MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 148 (TEMUI DIMAS LAGI)


__ADS_3

Nabil semakin marah dia kemudian memulai untuk menghancurkan vila putih, dimana vila putih itu adalah rumah dari Dimas, Nabi mulai merapalkan sesuatu yang tidak begitu jelas di mulutnya. Darah dan Nanah semakin banyak yang keluar dari dalam tubuh Nabil.


sementara itu Gilank tetap dalam keadaan tidak sadar di sampling tubuh Nabil yang semakin mengerikan, semakin menampakan wajah iblisnya.


Kaswadi tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya diam sambil menyaksikan Nabil atau Totok atau Rochman yang sedang merapalakan sesuatu untuk menghancurkan vila.


tetapi apa yang terjadi dengan Dimas, ternyata DImas melayang kembali ke arah Nabil yang sedang merapalkan sesuatu.


“Langkahi dulu aku untuk bisa menghancurkan vila ini Rochman, dari dulu hingga sekarang kamu ini tidak pernah belajar untuk menjadi pintar


*****


“Mbak Novi sudah harus siap untuk melemparkan batu itu tepat ke arah kepala anak Nabil saja mbak, karena saat ini Nabil sedang berhadapan dengan Dimas, dan jangan lupa tepat ke arah kepalanya mbak” kata pak Handoko memberikan instruksi


Sementara itu mbok Ju belum juga datang mencari keberadaan Kurni yang tadi melarikan diri dari Nabil, tapi hal itu tidak menyurutkan pak Handoko untuk melakukan sesuatu kepada anak Nabil yang tertawa bangga ketika melihat bapaknya berubah menjadi mengerikan.


Novi mulai mencari posisi yang tepat untuk melemparkan batu ke arah kepala anak Nabil, setelah mencoba berbagai sudut, akhirnya Novi berhasil menemukan sebuah sudut yang sedikit perlu keahlian untuk mengenai kepala anak Nabil.


“Saya sudah siap pak, dan kebetulan di sudut ini yang paling baik diantara yang susah pak” kata Novi


“Siap-siap mbak Novi, sebentar lagi ketika Nabil sudah semakin berubah menjadi lebih mengerikan dan siap menghancurkan vila putih” kata pak Handoko


“Ok mbak Novi… siap…siaaaaap…..SEKARANG LEMPAR” bisik pak Han dengan sedikit keras


*****


“Baju kalian sudah saya masukan ke dalam mobil sedang yang ad di belakang nak, karena hanya disana yang paling cocok menurut saya, nah sekarang kalian bisa pergi dari sini dengan santai nak” kata pak Tembol yang berjalan mendahului mereka menuju ke vila putih


Ketiga orang ini mengendap endap ke arah vila putih, mereka bertiga melewati mayat Supardi yang makin mengerikan dengan keadaan yang makin hancur compang camping karena terkena dahan dan duri tajam, tapi benar juga mayat Supardi tidak bisa mengendus bau kedua anak yang barusan lewat itu.


mayat itu tetap jalan dengan tertatih tatih karena sebagian kakinya sudah hancur menuju ke mobil sedan tempat pak Tembol menaruh pakaian Tifano dan Ali


Akhirnya mereka bertiga sampai juga di seberang pintu masuk vila putih, mereka sengaja bersembunyi di sana agar tidak terlalu mencolok untuk tiga orang yang ada di dalam halaman vila, dan satu orang yang terbaring di sana juga.


“KIta tunggu disini saja anak-anak, dan nak Nang jangan kesana dulu , keliatanya ada yang sedang marah dan teriak teriak disana nak”


“kemungkinan besar itu Nabil pak, mungkin dia sedang melakukan sesuatu dengan vila itu pak, karena yang ada disana itu cahaya yang mirip pasar malam pak, apakah kita tidak perlu melakukan sesuatu pak?” tanya Ali


“Tidak usah nak Ali, kita tunggu saja apabila ada serangan dari pihak pak Han, baru kita gerak menuju kesana dengan berbagai cara yang kita bisa nak?”


