MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 41 (RENCANA BERIKUTNYA)


__ADS_3

Dekor untuk penawaran dan pameran tas Branded sudah selesai, sekarang tinggal menghubungi beberapa teman sosialita Muryati yang akan bersedia hadir di acara pemeran dan penjualan tas branded dan langka.


“Eh nanti jangan lupa hubungi teman-teman Yati ya sis” kata Muryati


“Ooo itu sudah pasti dong sayank, pasti Novi akan hubungi nomor yang sudah Yati kirim ke ponsel Novi. Nanti kalau ada yang kurang percaya dengan omongan Novi, apakah bisa Novi suruh hubungi Yati saja?”


“Oh tentu saja ndak masalah Novi. Oh iya tolong kabari aku, berapa orang teman aku yang bisa hadir ya, karena aku harus siapkan jamuan untuk mereka heheheh. Tapi aku yakin untuk acara seperti ini mereka akan hadir semua kok heheheh” kata Muryati


“Oh iya kalau semua sudah siap, kapan sis Novi akan menata tas tas itu?” tanya Muryati


“Biasanya sih kalau ada pameran, Novi akan ke tempat acara tiga jam sebelumnya. Karena dua jam pertama akan Novi gunakan untuk menyesuaikan penempatan tas-tas itu dan membentuk tas itu sedemikian menariknya. Kemudian satu jam berikutnya kita lakukan gladi bersih”


“Semua harus terlihat sempurna!” pekik Novi disertai dengan senyuman bahagia.


“Nanti malam akan Novi hubungi semua, untuk acara seperti ini, biasanya undangan kita lakukan dengan mendadak, karena yang namanya crazy rich itu akan langsung merespon apapun yang berbau mahal dan mewah” kata Novi


“Istilahnya sat set wat wet gitu ya sis Novi” tanya Muryati


“Hehehe benar Yati, ya dah lah, sudah saatnya kami pamit, dekorasi sederhana namun bisa dilihat dari sisi mana saja sudah kami buat, tinggal Novi undang teman sosialita Muryati saja” kata Novi


Keenam orang itu pamit undur diri, mereka diantar oleh Muryati sampai ke lobby. Untuk diketahui, apabila kita menggunakan lift untuk turun, kita tidak memerlukan keycard, jadi keycard hanya digunakan untuk naik dan membuka pintu ruangan saja.


*****


“Nanti pasti Muryati tidak akan bisa menggunakan key cardnya untuk naik ke atas menggunakan lift, karena sudah Novi tukar keycardnya mas”


“Nah pasti setelah itu Muryati akan ke kantor hotel untuk menanyakan keycardnya yang tidak bisa digunakan. Dan setelah itu Key cardnya akan diperbarui lagi agar bisa digunakan” kata Novi di dalam mobil


“Berbeda apabila keycard itu hilang kita curi, Muryati akan laporan ke office , setelah itu  keycard yang hilang itu akan dinonaktifkan, dan akan diganti dengan yang baru dengan kode yang baru juga, akibatnya keycard yang kita curi sudah tidak bisa digunakan lagi” kata Novi lagi


“Tadi Novi bersama Muryati iseng ke meja reception iseng menanyakan harga sewa ruangan disini. Gunanya agar nanti kalau kita kesini tanpa Muryati, mereka akan anggap kita adalah teman Muryati hingga kita bisa naik ke ruangan atas dengan santainya hehehe”

__ADS_1


Mereka dalam perjalanan pulang ke salon Novi yang ada di Sdrj, dan nanti mereka akan merencanakan untuk kembali lagi ke penthouse milik Trimo untuk mencari kotak milik mereka.


Untuk novel ini memang otak Novi banyak mengusulkan ide-ide yang cemerlang meskipun berbahaya apabila salah perhitugan, tapi semua itu kan demi menemukan kotak berisi uang dan dokumen rumah.


Lalu bagimana dengan Kaswadi, kenapa Kaswadi tidak dibahas? Untuk saat ini saya tidak akan membahas Kaswadi, karena dia tidak melakukan apa-apa selain sembunyi di sebuah gubuk yang ada di pinggir hutan. Jadi lebih baik kita bahas Novi dkk saja.


“Nov kalau nanti kita kesana, apa pihak penerima tamu tidak menghubungi Muryati untuk konfirmasi  tentang tamu yang akan berkunjung ke sana” tanya Ukik


“Hehehe, memang kadang ada yang akan konfirmasi ke penyewa atau pemilik, ingat pemilik atau penyewa lho ya, dalam hal ini adalah Trimo bukan Muryati, karena nomor telepon keamanan adalah si penyewa alias Trimo hehehe” jawab Novi


“Jadi nanti hp Trimo tolong kalian aktifkan, dan apabila ada yang konfirmasi, maka tolong katakan bahwa kalian dalam hal ini Trimo sudah mengijinkn Novi untuk masuk ke sana” lanjut Novi


Sore hari yang cerah, sore hari yang bikin da dig dug Novi, karena dia akan menuju ke penthouse milik Trimo dan menggeledah seluruh kamar yang berjumlah empat atau lima kamar.


