
Novi dan Dani saat ini ada di kamar sebelah, tapi di kamar sebelah pun mereka tidak menemukan apapun yang mencurigakan. Dua kamar sudah mereka periksa dengan teliti tapi belum juga menemukan sesuatu yang mencurigakan.
“Mas Dani, Novi masih penasaran dengan dua kamar sebelumnya yang tadi sudah kita periksa itu, tapi sudahlah, lebih baik kita periksa kamar berikutnya saja mas”
Mereka berdua akhirnya masuk ke kamar berikutnya, kamar yang ada di ruangan tengah atau ruangan keluarga, jadi di tempat yang disewa Trimo itu ada dua ruangan. Pertama ruang tamu depan, disana ada dua kamar yang sudah mereka berdua periksa tadi.
Kemudian ada lagi ruang keluarga, disana juga ada dua kamar yang bersebelahan. Untuk kamar yang ada di ruang tamu masng-masing disediakan kamar mandi, beda dengan kamar yang ada di ruang keluarga, kamar mandinya terletak di luar kamar.
Kemudian di bagian belakang ada semacam ruang makan yang tergabung dengan sebuah mini bar, dan tergabung juga satu set perlengkapan dapur yang tentu saja tidak seperti daput kemproh milik penulis hehehe.
Mereka berdua masuk ke kamar yang paling depan, kamar itu lebih kecil sedikit dari pada kamar yang ada di ruang tamu. Tapi tetap sama saja mereka berdua tidak menemukan apa-apa disana, begitu pula di kamar berikutnya, tidak ada yang mencurigakan disana.
“Ndak ada apa-apa Nov, gimana ini?”
“Sik bentar mas Dan, kasih waktu Novi berpikir dulu mas, Novi merasa ada yang disembunyikan disini mas, tapi Novi belum tau apa yang ada disini”
“Mas Dani coba rasakan adanya getaran energi disini mas, kita kan sudah dibuka oleh Mbah To kan, jadi harusnya kita bisa merasakan adanya energi dari benda itu mas”
“Menurut Novi, benda yang memiliki getaran energi itu berasal dari kertas kepemilikan vila putih yang ada cap jempol darahnya mas” tambah Novi
“Iya Nov, secara samar aku juga merasakan adanya energi yang menyatu dengan tubuh kita, tapi aku belum bisa tau dimana letaknya itu” kata Dani
Sementara itu di kedai kopi, ketiga teman mereka sedang berusaha menguping pembicaraan antara Muryati dan kedua komplotanya. Hahaha nampaknya rasa penasaran ketiga teman Sutopo Kindom ini benar benar tinggi hingga mereka bertiga berusaha mengarahkan telinganya ke arah Muryati hihihi.
“Gimana Yat, kita masuk ke sana lagi aja, kita cari lagi uang yang disimpan Trimo” kata salah satu orang yang bersama mereka
“Mumpung pacaramu lagi sibuk kerja, kalau dia sudah santai kamu ndak akan bisa masuk ke sana lagi dengan bebas” kata lak-laki satunya
“Heh Gosblok! Gak gampang masuk ke sana itu gosblok!. kamu ndak tau ya kalau masuk ke sana itu pasti akan ditanya macam-macam, kemudian dia akan menelpon Trimo untuk meminta persetujuan.
Koyok kemarin kita disana, untung aku kenal sama petugas reception nya. Kalau orang lain yang jaga pasti dia akan telpon ke Trimo untuk konfirmasilah”
“Trmo pasti akan curiga kenapa aku bolak balik ke sana, belum lagi besok aku akan kesana lagi waktu ada acara pameran tas itu, kalian berdua kan ndak mikir sampai sana kan?”
__ADS_1
“Kalan ingat kemarin keycardnya sempat eror kan, coba kalau petugas yang jaga itu aku ndak kenal, pasti kita akan diinterogasi, dan Trimo akan dipanggil kesini”
“Kalian berdua kan juga tidak berpikir sampai sana kan, dasar otak kalian berdua itu ndak pernah dilatih mikir!” kata Muryati
“Sudah pidatonya Yat, aku ndak butuh pidatomu, tapi butuh uang Yat! Kamu belum bayar kami untuk teror Trimo!, untung dia bisa melepaskan diri dan buru-buru masuk ke kosanya. Tapi dia sempat lihat wajah kami. Makanya kami butuh uang untuk pergi dari sini!”
“Hahahahah itulah kenapa orang desa kita memanggil kalian berdua dengan sebutan bokong kebo. Otak kalian berdua itu koyok bokonge kebo yang banyak lalatnya tau!” tukas Muryati emosi
“Terus kamu panggil kami kesini apa maksudnya, kamu mau suruh kami apalagi?” tanya salah satu dari mereka berdua
“Aku hanya mau menegaskan apa yang akan kalian lakukan setelah acara pameran dan penjualan itu selesai. Dan satu lagi, aku tidak ingin ada temanku yang membeli tas Novi, karena tas Novi itu benar-benar bernilai tinggi”
“Apa ide kalian agar teman-temanku tidak membeli tas itu, awalnya aku kepingin kalian hadang mobil Novi dan rampok isinya, tapi kok kayaknya kalian akan kesulitan lagi deh” kata Muryati sambil melirik sini mereka berdua
“Gini aja, kamu percaya kami saja Yat, kita rampas di tengah jalan ae, pokoknya jauh dari hotel. Kamu tau salon dia dimana Yat?”
