
PAK BOWO POV
Handoko ini keliatanya tau banyak tentang hotel itu..
Apakah aku harus kerjasama dengan dia untuk menyelesaikan tugasku, terus terang aku mengalami kebuntuan disini, karena di Hotel itu sama sekali tidak ada yang mencurigakan!
“PaK Handoko… sebenarnya tidak ada yang perlu saya ceritakan, karena penyidikan saya disini jalan ditempat, tidak ada yang mencurigakan disana”
“Hingga akhirnya tadi pagi ada laporan orang gila yang masuk ke sana dan akhirnya saya mendapat keterangan yang makin tidak masuk akal ini”
“Jangan berpikir dengan menggunakan logika pak Bowo, semua tidak bisa diterima dengan akal sehat”
“Tetapi seandainya bapak ingin menyelidiki apa yang ada disana dan butuh data dari saya…. ya monggo”
“Secara garis besar tentang adanya orang hilang, dan kemungkinan yang hilang itu mengerucut ke hotel Asri atau waji itu kalau menggunakan kacamata spiritual bisa saya katakan benar pak Bowo”
“Yang hilang selama ini ada di sekitar hotel Asri atau di tempat lain yang tidak jauh dari sini pak”
“Kenapa saya katakan benar pak Bowo?, orang-orang yang hilang itu digunakan untuk tujuan tertentu yang belum bisa dijelaskan secara logika atau secara akal sehat”
“Dan kami sudah tau soal itu…., tapi tujuan kami tinggal disana bukan karena orang hilangnya…..”
“Orang hilang hanyalah akibat dari tujuan makhluk ini, sedangkan tujuan utamanya yang lebih mengerikan lagi pak Bowo”
“Nah menurut saya, pak Bowo fokus cukup menemukan orang yang hilang itu saja, karena kalau mencoba menangkap pelakunya kemungkinan besar bapak kesulitan”
Sebenarnya apa yang terjadi disana, kenapa orang yang bernama Handoko ini berkata seperti itu dan seolah tau semua tentang orang yang hilang….
Apakah aku harus ikut mereka untuk mengungkap kasus yang kuemban?
Atau apakah mereka kumanfaatkan saja untuk keberhasilan dan promosiku?
“Heheheh pak Bowo, tolong lupakan saja apa yang tadi bapak pikirkan, jangan berpikir seperti itu, tidak baik pak” kata pak Han sambil tersenyum
“B..bapak Handoko bisa tau apa yang saya pikirkan?”
“Hehehe kalau mau berkecimpung dan menyelesaikan masalah ini pak Bowo jangan berpikiran seperti itu. Sampean belum tahu berhadapan dengan siapa soalnya”
Waduuh orang tua ini bisa baca pikiranku…
Apalagi yang akan aku hadapi lagi setelah ini…
Apakah aku harus bekerja sama dengan orang ini untuk menyelesaikan tugas yang sekarang mulai ada jalan keluarnya?
“Maaf pak Handoko, apa yang harus saya lakukan, karena tugas ini dibebankan kepada saya, dan selama ini saya sama sekali belum punya gambaran apa yang harus dan akan saya hadapi”
“Ok pak Bowo, sekarang informasi apa yang terakhir kamu ketahui?”
“Hanya hotel Asri saja pak Han, hanya itu saja dan kemudian buntu sama sekali!”
“Hmm begini, kasih saya nomor ponselmu pak, saya akan diskusi dengan tiga tim saya yang ada di Mjkt, Gebang dan yang sekarang ada di kamar 5+ hotel asri”
Pak Handoko… dia cukup bisa dipercaya, tapi apakah bisa diajak kerjasama dengan caraku?
“Hehehe sekali lagi jangan pikirkan sesuatu yang istilahnya karepe dewe pak Bowo, sampean baru belasan hari, teman kami sudah puluhan tahun, semenjak negeri ini belum merdeka sudah bermasalah dengan orang yang sekarang sampean buru!”
