
“Saya mau ke lantai 52 tempat pak Trimo, ini key card saya” kata Muryati dengan sombongnya di depan petugas jaga meja reception
“Selamat siang bu, sebentar bu, akan saya tanyakan ke atasan saya dulu” jawab petugas jaga itu
Sementara itu teman kita yang bernama Tifano, yang sekarang sudah berambut pirang dan memakai setelan celana kain warna pastel dan kemeja pres body sedang duduk di ruang tunggu dengan membaca surat kabar yang disediakan di sana.
“Lho ada apa ini, kenapa kamu harus tanya atasan kamu dulu, saya ini sering kesini, kenapa kamu harus konfirmasi ke atasan kamu dulu!?” bentak Muryati dengan sombongnya
Tetapi petugas jaga yang tadi sempat memeriksa Novi dan sempat mandapat dampratan dari Trimo alias Ali tidak peduli dengan omongan Muryati.
Petugas jaga itu masuk ke dalam ruangan yang ada di belakangnya, dia tidak memperdulikan Muryati yang sedang mengomel dengan mengatas namakan istri Trimo.
Tidak lama kemudian petugas jaga itu keluar dari ruangan bersama dengan seorang laki-laki berbadan tegap dan berambut klimis.
“Ada yang bisa saya bantu Bu?” tanya atasan dari petugas jaga itu
“SAYA MAU ME LANTAI 52 KE PENTHOUSE MILIK TRIMO” kata Muryati dengan suara lantang hingga Tifano yang sedang pura-pura membaca koran itu kaget dan sedikit tersenyum
“Kalau boleh tau Ibu ini siapa?” tanya atasan petugas jaga yang papan namanya tertulis phely itu
“KAMU TIDAK TAU SIAPA SAYA!?, SAYA ADALAH ISTRINYA BAPAK TRIMO” kata Muryati dengan lantang
“Maaf bu, bisa lihat identitas ibu dan keycard ibu” tanya Phely atasan dari Wempi lagi
“BUAT APA KAMU TANYA IDENTITA SAYA, SELAMA INI SAYA TIDAK PERNAH DITANYA TENTANG IDENTITAS KALAU MAU KE LANTAI 52, KENAPA SEKARANG KAMU TANYA ITU!” kata Muryati masih dengan nada tinggi
“Karena key card yang ada di tangan ibu itu bukan keluaran tahun ini, keycard itu keluaran tahun lalu dan sudah ditarik, dan diganti dengan keycard model baru” kata Phely dengan tegas
“Jadi apabila ada orang datang kesini dengan membawa key card model itu, sudah bisa saya pastikan bahwa dia akan melakukan suatu tindakan yang ilegal”
“LHO SAYA TIDAK MAU TAU, ITU PEMBERIAN SUAMI SAYA. KEMARIN SAYA MASUK KESINI JUGA PAKAI KARTU ITU!” bentak Muryati lagi
“Saya mohon maaf mungkin anak buah saya kemarin kurang teliti sehingga penggunakan kartu kadaluarsa tetap diperbolehkan. Tetapi untuk saat ini kartu yang ibu bawa itu harus kami sita”
“Harusnya tidak ada keycard kadaluarsa yang bisa digunakan disini baik untuk akses lift atau akses masuk ke penthouse” terang Phely
__ADS_1
“Karena pemakaian kartu kadaluarsa sangat berbahaya bagi keamanan kami, bisa digunakan sebagai tindak kejahatan dengan cara penggandaan kartu” kata pak Phely lagi
“AAPAAAAA! Besok saya akan mengadakan arisan di lantai 52, kalau satu-satunya kartu itu bapak sita, lalu besok saya masuk ke sini memakai apa!”
“Mudah saja bu, ibu bisa minta pak Trimo untuk membuat permohoan kartu baru atau kartu tambahan atas nama sesuai dengan pemegangnya, sehinga orang lain tidak bisa menggunakan kartu itu!”
“Coba bawa sini kartu ibu itu, saya mau check nama yang terregistrasi di dalamnya”
Setelah petugas itu mengecek nama yang terregistrasi, ternyata pemilik kartu itu warga negara China yang bernama CHIE MENG.
“Ibu bisa lihat kartu itu terdaftar atas nama siapa bu? Sekarang saya mau tanya, ibu mendapat key card itu dari siapa?”kata Phely dengan nada suara yang berubah tegas
“Ta..tapi selama ini saya pakai kartu itu untuk masuk lantai 52 dan masuk ke ruangan Trimo, bahkan saya kemarin juga kesini memakai kartu pemberian Trimo itu” kata Muryati yang mulai gelagapan
“Bapak bisa telepon mas Trimo pak, agar bapak yakin kalau kartu itu adalah pemberianya”
“Pertama, kami tidak pernah memberikan kartu kadaluarsa kepada pelanggan VVIP kami, pelayanan dan keamanan adalah perioritas kami. Apabila ibu memilki kartu yang kadaluarsa dan bisa digunakan untuk naik ke lantai 52 berarti ibu sudah melakukan pelanggaran hukum”
“Kedua, kartu kadaluarsa jelas tidak bisa digunakan untuk melakukan kegiatan akses lift dan akses kamar, itu sudah jelas tidak mungkin dilakukan, dan apabila itu bisa dilakukan maka itu adalah tindak kejahatan”
“Keempat, pelanggan VVIP kami bukan orang sembarangan yang pas pasan dan berusaha mendapatkan apapun dengan gratis, disini semua ada harganya, dan tidak mungkin pak TRIMO menggunakan kartu itu dan memberikan kartu kadaluarsa pada ibu apabila ibu adalah benar-benar istri beliau”
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Muryati kecuali dia berusaha menelpon Trimo untuk mendapatkan konfirmasi mengenai siapa dia, tapi untungnya Tifano sudah memberikan info kepada Ali untuk mematikan ponsel Trimo. Untuk saat ini anak-anak Sutopo cerdas!