“Nanti sore Novi akan ke sana bersama mas Dani yang tetap belagak seperti banci. Kita berdua saja agar tidak dicurigai oleh petugas jaganya”


“Paling jelek nanti kita akan dipanggil oleh reception dan ditanya mau kemana dan akan menemui siapa. Untuk itu nanti tugas kalian yang membawa hp Trimo. Mungkin untuk penjawab Novi serahkan ke mas Ali saja ya” kata Novi


“Setelah maghrib nanti kita ke penthhouse mas, nani Novi sama mas Dani yang tetap jadi banci yang turun, mas Ali dan mas Wildan tetap di dalam mobil dengan posisi hp Trimo yang nyala”


“Lainya nongkrong di kedai kopi yang letaknya tepat di sebelah pintu masuk lobby, tentu saja dengan penyamaran yang baik, nanti kalian akan ditangani oleh Warsih dan Bimbi”


“Karena pintu masuk untuk menuju ke Lobby itu melewati kedai kopi yang mahal tapi rasane biasa, kalian nongkrong disana saja dan amati lobby. Kalau seumpama Muryati datang, kalian segera hubungi Novi ya” kata Novi lagi


Wah untuk masalah seperti ini kayaknya Novi bener-bener memegang tampik eh tampuk pimpinan, disini terlihat bagaimana Novi mengarahkan ketujuh laki-laki yang tidak bisa membantah omongan Novi, mereka hanya HO’OH saja setiap ada perintah dari Novi.


“Jadi jelas ya, mas Ukik, mas Tif, dan mas Broni nongkrong di kedai kopi yang bersebelahan dengan lobby hotel. Kalian cari tempat duduk yang nyaman dan bisa melihat ke lobby hotel tanpa harus menoleh”


“Mas Ali, mas WIldan, dan mas Gilank tunggu di mobil, dan tunggu telepon dari kantor hotel untuk konfimasi masalah Novi dan mas Dani yang akan ke atas”


*****

__ADS_1


Mbeeeeeekkk.... suara notifikasi dari ponsel Novi.


“Yessss, satu orang sudah konfirm akan ikut di acara ini” jawab Novi setelah melihat siapa yang menghubunginya.


“Semakin banyak yang akan datang, maka kita akan semakin aman dari suruhan Muryati” kata Novi


“Novi yakin mereka mempunyai rencana cadangan yang mas Ali dan mas Wildan tidak tau, orang macam mereka itu selalu merubah rencana. Dengan banyaknya undangan yang ada disana maka orang-orang suruhan Muryati tidak akan berani malakukan sesuatu”


“Ayo sana, mas Ukik, mas TIf, dan mas Bron antri sana di kursi rias, kalian akan didandani oleh kedua karyawan Novi dengan maksimal”


Hmm ternyata Novi sudah mencurigai dengan adanya rencana cadangan orang yang akan mencelakai mereka, tetapi tentu saja Novi tidak tau apa rencana mereka. Memang paling aman adalah dengan meramaikan suasana agar tidak ada yang berani berbuat keributan.


Lalu bagaimana apabila keributan itu dilakukan di luar?


“Apabila ternyata ada perubahan rencana dan ada keadaan yang genting, Novi akan menitipkan koper yang berisi tas Branded itu di meja resepsionis, disana pasti akan dijaga dengan baik”


 “Tapi kembali lagi jelas tidak mugkin mereka akan melakukan tindak kejahatan disana, peluang lebih besar mereka akan melakukan di parkiran atau di jalan raya, makanya Novi ada ide untuk menitipkan tas itu di bagian kantor hotel dengan alasan Novi ingin belanja di mall besar itu”


“Sehingga di mobil tidak ada tas tas branded Novi, kita terhindar sementara dari aksi kejahatan mereka”


“Gimana menurut kalian mas, masuk akal apa ndak apa yang Novi rencanakan ini?”


“Ya sejauh ini masuk akal Nov, kamu sudah memikirkan segalanya dengan cermat. Tapi tinggal satu hal lagi. Apabila Tifano, ukik, dan Broni mengabarkan adanya Muryati yang akan ke lantai 52, lalu apa yang akan kamu lakukan Nov?” tanya Wildan


“Nah itu yang belum Novi pikirkan mas, bisa saja pihak resepsionis akan mengatakan kalau diatas ada Novi, bisa bahaya ini mas. Mungkin mas Wildan ada ide untuk itu mas?”


“Gampang Nov, yang namanya pengusaha dan pemilik penthouse pasti mempunyai kuasa penuh untuk mengijinkan atau tidak mengijinkan orang yang akan masuk ke sana.  Mereka juga punya rahasia yang dipegang penuh oleh resepsionis hehehe” kata Wildan


“Maksudnya gimana mas Wil”


“Trimo pasti punya wanita simpanan selain Muryati lah, dan semua itu sepengetahuan resepsionis. Jadi nanti Ali tinggal bilang, jangan boleh ada yang masuk ke sana dulu selain yang pertama tadi masuk. Dengan alasan teknis dari si penjaga meja resepsion”

__ADS_1


"Yakinlah mereka pasti punya alasan teknis untuk melindungi customernya. Dan alasan itu juga tidak akan menyakitkan hati Muryati hehehe" lanjut Wildan


__ADS_2