
Siang menuju sore hari yang mengerikan di depan vila putih, Supardi mati dengan dada yang berlubang dan dengan darah yang muncrat dan berceceran di tengah jalan depan vila.
Mereka berempat plus Nang melihat dengan mata dan kepala mereka kalau Rochman alias Totok sedang memakan jantung Supardi dengan lahapnya.
Setelah jantung itu habis dimakan, kemudian tangan Totok yang mengerikan dengan kuku yang panjang itu merobek perut Supardi lagi, dia mengoyak perut Supardi untuk mengambil organ tubuh Supardi lainnya, dan sekarang yang dia ambil adalah hati Supardi.
Mahluk aneh itu memakan hati Supardi yang berlumuran darah dengan lahapnya, dia memakan tanpa menoleh ke arah mereka berempat sama sekali. Suara kecapan yang berasal dari mulut Totok atau Nabil itu menimbulkan rasa jijik yang luar biasa.
Totok tidak menghiraukan keempat orang yang sedang melongo melihat apa yang dilakukanya, Totok tetap dengan rakus dan santai melahap tiap organ dalam Supardi yang dia ambil setelah jantung dan kemudian hati Supardi.
Dan kini adalah saat yang paling mengerikan dari proses ritual yang dilakukan Totok. Totok melucuti celana berlumuran darah yang dipakai Supardi. Supardi yang sudah menjadi mayat dengan beberapa organ tubuh yang telah dimakan itu kini dalam keadaan setengah telanjang.
Totok atau Nabil atau Rochman atau Rockman atau Syalala kemudian mengatur tubuh Supardi sedemikian rupa hingga posisi tubuh Supardi njengking atau nungging. Kemudian yang mengerikan Totok membuka celananya juga.
Dia mengeluarkan kuntilanya yang awalnya memang hanya segede cabe rawit, tetapi Totok kemudian melumuri kuntila dia yang hanya segede cabe rawit itu dengan darah Supardi, dia juga melumuri kuntila itu dengan cairan isi lambung Supardi yang pasti baunya luar biasa busuk.
Tiba-tiba secara mengejutkan kuntila itu berubah…membesar.. eh gak ding..gak besar. Kuntila itu hanya berubah sedikit menjadi sebesar botol obat tetes mata Inst*. Yah cuma sebesar itu saja kok ternyata.
Hal yang mengerikan kemudian terjadi, Totok memasukan dengan paksa kuntilanya yang hanya sebesar obat tetes mata Inst* itu ke lubang deborah mayat Supardi dengan gerakan yang konstan maju mundur berkali kali?.... tidak berkali kali ternyata!
Hanya dalam hitungan tiga kali keluar masuk saja kemudian Totok menyudahi ritual itu, dan dia memasukan kuntilanya yang sudah lemas menjadi sebesar cabe rawit itu kembali ke dalam celananya.
Hal yang aneh kemudian terjadi, kepala Totok yang hancur tadi perlahan-lahan berubah menjadi normal lagi. kepala itu dalam waktu tidak lebih dari lima menit menjadi utuh lagi!
Totok menoleh ke arah keempat orang yang sedang melihat Totok dengan tercengang. Totok tersenyum lebar dengan wajah yang berlumuran darah.
Totok kemudian dia berdiri dan berjalan santai sambil menunjuk ke arah mereka, dia kemudian meninggalkan keempat orang yang masih berdiri dengan kaku.
Totok berjalan menuju ke arah bawah, ke arah Gebang tanpa memperdulikan keempat orang yang sedang terpaku keheranan. Totok meninggalkan mereka berempat tepat ketika adzan Maghrib terdengar dari corong pengeras suara yang ada di salah satu masjid di daerah sana.
