MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 66 (RUANGAN BIRU)


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam lubang bawah tanah tepat ketika sinar putih yang mirip kabut itu akan menerpa mereka.


“Pak Han, tadi itu siapa pak?” tanya Ukik setelah dirasa keadaan sudah mulai aman di atas sana


“Saya tidak tau mas, tapi yang jelas kekuatan yang dia sebar itu luar biasa dan hanya dimiliki oleh ilmu-ilmu kuno, saya bahkan tidak bisa menerka berasal dari mana tadi itu” kata pak Han


“Bukanya tadi ada suara orang yang masuk ke sini pak” kata Tifano


“Memang mas, tetapi bisa jadi itu hanya pengalihan saja, karena setelah itu yang muncul adalah energi yang disebar ke seluruh pelosok vila, kayaknya energi itu digunakan untuk menyapu apapun yang ada disini” jawab pak Han lagi


“Dan suara orang yang membuka pintu pun tidak ada kan mas, yang ada malah hanya sinar putih mematikan itu kan” kata pak Han lagi


“Kalau gitu energi itu bisa jadi tidak jahat pak, karena tujuanya hanya untuk menyapu hal hal yang kotor” kata TIfano


“Saya tidak tau mas, yang pasti apabila tadi kita ada diatas, pasti akan terpapar, dan saya tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya, nah sekarang kita ada dimana dan apa yang harus kita lakukan mas?”


“Cari penghulu pak, nikahin Novi ama bang Ipul hihihihi” jawab Novi mulai kumat edane


“Ah kamu ini mbak Novi, disaat gini kita harus serius apa yang akan kita lakukan kemudian, nanti setelah dari sini, saya carikan tukang nikah buat kamu lah ihihihi” sahut pak Han sambil tersenyum


“Sepele pak, kita naik ke atas lagi saja lah pak hehehe, kan tinggal buka pintu yang diatas itu, kemudian kita sudah ada di dapur lagi pak hehehe” jawab Broni


“Ah iya sih mas, kenapaaaaa saya nggak kepikiran ya mas hihihi” jawab pak Han persis Kang Tisna ojek pengkolan


“Ayo wis ndang dibuka minumanya Li, eh ndang dibuka pintunya Li” kata Gilank


“Sebenarnya ini kita ada dimana Novi, kok saya merasakan adanya energi yang menarik di sekitar sini” kata mas Saeful atau lebih baik kita panggil dia bang Ipul tukang hap hap saja ya hihihi


“Kita ada di bunker rumah ini mas, dan di sini pasti ada pintu yang akan menuju ke berbagai lorong yang tidak akan ada akhirnya, seperti cinta kita yang tidak ada akhirnya mas” jawab Novi sambil mesam mesem dewe


“iya bener mas Saeful, saya juga merasakan ada nya getaran-getaran energi yang perlahan-lahan mulai muncul” jawab pak Han


“kalau getaran getaran cinta pasti miik Novi dan kang mas Saeful pak hihihi” kata Novi yang makin gila


“Ayo kita keluar dari sini rek, rasanya kok kita kembali ke masa-masa ndak enak rek” jawab Gilank


“Iya bener Lank, aku sudah malas berada di dalam bungker yang selalu gelap dan mengerikan ini” sahut Ukik


“Lhooo kan kalian bawa senter mas, ayo dinyalakan senter kalian dong” kata pak Han


Empat buah senter nyala dengan cahaya yang benar-benar terang, hanya senter yang dibawa pak Han secara pribadi saja yang dia tidak nyalakan.


“Eh lebih baik dua saja yang nyala mas, yang dua kalian simpan sebagai cadangan saja” kata pak Han lagi


Bungker ini sekarang terang benderang, tetapi mengerikan, karena keadaanya yang tidak seperti dulu, disana sini banyak lumut dan ada beberapa reruntuhan dinding lorong yang mereka temukan.

