
“Tapi biasanya saya cuma taruh paket itu di depan pintu mbak, kemudian saya tinggal. Hanya saja saya selalu ketakutan kalau ada di depan rumah itu mbak, rasanya ada yang melihat saya dari arah pohon beringin itu” kata kurir yang ternyata bernama Supri
“Oh gitu tho mas, ndak papa kok mas. Ndak ada apa-apa kok di rumah itu, trus paket buat pak Nabil yang mana mas?” tanya Novi
“Paket untuk pak Nabil yang itu mbak” tunjuk Supri pada sebuah paket berbentuk bujur sangkar yang terbungkus rapat menggunakan lakban hingga tidak bisa diperkirakan apa yang ada di dalam kotak itu
Akhirnya dengan kesepakatan kurir yang bernama Supri itu meminjamkan jaket dan topinya kepada Novi, dia juga meminjamkan motornya kepada Novi untuk mengantar paket itu sampai di depan rumah Nabil.
“Kalian berdua disini saja ya, mas Supri jangan takut, Novi gak akan main-main dengan paketnya mas Supri kok, Novi cuma mau bikin kejutan sama saudara Novi yang ada disana itu mas”
Kemudian Novi mengendarai motor paket yang di kiri kanan motor ada tas besar yang berisi aneka paket. Novi menghentikan motor itu tepat di depan pagar rumah Nabil.
“PAKEEEEEET……. PAKEEEEEEEET” teriak Novi lantang di depan pintu pagar rumah Nabil
Tidak ada seorangpun yang keluar dari sana, suasana di dalam rumah sunyi sepi, tidak terdengar langkah kaki siapapun. Novi duduk di jok motor sambil sesekali menimang-nimang paket yang dia pegang dengan tangan kanannya.
“PAKEEEETTT UNTUK PAK NABIIIIIL” teriak Novi lagi sambil celingak celinguk melihat apapun yang ada di dalam pagar sana
“PAKEEEEET, PAKEEEEEEET!. WOII PAKEEEEET!” teriak Novi lagi, tapi tidak ada sahutan sama sekali dari dalam rumah, bahkan langkah kakipun tidak terdengar sama sekali
“PAKET INI HARUS DITERIMA OLEH YANG ADA DI RUMAH INI, KALAU TIDAK AKAN SAYA BAWA BALIK KE KANTOR” teriak Novi lagi kearah dalam rumah dia sengaja berkata begitu agar yang ada di dalam rumah itu keluar.
“OK KALAU BEGITU, AKAN SAYA BAWA BALIK KE KANTOR, DAN BAPAK NABIL DIPERSILAHKAN MENGAMBIL DI KANTOR KAMI!” teriak Novi yang kemudian menyetater motor yang dia akan naiki.
Tepat ketika Novi akan berangkat dari sana, tiba-tiba pintu rumah terbuka. Pintu rumah terbuka lebar, tetapi tidak ada yang keluar dari sana.
Pintu rumah terbuka dengan mengeluarkan hawa panas yang sempat menerjang Novi yang sedang berdiri di sebelah motor Supri.
“Owwh buset, panas kali angin nyang barusan lewat nih” kata Novi dengan suara agak keras
Tetapi tetap tidak ada yang keluar dari pintu itu, pintu itu hanya terbuka saja tetapi tidak ada siapapun yang keluar. Novi tetap berdiri dengan tenangnya disana tanpa memperdulikan apapun yang mungkin akan keluar dari sana.
PAKEEEEEET!!!…….” Teriak Novi sekali lagi dengan tangan yang memegang pagar rumah Nabil
Tapi dari dalam rumah belum ada yang nampak, keliatanya memang disengaja seperti itu agar Novi menaruh bungkusan itu di depan pagar, tapi dasar Novi dia tetap berdiri di depan pagar tanpa bergeming sama sekali.
