MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 248 (MULAI ADA PERBEDAAN)


__ADS_3

Petugas keamanan komplek itu mengendarai motor, sedangkan mereka yang lainya masuk dengan menggunakan mobil pak Bowo.


“Tadi saya sudah bicara dengan komandan keamanan disini pak, dan mereka akan membantu pak Tembol dan mas Dogel apabila akan melakukan pengamatan”


“Tetapi nanti saya tetap akan menaruh satu anggota saya disini, untuk berjaga-jaga apabila ada sesuatu yang berbahaya” kata pak Bowo


setelah sampai di depan rumah Nabil mereka berhenti, dan mereka turun dari mobil untuk pengamatan singkat, selain itu pak Bow juga ingin bicara dengan komandan keamanan tentang kegiatan mereka disana nantinya.


Pak Tembol, Novi, dan Dogel berkeliling di depan pagar rumah Nabil, sementar itu pak Bowo sedang berkoordinasi dengan komandan keamanan.


“Bagaimana pak Tembol, apakah sudah cukup untuk pengamatan singkat?” tanya pak Bowo


“Eh pak Tembol…. ada yang berubah disini” kata Novi


“Eh kekuatan negatif rumah ini sekarang sudah tidak sekuat sebelumnya waktu Novi dan yang lainya kesini”


“Iya mbak Novi, saya juga merasakan yang sama” sahut Dogel


“Ya sudah anak-anak, saya kira memang karena Rochman sudah tidak mendapatkan energi dan makanan dalam beberapa hari ini” kata pak Tembol


“Saya rasa cukup pak Bowo, anak-anak ini sudah mulai merasakan adanya perubahan di rumah ini, dan saya rasa nanti malam kita akan ada disini dan mencoba untuk masuk” kata pak Tembol


“Jangan pak, jangan masuk dulu, karena kita belum punya surat penggeledahan. Yang bisa pak Tembol lakukan adalah tetap siaga disini dan melapor apabila ada sesuatu yang mencurigakan” jawab pak Bowo


“Akan tetapi apabila kalian lakukan sesuatu terhadap Rochman di luar rumah dia, maka akan saya perbolehkan dengan izin dari anggota saya yang akan saya datangkan untuk backup disini” lanjut pak Bowo


Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke vila putih untuk menurunkan Novi sebelum mereka menuju ke hotel Waji untuk melakukan hal berikutnya.


“Mbak Novi… apakah disana juga perlu ada pengamanan dari kepolisian?”  tanya pak Bowo


“Waduh.. mungkin pak Tembol atau pak Bowo bisa hubungi Dimas yang ada disana saja. Karena Novi kan tidak tahu bagaimana keadaan disana”


“Biar saya hubungi Dimas dulu saja” kata pak Tembol yang kemudian menggunakan telepon seluler milik Dogel untuk menghubungi Tifano yang ada di vila putih

__ADS_1


Setelah percakapan yang singkat, akhirnya diputuskan untuk sementara ini tidak ada penjagaan dulu di sekitar vila putih…


Dengan tujuan agar Rochman datang kesana dengan leluasa setelah Hotel dan rumahnya mereka obok-obok.


“Jadi begitu ya rencana Dimas disana pak Tembol?” tanya Novi


“Ya sudah pak, Novi tidak masalah kok, yang penting Rochman akan datang ke vila dan kita kurung di ruang bawah tanah, Nanti Novi akan koordinasi dengan pak Pho tentang mengurung Rochman itu”


Matahari sudah panas menyengat, sementara itu yang ada di dalam mobil pak Bowo masih tegang dengan mata mereka yang merah dan berair akibat semalaman mereka tidak tidur sama sekali.


Vila putih sudah dekat ketika mobil pak Bowo mulai merayap di jalur menanjak yang menuju ke vila putih dengan arahan pak Tembol


“Hmm jalur menuju ke vila ini cukup curam ya pak Tembol, dan juga sepi….”


