
Mereka masih ada di toko Gemezzz, Dogel sudah menutup pintu harmonika toko, tapi mereka masih menunggu hingga Ali, Novi dan Saeful selesai dengan kegiatanya buang-buang isi perut mereka.
“Bagaimana anak-anak, apa sudah baikan kalian? kalau sudah baikan ayo kita pulang saja”
“KIta cari makan dan teh hangat dulu saja pak, kasihan mereka bertiga, bisa masuk angin dengan isi lambung yang sudah keluar semua pak”
“Ya benar nak Dogel”
Setelah menunggu hingga beberapa menit akhirnya ketiga orang yang muntah muntah itu masuk ke dalam mobil.
Dogel mengarahkan mobil itu menuju ke alun-alun kota, karena disana biasanya masih ada beberapa penjual warung makanan yang masih buka.
“Ayo kalian makan dulu, isi perut kalian bertiga yang kosong itu”
“Setelah ini kita balik pulang ke rumah mbah putri saja, besok pagi hingga siang kita lihat apa yang terjadi di Gemezzz nak”
Tidak ada jawaban dari tiga orang yang sekarang kondisinya sudah lemas akibat mereka muntah-muntah tadi.
*****
Pagi hari yang cerah setelah mereka berlima bisa tidur nyenyak meskipun hanya sebentar, mereka ada di ruang tamu rumah mbah Putri Dogel.
“Hari ini saya dan salah satu dari kalian memantau keadaan Gemezzz, saya ingin tau bagaimana pendapat penduduk yang rumahnya di sekitar Gemezzz itu anak-anak”
“Kita harus tau kenapa penduduk di sekitar situ tidak ada yang terganggu dengan apa yang terjadi di Gemezzz, padahal kita tadi tau sendiri bagaimana busuknya apa yang ada di dalam Gemezzz itu kan anak-anak”
“Sama Novi saja pak, lebih baik pagi saja, karena biasanya ibu-ibu kan kalau pagi ada di luar untuk sekedar belanja dan menyapu” kata Novi
“Ya sudah sekarang saja, ayo nak Dogel, nanti nak Dogel nunggu di mobil yang diparkir agak jauh saja. Siang dan sore nanti kita kesana lagi. Pokoknya saya kepingin tau keadaan Gemezzz sebelum kita masuk ke dalamnya”
“Nak Ali dan nak Saeful tunggu dirumah dulu saja sementara kami bertiga melihat bagaimana keadaan di depan Gemezzz”
Mobil dijalankan Dogel menuju ke toko Gemezzz… mereka kaget ketika sudah sampai di sekitar toko Gemezzz karena yang mereka lihat tidak seperti yang mereka kira.
“Lhooo kok bisa gitu ya, kok bisa di depan toko Gemezzz itu jadi pasar kaget?” kata Novi
“Wuiih ada sekitar delapan pedagang bersepeda yang membawa aneka bahan baku untuk masak”
“Hihihi bahkan ada juga yang nggelar terpal pak, hehehe” kata Dogel
“Wah ini aneh sekali anak-anak, eh kita lebih baik ke sana, sekedar untuk beli bahan masakan dan tanya-tanya sedikit tentang toko yang tutup itu” ajak pak Tembol
Halaman depan toko Gemezzz berubah fungsi menjadi pasar kaget, pasar kaget yang biasanya ada di pagi hari. Pasar kaget yang biasanya untuk melayani pembeli yang agak jauh dari pasar besar.
Pasar kaget yang ada di depan Gemezzz ini ramai sekali dengan buibu yang berbelanja. bahkan ada juga yang sedang duduk-duduk di atas teras yang berlantai keramik di depan pintu harmonika.
“Heheheh berarti jejak-jejak kaki yang ada disana itu milik para pedagang dan buibu yang ada disana itu nak” kata pak Tembol kepada Novi
“Beda pak, sol sepatu yang Novi potret itu sol sepatu mahal, sementara itu pedagang dan ibu-ibu kebanyakan menggunakan sandal jepit saja pak” timpal Novi
“Bisa juga apa yang nak Novi katakan itu benar, ayo kita membaur nak, belilah beberapa bahan makanan yang bisa disimpan agak lama nak hehehe”
Akhirnya pak Tembol dan Novi membaur dengan para pedagang dan buibu yang sedang menawar barang yang mereka beli dari pedagang.
Setelah beberapa waktu mereka berdua ada disana, pak Tembol memberikan tanda kepada Novi untuk menyudahi kegiatan mereka di pasar kaget depan toko Gemezzz itu.
Novi membawa beberapa gelondong singkong yang kelihatannya akan dia rebus atau goreng, sedangkan pak Tembol hanya membawa beberapa papan tempe yang terbungkus daun pisang.
Mereka berdua kini sudah ada di dalam mobil, untuk membahas apa yang mereka alami ketika ada di pasar kaget depan toko Gemezzz.
