MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 227 (KEMUNCULAN TONO)


__ADS_3

“Kita nanti berhenti dulu di warkop depan hotel dulu ya pak Tembol, saya mau panggil orang saya yang ada di dalam hotel”


“Saya mau koordinasi untuk langkah selanjutnya, karena saya akan ada di hotel ini bersama kalian semua” kata pak Bowo


“Nanti di warkop kita duduk terpisah saja, agar tidak ada yang curiga dengan adanya saya dan teman saya yang sedang saya panggil ini” lanjut pak Bowo


“Ok baik pak,  setuju pak”


Mobil pak Bowo sudah semakin dekat dengan warkop yang ada di depan hotel.  sementara itu pak Bowo sedang menghubungi rekanya yang saat ini ada di dalam hotel.


“KIta tunggu disini sebentar ndak  papa kan?” tanya pak Bowo


“Baik pak, kami juga ingin ngopi dulu  hehehe” sahut Ali


“Pak Tembol, saya mau suruh Blewah kesini juga bisa pak, agar kalau ada Tono maka dia tidak curiga kita habis dari mana gitu”


“Ya wis mas, hubungi mas Broni dan suruh mas Blewah ngopi disini sekalian”


Warkop yang dulunya kecil dan buka dua puluh empat jam pagi ini masih sepi, hanya ada penjaga yang dulu bertemu dengan Blewah dan pak Handoko


Mereka duduk terpisah, pak Tembol dengan rombonganya, sedangkan pak Bowo duduk sendirian sembari menunggu rekannya datang


Tidak lama kemudian Blewah datang sendirian…


Blewah duduk bergabung dengan mereka… tampang Blewah yang sudah semrawut sekarang makin kusut dan ruwet.


Tapi kata Blewah tampang kusut ruwet dan semrawut ini yang disukai  Asyumirah


“Mas mas iki maneh hehehe, mash nginep disini to mas?” tanya penjaga warkop plus plus itu kepada Blewah


“Iya mas, kerasan jeh disini, hawane enak dan nyaman untuk tempat istirahat hehehe” jawab Blewah


“Iyo man nyaman mas, asal jangan sampai bos e Tono dan Dollah ngamuk ae, iso iso ada kembang api di waktu subuh heheheh”


“Oh iya, Tono tidak kesini mas?” tanya Dogel tiba-tiba


“Aku ya heran mas, wis dua hari ini dia tidak muncul di warkop ku, biasane deke kan selalu muncul setelah subuh gitu” jawab penjaga warkop


“Apa Mungkin dia pulang kampung ya mas?” pancing Blewah


“Mungkin juga mas, tapi biasane nek deke pulang kampung selalu pamit saya mas, soale saya mesti titip oleh-oleh jajan bikinan mboke Tono hehehe” jawab penjaga warkop


Tidak ada lima menit Dogel dan penjaga warung itu ngrasani Tono, tiba-tiba  Tono penjaga malam hotel muncul di hadapan mereka.


“Cak Met… kopi koyok biasane… ndasku cemut cemut iki cak” kata Tono yang tiba-tiba duduk diantara mereka semua

__ADS_1


“Panjang umur cak Tono hehehe, barusan aku mbatin sampeyan cak hehehe”


“Sampeyan seko ndi ae mas Tono ( kamu dari mana saja mas Tono)?” tanya penjual kopi yang dipanggil  dengan  nama cak Met itu


“Mbuh cak,  aku ketiduran di kamar belakang sampek seharian penuh cak” jawab Tono


“Tadi aku dibangunakan Dollah, ketika bos Nabil datang bersama temanya… “


“Tapi jarene Dollah orang yang bersama bos itu sempat menyusup di hotel”


“Dollah juga heran..kenapa diajak ke hotel ini”


“Padahal kan orang itu kata Dollah sudah ditangkap polisi”


“Untung Dollah mbangunkan aku mas, coba nek aku tidur waktu ada bos Nabil datang… apane aku gak dipecat hahahah” kata Tono


“Mosok keturon bisa seharian  gitu cak, Itu namanya bukan keturon, tapi kesirep hahahahah” sahut cak Met


“Ndiasmu cak, nek misale aku kesirep seharian penuh, terus di hotel ada apa apa gimana cak, aku sing diamuk juragan rek”


“Lha mangkane iku cak Tono, mosok se bisa seharian penuh sampean tidur. memangnya gak ada yang bangunkan sampean?” tanya cak Met lagi


“Tapi sampean tidak kesini dua hari cak Ton, tak pikir sampean pulang kampung jeh”


“lhoo yo mbuh rek, sampeyan kan tiap malam selalu ke sini nah dua hari ini sampean tidak kesini sama sekali cak Tono”{


“Bearti kesimpulanku…. sampeyan ketiduran selama dua hari hahahahah” kata penjaga warkop itu


Di sebelahnya pak Tembol dan kawan-kawan terheran heran dengan perkataan Tono yang bilang bahwa dia ketiduran di mess karyawan.


