
Pagi hari pukul 06.00 saat matahari masih malu-malu muncul, beberapa keluarga yang menginap di bangunan utama sedang berjalan ke halaman belakang yang melewati kamar 5+.
Begitu pula dengan yang ada di kamar +, ada juga yang sedang berjalan kaki menuju ke halaman belakang hanya untuk merasakan udara pagi dan segarnya suasana sebelum matahari benar-benar menampakan sinarnya.
Pak Han masih ada di teras sambil mengamati apa pun yang lewat di depan kamar 5+, dia sama sekali tidak tidur, apa ndak remek badannya?
Jelas ndak remek, dia kan bukan manusia biasa, dia kan seperti mbok Ju dan Nang, hanya saja dia punya kelebihan bisa menjadi manusia.
“Jam segini sudah ramai juga keadaan taman belakang, padahal matahari masih ada di ufuk timur, sinar nya belum mengenai mereka yang ada di taman” gumam pak Han
Sejenak kemudian Dogel muncul dan duduk di kursi sebelah pak Han
“Selamat pagi pak Han….”
“Iya mas Dogel, gimana tidurnya nyenyak?”
“Lumayan pak. Lha pak Han apa tidak tidur?”
“Heheheh saya lakukan pengamatan disini mas, kita lakukan aksi pada waktu subuh saja”
“Kenapa harus waktu subuh pak?”
“Karena jam segitu lampu taman akan mati total, karena kelihatannya lampu taman itu menggunakan sensor atau timer untuk menyalakan dan mematikan”
“Tadi saya perhatikan ketika lampu pada mati, tidak ada penjaga yang berkeliaran disini”
“Ok pak, jadi kita lakukan lagi besok pagi ya pak?” tanya Dogel
“Iya betul mas, besok pagi kita lakukan dengan lebih hati-hati. Dan mas Blewah saya harap sudah mempelajari cara membuka kunci itu dengan lebih teliti”
Kini matahari sudah mulai menyinari dengan sinarnya yang belum seberapa panas, beberapa keluarga sudah berjalan jalan di taman belakang yang memang lumayan luas untuk hotel yang tidak begitu besar ini.
Pak Han sedang membahas rencana dia pagi berikutnya ketika lampu taman sudah mati secara otomatis hingga Dogel dan Blewah paham.
“Pak Han, ada baiknya kita beli gembok yang mirip seperti itu dan beberapa peniti, agar saya bisa latihan dengan gembok model baru itu pak”
“Ok saya setuju, nanti agak siangan kita cari gembok yang mirip dengan yang ada disana , eh mas Blewah masih hapal dengan model gemboknya kan?”
“Masih lah pak, saya ini kan selalu penasaran dengan gembok model baru”
“Ayo kita cari sarapan anak-anak, kalau perlu kita bawa pakaian untuk mandi di pom bensin saja” ajak pak Han
Tepat pukul 07.00 dengan menggunakan mobil mereka pergi dari hotel, tujuan mereka adalah mencari sarapan dan mencari pom bensin untuk mandi.
Siang hari di hotel, taman belakang mulai sepi, karena cahaya matahari yang sudah ada di atas kepala, Di taman belakang hanya menyisakan anak-anak yang sedang bermain.
Dogel dan pak Han masih ada di teras hotel untuk memperhatikan petugas hotel yang kadang berkeliling tiap satu jam, mereka dengan teliti memeriksa keadaan kolam renang dan sekitar taman.
Bagaimana dengan BLewah, dia sedang serius di dalam kamar. Dengan sebuah gembok dan beberapa peniti dia terus menerus mencoba untuk membuka gembok yang tadi baru dibeli.
“Gimana Wah, ada hasile ta?
