MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 50 (AKHIRNYA)


__ADS_3

Wempi sudah keluar dari ruang tamu dengan wajah yang lega setelah memberi tahu bagaimana cara membuka brangkas atau safetybox yang letaknya ada di dalam kamar mandi.


Sebenarnya aneh juga ya, kenapa brangkas itu diletakan di kamar mandi dan sedangkan untuk membukanya jauh ada di dalam kamar depan. Apakah ini semua demi keamanan atau gimana. Yah mungkin juga mereka mempunyai standart kemanan sendiri sendirilah.


Novi dan Dani mencoba membuka panel yang ada di belakang lampu tidur. Novi menekan dinding kayu yang ada tepat ada di belakang lampu duduk yang ada di sebelah tempat tidur.


Beberapa sisi panel kayu yang ada di belakang lampu pun dicoba Novi hingga setelah beberapa kali percobaan terbukalah sebuah panel kayu, setelah terbuka ternyata di dalamnya ada sebuah sensor untuk kartu master.


Tanpa berbicara karena tegang Novi menempelkan kartu master itu ke sensor kartu. Tiba-tiba kemudian di sebelahnya ada sebuah panel kecil yang terbuka. Di dalamnya terdapat papan ketik dan sebuah layar lcd kecil.


Novi mengetikan angka 0 sebanyak enam kali, kemudian di layar lcd itu muncul tulisan access granted, yang berarti artinya mungkin silahkan masuuuuk, eh bukan ding, mungkin artinya akses telah diberikan gitu mungkin. Kemudian panel itu tertutup sendiri.


“Ayo mas kita ke kamar mandi” ajak Novi’


“Kamu aja Nov, aku ndak mau kalau mandi bareng kamu, aku takut kalau kamu  fu fu fu  ihihhi”


“Ih mas Dani kotor otaknya!”


Mereka berdua keluar dari kamar.  Untungnya Dani ingat kartu master yang tadi digeletakan Novi di meja kamar tidur.


“Heh Nov, kamu melupakan ini” Dani mengacungkan kartu master kepada Novi


“Bisa-bisa kita ndak bisa kemana-mana kalau kartu ini tertinggal di dalam sana” lanjut Dani


“Disini harusnya ada sebuah sistem mas, jadi apabila pemilik kartu master ada didalam, harusnya ada pengontrol utama untuk mematikan kunci pintu kamar tidur, sehingga kita tidak was-was ketinggalan kartu di dalam kamar. Tapi sayangnya kita ndak tau dimana pengontrol utama ruangan ini” kata Novi


Mereka berdua sudah ada di depan kamar mandi ruang tengah. Pintu kamar mandi itu di dorong kedalam. Sebuah kamar mandi yang lux berukuran mungkin sekitar 5x4 meter yang didalamnya terdapat sebuah bathub besar berbentuk semacam cangkang kerang terbalik.


 Di ujung juga ada shower dengan tirai putih, kemudian wastafel yang letaknya sejajar dengan kaca yang akan dibuka Novi, kemudian ada sebuah meja  kecil menempel tembok yang lagi-lagi juga ada kaca yang tidak seberapa lebar. Tidak lupa sebuah kloset hehehehe, kalau tidak ada kloset masak nek ngising harus dikresekin sih.


Kaca lebar yang menempel ditembok itu dibuka Novi dengan cara menarik dari kiri, ternyata di dinding besi brangkas yang besar itu muncul semacam panel sensor kartu lagi. Novi menempelkan master kartu pada sensor itu. tulisan access granted lagi lagi muncul disertai dengan suara mekanis mendesing.


Pintu brangkas itu pun terbuka .... dan sesuai harapan, di dalamnya terdapat lembaran-lembaran uang gulden berantakan karena sudah terlepas dari ikatannya. Selain uang gulden juga ada mata uang ratusan ribu yang berbendel bendel jumlahnya.


