
Broni melangkah maju ke depan Supardi hingga Supardi melihat sosok Broni yang sebenarnya. Supardi memincingkan matanya agar bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di depanya.
“M…maaf, saya ndak sengaja jatuh ke dalam lorong ini pak” kata Broni singkat
“Namamu siapa, kamu sama siapa disini?” tanya Supardi
“Nama Saya Broni pak, saya tidak tau caranya naik ke atas sana pak karana licin sekali pak” jawab Broni
“Hmm berarti kamu yang tadi dobrak pintu rumah saya dan masuk kesini diam-diam. Dan sekarang kamu tidak bisa keluar dari sini, betul?” kata Supardi dengan nada yang kalem dan tanpa amarah sama sekali
“Betul pak, saya tidak tau caranya keluar dari sini” jawab Broni lagi
“Ah tolol kamu hehehe. Kan di dinding situ ada anak tangga yang saya buat pake beberapa besi yang saya bentuk menyerupai huruf U, dan itu bisa kamu pijak. Apa kamu ndak liat?” Suara Supardi yang awalnya tegas dan keras sekarang mendadak menjadi lunak dan bersahabat
“Jelas saya ndak liat pak, saya panik dan terperosok ke sini, karena di rumah itu kan gelap sekali pak” karang Broni
“Ya sudah, ayo ikut saya naik ke atas, saya bantu kamu ayo” ajak Supardi yang sekarang lebih baik lagi nada suaranya
Apakah nada suara Supardi yang berubah ini karena ada Sinank nang yang ada di dalam tubuh Supadi atau bagaimana, nanti kita lihat lagi saja apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Itu di sebelah sana kan ada anak tangga yang kecil, itu saya buat dari besi yang biasanya digunakan pembuatan konstruksi bangunan yang sudah saya potong dan saya bentuk menjadi seperti itu, masak tadi kamu tidak lihat ada semacam anak tangga disini?” kata Supardi yang sudah berubah cara bicaranya
“Ayo kamu naik dulu ke atas, karena ada orang yang akan bicara dengan mu, tapi jangan khawatir kamu akan saya lindungi mas” kata Supardi yang ikut naik di belakang Broni
Broni naik tangga dengan perasaan tidak karuan, karena dia akan bertemu dengan Totok atau Rochman yang dulu pernah bersama Broni bekerja pada Dimas di vila putih.
Broni tentunya takut juga kalau harus bertemu dengan Rochman atau Totok yang pernah dibinasakan berpuluh puluh tahun silam, apalagi Totok atau Rochman tadi sempat bicara kepada Supardi kalau dulu dia pernah berbuat yang tidak senonoh kepada Broni tanpa Broni sadari hehhehe.
“Siapa yang akan bertemu dengan ku mas?” tanya Broni kepada Supardi
“Dia bos saya mas, namanya Totok, katanya dulu pernah bersama dengan masnya ini ya?” Supardi balik bertanya kepada Broni
“Wah saya sudah lupa mas, kira-kira tahun berapa mas ya?” tanya Broni berusaha membuat suasana tidak tegang dengan mengajak Ngobrol Supardi yang telah disusupi oleh Sinank nang
“Waduh, saya kurang tau mas tahun berapa masnya bersama Totok, tapi yang pasti Totok itu kenal dan pernah dekat dengan masnya ini, dan mungkin saja dia ingin bernostalgia bersama masnya” jawab Supardi
Sementara Supardi dan Broni naik ke atas, Wildan, Petro, Blewah dan anjeng penjaga juga mulai bergerak menuju ke arah tangga yang tadi dikatakan oleh Supardi. Mereka tentu saja akan menyelamatkan Broni yang sekarang sudah ada di ruangan belakang rumah Supardi.
“Ayo mas ke ruangan tengah rumah saya. Bos saya sedang menunggu masnya disana” kata Supardi yang ada di belakang Broni.
Broni melangkah pelan menuju ke ruang tengah, dan ternyata di ruang tengah sudah ada orang yang duduk bersila di tengah ruangan dengan wajah yang menghadap ke luar. Orang itu tidak menoleh sama sekali ke arah Broni yang ada beberapa meter di belakangnya.