“Heheheh angel iki Gel, tapi tak coba terus. tadi wis iso tapi saiki malah gak iso maneh”
“Sabar Wah…..Soale waktu kita besok pagi itu ndak panjang, setelah awakmu buka gembok, Pak Han masuk ke dalam dan cari cara mengkonsletkan pompa air itu” kata Dogel
Pak Han masih ada di teras untuk mengamati petugas penjaga hotel, sementara Dogel dan Blewah ada di dalam kamar.
Di dalam kamar itu juga ada mbok Ju yang masih ketakutan kalau-kalau ditangkap penjaga gaib yang ada disana.
“Mbok Ju, kita kesulitan lho mbok, karena ndak ada yang bisa memonitor keadaan di sekitar sana” kata Dogel
“Lha gimana lagi nak, saya tidak berani keluar dari kamar ini.”
“Tenang mbok Ju, pak Han juga sedang lihat penjaga yang ada disini, karena penjaga disini itu tidak selalu muncul di sekitar sini”
Sore hari yang sejuk, taman belakang kembali dipenuhi oleh beberapa orang wisatawan, Padahal kalau menurut mereka hari ini adalah hari minggu sore.
Hari minggu biasanya para wisatawan kan pada check out hotel, tetapi tidak dengan yang ada disini. Mereka extend menginap seperti juga dengan pak Han.
Pak Han masuk ke dalam kamar, dia melihat Blewah yang sedang berusaha untuk bisa membuka gembok tanpa harus merusaknya.
“Bagaimana mas, sudah bisa?”
“Beberapa kali bisa, tetapi beberapa kali juga tidak berhasil pak, karena cari selahnya itu yang agak sulit pak”
__ADS_1
“Ya sudah ndak papa mas, yang penting mas Blewah sudah tau caranya, dan kerjakan dengan tenang, dan ingat nanti disana gelap, sehingga mas Blewah harus bisa melakukan dalam keadaan gelap”
Pak Han keluar dari kamar untuk kembali duduk di teras yang menghadap ke jalan setapak. Tidak lama kemudian ada beberapa orang datang dengan membawa tas yang agak berat.
Kemungkinan besar mereka adalah teknisi yang akan membetulkan pompa air yang rusak.
Ada empat orang yang berjalan di jalan setapak menuju ke are pompa air yang letaknya dekat dengan kolam renang.
Dua orang adalah karyawan hotel dua orang teknisi dari agen reparasi pompa air, terlihat dari tulisan di bajunya.
“Hmmm mereka akan membetulkan pompa air itu, kita harus gerak cepat untuk merusak pompa air satunya” guman pak Han
“Besok pagi kita harus bisa merusak pompa air itu anak-anak, karena barusan ada dua teknisi datang untuk membetulkan pompa air yang kita rusak itu”
“Pak, kalau misal kita sudah berhasil buka gembok, kemudian apa yang akan kita lakukan dengan pompa air itu pak?”
“Saya akan bikin konslet dulu anak-anak, makanya saya tadi beli obeng juga”
“Tadi siang saya lihat ternyata di luar pompa juga ada kran buka tutupnya, jadi kalau siang hari kran itu akan dibuka karena menggunakan air dari itu”
“Tetapi malam hingga pagi hari akan menggunakan air dari negara, jadi dari malam hingga pagi mereka akan matikan listriknya jadi aman bagi kita untuk mengutak atik kelistrikanya”
“Pak, coba dengarkan.. ada suara air yang mengalir lagi, berarti pompa air yang dekat dengan kolam renang itu berhasil diperbaiki” kata Dogel
“Iya betul mas…..”
Malam hari mereka tidak bisa tidur, apalagi Blewah yang kebagian tugas untuk membuka gembok, malam ini mereka harus bisa mematikan pompa air itu atau mereka akan kesulitan.
Untuk malam ini mereka bertiga berada di dalam kamar, agar tidak dicurigai oleh petugas jaga malam yang selalu berkeliling.