“Harap pak Bowo ingat… apabila berniat menyelesaikan kasus ini hendaknya disesuaikan dengan apa yang sudah kami lakukan selama ini”
“Kalau tidak maka silahkan bapak Bowo lakukan penyelidikan sesuai dengan cara bapak Bowo sendiri”
“Ok pak Handoko, saya akan konsultasi dengan pusat dulu, nanti saya hubungi pak Handoko lagi”
“Maaf pak Bowo, urusan ini akan berkembang bisa tiap jam, bisa tiap hari, dan bisa jadi tiap hari akan ada orang yang hilang”
“Jadi seandainya pak Bowo ingin ikut bersama kami, maka cepat putuskan hari ini juga, karena setelah ini kita akan ke Mjkt untuk urusan yang sama juga dengan ini”
“Kenapa kami ke Mjkt, karena disana kami juga menemukan tempat yang mengerikan, tempat itu berupa toko yang kosong dan kami berhasil menyewanya”
“Sedangkan di Hotel Asri atau Waji saya rasa menunggu beberapa saat lagi mereka akan muncul”
“Sekarang tinggal nunggu pak Bowo mau ikut dengan kami atau tetap melakukan penyelidikan”
“Pak Handoko, beri kami waktu hingga sore nanti karena saya harus hubungi pusat”
__ADS_1
“Ok baiklah, saya sudah kasih nomor telepon yang bisa dihubungi. Sekarang bapak bisa antar saya pulang ke Hotel Asri”
“Oh iya pak Bowo, tolong dengan amat sangat orang yang tadi bapak tahan jangan sampai keluar apapun yang terjadi”
“Karena dia berhubungan erat dengan pemilik hotel”
PAK BOWO POV END
*****
“Jadi ternyata masalah hilangnya orang-orang itu sudah terendus pihak kepolisian juga ya pak” kata Blewah
“Betul mas, Jadi apabila suatu saat kita melanggar hukum misalnya masuk ke dalam hotel dengan paksa maka kita tidak dapat masalah karena kita di backup pihak yang berwajib hihihih”
“Yah ada kemajuan juga pak, sekarang tinggal ghaib-ghaibnya ini pak, kayaknya kita harus minta bantuan Mak Nyat Mani”
“Iya mas, nah sekarang mas Broni dan mas Tifano tunggu telepon dari pak Bowo, dia janji akan hubungi kita sore ini”
“Tapi sebelumnya kita hubungi yang ada di vila dulu mas, kalian beritahu mereka bahwa pihak kepolisian sudah tau tentang orang yang hilang, dan mereka kemungkinan akan bergabung dengan kita”
“Ok pak” kata Broni yang memegang ponsel
Broni sedang menghubungi Saeful yang ada di vila putih. tetapi oleh saeful diberikan kepada pak Tembol, sehingga pak Tembol yang bicara dengan Broni.
“Kata pak Tembol, sore ini mereka akan kesini pak…”
“Terima kasih mas Broni”
“Sekarang kita punya PR lagi anak-anak. Tentang petugas keamanan hotel yang bernama Tono dan penanggung jawab hotel yang bernama Dollah atau John”
“BIsa saja mereka berdua tidak senang dengan saya, akibat saya sudah membuat laporan tentang Dollah dan keamanan disini”
“Mereka pasti akan melaporkan masalah ini kepada Nabil atau Totok atau Rochman” kata pak Han
“Apalagi tadi Soeharto sempat bicara tentang masa lalu dan mbok Ginten juga”
“Iya betul pak, malam ini saya tebak kita akan mendapat gangguan pak” kata Blewah
“Yah..mudah-mudahan tebakanmu salah mas Blewah”
“Kita titip sama pak Tembol yang mau datang kesini saja pak, soalnya kan banyak yang akan kita beli nanti”
“Lagipula pak Tembol kan bawa mobil pak”
*****
“Mas Ali, yuk kita sewa losmen jam jam an aja mas….dari pada kita luntang lantung gini”
“Ya wis yuk…. kalau tidak salah di dekat gang rumah mbahnya mas Dogel kan ada hotel kecil Nov, kita kesana saja, cari kamar yang ada acnya heheheh”
“Ayok mas, Novi sudah gerah rasanya dari pagi di jalan terus”
“Kalok tidak salah itu ada losmen N, kita kesana aja ya. yang penting ada acnya kan Nov heheh”
“Iya ayooook maaaaas. cepetan Novi udah kepingin ini ayooo”
Akhirnya mereka berdua sudah ada di sebuah losmen lawas yang letaknya tidak jauh dari rumah mbah Dogel, kebetulan siang hari ini memang hawanya panas sekali, sehingga cocok untuk ngadem.
“Selamat siang pak… saya minta kamar yang ada ACnya pak” kata ALi kepada resepsionis
“Hmm mau yang harga berapa” kata petugas itu sambil menyodorkan daftar harga kamar
“Yang ini aja pak, yang penting ada ACnya. oh iya saya minta handuk dan sabun ya” kata Ali
“Oh sudah ada di dalam sana kok mas…..”
“Perlu ktp tidak pak?”
“Tidak usah mas…. eh masnya ini untuk transit atau bermalam?”