“Duuuh kok mati sih Hp mas Trimo! Di saat aku butuh dengan dia kenapa hp dia mati huuuuff” pekik Muryati
“Maaf ibu, kartu yang ibu pegang kami sita, dan masih untung ibu tidak kami tuntut atas pemalusan key card ini” kata Pak Phely kemudian mengambil kartu yang ada di meja dan kemudian dia masuk ke dalam ruangannya
Kini tinggal Muryati yang kebingungan dengan keadaanya yang tidak tau harus bagaimana, kini dia sama sekali tidak punya akses masuk ke dalam penthouse milik Trimo dan dia pun pasti tidak akan bisa mengadakan acara pameran dan penjualan disana.
Muryati kemudian keluar dari lobby dan menuju ke kedai kopi tempat dia dan kedua temanya itu diskusi tadi. Untungnya kedua teman Novi masih ada disana, sehingga dia menghampiri meja yang tadi dia tinggalkan ke lobby.
Di belakang meja mereka si Ukik dan Broni sedang tersenyum karena Muryati gagal masuk naik ke lantai 52 dikarenakan key card yang ditukar oleh Novi.
Novi bener-bener beruntung dengan digunakannya Keycard yang dia beli itu selain dia bisa naik ke atas dengan menggunakan katu master, dia juga bisa membendung akses Muryati untuk mendapatkan key card penggantian. Untuk saat ini mereka unggul dibandingkan Muryati.
__ADS_1
*****
“Ehem... eh kak, ada yang bisa saya bantu?” kata petugas Wempi dengan suara pelan sambil tersenyum kepada Tifano yang sekarang menjadi ganteng maksimal
“Eeh iya mas, dari tadi saya mau tanya rate kamar disini. Tadi nungguin ibu-ibu sombong itu selesai dengan kalian mas hehehehe”
Petugas Wempi meminta ijin untuk duduk di sebelah Tifano.
“Eh boleh saya duduk disitu kak, ehm akan saya jelaskan rate disini beserta beberapa benefitnya” kata petugas Wempi tanpa menanggalkan senyumnya sama sekali
“Mari mas” jawab Tifano yang belum terasa aneh dengan Wempi yang harusnya memang aneh itu
Kemudian Wempi dengan lancar menjelaskan tipe kamar beserta harganya kepda Tifano, dan sekali lagi tanpa meninggalkan senyumnya dan pandangan mata yang syahdu yang menghipnotis ke arah Tifano hihihih. Ajoorr koen Tif.
*****
“Mati aku! Kartu yang dikasih Trimo ternyata palsu, aku sudah tidak bisa masuk ke sana lagi” pekik tertahan Muryati kepada kedua temanya yang untungnya masih ada di kedai kopi
“Tapi kan selama ini kamu juga pakai kartu itu kan?” tanya salah satu dari laki-laki itu
“Ya jelas lah tolol! Jelas pakai kartu itu, masak pakai Ktp, yang bener aja otak kamu kalau suruh mulutmu bicara” bentak Muryati
“Aneh sekali kenapa bisa kartu yang selama ini aku pegang bisa ditolak dan di tahan oleh mereka” kata Muryati lagi
“Yat, memangnya kamu selama ini tidak pernah memperhatikan gambar kartu itu atau paling tidak ciri khas dari kartu itu?” tanya satunya lagi
“Nggak!” sebuah jawaban singkat dari orang yang sedang berpikir keras sambil tertunduk lesu
*****
“Alhamdulillah mas Dan, Muryati tidak bisa naik ke sini lagi, karena kartu yang Novi tukar itu masuk ilegal, itu kartu kadaluarsa yang sudah tidak dipakai disini lagi”
“Ya sudah Nov, ayo kita cari lagi benda itu, karena aku merasa sudah makin dekat dengan benda yang sedang kita cari itu, energi yang terpancar semakin kuat, tetapi aku masih belum bisa menemukan dimana kotak itu disembunyikan Trimo”
Mereka berdua bisa lebih fokus lagi untuk mencari kotak yang disembunyikan, kenapa mereka bisa yakin kalau kotak itu ada di sekitar sana, apakah hanya karena insting mereka saja atau gimana.
__ADS_1