MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 96 (AKSI NOVI)


__ADS_3

“Wah mereka akan kerja sama mas, ini bukan kabar baik untuk kita mas, lagi pula apa yang dilakukan Supardi itu sudah menghianati Totok, gimana kalau kita adu domba saja mas” bisik Novi


“Yang penting kita keluar dari sini dengan selamat dulu Nov, soal adu domba bisa nanti kita bicarakan lagi, kita tidak bisa keluar dari sini dengan selamat apabila mereka masih ada disana Nov”


“Tenang mas Bron, itu persoalan kecil mas, yang penting kita sekarang nguping dulu apa rencana mereka selanjutnya mas” bisik Novi


Broni dan Novi masih ada di halaman belakang rumah Supardi yang penuh dengan tanah batu dari hasil membuat terowongan  yang tembus ke bawah vila putih.


Mereka berdua memang akan terus nguping (nguping adalah kebiasaan dari manusia heheheh) apa yang diomongkan di dalam rumah antara Supardi, Fathoni dan Tompel.


Setelah sekian waktu mereka nguing, kemudian tidak ada suara lagi dari dalam rumah, seolah-olah yang di dalam itu sepakat untuk diam dan tidak bersura sama sekali. Tentu saja hal ini menimbulkan kecurigaan Novi dan Broni.


“Mas, Yang di dalam sekarang tidak bersuara sama sekali, pasti ada apa-apa ini mas” bisik Novi


“Ya mungkin mereka sedang masuk ke dalam terowongan itu Nov, jadi ya kita ndak akan dengar mereka ngomong apa lah” jawab Broni berbisik


“Ndak mas, ini pasti ada apa-apa mas, dari yang semula mereka asik ngobrol, tapi tiba-tiba mereka terdiam seperti ada yang memperingatkan atau membuat mereka diam” jawab Novi


“Kita harus siap-siap mas, perasaan Novi ndak enak ini mas. Kita harus segera pergi dari sini mas”


Ketika Broni dan Novi sedang berdiskusi tentang keberadaan orang yang ada didalam rumah, ternyata tak disangka sangka, Supardi melihat jejak sepatu di sekitar lubang yang dia gali, dan jejak itu menuju ke pintu belakang yang digembok dari luar.


Memang SUpardi dengan sengaja menaburkan kapur di sekitar lubang itu, agar dia tau kalau ada orang yang berhasil masuk ke sana tanpa sepengetahuannya.


Nah saat ini keliatanya Supardi dan dua orang yang mengaku sebagai dukun itu sedang keluar dari dalam rumah menuju je halaman belakang untuk mengechek gembok pintu, dan melihat situasi di belakang.


Sayangnya Novi san Broni tidak menyadari apabila ketiga orang itu menuju ke halaman belakang dengan mengendap endap.


“Mas Bron, ada yang akan kemari dan dalam tiga menit mereka sudah tiba disini, jadi lebih baik kita masuk ke dalam lagi saja mas” kata Novi sambil berusaha membuka gembok pintu halaman belakang rumah Supardi sekali lagi


Broni hanya bisa pasrah dengan keadaan yang terjepit ini, jelas terjepit karena tidak ada jalan keluar dari sini kecuali masuk ke dalam rumah lagi.


“Tenang mas, sudah hampir terbuka ini mas mmmpph…., Nah sudah terbuka!” pekik pelan Novi


Ketika mereka masuk ke dalam rumah dan menutup pintu belakang, ketiga orang tholol yang bersama sama menuju ke halaman belakang itu tiba di halaman belakang.


Kenapa penulis sebut tholol, karena harusnya kan ada yang jaga di dalam rumah, kenapa harus mereka bertiga menuju ke halaman belakang  bersama sama, kan tholol atau bahlul itu namanya.


“WOOOIII SIAPA ITU “ teriak Supardi ketika melihat pintu belakang agak bergoyang sedikit dan tidak tergembok lagi


“BERHENTIIII ATAU KAMI MAMPUSIN KALIAN”  teriak Fathon yang mengikuti Supardi mengejar Novi dan Broni yang sekarang sudah ada di halaman depan


Kethololanya tidak berhenti disini saja, mereka bertiga mengerjar Novi dan Broni juga, harusnya kan ada  satu orang jaga di dalam rumah dan yang dua orang mengejar Broni dan Novi.