“Jadi kalian bertiga harus siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi nak, kita harus siap untuk melindungi vila in dari mereka yang berusaha menghancurkan ya nak” kata pak Tembol


*****


Keadaan di vila putih saat ini terang benderang, mirip seperti pasar malam, hal ini mungkin karena energi yang sedang dikumpulkan dan akan disalurkan Nabil untuk menghancurkan vila putih


Mereka tetap ada di jurang depan vila hingga terdengar suara ….BOUUUGH….sangat keras dan kemudian diikuti dengan suara tubuh yang jatuh tergeletak.


Mendadak suasana di dalam vila menjadi gelap gulita ketika terdengar suara bunyi sesuatu yang mengenai benda yang tidk terlalu keras dan kemudian ada suara tubuh seseorang yang jatuh.

__ADS_1


“AARRGGHHH…. anakku Arafiiiaqqq..” teriak Nabil dengan suara yang sangat keras


“Waaaahhhh apa ini yang menempel di pakaian ku aaaaah” teriak Kaswadi setelah pakaian dan sebagian tubuhnya terkena  sesuatu yang berasal dari kepala anak Nabil yang pecah itu


“AAARRGGHHH…. susah payah kamu kubuat bangun dengan ratusan jantung manusia dan darah segar, tetapi kenapa sekarang kamu hancur dan mati lagi AARRGGGHH ULAH SIAPA INIIIII!!!” teriak Nabil dengan marah


Kaswadi yang sedari tadi ketakutan tiba-tiba dia mundur dari lokasi vila dan kemudian dia lari menuju ke arah mobilnya yang diparkir di belakang mobil yang berjenis suv.


Kaswadi menyalakan mesin mobil kemudian dia memutar mobil dan pergi dari area vila putih.


*****


“Hehehe ternyata itu mobil milik Kaswadi, dan di jok depan bagian supir sudah saya taruh dengan rapi satu potong pakaian milik kalian, dan satunya lagi saya slempitin di bawah jok mobilnya nak”


“Saya yakin dia akan memakai pakaian itu sebentar lagi, karena tadi dia sempat teriak kalau pakaian nya terkena isi kepala anak Nabil yang kepalanya pecah”


“Saya yakin yang membuat pecah itu adalah nak Novi, dan sekaranglah saatnya kita bertindak nak” seru pak Tembol


“Sebentar pak, itu mobil yang dikendari Kaswadi berhenti pak, sebentar akan saya lihat kesana pak” kata Sinank nang


Ketika SInank nang menuju ke mobil yang dikendarai Kaswadi, mendadak dari arah atas mayat Supardi yang berjalan pelan sekali melewati tempat persembunyian pak Tembol, Ali, dan Tifano mayat itu melewati mereka bertiga dan menuju ke arah mobil yang dikendarai oleh Kaswadi


“Hehehe mayat Supardi mengejar mobil Kaswadi nak sebentar lagi mayat itu akan melanglang buana mencari mobil Kaswadi” kata pak Tembol


“Kaswadi mengganti pakaian pak, dia sekarang menggunakan pakaian salah satu dari kalian, untung ukuran tubuh kalian tidak berbeda jauh dengan tubuh Kaswadi” kata Nang setelah dari tempat Kaswadi memberhentikan mobilnya


*****


“Dia sekarang pasti akan mencari kita anak-anak, ada baiknya kita mundur dari sini karena kemungkinan besar dia akan melakukan sesuatu untuk mencari pembunuh anaknya” kata pak Han memperingati Novi, Wildan, dan Saiful


“Tapi kita tidak bisa mundur begitu saja pak, karena mas Gilank masih ada disana pak” kata Saeful


“Atau begini saja, saya ada disini bersama salah satu dari kalian, dan sisanya mundur. Mundur dalam artian berpencar agar apabila salah satu terjadi sesuatu, yang lainya masih bisa menyelamatkan diri atau menolong yang lainya” usul pak Han


“Begini saja pak Han, Novi dan mas Saeful di sini, pak Han dan mas Wildan ke arah lain saja ,dan apabila ada kesempatan, kalian bisa selamatkan Gilank pak” kata Novi


Akhirnya pak Han dan Wildan memisahkan diri dari Novi, mereka berdua menuju ke sisi jurang yang ada di seberang pintu gerbang vila, dimana disana ada teamnya pak Tembol yang sedang menunggu apabila terjadi sesuatu.