“Kalau transit berapa jam memangnya pak?”
“Biasanya enam jam mas, tapi anak-anak sini biasa dipakai cuma satu sampai dua jam saja kok hehehe” kata petugas yang ada di belakang meja reception itu.
__ADS_1
“Ih… enam jam ya kurang pak. Masak anak-anak sini cuma bisa satu atau dua jam saja sih?” tanya Novi
“Saya sewa sehari pak… pakek KTP tidak kalau sewa kamar sehari?” kata Ali
“Hehehe kuat juga ya mas, bisa seharian gitu….. Iya perlu Ktp lah kalau bermalam”
“Eh… sebentar, saya siapkan dulu handuk dan lainya… “
“Lho katanya handuk sabun, samponya sudah ada?”
“Iya sudah ada..tapi itu untuk yang transit saja mas, bukan untuk bermalam”
*****
“Pak Tembol kita berangkat ke Mjkt jam berapa?” tanya Dogel
“Kita ke Waji dulu mas, karena rencananya kita akan ketemu dengan polisi yang menangani kasus hilangnya orang”
“Berarti kita ganti mobil pak, kita gunakan mobil saya lagi saja”
“Iya nak Dogel, lebih baik kita ganti mobil saja, daripada nanti orang mengejar kita itu tau mobil nak Novi”
“Ya sudah Tembol, kamu dan anak-anak berangkat sekarang saja, lebih cepat lebih baik” kata DImas
“Untuk yang di Mjkt biarlah dulu, mereka bisa istirahat dimana gitu sambil menunggu kamu Tembol dan yang lainya datang” lanjut Dimas lagi
Setelah semua dirasa beres, pak Tembol, Dogel, dan Saeful berangkat menuju ke hotel Asri, tetapi terlebih dahulu mereka berganti mobil dulu di masjid.
“Eh pak Tembol, ini ada sms dari mas Broni, dia bilang minta dibawakan air mineral yang banyak, karena persediaan air mereka sudah menipis”
“Nanti saja kita beli kalau sudah dekat dengan hotel Asri nak Saeful”
“Yang penting siang menjelang sore ini kita segera mungkin ke hotel Asri”
“Saya kok merasa dengan adanya pihak kepolisian ini , masalah kita akan mendekati akhir pak hehehe”
“Yah semoga nak Dogel…. saya rasanya sudah capek sekali nak”
Setelah menukar mobil dengan milik Totok yang dibawa Dogel, mereka tancap gas menuju ke hotel Asri.
Perjalanan siang hari dari Gebang menuju ke pct tidak memerlukan waktu lama, hanya memerlukan waktu sekitar dua jam mereka sudah sampai di daerah pct.
“Kita mampir di toko serba ada dulu anak-anak, jangan lupa beli air minum yang banyak untuk mereka”
Setelah perjalanan yang panas, akhirnya mereka sampai juga di hotel Asri.
“Hmmm keadaan hotel yang tidak berbeda dengan ketika kita kemarin kesini anak-anak, hotel yang asri dan nyaman untuk ditinggali”
Mobil yang dikendarai Dogel mulai memasuki area parkir hotel yang ternyata masih ada beberapa mobil yang terparkir.
Pak Tembol turun dari mobil sambil menikmati udara sore hari yang sejuk cenderung dingin, lampu taman sudah ada beberapa yang nyala.
Suara air pump dari kolam ikan yang menyebur semakin membuat suasana sore itu semakin nikmat.
“Ayo kita ke kamar anak-anak heheheh, saya tadi sempat menikmati suasana sore disini yang nikmat anak-anak”
Mereka berjalan menuju ke bangunan samping melewati pintu yang bermodel gapura…
*****
“Untung kalian datang sekarang pak Tembol”
“Kenapa pak Han…?”
“Dari tadi petugas keamanan yang bernama Tono itu wira wiri terus disini”
“Dia kan gak marah sama saya, gara-gara saya tadi bilang ke polisi bahwa keamanan di hotel ini sama sekali tidak ada waktu ada Suharto menyusup”
Ketika mereka sedang mulai ngobrol, tiba-tiba Broni yang ada di kamar 2+ mendatangi pak Han, pak Tembol, Blewah dan Dogel yang ada di kamar 5+.
“Pak, ada sms dari pak Bowo, katanya tiga puluh menit lagi pak Han ditunggu di warung sate kambing yang tadi”
“Ok makasih mas Broni,.... nah ayo sekarang kita berangkat pak Tembol”
__ADS_1
“Mas Blewah dan mas Dogel jaga disini ya…. jangan sampai Tono masuk ke dalam sini mas”