MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 231 (PENJEMPUTAN)


__ADS_3

“Coba kita masuk dulu di salah satu dari empat  ruangan yang ada disana” kata pak Han


“Tepatnya dimana posisi Suharto mbak  Novi?”


“Kata mbah Sarijemb ada disalah satu ruangan itu pak. mbah Sarijemb tidak bisa memprediksi dimananya, keren di sekitar sini menurut pandangan ghaib itu berkabut pekat”


“Jadi mbah Sarijemb hanya bisa merasakan energi milik Suharto saja” kata Novi


“Kalau begitu kita periksa pintu yang pertama dulu saja anak-anak. Biar saya yang masuk duluan, yang lainya siaga apabila ada sesuatu yang tiba-tiba menyerang” kata pak Han


Mereka berlima mendekati ruangan pintu pertama.


Pak Han menekan handle pintu kebawah, dan ternyata kamar itu tidak terkunci sama sekali.


“Pintu ini akan saya buka sekarang, kalian siap-siap saja apabila ada sesuatu”


“Sebentar pak Han…” kata Blewah tiba-tiba


“Biar saya saja yang buka pak, karena kata teman Mirah yang pernah kesini, di dalam sana cukup berbahaya… pak Han dan pak Bowo berjaga jaga saja”


Blewah maju menggantikan pak Han, pak Han kemudian mundur dan berdiri di sebelah pak Bowo….


Dengan perlahan lahan Blewah membuka pintu ruangan pertama….


“Kalian siap ya…..” kata Blewah


……KLEK….


Pintu itu terbuka…


Di dalam sangat gelap, tidak ada cahaya sama sekali, berbeda dengan ruang tamu ruangan ini yang bercahaya cukup terang.


“Bagaimana … apa saya nyalakan cahaya senter saja?” tanya pak Bowo


“Silahkan pak Bowo, karena di dalam ini keliatanya kosong, tidak ada energi apapun, tapi…. entahlah” kata pak Han


Pak Bowo menyalakan lampu senter kecil yang dia bawa di saku rompinya…


Cahaya yang berasal dari senter pak Bowo menerangi bagian dalam ruangan yang ada di depan mereka.


“Kosong dan mewah…. itu kesan pertama yang saya lihat” kata pak Bowo


“Sebenarnya tidak kosong pak… ada energi juga di dalam sana hanya saja energi itu tidak kentara karena tertutupi oleh semacam kabut” kata Novi


“Eh pak, lebih baik kita masuk dulu ke dalam kamar ini, dan kita teliti dulu pak, siapa tau kita menemukan sebuah petunjuk” kata Saeful


Pak Bowo masuk ke dalam dan kembali menerangi ruangan itu….


“Kamar ini lebih mirip dengan kamar hotel berbintang  mas Saeful, tetapi tidak ada sesuatu yang istimewa di dalamnya”


“Hanya perabotan standar hotel berbintang saja yang ada disini mas… tidak ada tempat untuk sembunyi atau tempat untuk menyembunyikan sesuatu” kata pak Bowo


Pak Bowo dan pak Han masih terus meneliti apabila ada sesuatu yang mencurigakan di dalam sana, sambil pak Bowo menyinari tiap sentimeter ruangan itu.

__ADS_1


“Pak Bowo, bagian kamar mandi itu kok rasanya ada energi yang mengusik saya pak” kata pak Han kepada pak Bowo


“Ayo kita masuki saja pak Han, saya penasaran dengan keadaan secara keseluruhan ruangan ini. Kenapa dibuat ruangan mewah seperti ini di dalam tanah”


Ketika nyala cahaya senter itu akan menerangi bagian dalam kamar mandi, pak Han tiba-tiba pak Han menarik pak Bowo agar mundur dan tidak menyinari ruangan itu.


“Kenapa pak Han, apa ada sesuatu di dalam sana?” tanya pak Bowo


“Ada pak, ada demit yang sedang melihat sampeyan dengan marah, kelihatannya dia itu penghuni sini yang melarikan diri dari Rochman”


“Biar saya ajak dia bicara dulu saja pak Bowo, siapa tau dia akan memberikan kita sebuah petunjuk”


Pak Han masuk ke dalam kamar mandi yang tadi sempat dia bilang ada demit yang cukup berbahaya di dalamnya.


Sudah lima menit pak Han ada di dalam kamar mandi, hingga tidak lama kemudian dia keluar dari dalam  kamar mandi.


“Dia hanya demit yang berhasil kabur dari kamar 6+ dan sekarang bersembunyi disini, dia tidak berbahaya apabila kita tidak berbuat jahat kepadanya”


“Kata dia di kamar ketiga… di kamar ketiga ada yang masuk dan sampai sekarang belum keluar”


“Apa dia  tidak mau lihat apa yang ada di kamar ketiga ini pak” tanya pak Bowo yang mulai mempercayai adanya hal ghaib


“Tidak berani pak Bowo,... jangankan dia , mbok Ju saja tidak berani jalan-jalan di sekitar hotel ini kok eheheheh”


“Ayo kita langsung saja ke kamar ketiga….”