“PAAAK..BUUUKK, KERJAAN SAYA BUKAN CUMA ANTAR PAKET ANDA AJA, KALAU ANDA TIDAK KELUAR MAKA PAKET INI AKAN SAYA BAWA KEMBALI KE KANTOR” kata Novi menggertak yang ada di dalam rumah
Novi pura-pura menstater motor Supri lagi, dia memainkan gas motor sedemikian rupa sehingga akan terdengar dengan orang yang ada di dalam sana.
“Stooop, jangan pergi!” kata suara laki-laki dari dalam rumah
Tetapi hanya suara saja, tidak ada yang keluar dari dalam rumah ini, Novi masih menunggu hingga ada yang mengambil paket yang dia kirim itu.
“Cepat pak, diambil paketnya, karena saya butuh Foto atau tanda tangan pengambil paket. Pihak kantor curiga kalau paket yang tiap hari diantar kemari itu disalah gunakan oleh oknum kurir, karena tiap kurir kirim kesini selalu tidak ada tanda tangan dari pihak penerima” kata Novi agak keras
“Makanya saya butuh tanda tangan dari penerima paket, dan nanti saya akan foto juga penerima paketnya pak” kata Novi lagi
Tentu saja apa yang dikatakan Novi ini sangat membingungkan yang ada di dalam rumah itu, tentu saja Novi tau kalau yang ada di rumah itu bukan manusia seutuhnya, sehingga yang ada di rumah itu tidak berani keluar untuk mengambil paket yang dikirim.
__ADS_1
“Sebentar mbak, saya lagi cari kunci pintu pagar nih mbak, mbaknya gak sabaran banget sih” kata laki-laki yang ada di dalam rumah itu
Novi sempat terpaku ketika suara orang itu mengatakan sedang mencari kunci gembok pintu pagar, berarti ada orang normal disana. Kalau begitu harusnya tiap paket yang datang kesini harusnya diambil oleh pemilknya ketika dikirim oleh kurir.
Tidak lama kemudian, keluarlah dengan tergopoh-gopoh seorang laki laki muda yang memakai kaos oblong warna putih yang bertuliskan Bluekhutuq dan sepasang sandal jepit hijau yang terlihat bersih sisi-sisinya.
Anak laki-laki berwajah ke timur tengah dan berkulit pucat dengan rambut lurus yang agak coklat itu menghampiri Novi yang ada di luar pagar.
“Maaf mbak, Selama ini bukannya kita tidak mau ambil paket dan menemui kurirnya mbak, kami soalnya ada di belakang, dan kadang tidak dengar ada yang datang kesini mbak” kata anak laki-laki itu sambil membuka pintu pagar
“Eh Ini pak Nabil?” tanya Novi sambil membaca nama si penerima paket
“Bukan mbak, saya anaknya, ayah saya sedang keluar kota, mungkin nanti malam baru pulang mbak” kata anak laki-laki yang mungkin berumur sekitar 17 tahun itu
“Oh gitu mas, eh masnya suka lagu Bluekuthuq ya mas” tanya Novi iseng setelah melihat kaos oblong putihnya yang bersablon tulisan Bluekuthuq
“Oh tentu saja mbak, saya suka sekali dengan band itu mbak, band yang tidak mau terkenal, mereka lebih suka tercemar dari pada terkenal heheheh. Mbaknya suka sama band itu?” tanya anak itu lagi
“Hihihih saya suka mas, eh masnya ini siapa namanya mas?” tanya Novi iseng
“Nama saya Arafiq mbak” katanya singkat
Sebenarnya anak yang bernama Arafiq itu ganteng karena hidung dia mancung dan dia juga enak diajak ngobrol, tapi ada yang aneh dengan dirinya, wajahnya pucat, kulitnya juga pucat, kulit dia pun keliatanya agak basah gitu, mirip keringat.
“Ya sudah mas, ini paketnya dan saya minta tanga tanganya mas, nanti masnya saya foto juga ya” kata Novi sambil menyerahkan lembaran nota dan sebuah bolpoint, da kemudian mengambil ponsel yang ada di saku celananya
Setelah menfoto anak itu ketika sedang menanda tangani tanda terima, Novi pun dengan sengaja menyentuh tangan anak yang bernama Arafiq itu. Setelah selesai dengan tanda tangan, Novi pun menaiki motor nya dan pergi dari rumah itu.
