MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 150 (DATANGI ROCHMAN)


__ADS_3

“Begini saja Dimas, buat kami percaya dengan omonganmu, hmmm atau begini sajalah. Apa rencanamu dengan keadaan ini” tanya pak Han


“Simple saja, tunggu mereka datang dengan kekuatan besar, dan lindungi rumah ini sebisa mungkin, itu rencana saya, saya ndak tau apa yang ada di pikiran kalian” kata Dimas


“Sebentar… apakah Kaswadi ada kemungkinan untuk membantu Rochman lagi?” tanya Novi


“Tidak mbak, dia selama ini hanya tau kalau Rochman atau Nabil itu seorang dukun sakti, bukan setan iblis seperti tadi itu, saya rasa Kaswadi sudah kapok untuk bekerja dengan dia lagi, bisa-bisa dia akan kerjasama dengan Trimo” jawab pak Han


“Untuk saat ini Kaswadi sedang disibukan oleh mayat Supardi, dan mungkin untuk sementara waktu dia tidak akan mengganggu kita lagi” sahut pak Tembol


“Hmm kalau menurut saya, Rochman tetap akan mencari Kaswadi, karena Kaswadi ada hubungan keluarga dengan Trimo. Tetapi Kaswadi akan mencoba menjalin hubungan dengan Trimo lagi, hal ini karena Kaswadi sudah tau bagaimana bentukan Nabil atau Rochman itu” kata Dimas


Sekedar untuk dipertimbangkan, menurut saya Trimo masih menyimpan foto copian denah rumah ini. Kenapa saya bilang seperti itu, karena demit-demit yang dikirim Trimo kapan hari itu bisa masuk dan keluar ke kamar depan dan masuk ke ruang rahasia saya” kata Dimas


“Trimo kerja sendirian, tetapi dia dibantu oleh dukun-dukun dengan demit-demitnya, sistem kerja dia mengusir semua penunggu lorong dan ruangan yang ada disini. Setelah bersih, dia sendiri yang akan turun kesini dengan peta fotokopian yang dia miliki” lanjut Dimas


“Sistem kerja Rochman dan Trimo jauh berbeda, Trimo lebih teratur karena dia memiliki peta. Berbeda dengan Rochman yang main kasar dengan cara mendekati saya untuk dibujuk mencari air aneh itu”


“Ada benarnya juga yang kamu omongkan Dimas, eh apakah ada cara untuk melemahkan Rochman?” tanya pak Han


“Saya tidak tau pasti, yang saya tau dia memiliki kekuatan yang berasal dari tempat dia tinggal, entah itu di Waji atau di rumah dia” jawab Dimas


“Apakah kekuatan dia berasal dari jantung dan darah yang dikirim tiap hari ke rumahnya?” tanya Novi


“Nah itu memang sumber energi dia, tau dari mana kamu kalau dia menerima kiriman jantung segar dan darah segar?” tanya Dimas


“Kami lihat di rumahnya, tiap hari ada kiriman benda menjijikan itu” jawab Novi


“Memakai jantung manusia itu adalah ilmu hitam yang saya pelajari sejak jaman kalian berhadapan dengan saya, ada baiknya kalian stop kiriman itu sehingga dia akan kelaparan” jawab Dimas


Secara perlahan-lahan omongan mereka bisa sejalan dengan yang diomongkan oleh Dimas, secara perlahan-lahan mereka akhirnya bisa tau apa-apa yang berhubungan dengan Rochman yang memang harus dilemahkan agar Rochman bisa dibinasakan secepatnya.


“Coba kalian bayangkan, sudah berapa jantung yang dikirim kepada dia, dan kalian bayangan berapa orang yang meninggal karena ulah Rochman itu. Maka dari itu saran dari saya, cari dulu siapa si pengirim, kemudian stop dari sana hingga Rochman kehilangan suplier” kata Dimas yang ada di tubuh Gilank dengan berapi-api


“Maaf… saya ikut campur dulu. Ada baiknya pak Dimas juga bantu kita untuk mencari siapa supplier jagung segar eh jantung segar kepada Dimas, nanti kami yang akan eksekusi mereka. jadi sekarang kita saling bantulah, bagaimana?” kata Saeful


“Ok, akan saya tanyakan ke teman-teman demit saya, dimana Rochman memesan organ tubuh manusia itu, nanti secepatnya akan saya hubungi kalian melalui  mas yang saya pakai tubuhnya ini” kata DImas


Saat ini sudah mendekati pukul 04.00 pagi, setelah berembuk lagi akhirnya mereka membubarkan diri, Gilank yang kondisinya masih belum stabil sedang dalam penyembuhan oleh Dimas.


