirasuki oleh sesuatu”
“Oh pantesan mereka menyetir tanpa rasa takut seperti ini. Mereka siap mati berarti itu mbok Ju” aku berusaha memberikan penekanan atas apa yang tadi mbok Ju katakan
Dogel atau mas Dogel memundurkan mobil dengan cukup lihai hingga dia merasa ada jalur yang lebih lebar dan bisa digunakan untuk memutar mobil.
Semua yang ada di dalam mobil hanya bisa diam agar mas Dogel tidak panik dalam mengemudikan mobil milik Novi.
Sementara itu mobil hitam yang ditumpangi satpam hotel mungkin sudah berjarak sekitar tigapuluh meteran dari posisi mobil yang kami tumpangi.
Dengan cekatan Dogel memutar mobil dengan sedemikian rupa hingga roda mobil selip karena menyentuh tanah yang bersebelahan dengan jurang.
Kemudian dengan sekali hentakan pada gas mobil, mobil bisa masuk kembali ke jalan aspal dan kembali ke jalur menuju ke arah bawah.
Dogel segera menginjak dalam pedal gas mobil hingga mobil melaju dengan kecepatan lumayan tinggi.
Tetapi sayangnya mobil yang dibelakang kami juga melaju semakin cepat hingga mereka saat ini sudah ada di belakang mobil kami, mereka membawa mobil tanpa punya rasa takut sama sekali.
“Mbah Saripah dan mbok Ju akan berusaha mengusir makhluk halus yang sekarang sedang menguasai kedua orang yang ada di belakang kita itu, jadi kita harus bertahan apabila mereka sekarang akan menabrak kita”
Tidak ada jawaban sama sekali atas omongan dari mas Dogel tadi, karena kami sekarang benar-benar dalam ketakutan, karena mereka yang ada di dalam mobil yang mengejar kami tidak pernah mengerem sama sekali.
Mobil hitam yang sedang mengejar itu seolah olah tidak punya rem, gas pol rem blong pokoke, mereka tidak punya rasa takut apabila mereka menabrak kami dengan kecepatan tinggi.
Aku terguncang kiri kanan, bahkan beberapa kali memantul ke atas dengan keras, karena kontur jalan disini yang tidak begitu mulus.
Dogel semakin liar menyetir mobil, karena dia juga menghindari tabrakan dengan mobil yang sedang mengejar di belakang kami.
__ADS_1
Memang sesekali mobil yang ada di belakang itu hampir menabrak, mungkin hanya selisih beberapa centimeter saja dengan bumper, tapi untungnya Dogel seorang driver handal sehingga dia masih bisa menghindarkan mobilnya tertabrak dengan yang di belakang.
Beberapa kali aku melihat ke belakang, untuk memastikan siapa yang sedang ada di balik kemudi itu, tetapi sama sekali tidak kelihatan.
“Di depan kita ada belokan tajam ke arah kiri, kalian semua nanti bergeser ke bagian kiri mobil, agar mobil ini bisa belok tanpa terguling ke kanan rek” kata Dogel dengan suara tenang
Ternyata Dogel tidak mengurangi kecepatan, dia makin menambah kecepatan, mungkin ini adalah trik yang akan digunakan untuk melumpuhkan yang ada di belakang kami.
“Siap-siap bergeser ke kursi sebelah kiri rek, siap-siaaap yaaaaa” kata Dogel memberi aba-aba
Mobil yang dibelakang kami pun juga menambah kecepatanya, tetapi mungkin mereka tidak memperhitungkan ada tikungan tajam ke arah kiri.
Kami semakin dekat dengan tikungan tajam ke kiri itu , hingga kemudian….
“SEKARANG PINDAH KE BAGIAN KIRI MOBIL!” teriak Dogel bersamaan dengan dia membanting stir ke kiri tanpa mengerem sama sekali
Mobil berguncang ke kiri, karena bantingan stir ke kiri dengan tiba-tiba itu mengakibatkan body roll ke arah kanan, karena kami semua sudah pindah ke sebelah kiri akibatnya mobil bisa aman melewati tikungan ke kiri tanpa berguling ke arah kanan dengan kecepatan tinggi.
Tetapi tidak dengan yang ada di belakang. Aku berusaha melihat dengan tenang bagaimana mobil yang mengejar kami berbelok tanpa ada pengereman dan tanpa mengurangi kecepatan sama sekali.
Mobil merekapun terguling ke sebelah kanan ke semak belukar yang ada di sebelah kanan..