“Ini masih ada satu gulung uang Gulden yang dia belum buka mas”


“Cari dulu dokumen rumah putih dulu Novi, baru selanjutnya kita urus uang-uang gulden milik pak Tembol ini”


“Kita  atur uang ini dulu mas, berantakan sekali, susah cari dokumen kalau kayak gini”


Novi dan Dani membersihkan dan menata lembaran uang gulden yang berserakan, tapi mereka tidak menemukan satu lembar surat serah terima rumah dengan cap jempol darah, satu lembar akte rumah, satu lembar peta dan denah rumah putih.


“Gimana ini Nov, kenapa surat rumahnya kok tidak ada disini. Apakah ada lagi tempat lagi di brangkas ini atau tempat menyembunyikan barang di rumah ini?”

__ADS_1


“Sebentar mas Dani, di dalam itu ada beberapa dokumen yang harus kita lihat dulu. jangan-jangan  rumah itu sudah dijual kepada orang lain”


Novi mengambil beberapa berkas dokumen yang berantakan.


“Hmm ini berkas jual beli mata uang Gulden mas, dia sudah menjual ..mmmm ada tiga, eh ada lima lembar nota jual beli mata uang Gulden mas” kata Novi sambil melihat-lihat berkas yang berserakan


“Gila mas, satu lembar mata uang gulden paling tinggi dia jual 400 juta, dan paling rendah 275 juta mas”


“Tapi disini sama sekali tidak ada dokumen rumah putih mas, gimana ini” kata Novi dengan bingung


 “Mungkin dokumen itu tidak ada disini karena masih di suatu tempat, mungkin karena butuh waktu untuk memahami dokumen apa itu. Nanti kita periksa lagi di hp Trimo yang dibawa Ali”


“Lalu tentang getaran yang kita rasakan tadi mas, masak itu getaran keterkaitan kita dengan uang Gulden ini mas”


“Nanti saja kita pikir lagi Nov, aku juga bingung kok Nov”


“Sementara ini kita bawa semua uang ini Nov, yang Gulden kita tata lagi yang rapi kemudian kita simpan di tempat yang aman, yang rupiah kita gunakan untuk operasional kita Nov. gimana setuju?”


“Semua kita bawa saja mas, juga berkas-berkas yang ada disini, soalnya ada berkas lain selain tanda terima jual beli mata uang mas”


“Betul gitu aja Nov, kita lebih baik pelan-pelan saja biar enak” sambil ku rangkul pundak Novi


“Iya mas, setuju pelan-pelan aja biar enak mas, Novi setuju juga kalau mas Dani mau merangkul Novi kayak gini mas, Novi sudah lama kangen sama mas Dani” kata Novi sambil melirik ke arah Dani


Ketika mereka sudah mengeluarkan semua isi brankas dan kemudian menutup brankas itu. Ternyata ada beberapa nomor yang muncul di layar lcd.


"Aku fotonya saja Nov. Biar sewaktu waktu kita kesini ndak disibukkan dengan Wempi lagi heheheh"


“Mas Dani, nanti suruh tunggu teman kita di basement saja mas, karena jam segini pasti mallnya uda tutup mas, dan untuk tamu yang menuju ke hotel biasanya diarahkan ke basement mas” kata Novi yang tau banyak tentang seluk beluk perhotelan heheheh


*****


Sementara itu di bar Hotel, ketiga orang itu sedang sibuk mendengarkan ocehan Wempi yang mulai jackpot hihihihi. Ya, setelah selesai dengan urusan Novi, Wempi mendatangi ketiga manusia yang ada di bar, kemudian dia iku minum disana hingga mabuk hihihihi.


“Yekopo iki rek, kondisine Wempi wis gak karuan iki” tanya Broni


“Kak, kalau Wempi kayak gitu, tolong kalian bawa saja ke ruang istirahat karyawan kak, disana ada tempat tidurnya kak” kata bartender yang kemudian memperkenalkan diri sebagai Sigit


“Apa mas Wempi biasa mabuk seperti ini mas?” tanya Ukik kepada bartender yang ternyata bernama Sigit


“Biasanya sih yang mabuk itu yang diajak kak, tapi kali ini malah Wempi yang jackpot kak hihihih”


“Mas Sigit, memangnya boleh karyawan disini minum sampai mabuk gini?” tanya Ukik

__ADS_1


“Sebenarnya tidak boleh kak, dia bisa kena skors kalau ketahuan minum, tapi karena ini sudah jam off nya dia, makanya dia berani minum mas” jawab Sigit.