Sedangkan sisanya kembali ke pinggir jurang sambil menanti matahari terbit untuk menuju ke ruangan biru. Mereka juga sedang menunggu mbok Ju yang tadi sedang mencari keberadaan Kurni.


Ketika mereka sedang santai di pinggir jurang, tiba-tiba mbok Ju datang dengan santainya…


“Kurni sudah ada di pos polisi, dia melaporkan kejadian yang terjadi di vila putih, tapi sayangnya pak polisi tidak ada yang mempercayai omongan Kurni, akhirnya petugas polisi itu memberikan Kurni sedikit uang untuk biaya perjalanan dia pulang ke daerahnya” jelas mbok Ju


*****


“Kejadian yang menalik hmmmm jadi Dimas tetap ada di kamalnya aaa. Dia tidak pelgi kemanapun kecuali menjaga vila ini dali tangan tangan jahil yang ingin mengulas halta yang ada di dalam vila ini aaaaaa” kata pak Pho

__ADS_1


“Tapi itu kan kata dia pak, kita kan belum tau maksud aslinya dia ada disini bisa saja semua ini dijadikan alasan bagi dia untuk melakukan sesuatu disini” kata Ali


“Begini anak-anak, saya harap nak Petro dan nak Novi tidak ingin istirahat karena saya ingin pergi ke rumah Rochman bersama Dimas, Dimas akan saya ajak ke rumah Rochman. Kita lihat sejauh apa hal yang akan dilakukan Dimas disana” kata pak Tembol


“Novi masih bisa kok pak, nanti Novi kan bisa tidur di mobil pak, mungkin kita ajak mas Dogel yang bawa mbak Bashi juga pak, karena Novi pikir disana kita butuh bantuan tenaga ghaib untuk melawan penjaga rumah Nabil atau Rochman”


“Jangan mbak Novi, ada baiknya jangan memamerkan pasukan ghaib kita ke Dimas dulu, siapa tau Dimas sedang mengukur kekuatan kita nak” balas pak Handoko


“Ok saya setuju dengan yang dikatakan pak Handoko  anak-anak, lebih baik kelebihan kita jangan dipamerkan ke Dimas dulu, karena bisa menjadi ukuran bagi Dimas untuk mengetahui seberapa besar kekuatan kita” kata pak Tembol


“Mas Blewah, nak Novi ,dan satu lagi mungkin nak Saeful dan nak Petro bersama saya, kita nanti ke kediaman Rochman bersama dengan Dimas. Untuk saat ini saya belum butuh istirahat, kalau diantara kalian ada yang butuh istirahat bisa dilakukan di dalam mobil saja”


“Sekarang kita jemput Dimas  yang da di dalam tubuh Gilank dulu saja,” ajak pak Tembol keluar dari ruangan biru


*****


Setelah menjemput Dimas yang ada di kamar depan dan setelah berjalan menurun ke masjid untuk mengambil mobil, sekarang mereka dalam perjalanan menuju ke kediaman Rochman yang ada di sby.


“Dimas, apa yang akan kamu lakukan di rumah Rochman nanti, apa kamu akan langsung eksekusi dan masuk ke dalam rumah rochman atau gimana?”