“Jangan Berhenti, terus lari anak-anak” perintah mbok Ju yang sudah datang
“Saya dan Mbah Saripah dari tadi berusaha mencabut demit yang ada di tubuh mereka berdua, tetapi memang sangat susah sekali, karena demit itu sudah mengakar di dalam tubuh mereka”
Aku tetap melihat ke arah belakang, meskipun semakin jauh, tapi aku bisa melihat ada dua orang yang keluar dari dalam ,mobil dan berlari ke arah mobil ini berjalan.
“Mas Dogel, tolong percepat laju mobil ini mas, coba lihat kaca spion mas ,meskipun gelap tapi kan masih kelihatan ada dua orang yang sedang berlari ke arah kita mas”
“Wah iya Li, ngeri juga mereka”
“Novi kok takut ya pak, sekarang Rochman sudah mulai mencelakai kita pak”kata Novi dengan wajah yang tegang
“Hanya saja saya heran, bagaimana mereka tahu bahwa kita sedang menguntit mereka?”
“Mereka tau semenjak kalian tadi berangkat dari Toko Gemezzz, saya tadi sempat dengar yang mereka bicarakan pak” kata mbok Ju
“Mungkin mereka seharusnya tidak ke Pct, tapi ke sekitaran Mjk pak, hanya saja karena mereka tau kita sedang menguntitnya maka mereka arahkan mobil menuju ke Pct” aku berusaha memberikan pendapatku
“Bisa jadi seperti ini mas Ali, karena waktu kita sedang mengamati disana mobil itu kan tidak lebih dari tiga puluh menit perginya sedangkan kalau ke pct kan bisa-bisa satu jam lebih” kata Saeful
“Pak, apakah mereka tau kalau besok yang akan menyewa toko Gemezzz adalah saya dan mas Saeful yang juga menguntit mereka barusan?” tanya Novi dengan khawatir
“Saya rasa tidak nak Novi, mereka hanya tau bahwa ada mobil yang sedang menguntit mereka, mereka tidak tau bahwa mobil ini adalah mobil yang juga ditumpangi nak Novi dan nak Saeful.
Mas Dogel menyetir mobil ini dengan kecepatan tinggi melintasi jalan menuju ke mjkt.
Aku saja masih ngeri melihat tadi ada dua orang yang keluar dari mobil yang terguling dan mengejar kami dengan berjalan kaki.
“Mbok Ju, coba lihat ke belakang, apakah mereka masih mengikuti kita?” terus terang aku masih takut juga dengan keadaan ini, aku takut kalau mereka nekat mengikuti kami dengan indera ghaibnya
Mbok Ju pergi meninggalkan mobil yang menuju ke arah Mjkt, mbok Ju menuju ke arah tempat tadi mobil mereka terguling di daerah sebelum masuk daerah pct.
“Lebih baik kita jangan pulang dulu pak, kita kemana dulu gitu, saya takut apabila dua orang tadi mengikuti kita. Mereka aneh sekali soalnya”
“Iya nak Ali, memang lebih baik kita tidak pulang dulu, atau kita tunggu kabar dari mbok Ju saja, siapa tau dua orang itu malah menuju ke Asri”
“Oh iya nak Novi, tolong hubungi teman kita yang ada di sana, bilang bahwa kita tidak ke sana, dan ceritakan saja apa yang sedang terjadi dengan kita dan orang yang tadi kita kejar itu” kata pak Tembol
“Tapi ada untungnya kita pakek mobil ini, karena satpam itu kan taunya bukan mobil ini, tetapi mobil kecil yang dibawa mas Dogel itu pak” kata Novi
__ADS_1
“Yah mudah-mudahan begitu mbak Novi, masalahnya mobil ini kan juga sudah pernah ada di hotel Asri kemarin, waktu kita antar Tifano kesana” kata Dogel
“Tapi kan tidak sampai lama mas….”
Aku masih bingung akan kemana kita apabila dua orang itu akan mengikuti kita terus, seharusnya kita harus melawan mereka, tetapi Dogel, Novi, harus turun dulu, agar satpam itu tidak melihat Dogel.
Mbok Ju yang tadi kita suruh untuk melihat dua orang yang menguntit itu tiba-tiba datang.