Wempi dalam keadaan tidur sambil duduk, mereka berusaha mengajak Wempi ke kamar karyawan, tetapi selalu ditolaknya.


“Kak sini sebentar, saya mau bicara sama kalian kak” panggil bartender dengan suara pelan kepada mereka bertiga


“Gimana mas, ada apa” tanya Broni yang menghampiri Bartender itu


“Gini kak, ini untuk kakak ketahui aja ya. Biasanya tamu yang dia ajak minum kayak kalian ini selalu berakhir di kontrakan dia kak hihihi” bisik Sigit


“Maksudnya gimana kak Sigit?” tanya Broni


“Dia selalu mengajak tamunya untuk jalan mencari angin karena tamunya sudah mabuk, kemudian dia putar arah mobil ke kontrakannya, kemudian yah begitu lah nanti disana kak hihihi” bisik Bartender itu lagi”


“Dia biasanya jitu lho kalau milih tamu untuk diajak minum, tapi kali ini dia kena getahnya ngajak kalian minum. Saya sudah mengira dari awal kalau kalian ini jago minum heheh, tapi saya biarkan aja, biar Wempi kena getahnya kak hihihih”


“Antar Wempi pulang dong kaaak, Wempi gak kuat jalan niiih” omel Wempi dalam keadaan mabuk berat


“Terus gimana ini mas Sigit, dia parah itu mabuknya dan minta diantar pulang juga” tanya Broni


“Waduh, itu terserah kalian kak, kalau dia tetap disini bahaya kalau tiba-tiba ada sidak mendadak dari bagian keamanan hihihihi. Gini saja kak, lebih baik kalian pesenkan taksi online aja kak, agar lebih aman”


“Waduh kok ada kata biar lebih aman sih mas. Saya kan makin bingung ini mas hihihih” jawab Broni lagi


“Cara keluarkan dia dari sini bagaimana mas? Kan harus melalui pintu masuk sana mas, nanti malah ketahuan mas”


“Jam segini pintu mall ya udah tutup kak, lewat basement saja kak, nanti dari sana pakai taksi online aja mas, kan lebih aman” kata sigit.


Tetapi setelah mendapat penjelasan dari mas Sigit apabila Wempi tidak segera dipulangkan maka akan berdampak di pekerjaanya, maka dengan terpaksa ketiga orang itu memampah dan mencarikan taksi online  untuk Wempi hehehehe.


*****


“Kita masuk ke basemant aja Wil, Novi dan Dani nunggu kita disana” kata Ali setelah mendapat pesan singkat untuk menjemput mereka di basement”


Basement itu ada pintu masuk juga untuk menuju ke lobby hotel apabila mall dalam kondisi tutup,  jadi tamu yang akan keluar pada larut malam bisa melalui basement mall.


Mobil diarahkan Wildan menuju ke basement hotel. Di sana nanti sudah menunggu Novi, Dani, Ukik, Broni, dan Tifano. Lha Wempi gimana? Heheheheh


Novi dan Dani sudah ada di pintu masuk lobby hotel yang ada di lantai basement, mereka mambawa sebuah koper kecil yang mereka temukan di atas.


Mobil sudah dekat dengan mereka. Kedua orang itu segera masuk ke dalam mobil sebelum tiga orang plus Wempi yang mabuk berat itu juga ke arah basement.


“Nanti saja kita bahas masalah ini rek, sekarang kita harus pikirkan bagaimana dengan Wempi yang sedang mabuk berat itu rek” kata Ali sambil menunjuk ke arah dimana tiga orang sedang memapah satu orang mabuk.

__ADS_1


__ADS_2