__ADS_1


“Mas Bron, kita kembali ke halaman belakang saja mas, Novi punya Ide ini mas” kata Novi


Novi dan Broni sudah ada di halaman belakang rumah lagi alias muter kehalaman belakang lagi. jadi setelah mereka berdua keluar dari rumah, kemudian mereka kembali lagi ke halaman belakang lewat samping rumah lagi.


“Kemana mereka lari Thoni” teriak Tompel dengan suara garang yang memang cari muka di hadapan Supardi


“Tidak mungkin mereka lari secepat itu, pasti mereka masih ada di sekitar sini” kata Supardi mengambil kesimpulan yang tepat


Kali ini dengan sengaja Novi bikin suara berisik di samping rumah yang tembus ke halaman belakang rumah.


…Brak…


“Itu sepertinya dia ada di samping rumah mas” bisik Thoni kepada Supardi


“kita kepung saja dia, kalian berdua masuk melalui samping rumah, saya akan masuk ke dalam rumah, kita hajar di halaman belakang saja” kata Supardi


Dua orang sekarang mengendap endap melalui halaman samping rumah, sementra itu Novi dan Broni ada di halaman belakang. Novi sudah siap dengan dua buah batu sebesar kepalan tangan. Sedangkan Broni hanya berdiri disamping Novi di dalam gelapnya malam.


“Mas Bron, diam dulu di belakang Novi, Novi mau kasih pelajaran dua orang yang sedang menuju kemari lewat samping rumah. Nanti kita lari lewat sana saja ok” kata Novi dengan meyakinkan


Dua orang yang mengaku dukun itu sudah agak dekat dengan tempat Novi dan Broni berada. Kemudian dengan tiba-tiba dan ter arah novi melempar kedua batu itu dengan menggunakan satu tangan hingga terdengar suara Dhuugh.


Tidak ada suara kesakitan, tidak ada suara erangan atau suara makian. Yang ada hanya suara dua orang yang jatuh di samping rumah.


“Novi berlari dari samping rumah menuju ke dokar, dan dengan gerakan cantik diawali dengan salto Novi sudah ada di atas dokar, dia menolong Broni yang kesulitan naik ke atas dokar yang agak tinggi.


Kini mereka berdua lari di gelapnya malam tanpa diketahui oleh Supardi yang masih menunggu di pintu belakang rumah, sementara itu kedua dukun yang bernama Fathoni dan Tompel pun pingsan dengan suksesnya.


“Stop mas, udah gak usah lari ,mereka gak akan kejar kita kok, mereka sedang sibuk dengan diri mereka sendiri mas hihihi”


Broni hanya bisa bengong tanpa bisa berkata apapun, dia masih bingung dengan yang barusan dialaminya bersama Novi.


“Mas Broni bingung dengan Nov ya mas. Ok sekrang Novi akan certiakan kepada mas Broni, tetapi tolong jangan bilang ke teman-teman ya mas hehehe”


Sambil berjalan menuju ke ruangan biru Novi bercerita mengenai dia yang mengikuti kursus pelatihan bela diri Ju jitsu hingga tingkat yang lumayan tinggi. Semua itu dia lakukan hanya karena Novi masih trauma dengan apa yang mereka alami waktu ada masalah dengan Dimas.


“Hmm sampai sejauh itu caramu untuk menghilangkan rasa traumamu Nov, tapi ndak papalah hehehe, aku jadinya kan ada pelindung seorang waria cihuiiii” sahut Broni


“Eh tapi ngomong-ngomong. Kamu apa memang sudah operasi kuntila Nov hihihih” tanya Broni lebih lancang


“Hihihih, Novi gak mau ngomong mas, ntar dikira bohong kalau ngomong aja, sekarang gini aja mas Bron, kan keadaan udah sepi mas, gimana kalau mas Broni coba raba nganu nya Novi, kalau emang kuntila Novi sudah tidak ada berarti mas Broni bebas mau ngapain Novi mas hehehe”