*****
“Hmm bagaimana bisa dia berubah seperti itu, dia benar-benar sudah menjadi iblis dengna kekuatanya yang mengerikan” kata pak Tembol yang sedang mendengarkan keempat orang itu bercerita mengenai tingkah Totok yang mengerikan
“Betul kalian mas, pak Pho harus segera merubah pintu masuk dan seluruh lorong yang berhubungan dengan ruangan hijau, karena ruangan hijau itu sudah tembus dengan rumah Supardi” kata pak Han
“Lalu bagaimana dengan mayat Supardi nak, apakah kalian tinggal begitu saja mayat yang ada di tengah jalan depan vila itu?” tanya pak Tembol
“Iya pak, kami tinggal pak, kami tidak tau harus kami apakan mayat Supardi pak, apalagi tadi kan sudah adzan maghrib pak, dan keadaan mulai gelap” kata Wildan
“Haiyaaaa, lebih baik kalian kubul dulu aaaaa, itu mayat bisa datangkan banyak olang ke sini aaaaa” kata pak Pho yang ada di dalam tubuh Dani
“Benar kata pak Pho pak, kita harus kubur Supardi agar tidak menimbulkan kecurigaan warga di sekitar sini, bagimana pak Handoko, apa lebih baik malam ini kita kuburkan mayat itu?” tanya Ali
“Tapi kalian harus bikin lubang dulu kan, nah itu kan memerlukan waktu yang lama. Masak mau kalian kubur di vila ini? jangan lah nak, lebih baik kubur saja di pekarangan rumah dia saja agar aman” kata pak Han
“Gimana kalau dibuang saja pak, disana kan ada satu mobil di depan rumah Supardi, mayatnya kita masukan mobil kemudian buang saja sekalian dengan mobilnya ke jurang di daearah pct sana hehheh” celetuk Tifano
__ADS_1
“Ngawur ae Tif, nek misalae ada saksi mata nek kamu yang buang mobil itu gimana c*k. awakmu dituduh sebagai pembunuh kan Tif. Eh tapi ada benernya juga kata Tifano iki rek. Lebih baik dibuang saja sekalian dengan mobilnya heheheh” kata Ukik
“Jangan mas, lebih baik kita kubur baik-baik saja mas, bagaimanapun juga dia kan manusia mas, bukan binatang, kita kan juga manusia yang beradab bukan macam mereka yang sadis itu mas” kata Novi
“Berarti Supardi mati melok Fathoni heheheh, mereka iku koyok pasanagan Humu c*k hihihih” kata Tifano
“Wislah rek, ayo keluar dari sini dan kubur mayat Supardi, paling tidak, satu musuh kita sudh mati, tinggal Rochman dan bisa saja Dimas yang akan kita hadapi rek” kata Wildan
“Eh pak Pho, setelah kami mengubur mayat yang diluar itu, tolong dengan segera rubahlah seluruh pintu masuk dan lorong yang ada disini, rubahlah sehingga jauh berbeda dengan keadaan disini pak” kata pak Tembol
“Nak Dogel, nak Ali, dan Nak Tifano beserta saya. yuk kubur mayat Supardi. Biar bagaimanapun kita harus tetap mengubur mayat itu mas” ajak pak Tembol.
Empat orang keluar melalui pintu lorong yang ada di depan vila putih sebelum nantinya pintu itu akan dirubah oleh pak Pho.
Tidak memerlukan waktu lama, mereka berempat sudah ada di sisi jurang. Pada saat ini sudah waktu sholat Isya, mungkin sekitara pukul 20.40 an.
“Ayo kita ke sana pak, saya sudah penasaran dengan mayat Supardi yang bagian tubuhnya lubang pak” kata Tifano
“Sssttt diam dulu nak, apa kalian tidak dengar ada sesuatu yang sedang bergerak di atas kita ini nak” bisik pak Tembol sambil menunjuk ke atas, ke jalan di atas mereka
Memang betul kata pak Tembol di atas mereka ada suara pergerakan, suara sesuatu yang sedang diseret atau lebih tepatnya sesuatu yang sedang menyeret sesuatu.