“Mbak Novi, saya merasakan adanya peningkatan energi yang ada disini mbak, kemungkinan itu adalah Nabil yang tidak terima karena anaknya sudah tergeletak disana itu mbak” kata Saeful


*****


Apa yang dirasakan Saeful itu memang benar karena saat ini Nabil sedang mengerahkan energinya untuk memanggil demit yang ada disekitar sana untuk melakukan pencarian yang memecahkan kepala anaknya, tapi apa yang dilakukan Nabil ini ditentang oleh Dimas


“Rochman hentikan! buat apa kamu cari yang telah memecahkan kepala panakmu, bukanya anakmu itu memang sudah mati, hanya saja karena kamu iblis yang suka bersekutu dengan iblis yang lebih kuat sehingga anakmu kamu bangkitkan lagi” kata Dimas yang sudah ada di dekat Nabil atau Rohman atau Totok


“AAARRGHH JANGAN IKUT CAMPUR URUSANKU DIMAAAAS” Teriak Nabil yang teus menggunakan energi hitamnya  untuk mendatangkan demit-demit yang ada di sekitar sana untuk melakukan pencarian


“Hahahaha kamu tidak akan bisa Man, ini daerah kekuasaanku demit disini aku yang mengaturnya, kamu tidak akan bisa atur demit yang ada disini. Sana pergi dari vila ini sebelum kamu kehabisan tenaga!” kata Dimas dengan santainya

__ADS_1


Dimas melihat ke arah Gilank yang tidak sadarkan diri, kemudian DImas merasuki Gilank lagi. Gilank terbangun setelah dirasuki oleh Dimas, kemudian dengan tidak terduga Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank mendekati Rochman atau Nabi


…Bouggh satu pukulan keras di rahang Nabil yang menyebabkan Nabil sempoyongan dan akhirnya terjatuh di sebelah anaknya yang sudah pecah kepalanya.


*****


“Sssstt pak Han…Ssstt pak Handokoooo” teriak dengan berbisik Ali kepada pak Handoko yang ada sekitar tiga meter dari posisi tempat  team pak Tembol sedang sembunyi


Pak Handoko menoleh ke arah suara yang memangngilnya, sedetik kemudian dia dan Wildan bergabung dengan pak Tembol dan dua anak yang sekarang berlumuran lumpur


“Anc****k Tif Li! kamu habis ngapain c*k hihihihi” tanya WIldan setelah ad di sebelah mereka


“Nanti ae ceritanya nak Wildan, karena apa yang kita alami tadi menakutkan juga. Sekarang kita fokus saja pada nak Gilank yang barusan memukul jatuh Nabil


“Saya kira itu bukan mas Gilank pak Tembol, itu Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank, dia berusaha melawan Nabil yang terus menerus menebarkan energinya untuk mencari mbak Novi yang sudah memecahkan kepala anak Nabil, nah yang aneh itu si Kaswadi, tadi dia lari , tapi ndak tau kemana larinya pak” kata pak Handoko


“Kaswadi sudah pergi naik mobilnya pak, tapi tenang saja pak, dia tidak akan tenang, karena dia sekarang sedang dikejar oleh mayat Supardi, tapi untuk cerita yang detail nanti saja pak, karena sepertinya kita harus menolong siapapun itu yang sedang melawan Nabil” kata pak Tembol