“Tapi sebaliknya karena mas Broni meragukan dan tidak percaya sama Novi, seandainya kuntila Novi ternyata masih ada, maka Novi bebas ngelakuin apaaaaa saja kepada mas broni hihihihi, gimana mas Bron tantangan Novi ini, mas Broni  berani ambil tantangan ini ndak hihihihi” kata Novi dengan santainya

__ADS_1


Novi sudah mulai membuka celana panjang nya untuk melanjutkan tantangan yang dia berikan kepada Broni, tetapi tiba-tiba…


“Waaaah ternyata kalian selamat anak-anak, bagaimana ada yang terluka pada tubuh kalian?” sebuah suara dan sinar senter menerangi tubuh Novi dan Broni dari kejauhan


Heheheh batal deh challenge Novi kepada Broni, tapi ndak papa, biar Broni makin pinisirin dengan keberadaan kuntila Novi hihihih.


“Kami sehat pak Han, bahkan sehat sekali pak” sahut Novi yang sedang mengancingkan celana panjangnya kembali


“Wah wah…. Arek loro iki arep lapo rek hihihihi, Kok Novi lagi ngancingin celananya hehehe” kata WIldan


“Hehehe ndak papa mas Wil, soalnya tadi ada kecoak yang tiba-tiba masuk ke dalam celama panjang Novi dan mas Broni mau bantu ambil kecoak itu mas hihihihi” jawab Novi ngasal


“Tadi kami dapatl aporan dari mas Saeful kalau kalian berdua akan mengikuti orang-orang itu ke rumah Supardi, jadi kami pikir kalian pasti sedang membutuhkan bantuan heheheh,…eeeee ternyata ndak, ternyta mbak Novi sedang mengancingkan celana panjangnya hehehe” kata pak Handoko


“Broni enak rek, kapan bagian ku Nov!” kata Gilank dengan kasarnya


“Tidak ada bagian untuk mas Gilank kalau mas Gilank masih saja tidak mau sabaran dengan Novi, gimana mas Gilank” jawab Novi


Sambil jalan menuju ke ruangan biru mereka bercerita tentang keberanian mas Saeful dan kenekatan Novi dan Broni untuk melumpuhkan kedua dukun yang berlagak anak metal itu.


“Mbak Novi…. Hmmm saya curiga mbak Novi ini mempunyai keahlian khusus” kata pak Handoko sambil merangkul novi


“Gitu reeeek , kalau pak Han yang ngerangkul ndak masalaaah,coba kalu aku yang ngerangkul, langsung ngamooook” cerocos Gilank lagi


“Pak Han, Novi boleh tutup mulunya orang yang dari tadi nyerocos itu pak, sekalian Novi mau pamerkan keahlian Novi pak hihihihi”


“Jangan Novi, Mas Gilank itu sebenarnya baik, hanya saja Novi kurang dekat sama dia saja Nov” jawab pak Handoko yang masih merangkul Novi untuk menuju ke ruangan biru


*****


“Hmmm jadi begitu aaa celitanya, hhhm pantas saja ai melasa ada yang bongkal bongkal telowongan, telnyata olanng yang tinggal di sebelah lumah ini” kata pak Pho


“Tapi dia juga halusnya teman dali pada Totok aaaa, lalu kenapa di belkianat dan Totok, dan belkianat dengan Mak Nyat Mani dengan bekelja sama dengan dukun-dukun tolol itu” gumam pak Pho heran


Begitu mudahnya aaaa….,  olang bisa belpalling dali satu ke satunya lagi yang lebih menguntungkan aaaa” lanjut pak Pho sambil bergumam.


untuk sementara ini mereka masih bisa melindungi Vila putih dengan baik, bahkan mereka bisa melakukan pencegahan kerjasama antara dukun metal dengan Supardi, tapi entah untuk kedepannya.


******


mohon maaf.....penulis akan libur update sehari, karena ada acara keluarga. Seperti biasa sebelum puasa kan selalu ada acara nyekar ke makam orang tua yang ada di luar kota.


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2