“P…pak, itu suara apa pa. A..ap….apakah itu suara mayat Supardi yang sedang berjalan pak?” tanya Dogel
“Sik bentar, biar aku lihat dulu di atas sana rek. Kalian tunggu saja disini, dan jangan ke mana mana” kata Ali yang mulai jalan menuju ke atas, ke jalan yang ada di depan vila putih
“Aku melok Li, sik tunggu aku” bisik Tifano yang berjalan pelan menyusul Ali yang sudah beberapa meter di depanya.
Ali dan tifano sudah ada di pinggir jurang, tetapi kareana saat itu keadaan gelap gulita akibatnya mereka tidak bisa malihat dengan jelas apa yang ada di tengah jalan itu.
Yang mereka llihat hanya ada sesosok manusia yang tertidur dengan posisi telungkup, hanya saja Ali dan Tifano belum yakin siapa itu yang ada di tengah jalan itu.
“Li, apa kamu yakin yang ada disana itu mayat Supardi?”
“Aku ya ndak jelas Tif, gelap sekali disini, tapi kalau kita deketi gimana Tif, apa kamu setuju?” tanya Ali yang mulai nekat akan mendekati mayat Supardi.
“Jangan dulu Li, kita harus bicara dengan pak Tembol dulu saja, karena kita sekarang kan tidak hanya berdua, kita kan berempat, jadi apapun ya harus kita bicarakan dulu dengan yang lainya Li” kata Tifano
Apa yang dikatakan Tifano ini memang benar, mereka harus bersama sama dan harus dipikirkan bersama sama apabila akan bertindak, jangan hanya bertindak semaunya sendiri saja.
Akhirnya mereka berdua kembali ke tempat pak Tembol dan Dogel berada. Mereka harus rembukan apa yang akan mereka lakukan selanjutnya.
“Bagaimana anak-anak. Apa yang kalian lihat di atas sana?” tanya pak tembol
“Tidak ada apa-apa pak. Tidak ada sesuatu yang mencurigakan, hanya ada sosok yang sedang telungkup di tengan jalan saja pak, tapi saya tidak bisa lihat wajahnya pak. Bagaimana pak apa yang harus dilakuan pak?”
“Hmm lalu yang kita dengar tadi itu apa ya nak Ali, tapi tadi kita kan dengar sesuatu yang seperti sedang diseret, siapa itu dan sedang menyeret apa dia” bisik pak Tembol
__ADS_1
“Ada baiknya kita ke atas pak, kita lihat apa yang tadi bersuara seperti itu pak, saya yakin itu hanya binatang malam yang sedang berusaha menyeret mayat Supardi” kata Dogel
“Ya sudah anak-anak, ayo kita keatas sana nak, dan ingat selalu waspada dengan yang ada disini” kata pak Tembol
Tetapi ketika mereka hendak jalan, tiba-tiba mbok Ju keluar dari pintu lorong dengan menembusnya.
“Lho kenapa mbok Ju kok kesini juga?” tanya pak Tembol
“Mbok Yakin kalian pasti butuh yang bisa mengamati keadaan disini kan, kalian apa lupa tadi kalau disinikan sudah malam hari, dan kalian pasti butuh mahluk ghaib sebagai pengamat kan” kata mbok Ju
“Heheheh iya mbok, tadi kok kita ndak kepikir ya, kenapa tadi kita tidak berpikir kalau kita memerlukan sosok tak kasat mata untuk mengamati apa yang ada di sekitar sini ya hehehe” kata Ali
“Biar mbok Ju lihat dulu apa yang ada di atas sana, kalian tunggu saja disini, dan jangan bergerak dulu sebelum mbok datang” kata mbok Ju
Mbok ju pergi ke atas, ke jalan yang ada di depan vila putih, tidak lebih dari lima menit mbok Ju sudah balik diantara mereka berempat.