__ADS_1


“Bungker ini kok mengerikan ya rek, jauh berbeda dengan keadaan waktu kita ada disini rek” kata Dani yang membawa senter bersama Tifano


“Iya Dan, dan sekarang kesannya malah angker, padahal sebelumnya kita kan riwa riwi disini, bahkan tanpa penerangan sama sekali kan, kita jalan dalam keadaan gelap gelapan” tambah Broni


“Sekarang kita ke mana ini rek” tanya Wildan


“Coba tekan tiap dinding yang ada disini, siapa tau itu adalah pintu disini?” jawab Ukik


“Mas sebentar mas, Novi kok rasanya mendengar sesuatu mas, kayaknya ada yang menuntun kita untuk menuju ke sebuah ruangan mas” kata Novi sambil memiringkan kepalanya


“Kalau saya sama sekali tidak mendengar apapun, tetapi saya jelas merasa ada energi yang semakin besar di sekitar sini mas” kata pak Han


“Gimana kita teruskan atau kita kembali ke atas?” tanya pak Han


“lebih baik kita ke atas saja rek, aku ndak mau mati dua kali “ kata Gilank ketakutan


“Tenang mas Gilank, tidak akan ada yang mati lagi selama saya ada disini” kata pak Han memberikan keyakinan kepada Gilank


“Sekarang ayo kita cari pintu yang akan mengarahkan kita ke arah yang semakin ndak karuan heheheh” kata Tifano


“Saya yakin kalian sebagai pemilik rumah ini tidak akan kesasar mas, karena leluhur kalian pasti akan melindungi kalian, selama kalian ada di wilayah rumah ini” kata pak Han lagi


“Ini rek, di dinding sebelah sini kayaknya ada pintu, tapi aku lupa, apa betul ini adalah pintu yang menuju ke kamar biru rek” kata Ukik


“Hahaha gak bisa Kik, kamu selama ini kan cuma ada dilorong bersama pak Pho, sedangkan aku kan yang berlari kemanapun pintu yang terbuka, jadi pintu mana saja selalu berubah ketika kita masuk ke dalamnya” kata Ali


“Ssssttt, diam kalian rek, coba dengarkan ada suara yang berusaha mengarahkan kita” kata Dani


“Ada suara di kepalaku untuk tidak masuk ke pintu itu karena akan mengarah ke jebakan, kita disuruh keluar dari sini dan masuk melalui kamar madi saja rek” lanjut Dani


Hmm apakah yang ada di kepala Dani itu adalah pak Pho? Karena pak Pho kan selama ini selalu masuk ke dalam tubuh Dani, eh maksud penulis apakah yang mengirim perintah suara di kepala Dani itu pak Pho.


Ali membuka pintu bunker tempat tadi mereka masuk ke dalam bungker itu, kemudian sesuai dengan yang Dani dengar, mereka akan masuk ke kamar mandi yang hanya beberapa langkah dari dapur.


Setelah semua keluar dari lubang bungker tempat mereka melindungi diri dari energi yang menyerang tadi, kemudian mereka pindah ke kamar mandi, memang disana juga ada pintu yang waktu itu digunakan oleh Broni untuk menyelamatkan diri kalau ndak salah.


Ali menerangi lantai kamar mandi yang kotor karena sudah lama tidak ada yang pernah masuk ke kamar mandi itu.


Tif, Li tolong kasih cahaya di sekitar sini aku mau buka lantai ini” kata Broni berusaha mencongkel lantai yang sedikit berbeda dengan lantai lainya


 Ternyata lantai itu masih bisa dibuka oleh Broni setelah bertahun tahun tidak pernah dibuka oleh siapapun kecuali oleh mereka.


“Biar aku dulu yang masuk rek, yang lainya tunggu disini saja” kata Ali  yang masuk ke dalam ruangan terlebih dahulu untuk melihat dan check keadaan di bawah sana


Setelah beberapa lama Ali masuk, ternyata di dalam masih aman, Ali pun secepatnya memberikan tanda kepada yang ada diatas untuk segera mengikuti dia untuk masuk ke dalamnya.

__ADS_1


“Apakah aman kita masuk ke sana pak” tanya Saeful kepada Pak Han


“Coba kamu tanyakan kepada pemilik rumah ini saja mas Ipul, itu tanya saja kepada Novi mas hehehe” kata pak Han.