“Bearti DImas saat ini melawan Nabil atau Rochman yang mengajaknya kerjasama untuk mencari air kehidupan itu kah pak Han” tanya Ali


“Iya betul mas,dan dia marah besar karena anaknya dilempar batu oleh mbak Novi,  kala tidak gitu dia pasti sudah melakukan sesuatu dengan vila itu mas” jelas pak Han


*****


Nabil memang Iblis, tetapi dia bisa berubah menjadi makhluk kasat mata bahkan bisa menjadi manusia sesuai dengan bentuk tubuh dia sewaktu dia hidup, sehingga Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank pun beberapa kali melakukan pukulan telak ke arah Nabil


“Pergi dari sini kamu Rochman, dari dulu hingga sekarang kamu itu bukan tandinganku, aku tau dari dulu itu kamu ingin  membunuhku dan menguasai sendiri darah wangi, aku tau kamu sebenarnya tidak kerja sendirian, kamu adalah pengkhianat yang memata-mataiku!” kata Dimas melalui raga Gilank


“Kamu kira aku tidak tau kamu kerja dengan siapa? hahahah kamu kira dengan dulu kamu baik-baik dengan anak-anak sutopo itu kamu bisa kalahkan aku? hingga kamu menyerah dan mati karena kebodohan sendiri” kata Dimas


“Kamu kira apa yang dijanjikan Mak Nyat Mani kepadamu itu ditepati oleh dia, dan apakah waktu kamu mati kamu juga ditolong oleh dia? heheheh ndak Man kamu itu kroco dan selamanya menjadi kroco”


“Sekarang pergilah dari sini, dan jangan coba-coba untuk kembali ke sini lagi, dan bawa itu anakmu yang sudah hancur aku tidak mau ada kotoran dari bangsamu yang ada di vila ini. Vila ini bukan milikku, tapi aku bangga bisa ada disini. Paham kamu  Rochman!” kata Dimas yang masih di dalam tubuh Gilank


Dengan aneh Rochman merubah tubuh anaknya yang sudah mati itu menjadi cairan, kemudian dia menghisap cairan itu hingga habis tidak ada sisanya , kemudian dia yang suda berubah menjadi normal  berjalan gontai keluar vila putih menuju ke arah mobilnya yang terparkir di antara rumah Supardi dan Vila putih


Tidak lama kemudian mesin mobil itu nyala, Nabil pergi dari vila putih dengan dendam yang membara. Nabil atau Rochman kembali pulang ke rumahnya dengan memendam rasa malu.


*****


“Kalian yang sembunyi di semak-semak ayo keluar sini, saya tau disana ada kalian yang tadi melempar anak Rochman hingga mati” suara keras Gilank yang tegas tidak seperti suara Gilank yang nyeleneh membuat Novi dan Saeful kaget.


“Ayooo keluarlah jangan takut, saya bukan Dijk Mars yang kalian kenal dulu anak-anak” kata Dimas lagi dengan suara yang lebih keras


“Ayoo keluarlah, karena kita harus bicarakan lagi untuk melindungi vila ini karena Rochman tidak semudah itu menyerah, dia akan hubungi bos besarnya untuk meminta bantuan yang lebih hebat lagi” kata Dimas yang ada di tubuh Gilank


Novi dan Saeful akhirnya berdiri dari tempat persembunyianya, mereka berjalan pelan pelan ke arah Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank,  Novi dan Saeful sekarang berhadap hadapan dengan Dimas di halaman vila.


“Kalian jangan takut dengan saya, saya tidak akan menyakiti kalian, yang dulu itu sudah selesai, saya tidak akan mengulangi apa yang saya lakukan itu, saya sudah nyaman ada di kamar depan itu. bukanya kalian sudah bertemu dengan saya di kamar depan kan” kata Dimas

__ADS_1


Novi dan Saeful tidak menjawab perkataan Dimas, karena mereka berdua tidak tau apa yang harus dikatakan.


__ADS_2