Padahal yang mengejar mobil waktu mereka menguntit dari Mjk  itu adalah Tono dan salah satu karyawan hotel, sedangkan barusan ini dia bilang ketiduran di mess karyawan.


“Ah mbuh cak Met, ndasku pusing, tolong bikinka kopi koyok biasane ya…..”


“Wah… ada mas blewah dan yang lainya juga to disini.. pada ngopi ya bapak-bapak?” tanya Tono


“Iya pak Tono…. soalnya disini kalau jam segini ngopi rasane enak sekali  hehehe” jawab Blewah


“Bose sampean datang ta mas Ton?” tanya Blewah


“Iya mas…. ndak  biasanya dia datang bawa orang yang kata Dollah adalah orang yang sempat bikin heboh Dollah heheheh”


“Oh iya mas Tono… mas Tono dua hari tidak kelihatan di sini, memangnya habis cuti pulang kampung?”


“Lha itu yang saya bingung pak, saya ini merasa ada disini, dan tidak kemana-mana, tetapi beberapa orang bilang saya sedang pulang kampung”

__ADS_1


“Wong yang saya rasakan itu saya tidur di mes karyawan kok mas Blewah”


Blewah terus mengajak omong dengan hal yang berbelit belit untuk mengalihkan perhatian Tono dari pak Bowo dan anak buahnya yang sudah check in di hotel itu.


Jangan sampai penyamaran pak Bowo terbongkar, dan jangan sampai mereka terlihat kenal dengan pak Bowo dan rekanya..


“Eh mas Blewah… itu siapa ya? apa teman dari mas Blewah juga?” tanya Tono pada pak Bowo yang sedang ngobrol dengan temannya


“Wah ndak tau juga mas, tadi kita masuk ke sini berbarengan sih, cuman tadi kita belum sempat ngobrol dengan mereka saja”


“Cak Tono.. mas Blewah.. saya pamit pulang dulu, pengganti saya sudah datang soalnya heheheh” kata penjaga warkop untuk malam hari yang biasa dipanggil dengan nama cak Met itu


Kini yang ada di warkop hanya pak Tembol, Ali, Dogel, Saeful Blewah. sedangkan di meja lain ada pak Bowo dan anak buahnya.


“Sampeyan ini apa betul ketiduran sampai dua hari di mes karyawan mas Ton?”


“Saya ndak  tau mas Blewah, yang saya ingat waktu itu saya istirahat sebentar karena rasa kantuk yang luar biasa tidak bisa dibendung”


“Ndak biasanya saya bisa ngantuk sampai harus istirahat gitu mas, tapi….”


Tono diam sejenak sambil menyeruput kopi yang disediakan cak Met tadi…


“Tapi saya sempat mimpi aneh mas… mimpi yang sangat aneh sekali”


“Setelah bangun tidur tadi badan saya sakit semua, kayak seperti habis jatuh dari mana gitu mas”


“Sampean mungkin habis glundung dari tempat tidur mas” Blewah berusaha mengarahkan  tono  agar mau menceritakan mimpi anehnya


“Tidak mas Blewah… saya mimpi kecelakaan mobil mas….”


“Mobil yang disopiri teman saya jungkir balik setelah dalam mimpi itu kami sedang mengejar maling mobil!”


“Lha apa mimpi itu ada pengaruhnya sama rasa sakit yang mas rasakan ini?” tanya Blewah lagi


“Keliatannya gitu mas, ah …. bingung saya!”


“Saya mau pulang dulu saja mas Blewah…”


Setelah membayar satu gelas kopi kepada penjaga warkop  yang menggantikan cak Met itu, Tono kemudian pamit dan pergi dari sana menuju ke arah bawah.


***********************


Mohon maaf, saya tidak bisa update banyak, karena seharian ini disibukan segala urusan dengan rumah sakit Kariadi, karena suami saya akan mejalani operasi dalam waktu yang tidak lama lagi


Harap maklum  dan terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2