Suasana masih hening, tidak ada sapa menyapa hingga Totok memulai percakapan dengan Broni dan Supardi yang posisiny ada di belakang Broni.
“Halooo mas, masih ingat sama saya mas?” kata Totok tanpa menoleh sama sekali
Broni tidak menjawab sapaan Totok, aksi Broni ini tentu saja membuat Totok atau Rochman agak marah, dia merasa diremehkan oleh Broni. Totok di jaman ini merasa sebagai sosok ghaib yang disegani, dianggap bos dari demit-demit yang ada di Waji.
Sehingga apa yang dilakukan oleh Broni dengan tidak menjawab sapaan Totok itu merupakan sebagai penghinaan dan tantangan oleh Totok atau Rochman.
__ADS_1
“Hmm kamu sudah sombong ya sama saya, kamu sudah tau siapa saya kan, dan kamu sudah tau sedang berhadapan dengan raja demit disini kan” kata Totok sambil memberikan Broni petunjuk agar Broni hormat kepada Totok sebagai raja demit
Sekali lagi Broni diam, dia tidak menjawab apa yang dikatakan Totok sama sekali, malahan dia asik dengan Supardi yang ada di belakangnya, mungkin Broni sedang mengulur waktu agar anak-anak lainnya semakin dekat dengan posisi Broni berada.
“Namamu Broni kan… hihihihi apa kamu sudah lupa dengan saya?. Bukankah kamu dan saya sempat ada di lorong itu dan tinggal bersama untuk beberapa hari sebagai anak buah Dimas kan hihihih” kata Totok atau Rochman tanpa menoleh ke arah Broni sama sekali.
“Dan apakah kamu tidak merasakan nikmatnya tubuhku yang tiap malam memberikan kamu kenikmatan di atas ranjang ruangan itu hihihih” kata Totok lagi dengan suara yang pelan namun mengerikan.
“Hehehe kamu salah pak yang sedang kamu nikmati itu tubuh kebo yang ada di luar sana pak, hihihihi” kata Broni yang terpaksa menyela apa yang dikatakan oleh Totok
“Asudahlah kawan, yang penting kamu sekarang sudah ada di sini, dan saya siap untuk menikmati kamu sekali lagi, dan saya harap kamu tidak menolak ajakan saya. Saya akan lakukan seperti pada waktu itu di ruangan bawah tanah itu “ jawab Totok yang masih melihat ke arah luar, tanpa menoleh ke arah Broni sama sekali
Broni tidak menjawab sama sekali apa yang dikatakan Totok, terus terang Broni ketakutan juga dengan Totok yang seperti itu, Broni dalam hati juga kaget kalau ternyata dirinya sudah dinikmati oleh Totok atau Rochman pada waktu itu heheheh.
“Anjeng… kenapa aku ndak terasa ya waktu kamu nikmati tubuhku, apa karena kuntilamu yang hanya sebesar tusuk gigi sehingga aku ndak merasa sakit atau gimana gitu hihihih” Broni mulai merespon omongan Rochman atau Totok
“Asudahlah, sekarang apa maumu Rochman, gak usah sembunyi dengan nama Totok lah, namamu om Syalala, alias Rockman, alias Rochman dari dulu kamu itu humu dan selamanya akan jadi humu juga, sayangnya kamu berkuntila kecil dan gembuk, akibatnya gak ada humu-humu yang mau sama kamu hihihi” ujar Broni yang mulai berani
Tiba-tiba Totok menoleh ke arah Broni, wajah Timur tengah Totok sekarang mengarah ke Broni, dia melotot ke arah Broni dengan marah yang ditahan.
“JANGAN COBA-COBA SEBUT NAMA ITU LAGI, ATAU KAMU MATI DISINI SEKARANG!” bentak Totok dengan mata yang mulai merah
“Upsss apa aku salah sebut nama, nama yang mana yang kamu ndak suka Man, apakah nama Syalala hantu jelek buncit berkuntila ndelewer dan bernanah itu, hantu humu yang suka menyudumi hantu laki-laki yang kadang kesasar ke sarangmu hihihihi”
“Wooooo matamu mulai merah pak, gatal gatal ya matanya, nanti aku belikan obat mata ya, biar gak merah gitu, ih ngeri bisa nular itu mata merah. Apalagi nanti ada beleknya ih tambah nggilani rek” kata Broni
“Atau kamu kangen saya teman saya bernama Wildan, dia hantu yang sempat bersama kamu di sarangmu syalala, ketika kami tersesat di lorong ruang bawah tanah dan diserang demit dan mahluk aneh yang keluar dari dalam sumur mengerikan itu?”