“Yah begini ini pak, tapi teman kami yang ada di vila bisa mengamati jalan ini dari sana, jadi kita akan tau siapa saja yang akan datang ke vila putih”


Akhirnya mereka sampai juga ke vila putih, mobil pak Bowo diparkirkan di tanah kosong seperti biasanya, dan mereka masuk ke dalam vila melewati jalur lubang yang ada di pagar vila.


“Iya saya Bowo.. eh maaf pak Dimas ini apakah memang begini, eh gimbal bau dan tidak pernah mandi?” tanya pak Bowo tanpa sungkan-sungkan


“Hehehe, Tubuh itu bukan Dimas pak, Dimas itu arwah yang meminjam tubuh teman kami yang namanya Gilank, dia masuk ke dalam tubuh teman kami karena teman kami terserang eh…. Rochman dan pengawalnya” jelas pak Tembol


Setelah melakukan koordinasi secukupnya, pak Bowo, pak Tembol dan Dogel pun melanjutkan perjalanan menuju ke hotel Asri atau Waji.


*****


“Bagaimana keadaan Ginten pak Han?” tanya pak Tembol setelah mereka sampai di hotel Asri yang sekarang rasanya sangat sepi


“Saya rasa dia belum bisa keluar dari sana, dan Rochman pun kelihatannya belum datang kesini sama sekali” jawab pak Han


“Lalu bagaimana dengan Marwoto pak, apakah dia masih bersama Rochman atau sudah hilang  entah kemana?” tanya pak Han


“Nah itu yang sampai detik ini saya tidak tau pak, karena setelah dia menyerang Rochman, kita tinggal dia untuk menuju ke rumah abah Fuad” jawab pak Tembol

__ADS_1


“Ya sudahlah, sekarang apa rencana kalian?” tanya pak Han


“Nanti malam saya dan Dogel akan ke rumah Nabil pak, sementara itu nak Ali dan mbok Ju ada di rumah abah Fuad untuk membantu mereka apabila ada sesuatu yang terjadi dengan Suharto” jawab pak Tembol


“Nanti kami akan dibantu oleh anggota dari pak Bowo untuk di rumah Nabil atau Rochman…”


“Oh iya pak Han… asal bapak tau, keadaan di rumah Nabil sekarang sudah terasa berbeda, hawa magis dan negatif disana kok rasanya agak berbeda” kata pak Tembol


“Maksudnya berbeda itu bagaimana pak Tembol?”


“Jadi rasanya kayak sudah berkurang pak, jadi sudah tidak seseram waktu kita kesana dulu itu” jawab pak Tembol


“Eh bapak-bapak, saya mohon ijin untuk kembali ke  kamar saya untuk istirahat dan kemudian berkoordinasi dengan anggota saya untuk kegiatan kita malam ini” kata pak Bowo


“Oh silahkan pak Bowo, saya setelah ini juga akan coba untuk bisa tidur, biar pak Han saja yang jaga disini” jawab pak Tembol


“Memangnya pak Han tidak butuh istirahat?” tanya pak Bowo


“Hehehe ternyata pak Bowo ini belum tau ya pak…pak Han ini bukan manusia seperti kita pak, beliau ini juga sebenarnya mahluk tak kasat mata yang sudah mempunyai keahlian menjelma menjadi manusia”


“Sehingga dia tidak perlu tidur untuk bisa istirahat hehehe” jawab pak Tembol


Semua sudah akan berjalan sesuai dengan apa yang didiskusikan dengan pak Bowo, sekarang mereka harus melakukan sesuatu secara sistematis dan penuh perhitungan.


Di Semua tempat sudah terdapat orang-orang yang akan mengawasi dan siap melakukan sesuatu bila diperlukan. Bahkan anggota pak Bowo pun akan siap membantu apabila memang diperlukan.


Tinggal eksekusinya saja nanti malam saja….


Apalagi ditambah dengan keadaan rumah Nabil yang sudah nampak berbeda energinya.


Apakah perbedaan energi rumah Nabil atau Rochman itu akibat dari ulah Ngot dan Indah…. atau memang karena Nabil atau Rochman yang energinya semakin melemah?


Tetapi ada yang kurang…. dimana Marwoto dan Rochman saat ini?

__ADS_1


__ADS_2