“Ini motor, plus jaket, plus topi Novi kembalikan ya mas Supri, terima kasih banyak mas” kata Novi
“Apa tadi mbaknya sudah ketemu dengan saudaranya mbak?” tanya Supri dengan polosnya
“Ndak mas. Dia lagi pergi, tadi cuman ketemu sama pembantunya saja mas, dah lah mas, Novi pergi dulu ya mas, terima kasih atas bantuanya mas” kata Novi
“Ya sudah mbak, sekali lagi saya terima kasih karena sudah berhasil mendapat tanda tangan dari orang yang ada di rumah itu mbak” kata Supri yang kemudian pergi meninggalkan Novi dan Saeful
Novi dan Saeful kemudian menuju ke tempat pak Han dan Petro menunggu. Kemudian Novi menceritakan apa saja yang dia dapatkan di depan rumah Nabil.
“Anak Nabil yang bernama Arafiq itu bukan manusia pak! Novi yakin sekali pak, karena tangan dia dingin sekali, seperti kita memegang benda mati, kemudian wajah dia pucat sekali dan seluruh kulitnya kayak berair gitu pak” cerita Novi
“Iya benar kata nak Novi, orang yang tadi menemu nak Novi itu sudah mati nak, di dalam tubuhnya tidak ada arwahnya, dia bisa bergerak dan bisa berbicara sekalian berpikir karena dia di setir oleh sesuatu yang ada di dalam rumah itu” kata mbok Ju
“Lalu isi dari paket itu apa mbok Ju” tanya Saeful
“Paket itu menjijikan nak, isinya jantung manusia yang masih berdetak dan dalam wadah yang berisi darah segar” jawab mbok Ju
“Kalau anak Nabil ada disana, dan anak itu menurut mbok Ju anak itu sudah mati, lalu yang katanya mati gantung diri karena ulah dari lagu kami itu apakah anak yang itu juga?” gumam Petro
“Menurut kabar yang saya terima, Nabil hanya punya satu anak, dan itu mungkin yang tadi mbak Novi temui itu” kata Petro
__ADS_1
“Bearti benar perkiran kami, Nabil hanya mencari alibi dengan menggunakan lagu kami untuk mencari korban, dan dia menggunakan Indah sebagai terdakwa yang seolah-olah membunuh mereka yang mendengarkan lagu kami” gumam Petro lagi
“Semua ini nampak makin membingungkan anak-anak, hmm ada baiknya kita ada disini dulu karena kita perlu masuk kesana dan hentikan semua ini” kata pak Han
“Kalian lihat, tiap hari kan selalu ada kiriman jantung segar, berarti tiap hari ada orang yang mati untuk diambil jantungnya. Harusnya kita tau siapa pengirim paket itu agar kita bisa hentikan pembunuhan berantai ini” kata pak Handoko lagi
“Kalian tau ndak caranya kita bisa tau siapa yang kirim paket itu. Apakah bisa kita menanyakanya ke perusahaan kurir itu?” tanya pak Han
“Susah pak, itu kan rahasia perusahaan mereka pak. kecuali ada complain dari penerima barang, mungkin pihak kurir akan memberikan alamat itu pada yang complain alias penerima barang, tapi itu mungkin lho pak, karena saya kurang paham juga pak” kata Saeful
“Halah kok susah-susah sih rek, kan nama dan alamat pengirim itu ada di label yang terpasang di paket dan di tanda terimanya kan juga ada alamat pengirim dan penerimanya” kata Petro
“Heheheh iya sih, kenapa tadi gak kepikiran ya” kata pak Handoko
“Lalu bagaimana ini, lebih baik kita balik saja dulu, besok kita kesini lagi sambil menunggu paket yang akan datang ke rumah itu” kata Petro
“Berarti besok ada orang yang mati lagi mas. Tiap hari ada korban yang mati untuk diambil jantungnya dan dikirim ke sini, dan disini entah untuk apa jantung dan darah itu” kata pak Han