“Nanti saja kita pikirkan di sana Tembol, saya kan belum tau kondisi rumah Rochman yang sekarang, hanya saja kabar dari demit yang pernah kesana, disana banyak sekali arwah yang terperangkap, disana sudah seperti penjara bagi arwah. Saya tidak tau apa tujuan dia memenjarakan arwah disana”


“Apa bedanya dengan yang di Waji, di Waji Pun juga tempat untuk memenjarakan arwah juga Dimas, disana banyak arwah yang tidak bisa keluar dan terperangkap di dalamnya” kata pak Tembol yang ngobrol bersama Dimas layaknya sahabat lama yang baru saja bertemu”


“Oh iya Dimas, apa kamu sudah dapat kabar, dimana Rochman mendapatkan kiriman jantung dan darah segar itu” tanya pak Tembol


“Mereka ada adalah dukun yang sudah diperintah untuk melakukan aksi pembunuhan dengan berbagai cara, misalnya dengan menebar virus disana yang mengakibatkan kematian”


“Setelah issue itu tersebar, kemudian para dukun  itu mulai mencari satu persatu korban yang akan menjadi incaran mereka, dia kemudian mengirim sesuatu ke tubuh korban itu hingga sakit dan tersiksa, dan satu-satunya cara adalah mengambil jantung nya sewaktu korban itu masih sekarat, dengan alasan agar tidak menyebarkan virus kepada keluarganya”


“Dan itu dilakukan di dusun yang terpencil, yang masyarakatnya masih belum terjamah kemajuan, dusun  seperti itu masih banyak di daerah sini , asalkan kita mau mencarinya, biasanya tinggal di kaki gunung” kata Dimas


“Kata demit suruhan saya itu sudah terjadi di beberapa daerah pedesaan yang terpencil yang masih percaya dengan praktek perdukunan di sekitar daerah sini, karena jantung itu tidak bisa terlalu lama ada diluar tubuh manusia, kemudian entah bagaimana cara mereka mengirim ke rumah Rochman”


“Dan pastinya tidak hanya di daerah sekitar sini juga, tapi bisa saja di wilayah timur juga bisa, pokoknya sebuah dusun yang terpelosok dan belum mendapat kemajuan sama sekali” lanjut Dimas


“Hmm berarti susah juga untuk menghentikan pembunuhan atas perintah Rochman itu Dimas, lalu apa kamu punya ide untuk menghentikan suply jantung bagi Rochman itu?” tanya pak Tembol


“Belum ada, karena saya tidak tau dimana desa itu berada, karena demit yang saya suruh itu begitu takutnya sehingga tidak berani mengungkapkan dimana posisi desa itu yang sesungguhnya. Pokoknya dia bilang tidak jauh-jauh, dan masih ada di wilayah Jawa timur


“Nanti kita tanyakan ke kurirnya saja pak, siapa pengirimnya atau minimal dikirim dari cabang pengiriman dimana” kata Novi


“Bagaimana dengan teman kami Gilank yang sedang kamu rasuki ini, dia sebenarnya kenapa dan apa yang kamu perbuat kepada dia agar dia bisa cepat pulih?” tanya pak Tembol


“Kepala dia berkali-kali terkena pukulan benda tumpul yang keras, sehingga ada pendarahan di otak yang bisa menyebabkan kematian, tapi bisa disembuhkan meskipun di dunia kedokteran mungkin agak sulit karena adanya pendarahan di bagian otaknya” kata Dimas


Blewah, dan Saeful masih dalam keadaan tertidur di dalam mobil, Novi juga kadang tidur  karena kecapekan,  Petro yang jelas tidak bisa tidur karena dia posisi sebagai driver. untuk menuju kesana memang harus ada Petro, karena dia yang mengenal beberapa penjaga pintu gerbang komplek itu”


Mereka sudah  hampir sampai di sebuah komplek perumahan elit, kemudian mobil meluncur terus hingga sampai di pos penjagaan untuk masuk ke dalam komplek rumah Nabil atau Rochman

__ADS_1


“Wah .. pak Farid kesini lagi. kelihatannya ada yang penting ya, sehingga pak Farid tiap hari kesini” kata penjaga pintu itu


“Iyo bos… saya belum berhasil menemui Nabil, memangnya dia kemana sih bos?” tanya Farid


“Semalam dia pergi pak, tapi pagi hari tadi  sekitar jam tigaan dia pulang, tapi aneh dia pak, cara nyetir nya ugal ugalan, mungkin habis dari dunia malam pak, heheheh habis minum minum dan mabuk mungkin pak Farid heheheh” jawab penjaga itu”


“Hahahah ya wis lah, aku ke sana saja bos, tak tunggunya di depan pagar hingga dia keluar dari rumahnya” jawab  Petro


Petugas jaga itu membuka pintu portal dan mempersilahkan mobil mereka masuk, selanjutnya Petro mengarahkan mobil menuju ke rumah Nabil atau Rochman yang letaknya ada di bagian paling belakang di cluster ini.