“Tunggu pak… ada yang datang kesini!” bisik Novi yang masih ada di luar kamar


Keadaan menjadi tegang…. mereka tidak tau harus kemana untuk menghindari sesuatu yang akan datang ini.


Dengan terpaksa mereka berlima masuk ke dalam kamar gelap dengan standar hotel berbintang itu.


Perlahan-lahan pal Han menutup pintu agar tidak terdengar oleh siapapun yang akan masuk kesini.


“Ternyata di bagian dalam ini ada kuncinya anak-anak… bagaimana, apakah kita kunci atau tidak?” tanya pak Han


“Jangan dikunci pak, malah membuat mereka semakin curiga  dengan keberadaan kita pak” kata Saeful


“Pak, kata demit yang ada di kamar mandi, kita disuruh sembunyi disana saja” kata Novi tiba-tiba


“Apakah aman disana nak?” tanya pak Tembol


“Kata mbah Sari aman pak, karena demit itu akan membantu kita menutupi tubuh kita dengan sesuatu yang dia miliki”


“Begini saja dan jangan membantah anak-anak, kalian  bertiga masuk ke kamar mandi. Saya dan pak Bowo tetap berusaha sembunyi  di sekitar sini”


“Saya penasaran dengan yang akan datang kesini nak”


Akhirnya pak Han dan pak Bowo tidak ikut bersama ketiga anak-anak itu di dalam kamar mandi, pak Han ada di balik pintu sedangkan pak Bowo sembunyi di balik lemari pakaian berukuran besar yang menempel di dinding kamar.


Sekitar lima menit berlalu tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dari suara langkah kaki ada dua orang yang masuk ke dalam ruang tamu.


Dari suara langkahnya… yang paling depan menggunakan sepatu pantofel, sedangkan yang belakangnya menggunakan alas kaki berbahan karet.

__ADS_1


Kedua orang itu melewati pintu pertama, dimana disana ada lima orang yang sedang sembunyi.


Kedua orang itu terus berjalan melewati kamar kedua, dan dari suaranya mereka berhenti di kamar ketiga.


Dari suaranya salah satu dari mereka memasukan anak kunci ke lubang kuncinya, setelah itu mereka berdua berjalan lagi masuk ke dalam…


Karena kamar hotel ini keliatnya kedap suara, sehingga pak Han dan pak Bowo tidak bisa mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


Hanya berkisar sekitar lima menit saja, kemudian terdengar suara daun pintu terbuka, setelah itu terdengar suara langkah kaki yang berjalan  kembali.


Langkah kaki yang berjalan menuju ke arah keluar, tetapi tiba-tiba langkah kaki itu berhenti di depan pintu kamar pertama, dimana ada pak Han dan pak Bowo yang sembunyi tidak jauh dari sana.


….Jklek…..


Pintu kamar pertama terbuka lebar…


*****


“Tidak ada siapapun disana Dollah, kamu ini terlalu curiga dengan yang ada disini!” kata suara salah satu orang yang ada di depan pintu


“Iya saya tau ndak ada siapapun disini, tapi apa salahnya saya check keadaan kamar ini”


“Kita harus waspada, karena satu jam lagi bos akan datang” kata yang dipanggil Dolah kemudian menutup pintu kamar.


“Dan jangan sampai tawanan kita yang ada di kamar itu berontak seperti tadi. kayaknya dia ketakutan hahaha” kata suara yang makin lama menjauh dan kemudian membuka pintu ruangan…


*****


Setelah keadaan dirasa aman dan tidak membahayakan, pak Han memanggil mereka yang ada di dalam kamar mandi.


“Bagaimana pak, siapa tadi yang datang kesini?” taya Novi


“Di Dollah dan kawannya mbak Nov, tapi ada yang janggal dari pembicaraan mereka berdua” kata pak Han


“Dollah bilang kalau tawanan mereka yang ada di ruangan tiga itu sempat berontak!....”


“Apakah Suharto dan Ginten yang berontak.. atau gimana. Takutnya yang ada disana itu bukan Suharto mbak”


“Masak sih Suharto atau GInten yang kepingin bertemu dengan Rochman harus berontak segala” kata pak Han


“Ada baiknya sebagian dari kita ke sana, dan sebagian tetap disini untuk berjaga-jaga mbak” kata pak Han


“Biar saya saja dan mas Blewah yang kesana pak Han…” kata pak Bowo menawarkan dirinya


Akhirnya diputuskan pak Bowo yang akan masuk ke dalam kamar ketiga itu.


Kenapa kok tidak pak Han saja dan Blewah yang kesana?


Semata-mata karena pak owo.. eh  Bowo itu adalah polisi, jadi sepatutnya Polisi yang menyergap heheheh.


*****


“Mas Blewah tau apa yang harus dilakukan?” tanya pak Bowo

__ADS_1


“Heheheh jelas tidak tahu pak, pokoknya buka pintu masuk dan ajak dia bicara. kalau perlu tembak atau borgol tangan dia seperti di film-filme gitu lho pak hehehehe”


__ADS_2