MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 258 (TERNYATA HANYA KABUT)


__ADS_3

“Saya yang akan turun duluan, kalian tunggu aba-aba dari saya” kata pak Nyoto yang kemudian menuruni tangga dengan senter berada di mulutnya


Senter itu hanya senter kecil, tetapi cahayanya lumayan terang, karena kedua tangan nya memegang tangga, maka senter kecil itu dia gigit.


perlahan-lahan pak Nyoto menuruni tangga, ketika dia ada beberapa sentimeter dari cairan kuning, dia berhenti sejenak, kemudian dengan tangan kirinya dia sentuh cairan yang nggilani itu.


“Hmmm ini aman. hanya warnanya saja yang nggilani, tidak berbau dan tidak bisa disentuh!”


“Ini hanya semacam asap atau kabut yang  menggenangi kolam renang ini” kata pak Nyoto


“Jadi kalian berdua ayo turun segera dan cari apa yang kalian maksud dengan jiwa itu” kata pak Nyoto lagi


“Sebentar… saya mau coba turun dulu” kata abah Fuad tiba-tiba


“Bah… bukanya berbahaya” kata Ngot


“Saya kan beda dengan  kamu dan Indah mas”


“Kamu kan arwah, sedangkan saya kan masih punya raga, saya ini seperti sedang bermimpi,... uuh gimana ya..susah untuk dijelaskan, pokoknya kita bedalah” kata abah Fuad kemudian turun ke dalam kolam renang


Ketika sudah dekat dengan permukaan kabut kuning, tangan abah Fuad menyentuh kabut atau asap atau apalah itu… dan ternyata tidak terjadi apa-apa dengan tangan abah Fuad.


“Nah ternyata aman juga kan, jadi saya dan mas Ali bisa masuk juga ke sana”


“Ayo cepat kita masuk bersama sama” ajak abah Fuad kegirangan


“Bah.. lalu yang jaga disini siapa, kita kan tidak tau dimana posisi Rochman saat ini, karena dia kan sekarang sedang bersama dengan Marwoto”


“Saya yakin mereka berdua sekarang ada di rumah saya, tetapi mereka tidak akan bisa masuk ke sana, selain ada Eko dan  Juriah, di rumah saya sekarang sudah berubah menjadi hutan yang sangat gelap”


“Rumah itu daerah kekuasaan saya, sehingga saya bisa membuat blokade yang maksimal di sana” tambah abah Fuad


“Mereka akan kesulitan untuk bisa menembus hutan itu, dan Eko sudah siap apabila mereka bisa menembusnya” kata abah Fuad

__ADS_1


Akhirnya kami berlima turun ke kolam renang yang ternyata hanya berisi semacam kabut atau asap yang apabila dilihat dari permukaan atas kolam seperti cairan lendir yang nggilani.


Pak Nyoto duluan turun, kemudian diikuti  Dogel dan pak Tembol, setelah itu abah Fuad dan Ali.


“Uuuggh bau sekali asap ini… baunya mirip dengan karet ban mobil yang dibakar!” kata pak Nyoto yang sekarang ada di tengah menuju ke dasar kolam


“Benar pak Nyoto, sangit nya persis bau ban mobil yang dibakar…” sahut pak Tembol


Mereka turun terus hingga mencapai dasar kolam…


“Saya sudah di dasar, ternyata disini aman, tidak ada bau sama sekali “


*****


“Kita sekarang ada di dasar kolam renang.. disini tidak bau tetapi masih banyak kabut atau asap, sehingga penglihatan kita terhalang, saya  sendiri hanya bisa melihat paling jauh hanya dua meter saja” kata pak Nyoto


“Tapi aneh juga ya.. asap atau kabut ini kayak bercahaya gitu, sehingga keadaan disini tidak terlalu gelap” kata pak Nyoto.


“Sama pak..” jawab pak Tembol


“Abah Fuad dan nak Ali apakah bisa melihat dengan bebas?” tanya pak Tembol


“Saya masih bisa sekitar lima meterlah” jawab abah Fuad


“Ya sudah…sekarang abah Fuad di depan, nak Ali di bagian belakang. pak Nyoto di belakang saya saja, karena saya ada di belakang abah Fuad” kata pak Tembol


“Bah… apa yang abah lihat tolong katakan kepada kami agar kami bisa menganalisa apa yang ada di depan kita” kata pak Tembol


“Nah ini juga yang tadi mau saya katakan hihihi…asal kalian tau di dasar kolam renang ini kosong, tidak ada apa-apa, tetapi di ujung sana ada semacam pintu yang terbuka, kita menuju kesana saja”


“Pak Nyoto.. didepan sana ada sebuah pintu, kita kesana, karena di dasar kolam ini tidak ada apa-apanya, bagaimana pak?” kata pak Tembol sebagai juru bicara abah Fuad


“Maju terus pantang mundur!...pancasila… pancasila…. pancasila….” kata pak Nyoto dengan bersemangat

__ADS_1


“Lho.. pak nyoto kok kayak ormas yang itu yel yel nya pak hihihihi” kata Dogel


Abah Fuad yang ada di depan merasa tidak aneh dengan pintu yang ada di ujung itu, karena sebelumnya mereka pernah juga masuk ke sana sebelumnya waktu menyelamatkan Blewah


“Bah,, kita kan pernah kesini sebelumnya, tetapi waktu itu kan kita kesininya di alam tak kasat mata. sedangkan yang sekarang ini kan kita di alam nyata heheheh” kata pak Tembol


“Iya… saya ingat, waktu itu ada saya palsu kan, san untungnya kalian bisa selamat” jawab abah Fuad


“Kalau di alam tak kasat mata, di depan itu nanti ada ruangan tahanan, tapi tidak lagi di alam ini, apakah disana masih berupa tahanan atau tidak” kata pak Tembol lagi


Mereka berjalan dengan pelan ke arah pintu yang letaknya ada di pojokan dasar kolam renang ini…


Ketika mereka sudah semakin dekat, ternyata pintu yang ada diujung ini berupa lorong yang gelap…


Beda dengan yang ada di kolam renang… kabut atau asap itu seolah agak berpijar  ketika mereka tadi ada di dasar kolam.


“Nyalakan senternya pak Nyoto, saya khawatir kalau di depan kita itu berupa jebakan atau sesuatu yang mengerikan” kata pak Tembol


“Tenang saja pak Tembol, saya bisa lihat kok” kata abah Fuad menjawab kekhawatiran pak Tembol


Pak Nyoto menyalakan senternya setelah tadi dia matikan ketika mereka ada di dasar kolam renang dengan kabut atau asap yang berpijar meskipun hanya temaram.


Cahaya yang berasal dari senter pak Nyoto pun mulai menerangi lorong yang ada di dasar pojok kolam renang.


Lorong itu bersih dan gelap. anehnya cahaya senter pak Nyoto  tidak bisa menerangi lorong bagian dalam, seperti ada sesuatu yang menyedot cahaya yang berasal dari senter pak Nyoto.


“Hmmm kenapa bisa cahaya senter saya ini tidak bisa menerangi bagian dalam lorong itu?” kata pak Nyoto


“Pak… matikan saja senternya” kata pak Tembol


“Eh pak Tembol… abah Fuad… kata mbah Saripah… kita sudah akan sampai di pusatnya rumah ini”


 “Jadi hati-hati, karena disini akan banyak sekali yang akan melawan dan mengusir kita” kata Dogel

__ADS_1


__ADS_2