“Tau, di daerah Sdrj sana” jawab Muryati singkat
“Pokoke gini ya bokong kebo. Aku ndak mau tau gimana, pokoke pada hari H aku harus ada di penthouse Trimo, karena temanku ada di sana semua. Kalian yang harus rampas di tengah jalan, atau kalian akan tau rasa karena melawan aku!”
“Ingat hutang keluargamu dengan ku, hutang yang harus kalian berdua bayar secepatnya atau akan ada yang akan terjadi dengan keluarga kalian yang ada di desa”
Kedua orang itu hanya diam mendengar ancaman Muryati, keluarga mereka di desa memang masuk golongan yang susah. Saya tidak tau gimana caranya mereka bisa ketemu Muryati, dan Muryati memberikan pinjaman dana dengan syarat mereka harus kerja dengan nya.
“Pikirkan baik-baik apa yang tadi aku katakan, dan aku serius dengan hal ini. setelah berkata kepada kedua orang yang dipanggil bokong kebo kemudian Muryati membayar pesanan minuman dan makanan yang mereka bertiga pesan.
Setalah melakukan pembayran, Muryati meninggalkan mereka berdua menuju ke lobby hotel, lha ini jelas gawat, ini ayahab bagi Novi yang ada di atas sana.
“Bron, cepat hubungi Novi, perempuan busuk itu menuju ke arah lobby” kata Ukik
Lagu AMBYAR MAK PYAR yang dinyanyikan HAPPY ASMARA bunyi dari ponsel Novi yang besama Dani sedang berusaha mencari barang yang sampai sekarang belum juga ketemu.
“Angkat Nov! bikin kaget ae rek lagune iku” kata Dani
__ADS_1
“Ayahab... ayahab, cepat minggat...ayahab” suara Broni terdengar berbisik di ponsel Novi
“Siapa Nov?” tanya Dani
“Mas Broni, dia bilang ayahab..ayahab cepat minggat. Novi bingung mas, ayahab itu siapa” kata Novi sambill melihat ke arah Dani
“Ayahab \= bahaya. Bahasa kebalikan kera ngalam alias arek malang” jelas Dani
“Tenang saja mas. Dia ndak akan bisa naik ke sini, karena Novi dengar waktu petugas resepsion itu telpon mas Ali, mas Ali wanti wanti agar tidak ada yang diperbolehkan naik ke atas sini siapapun itu hihihi” kta Novi
“Kok kamu tau Nov”
“Hehehe gini-gini telinga Novi bisa dengar detak jantung mas Dani, telinga Novi peka mas hihihihi, tadi apa yang dikatakan mas Ali Novi sempat dengar juga hehehe”
“Ayo kita teruskan mas, biarkan Muryati ngamuk-ngamuk dibawah sana hihihih” lanjut Novi
“Sekarang gimana mas Dani, apa mas Dani masih merasakan adanya getaran energi yang sepertinya Novi bisa merasakanya mas”
“Iya Nov, coba lebih konsentrasi lagi energi apa yang berusaha menunjukan eksistensinya kepada kita Nov. Pokoknya yang aku rasakan itu ada disekitar sini Nov, bukan di dalam kamar”
“Coba di sekitar ruang kelurga dan sekitar ruang makan juga mas, karena Novi merasa ada di sekitar sini mas, munkin kalau uangnya kita tidak bisa merasakanya, uang itu kan hasil curian dari pak Tembol, tapi untuk kertas perjanjian darah itu yang penting”
*****
Ketiga orang yang ada di kedai kopi pasti penasaran kan apa yang sedang dilakukan Muryati di lobby dan apa yang dilakukan petugas resepsionis itu kepada Muryati heheheheh.
“Rek, salah satu dari kita apa ndak perlu ke sana? Ke lobby dan nguping apa yang sedang dikatakan Muryati disana?” bisik Ukik
“Kalau kamu jadi Novi, apa yang akan kalian lakukan dalam keadaan seperti ini rek?” tanya Tifano
“kalau aku jadi Novi, aku akan kesana dan mendengarkan pembicaraan Muryati, tapi diantara kita yang tanyanya paling bersih dari Tato cuma kamu Tif” bisik Broni
“Kamu kesanao Tif, kamu pura-pura tanya rate kamar hotel, jangan tanya rate penthousenya lho ya hihihihi” bisik Broni lagi
__ADS_1
Tifano dengan percaya diri kemudian berjalan ke arah Lobby hotel, dia tidak tau kalau kedua teman Muryati saat ini secara tidak sengaja melihat gerak gerik Tifano yang pada saat ini berdandan ala opa-opa korea yang tentu saja dengan polesan makeup untuk menonjolkan sisi koreanya.
Untuk diketahui kedua teman Muryati kan sempat suka dengan Dani waktu mereka sedang melakukan dekor ruangan di sana. Nah untuk saat ini kedua cecunguk itu sedang memperhatikan TIfano juga, mungkin mereka berdua itu ndak normal ya hihihihi.