Wajah Totok semakin merah padam, tetapi sejenak kemudian dia kembali tersenyum dan tidak menampakah kemarahan sama sekali.
“Ya sudah, ndak papa, itu kan masa lalu saya, tapi sekarang kamu ada di dalam kekuasaanku, kamu akan saya nikmati untuk kesekian kalinya, saya merasa bergairah kalau mencium aroma tubuhmu” kata Totok atau Rochman atau Rockman atau Om Syalala.
“Supardi, bawa kesini anak itu dan bantu pegangi tubuhnya, karena untuk saat ini aku akan menikmati jantungnya dan setelah itu aku akan menikmati menyetubuhinya” kata Totok yang makin beringas wajahnya
“Sebentar pak Totok, kalau mau begituan jangan disini dong, nanti rumah saya kan penuh noda darah dan noda bau amis, lagian jangan ada yang mati didalam rumah ini, mending pak Totok bawa saja ke vila putih dan lakukan disana pak. Akan saya bantu untuk membawa anak ini ke sana pak” kata Supardi
“Ah Supardi… kamu merepotkan saya saja!..Cepat, bawa anak itu ke sana!” teriak Totok yang sudah gak kuat dengan birahinya
Supardi menuntun Broni menuju ke luar, dibelakangnya Totok dengan wajah yang gak bisa dilukiskan, bahkan mata dia sudah berubah menjadi MK, alias moto kelon mengikuti Supardi yang sedang menuntun Broni ke arah vila putih.
Nah kesempatan ini tentu saja digunakan sebaik mungkin oleh teman-teman Broni yang saat ini sudah menaiki tangga menuju ke rumah Supardi untuk melarikan diri dari sana sekalian menyelamatkan Broni yang nantinya akan menjadi alat pemuas nafsu Totok.
Totok, Supardi, dan Broni sudah ada di jalan yang menuju ke arah vila putih, sementara itu ketiga orang yang tadi ada di lorong yang dibuat Supardi saat ini sudah ada di ruang tamu rumah Supardi.
*****
“Sinank nang saat ini pasti sudah menguasai penuh tubuh Supardi, hingga dia mengajak Totok untuk keluar dari rumah ini, berarti dia memberi kesempatan kita untuk pergi dari sini dan menyelamatkan Broni” kata Blewah
“Kita harus selamatkan Broni Wil, harus sesegera mungkin sebelum dia dilahap oleh setan itu” kata Petro yang masih mengelus elus anjeng kesayanganya
__ADS_1
“Tapi gimana caranya mas Petro, saya kan tidak punya keahlian apapun untuk melakukan penyerangan kepada Totok mas” kata WIldan
“Ikuti dulu saja ritme yang sedang dilakukan oleh Sinank nang yang ada di dalam tubuh Supardi, buktinya si Totok saja percaya dengan apa yang disuruh oleh Supardi alias Totok kan” kata Petro
“Ada yang aneh disini rek, kalau Totok itu hebat dan sakti, kenapa dia tidak bisa merasakan kehadiran kita disini, kenapa dia hanya merasakan Broni saja” kata Petro
“Nah itu yang tadi mau saya bicarakan mas Petro, kenapa Totok kok hanya tau kalau ada Broni disini, apakah dia sekarang sudah kehilangan kesaktianya setelah kami bakar calon bayi yang ada di Waji?” kata Wildan
“Bisa jadi Wil, pokoknya sekarang kita harus perhatikan Totok, jangan sampai ada apa-apa dengan Broni Wil. Ayo kita jaga jarak aman dengan mereka yang ada di depan kita, pokoknya kita masih bisa melihat apa yang akan dilakukan Totok terhadap Broni”
Mereka bertiga tidak akan melakukan penyerangan dulu, mereka bertiga menguikuti ritme dan pola yang sedang diatur oleh Sinank nang. Nanti pada waktunya mereka akan menyerang dan menyelamatkan Broni.