“Saya parkirkan di tempat biasanya saja ya pak, dan saya tunggu disini pak, karena saya butuh istirahat sejenak pak” kata Farid yang memang belum tidur dari semalaman


Saeful, Blewah, Novi, Dimas, dan pak Tembol ada di luar mobil sambil tetap memperhatikan rumah Nabil yang kosong, tetapi di ujung garasi ada mobil suv hitam yang semalam ada di depan vila putih.


“Itu mobil yang semalam diparkir di vila putih, saya ingat betul bentuk dan warnanya” kata pak Tembol


“Ini masih pagi menjelang siang, biasanya kurir itu datang pada jam segini, kita tunggu hingga kurir itu datang pak, dan nanti seperti sebelumnya saya yang akan antar paket itu ke rumah itu seperti kemarin pak” kata Novi


“Ayo mas Saeful, kita ke sana mas, kita jaga disana hingga kurirnya datang”


“Aku ndak mbok ajak ta Nov?” tanya Blewah


“Mas Blewah tunggu info dari Novi saja mas, karena tenaga mas Blewah dan mbak Mirah belum diperlukan untuk saat ini, apalagi itu mas Petro sudah ngorok mas heheheh”


Novi dan Saeful berjalan ke posisi tempat kemarin dia bertemu dengan kurir paket, tidak lama menunggu disana tiba-tiba terdengar suara motor dari arah gerbang komplek.


“Mas kayaknya itu suara motor paket deh mas, kita siap-siap seperti kemarin mas” ajak Novi


Ternyata benar perkiraan Novi, yang datang adalah kurir paket, ketika motor itu sudah dekat dengan tempat Novi dan Saeful menunggu akhirnya mereka berdua bisa menghadang kurir itu.


“Lho mbak yang kemarin, memangnya sampeyan ndak pulang mbak, dari kemarin ada disini terus mbak heheheh” sapa kurir itu


“Enak aja mas iki nek ngomong, masio aku gak adus aku sik wangi yo mas heheheh. ayo mas Novi saja yang antar paket itu mas, Novi kok merasa saudara Novi itu tidak ada di rumah itu mas”


Karena sudah kenal sebelumnya maka kurir itu tidak khawatir meminjamkan motor beserta kelengkapanya untuk digunakan Novi.


“Ini ya paketnya mbak, paket yang tiap hari sama dan dengan ukuran dan berat yang sama juga mbak.” kata Kurir itu memberikan paketnya kepada Novi


“Mas…gini ini pengirimnya kok ndak ditulis mas, cuma ada alamat penerima saja mas, biasanya kan nama pengirim ditulis, lha ini cuma ditulis kota pct saja mas” tanya Novi setelah melihat dan membolak balik paket yang ada di tangannya


“Waduh saya ndak tau itu mbak, karena biasanya ada pengirim yang tidak mau ditulis namanya, dan itu harus melalui kesepakatan yang saya tidak paham prosedurnya mbak” jelas kurir itu


Tapi untuk saat ini keadaanya berbeda dengan sebelum Novi ke sana, tidak ada yang keluar dari rumah Nabil, bahkan setelah beberapa kali  teriakan Novi pun tidak ada tanda-tanda yang keluar dari rumah itu.


Setelah menyerah, Novi pun kembali ke tempat kurir dan Saeful menunggu, karena yang ada di dalam rumah tidak keluar rumah juga meskipun Novi sudah mengancam akan melaporkan ke pihak pengiriman apabila tidak diambil oleh pemilik barang yang tertera namanya di paket.


“Orangnya gak keluar mas, eh gini saja, saya foto dulu paketnya ini, nanti akan Novi kirim ke om Novi yang ada di dalam sana, sebentar mas Novi ambil hp dulu mas”


Setelah mengambil gambar paket itu termasuk foto pengirim dan penerima , kemudian Novi mengembalikan paket itu kepada kurirnya untuk ditaruh di depan rumah Nabil. Setelah kurir itu pergi, Novi dan Saeful bergabung dengan mereka yang sedang menunggu informasi dari Novi.

__ADS_1


__ADS_2