*****
Jam dinding yang ada di kamar hotel menunjukan pukul tiga pagi, mereka harus sudah bersiap untuk melakukan aksinya.
mereka bertiga sudah duduk-duduk di teras menunggu hingga lampu taman dipadamkan.
Ternyata benar juga pada saat adzan subuh lampu taman padam semua…
“Ayo anak-anak, kita jalan cepat….”
Sekarang tugas Blewah untuk membuka gembok yang terkunci.
Satu menit….. dua menit belum juga bisa terbuka.
“Belum bisa ta mas Blewah?” bisik pak Han
Blewah tidak menanggapi pertanyaan pak Han, karena dia tetap saja sibuk dengan membuka gembok pintu.
Hingga beberapa saat kemudian ada suara “klek” yang berarti gembok sudah bisa dibuka.
Pak Han menarik pintu itu untuk membukanya, dan untungnya engsel pintu itu tidak berbunyi sama sekali, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan orang
Pak Han masuk ke dalamnya dan berusaha mencari kelistrikan pompa yang cukup besar, sementara itu Dogel dan Blewah ada di depan pintu menunggu kabar dari pak Han.
Pak Han bekerja di dalam gelap, dia menukar posisi kutub listriknya, mumpung jam segini pompa air itu belum dinyalakan.
Matahari sudah untub untub menyemburkan sinarnya bertepatan dengan pak Han keluar dari balik pompa air yang cukup besar ukurannya.
“Ayo kita pergi jangan lupa digembok lagi, agar tidak menimbulkan kecurigaan” kata pak Handoko
Tepat ketika Blewah menggembok pintu itu , tiba-tiba dari arah jalan setapak terdengar langkah kaki yang menuju ke arah taman belakang.
“Kita sembunyi di belakang rumah pompa saja pak, bahaya kalau kita ada disini” kata Blewah
Langkah kaki yang menggunakan sepatu dengan dasaran sol sepatu yang keras itu berjalan menuju ke arah rumah pompa.
Kemudian terdengar suara gembok yang dipegang oleh orang itu …..
Hanya sebentar dia ada disana, setelah itu orang yang sol sepatunya keras itu kembali jalan menjauhi bagian taman belakang.
“Itu petugas keamanan mas, dari suara sepatunya kan terdengar keras ketika menginjak batu-batu yang ada di jalan setapak”
“Dia tadi mungkin sedang mengecek keadaan pompa air, tapi kan harusnya pengecekan itu pada waktu lampu taman masih nyala” gumam pak Han
“Ah sudahlah pak jangan dipikir, kita sekarang kembali ke kamar dan menunggu kabar baik saja pak” kata Dogel
__ADS_1
Matahari mulai membuat langit timur membiru, dan untungnya tiga orang itu sudah ada di kamar 5+, mereka sekarang sedang duduk-duduk di teras sambil menunggu sesuatu yang akan berbunyi.
Tidak lama kemudian ada dua karyawan hotel yang berjalan dari depan menuju ke arah taman, dan melewati kamar 5+.
“Itu mereka anak-anak, mereka yang akan membuka kran dan menyalakan saklar untuk menghidupkan pompa air” kata pak handoko
“Apa yang akan terjadi pak?” tanya Dogel
“Mungkin ada ledakan kecil yang mengakibatkan konslet, atau bahkan tidak ada ledakan sama sekali heheheh” jawab pak Handoko
“DOOOOSSHHH……”
“AAAHHH.. TOLONG TANGANKU PAAAK” teriak salah satu dari karyawan hotel yang ada disana
“Pompanya konslet… ada api di dalam pompanya” teriak orang yang tadi
Tidak lama kemudian dua orang itu lari menuju ke arah bangunan utama
“Pak Han… apa tadi di sana tidak ada sekringnya?” tanya Blewah
“Ada nak, tapi aliran dari sekring saya langsungkan saja ke pompa, jadi tidak melewati sekring lagi hihihi” kata pak Han
“Nah setelah ini pasti mereka akan menggunakan air negara untuk mandi seluruh orang yang ada disini”
“Jadi kita juga akan aman untuk mandi anak-anak hehehe”
“Ndak wis pak. saya lebih baik mandi di pom bensin saja dari pada mandi di sini” kata Blewah
“Ayo kita nikmati pemandangan yang indah ini anak-anak”
“Kami berdua ada di kamar aja pak, agar tidak timbul kecurigaan mereka” kata Dogel
Beberapa orang datang dengan setengah berlari di pagi buta ini, satu orang dari mereka membawa tabung pemadam kebakaran ukuran kecil.