“Sudah… kalian tenang saja, dua orang itu sedang jalan kaki menuju ke arah Pct, kemungkinan mereka akan minta bantuan teman mereka yang ada disana”
“Barang yang ada di dalam mobil bisa kalian lihat sekarang kalau kalian mau, karena barang itu mereka tinggalkan begitu saja, tanpa ada yang jaga” kata mbok Ju
“Pak Tembol, kayaknya apa yang dikatakan mbok Ju itu benar, kita bisa melihat barang itu sebentar pak”
“Iya nak Ali, kita memang penasaran sekali dengan barang yang mereka bawa, karena tujuan kita menguntit mobil itu kan untuk melihat apa yang sedang mereka bawa”
Dogel memelankan mobil, kemudian putar balik ke arah dimana mobil hitam yang mereka kuntit itu terguling.
Aku jelas penasaran dengan apa yang mereka bawa, karena waktu tadi aku dan Saeful mengamati aktivitas mereka kan belum sempat melihat apa yang sedang mereka bawa itu.
Mbok Ju beberapa belas meter di depan kami, dia bertugas melihat apa yang ada di sekitar jalan ini.
Mobil dijalankan mas Dogel dengan perlahan lahan, hingga setelah beberapa belas menit kami sudah sampai tempat yang lebih mirip dengan hutan semak belukar, karena tidak ada rumah penduduk di sekitar sini.
Yang ada hanya semak belukar yang tidak terlalu padat.
“Keadaan aman, kalian bisa lihat apa yang ada di dalam mobil itu anak-anak. Lebih baik agak cepat agar tidak menimbulkan kecurigaan penduduk disini” kata mbok Ju lagi.
“Nak Dogel dan nak Novi lebih baik tidak turun, kalian berdua tetap ada di mobil saja” kata pak Tembol
“Di laci mobil Novi ada senter mas Saeful. Pakek senter Novi aja kalau mau liat-liat apa yang ada di dalam karung itu”
Aku tau alasan pak Tembol melarang mas Dogel untuk tetap di dalam mobil, karena apabila ada sesuatu maka kita bisa langsung pergi dari sini.
Sedangkan alasan melarang Novi turun adalah karena pagi nanti Novi akan datang ke rumah yang akan menyewakan toko itu, maka dari itu jangan sampai wajah Novi terlihat oleh siapapun ghaib yang ada disini, meskipun di dalam mobil juga masih bisa terlihat jelas.
*****
“Hmmm isinya kenapa hanya potongan potongan patung manekin saja” kata pak Tembol yang merobek salah satu karung yang ada di dalam mobil
“Ini bukan sembarang manekin pak, coba perhatikan dengan teliti pak, dari postur tubuh dan juga jenis rambutnya” kata Saeful
“Tidak ada manekin yang sesempurna ini, bahkan coba lihat itu khelaminya. Masak manekin ada khelaminya pak”
“Mosok ini syek doll pak hehehe”
“Iya nak, benar juga apa yang kamu tadi katakan, saya rasa yang ada disini itu tubuh manusia yang diisi dengan sesuatu yang keras, sehingga mirip dengan manekin”
Bulu kudukku meremang ketika mengetahui bahwa patung yang ada di depanku ini bukan manekin sungguhan!
Saeful sedang merobek tas plastik hitam yang ada di sebelahnya. aku tidak berani melihat apa yang sedang dibongkar oleh Saeful, karena pastinya itu juga mayat yang sudah diubah menjadi patung.
“Plastik besar ini isinya hanya pakaian pakaian bekas beserta perlengkapanya saja pak” kata Saeful sambil menyorotkan senter milik Novi
“Kalau menurut saya, ini pakaian bekas dari orang-orang yang dibunuh pak, karena sebagian besar ada noda darah yang sudah menghitam dan mengering”
“Anehnya kenapa pakaian ini tidak dimusnahkan saja. Dibakar atau ditanam gitu kan bisa hilangkan jejak, dari pada dibawa kesana kemari” kata Saeful lagi dengan santainya
“Ya sudah anak-anak, kita sudah tau apa yang ada di dalam karung dan plastik besar sekarang kita kembali saja”
“Kita harus cari tempat persembunyian mereka yang dekat dengan toko Gemezzz” kata pak Tembol lagi
__ADS_1
Aku heran dengan apa yang tadi barusan kulihat, memang patung-patung itu terlalu indah bagi sebuah patung, atau terlihat terlalu sempurna lah, tapi apa dasarnya mereka membuat patung itu?
“Pak, saya kok curiga pak, mereka membuat manekin untuk dijual pak, karena pastinya dengan puluhan mayat yang ada disana itu tidak mungkin kalau hanya ditumpuk saja pak”