“Tapi tadi anak Nabil bilang kalau Nabil nanti malam akan datang pak, apa tidak sebaiknya kita ada disini saja dulu?” tanya Saeful
“Nabil tidak akan datang Pul, kamu ndak ingat apa kata panjaga pintu gerbang. Dia kan bilang kalau Nabil ada di rumah dan tidak kemana-mana. Berarti Nabil tidak pergi melewati pintu gerbang rumah itu. jadi anak itu tadi berbohong Pul” kata Petro
“Lagi pula kalau kita ada disini pasti akan dicurigai oleh penduduk sini, dan bisa saja nanti kita malah diusir oleh penjaga pintu masuk itu mas” kata pak Han
“Ya sudah pak, lebih baik kita balik saja sekarang, dan besok pagi kita kesini lagi untuk melihat paket yang akan dikirim ke rumah itu lagi pak” kata Petro
Akhirnya mereka berempat menaiki mobil Novi lagi, mereka akan pergi dari lokasi rumah Nabil. Tapi ketika mereka sudah siap untuk pergi dari rumah itu, ada suara pagar yang terbuka.
“Sik bentar mas, Novi ingat suara pagar siapa itu mas, itu suara pintu pagar rumah Nabil mas, brenti dulu mas, Novi mau lihat dulu”
Novi turun dari mobil kemudian dengan perlahan-lahan dia berjalan mendekati rumah Nabil. Memang betul pintu rumah itu terbuka, tetapi tidak ada siapapun yang keluar atau masuk.
“Hiiii serem juga ada di kawasan sepi ini, padahal ini siang hari lho, coba kalau malam, apa ndak makin mencekam disini” gumam Novi yang masih memperhatikan pintu pagar rumah Nabil yang terbuka
Lama sekali Novi ada disana dan lama sekali pintu itu masih dalam keadaan terbuka, apakah pintu itu terbuka untuk menyuruh keempat orang itu untuk masuk ke dalamnya?
Pak Han, Petro, dan Saeful kemudian menyusul Novi yang masih ada di pinggir jalan sambil melihat pintu pagar rumah yang masih terbuka lebar itu.
“Pintu itu tidak menutup pak, sepertinya yang ada di dalam sana sedang menunggu sesuatu untuk masuk ke sana pak, apakah yang ada di dalam rumah itu sedang menunggu kita pak?” tanya Novi
“Itu yang sedang saya pikirkan mbak Novi, bisa saja kita sudah ketahuan oleh pemilik rumah dan kita dipersilahkan masuk ke dalam” jawab pak Handoko
“Tapi apakah kalian benar-benar ada niatan untuk masuk ke dalam sana, bukanya itu jebakan untuk kita?” tanya Saeful
“Siapapun yang masuk ke sana tidak akan bisa keluar dengan selamat. Karena mbok ju masih belum bisa melihat apa yang ada didalam itu, gelap dan ada penghalangnya” kata mbok Ju
“Untuk masuk ke sana juga tidak bisa dilakukan dengan diam-diam, karena tiap sudut bahkan di pohon beringin itu ada mahluk tak kasat mata yang kalian berempat tidak bisa melihatnya, karena ilmu mereka yang sudah tinggi” sambung mbok Ju
“Kalau sampai pintu itu terbuka, berarti penghuni rumah itu sudah mengetahui kedatangan kalian, dan kalian dipersilahkan masuk ke sana oleh mereka” kata mbok Ju lagi
__ADS_1
“Lalu apakah kita harus masuk ke dalam sana, dan apa yang akan terjadi apabila kita ada di dalam sana mbok?” tanya Petro
“Mbok Ju ndak tau mas, tapi yang pasti mereka mengundang kalian untuk masuk ke rumahnya mas, dan yang mbok lihat, pintu itu juga berlaku untuk mahluk halus macam mbok Ju dan anjing mas Petro juga” jawab mbok Ju