“Tenang saja kangmas Ipul, Novi beberapa kali pernah kesini kok” jawab Novi yang semakin membuat bingung Saeaful yang notabene tidak atau belum paham kalau mereka pernah tinggal disana pada jaman penjajahan heheh


“Ya sudah mbak Novi, meskipun saya bingung dengan jawaban mbak Novi yang bilang beberapa kali pernah ada disini. Pokoknya saya ikut sajalah, kebetulan saya suka dengan petualangan”


“Kalau petualangan cinta sama Novi gimana kang mas hihihihi” Novi semakin menjadi jadi gendengnya


“Kita semua sudah ada di dalam ruangan bawah tanah. Sekarang pak Han dan mas Saeful, coba rasakan, apakah ada energi yang terasa di sekitar sini” tanya Ukik


“Betul mas, sekarang saya bisa merasakan sebuah energi yang luar biasa disini, energi kuno yang ramah dan positive” kata pak Han


Sorot dua lampu senter sempat membuat ruangan ini terang benderang, kondisi ruangan ini memang berbeda dengan waktu mereka terakhir kesana. Tapi ada yang membuat mereka yakin adalah Dani.


Dani berkata seolah olah dia ada di dalam pengaruh pak Pho yang menuntun mereka ke dalam ruangan yang pernah mereka masuki sebelumnya,


“Dan, yang membisiki kamu itu pak Pho ta?” tanya Ukik


“Koyoke gitu kik, soale aku merasa pernah mendapat sinyal suara seperti ini sebelumnya, dan sinyal suara ini sangat familier sekali buat ku” jawad Dani


“Kalau gitu ikuti saja bisikan itu Dan, sekarang bisikan itu menyuruhmu ke mana Dan?” tanya Ali


“Sik sebentar Li, kita sekarang disuruh cari pintu yang ada di pojokan ruangan, tapi pojokanya itu ndak tau pojokan mana, kita harus cari sendiri rek” kata Dani yang seolah mendapat bisikan-bisikan tjinta, eh ghaib


“Eh rek, ini di pojokan sini ada dinding yang bisa didorong keliatanya rek, soale dinding ini beda dengan dinding yang lainya” kata Gilank


“Hmm kalian semua kok sepertinya ahli ya, kalian bisa tau mana yang bisa dikatakan sebuah pintu dan mana yang hanya dinding saja” kata pak Han yang masih memperhatikan anak-anak yang sedang sibuk dengan pencarian pintu.


“Coba kasih cahaya disini rek, kita coba yang tadi Gilank bilang itu rek, siapa tahu yang dibilang Gilank itu benar rek” kata Ukik


Ternyata benar apa yang dikatakan Gilank setelah dicoba untuk di dorong, pintu batu itu bisa terbuka.


“Kasih cahaya ke dalam sana rek, aku penasaran, apakah kita pernah ada disana sebelumnya heheh”


Cahaya senter menerangi bagian dalam ruangan yang barusan mereka buka pintunya.


“Eh maaf, apakah disini kalian tidak takut ada ular atau binatang berbahaya lainya?” tanya Saeful


“Tenang saja kangmas Saeful, di seluruh lorong ini tidak ada yang namanya hewan melata, bahkan setan pun tidak ada yang ada disini, mereka akan tersesat apabila kesini kangmas” kata Novi yang selalu ada di sisi Saeful


Cahaya senter mulai menerangi bagian dalam ruangan yang tadi mereka buka pintunya.


“Ini kan ruangan biru rek, kenapa bisa kita langsung masuk keruangna biru itu?” tanya Tifano keheranan

__ADS_1


“Hehehehe Haiyaaa, kalian ini bagaimana aaa, kan ai yang tuntun kalian semua masuk ke sini aaa!” kata Dani yang sekarang suaranya berubah menjadi suara orang Cina


“Oh haaaaii pak Pho , bagaimana kabarnya paaak!!!” teriak mereka semua sambil memeluk….DANI


__ADS_2