Suara dari tabung pemadam itu terdengar hingga ke kamar nomor 5+. suara langkah kaki berjalan dengan cepat karena gugup pun terdengar di pagi setelah adzan subuh.
“Ada apa pak?” tanya pak Han ketika ada satu orang dari karyawan hotel yang berjalan ke arah bangunan utama
“Pompa airnya terbakar pak” jawabnya singkat kemudian berjalan lagi menuju ke bangunan utama
Tidak lama kemudian petugas keamanan yang tadi mengecek keadaan pompa datang bersama dengan karyawan yang tadi sempat ditanya oleh pak Handoko.
“Tadi kamu apa ndak mengecek keadaan pompa!” kata salah satu orang kepada mungkin petugas keamanan yang tadi
“Saya cek, dua kali saya ke sini, pertama pada sebelum jam tiga, kemudian yang kedua waktu lampu taman dipadamkan” jawab orang yang ditanya
“Apa kamu gak lihat keadaan gembok itu!” kata suara yang pertama lagi
“Sesuai SOP yang saya terima, yang pertama dan harus dilihat adalah gemboknya pak, gembok itu tidak rusak dan tidak terbuka”
“Begitu pula pada waktu lampu taman dimatikan, saya raba-raba dan saya tarik, gembok itu juga masih utuh!”
“Apa kamu tidak melihat orang yang mencurigakan disini?”
“Malam ini tidak ada orang yang duduk di teras hotel maupun berjalan di taman”jawabnya tegas
“Kalau malam kemarin ada , satu orang tua yang menginap di kamar 5+. dia baru berjalan kaki dari alun-alun dan belum bisa tidur hingga pagi”
“Kamu tau tidak apa yang terjadi dengan pompa air itu?” tanya orang yang pertama
“Kita disabotase… kutub listriknya dibalik!...”
“Ada orang yang masuk ke dalam pengaman pompa itu dengan santai, kemudian dia dengan santai dia membuka dan merubah kutub listriknya, kemudian dia dengan santai keluar dari bangunan itu tanpa ada yang mengawasinya!” kata orang itu lagi
“Berarti kamu sebagai penjaga malam lalai untuk mengawasi daerah hotel ini!”
“Tidak mungkin pak, bagaimana bisa orang itu masuk ke dalam rumah pompa sementara gembok masih terpasang rapi dan tidak rusak sama sekali” jawab petugas keamanan itu
“Kamu tau apa akibatnya kalau sampai pompa itu rusak? pak Nabil akan kesini dan dia akan membuat kita menyesal telah mengundangnya kesini!”
“Dalam waktu tidak lebih dari dua hari kita mengalami kerusakan pompa air, dan itu sangat mencurigakan, seharusnya kamu sebagai petugas keamanan lebih meningkatkan pengawasan kepada tiap orang yang ada disini!”
“Apakah ada orang luar yang masuk ke sini tanpa sepengetahuanmu, atau ada tamu disini yang menyamar sebagai tamu dan melakukan sabotase hotel. Dan itu diluar pengawasanmu. paham kamu!”
“Pagi ini juga, awasi setiap orang yang mencurigakan disini, dan kamar mana itu yang kemarin malam kamu bantu di taman itu?”
__ADS_1
“Penghuni kamar 5+ pak, orang tua yang kakinya kram”