“Mayat Supardi ada diatas sana, mayat yang dengan lubang menganga di bagian perutnya” kata mbok Ju
“Lho kok mbok Ju bisa tau kalau ada lubang di bagian badanya mbok. Bukanya dia tadi tertelungkup di atas sana” tanya Ali
“Kok tertelungkup. Ndak lah, dia telentang dengan kedua lengan tangan ke atas. Makanya mbok bisa tau keadaan perutnnya yang berlubang” kata mbok Ju
“Apa mbok!, berarti ada yang menggerakan mayat itu mbok, karena tadi waktu kami lihat dari jauh, mayat itu dalam keadaan tertelungkup mbok. Aneh, siapa yang menggerakan mayat itu mbok?” kata Ali
“Eh gini saja, kita lihat bersama-sama saja, tapi tolong mbok Ju lihat dulu di sekeliling sana, ada yang mencurigakan atau tidak mbok” kata pak Tembol
“Tidak ada siapapun disini untuk sementara ini pak, kalian bisa ke atas, tetapi hati-hati dan jangan dekat mayat Supardi dulu, karena saya merasa ada yang aneh dengan mayat Supardi ini” kata mbok Ju yang kemudian mendahului keempat orang itu menuju ke mayat Supardi berada
Tidak memerlukan waktu lama mereka sudah ada di sekitar mayat Supardi yang sekarang keadaanya telentang dengan kedua tangan di atas kepalanya. Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang bersuara sama sekali, hanya mayat biasa yang perutnya robek.
“Ini tadi nak Ali, tadi ya seperti ini yang mbok Lihat nak” kata mbok Ju
“Iya mbok, tadi mayatnya ndak gini mbok, tadi tertelungkup mbok. Hmmm ya sudah lah mbok, apa bisa kita kuburkan mayat ini mbok?” tanya Ali
“Jangan disentuh dulu, mbok merasa ada yang aneh dengan mayat ini. mayat ini tidak seperti mayat lainya yang sudah kosong dan tidak ada energinya sama sekali. Mayat yang ada di depan kalian ini masih ada energinya, sebuah energi lemah yang bukan berasal dari mayat ini nak” kata mbok Ju
“Jadi ada yang memberikan energi pada mayat ini, dan akhirnya bisa menjadi hidup gitu mbok?” tanya pak Tembol
“Seperti itulah pak yang saya rasakan sekarang pak, di dalam tubuh mayat yang hmm sudah tidak ada jantung, hati, dan ginjalnya itu.. hmm tapi masih ada paru-parunya ini ada semacam energi tipis, bisa saja itu yang menyebabkan mayat ini bergerak” kata mbok Ju
“Apakah mayat ini bisa dibunuh lagi mbok, karena ya bahaya juga kalau mayat ini tiba-tba hidup dan jalan-jalan ke desa sebelah mbok. Nantinya bisa jadi koyok film horro zombie mbok” kata Tifano
“Mbok Ju belum tau bagaimana cara membunuh mayat ini nak, tapi energi itu kalau mbok lihat ada di kepalanya nak, energi itu ada di otaknya nak” jawab mbok Ju
“Aiissshh ini kan koyok film zombie rek, kita harus pecahkan kepalanya untuk membunuhnya rek, kalau tidak dia akan menggigit manusia dan bisa menularkan penyakit zombie kepada orang-orang heheheh” kata Tifano lagi
“Apa kalian yakin dengan cara itu nak” kata pak Tembol yang heran dengan keadaan mayat Supardi yang aneh
__ADS_1
“Kalau di film ya seperti itu pak, untuk membunuh Zombi kita harus pecahkan kepalanya. Karena di dalam kepala itu ada virus atau parasite yang harus dihancurkan pak” kata Tifano
“Lha mayat Supardi kata mbok Ju kan juga ada energi di kepalanya pak, dan energi itu harus dikeluarkan pak, caranya ya harus dipecah kepalanya pak, dan harus cepat, takutnya kalau kita lambat, dia akan semakin kuat dan makin berbahaya pak” kata Tifano