*****
“Kamu akan kumaafkan Supardi, apabila kamu membantu saya untuk menikmati tubuh anak ini heheheh, kamu cukup pegangi dia saja ketika saya akan memulai memberi kenikmatan kepadanya” kata Totok
“Kenikmatan apa Syalala, kuntila kamu aja sama sekali tidak bisa ngatjeng gitu, sudah gitu kecil kayak cabe rawit, mana bisa puas lawan mainmu hihihihi” kata Broni berusaha merusak suasana Rochman atau Totok
“Aaaah diam kamu!, kamu tidak tau apa-apa. Nanti kamu rasakan saja perbedaan Rochman dan Totok. Hahahah. Jadi kamu lebih baik pasrah saja, nikmati saja apa yang akan saya lakukan kepadamu”
“Pasrah gimana Man, kamu saja sudah kalah gitu kok, ingat bayi yang ada di Waji saja sudah kami bakar kan hahahah, kamu masih bisa berkuasa apa lagi hahahah” kata Broni yang semakin membuat marah Totok
“Stooop Pardi!. Bawa sini anak itu!....ternyata dia dan kelompoknya yang sudah membunuh cikal bakal penyatuan ku dengan Dimas. Kamu yang telah menggagalkan rencanaku Rrrgghhhhh” Totok menggeram mengerikan
Dengan tubuh bergetar menahan marah yang semakin memuncak, Totok kemudian melangkah mendekati Supardi dan Broni yang ada di depan Supardi.
“Minggir kamu Supardi!..jangan halangi aku untuk membuat anak ini merasakan apa yang aku rasakan ketika penyatuanku dengan Dimas yang ada di Waji mereka bakar”
Tubuh Totok sekarang ada di depan Broni, Totok mengangkat kedua tangannya hingga seperti akan menerkam Broni yang saat ini mulai ketakutan. Kuku-kuku tangan totok mulai memanjang dan menghitam. Kulit tanganya pun mulai berkerut dan mengeras.
Angin yang membawa hawa panas mulai berhembus pelan menerpa wajah mereka semua yang ada disana. Totok sedang merapalkan suatu mantra yang entah apa gunanya.
Sementara itu ketiga teman Broni sedang siap untuk menghancurkan Totok. Anjing Semprul sudah berubah membesar dan siap menerima perintah dari tuannya. Tapi bukanya tuan asli dari anjing itu adalah Totok atau Nabil? Lalu apakah anjng itu mau menyerang Totok atau nabil heheheh.
Tepat ketika Totok menurunkan kedua belah telapak tanganya di atas kepala Broni, Tiba-tiba Supardi yang disusupi Sinank nang memukul dengan menggunakan batu besar tepat di bagian belakang kepala Totok.
BRAAAKKK….! Kepala bagian belakang Totok pecah dan mengeluarkan ribuan belatung, tidak ada cairan darah atau cairan otak, yang ada hanya ribuan belatung yang melompat dan berjatuhan dari kepala bagian belakang Totok yang pecah.
“Larrriiii mas!” perintah Supardi ketika Totok menoleh ke belakang. wajah Totok yang semakin mengerikan itu menoleh ke arah Supardi.
Supardi yang didalamnya ada Sinank nang itu buru-buru menabrakan tubuhnya ke tubuh Totok, kemudian secepatnya Sinank nang keluar dari tubuh Supardi hingga tubuh Supardi jatuh ke depan dan menindih tubuh Totok.
Totok jatuh ke arah belakang dengan kepala bagian belakang yang makin hancur karena kepala bagian belakang dia terantuk batu dan aspal.
“GGRRWWWWNNNHHH.. SUAPARDIIII MINGGIR DARI TUBUHKUUUU!!!” teriak Totok yang belum bisa bangun karena tubuh pingsan Supardi ada di atas tubuh Totok
“AKU BUNUUUH KAMU PARDIIIII!!!!” teriak Totok yang kemudian jari tangan dengan kuku hitamnya menembus dada Supardi, setelah menembus dada Supardi , Totok menarik tangannya dari dalam dada supardi.
Darah memuncrat kentjang dari dada Supardi, Jantung Supardi yang masih berdetak itu sekarang ada di tangan Totok
__ADS_1