“Yang pertama dan paling menonjol itu tidak bau di sekitar sana pak. sama sekali tidak ada bau busuknya, yang ada hanya bau amis dari ikan yang dibawa pedagang itu” kata Novi
“Iya benar nak Novi, sama sekali tidak ada bau bangkai di sana nak, bagaimana bisa hal itu terjadi?” tanya pak Tembol keheranan
“Tunggu pak, Novi penasaran dengan yang ada disana, ada baiknya Novi harus ngobrol sama buibu itu pak”
“Ya sudah nak coba tanya-tanya saja dengan mereka tentang toko Gemezzz itu”
__ADS_1
Novi turun dari mobil yang terparkir agak jauh, Dia berjalan kembali ke pelataran toko Gemezzz. dia harus tanya ke beberapa orang yang ada di sana tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di sana.
Novi mendekat ke seorang pedagang aneka sayuran yang menggelar dagangan tepat di depan pintu harmonika toko Gemezzz.
Novi jongkok di depan pedagang perempuan yang sedang melayani pembeli beberapa buibu yang sedang memilih sayuran yang dia gelar.
“Tomatnya ini berapa bu? kok masih banyak tomatnya bu” tanya Novi menunjuk ke tomat yang masih terlihat banyak stoknya
“Tomat lagi mahal cah ayu…. ndak ada yang mau beli tomat hehehe”
“Saya belinya bu, satu kilo berapa?”
“Sekilo dua puluh lima ribu cah ayu.. harga kulake mahal sekali” kata pedagang ibu-ibu itu
“Sekilo dapat berapa bu?”
“Paling kalau ndak lima ya enam biji.
“Yo wis saya beli dua kilo saja bu”
“Alhamdulillah.. penglareeeesss… penglareees” kata penjual sayur itu.
“Eh cah ayu ini orang mana to, kok saya ndak pernah lihat di sekitar sini?” tanya penjual itu
“Saya dari Mjsr bu, niat saya mau ketemu sama yang punya toko ini, siapa tau bisa dikontrakan. apa ibu kenal sama yang punya toko ini?”
“Waduuuh kalau toko ini disewakan lha kita ndak bisa jualan disini lagi dong cah ayu?” tanya pedagang itu
“Ya bisa to buuu. Rencana saya buka depot makanan yang buka sore sampai malam saja. pasar disini kan bukanya pagi bu hehehe”
“Iya cah ayu.. tapi saya tidak tau siapa yang punya toko ini.. mungkin itu bu Warjito itu, dia yang rumahnya di bagian belakang toko ini”
“Yang mana bu Warjito itu?” tanya Novi
“Lha itu cah ayu… yang sedang milih-milih ayam, monggo saya panggilkan dulu ya”
Pedagang sayur yang tomatnya sudah dilarisi Novi itu kemudian berdiri dan menghampiri perempuan tua yang sedang memilih milih ayam di pedagang yang khusus jual ayam potong.
Perempuan tua yang bernama bu Warjito kemudian menghampiri Novi didampingi oleh penjual sayur.
“Gimana mbak, ada yang bisa saya bantu?” tanya perempuan yang bernama bu Warjito
“Nama saya Novi bu, saya dari Mjsr. saya mau tanya toko ini bu”
“Mbaknya ini mau sewa gitu ya maksudnya?”
“Betul bu, saya mau tanya-tanya dulu tentang toko yang rencananya saya mau sewa”
“Oh gitu,.... kalau begitu kita ngobrol di rumah saja mbak.. ayo ke rumah saya dulu saja” ajak bu Warjito
“Mbok Darmi.. matur nuwun yooo” kata bu Warjito menyapa penjual sayur yang tadi tomatnya diborong Novi
“Monggo bu Darmi, saya mau ke rumah bu Warjito dulu”
“Oh monggo cah ayu, semoga cocok ya hehehehe”
*****
Rumah bu Warjito ternyata persis di belakang toko Gemezzz, harusnya bu Warjito tau apapun tentang aktifitas di rumah itu.
“Monggo nak.. duduk dulu, saya mau panggilkan suami saya dulu” kata bu Warjito kemudian masuk ke dalam rumahnya yang letaknya persis di belakang toko Gemezzz.
Tidak lama kemudian Bu Warjito keluar bersama suaminya yang juga terlihat sudah tua juga.
“Ini suami saya nak Novi, suami saya ini yang diserahi pemilik toko untuk mengkaryakan toko itu”
“Maaf pak saya mengganggu, eh nama saya Novi , saya dari Mjsr, kebetulan beberapa kali saya lewat sini lihat toko itu dalam keadaan kosong”
__ADS_1
“Saya dan suami ada rencana untuk membuka depot makanan di sekitar MJkt, hanya saja sampai saat ini belum dapat tempat yang letaknya di pinggir jalan utama”
“Nah kebetulan letak toko itu kan di pinggir jalan, tapi saya tidak tau harus menghubungi siapa untuk menyewa toko itu, karena tidak ada nomor teleponnya sama sekali”
“Begini mbak….”kata suami bu Warjito yang pasti bernama pak Warjito juga
“Pemilik toko itu sangat baik pada kita, dia beberapa kali datang kesini untuk bertemu dengan saya, dia orang kaya dari kota S” kata suami bu Warjito
“Beliau selalu bilang kepada saya untuk mencarikan penyewa toko, dan yang bikin saya amat simpati adalah uang sewanya itu hanya untuk keluarga kami yang sudah mau menjaga toko itu” kata pak Warjito
“Jadi pemilik toko itu ikhlas apabila uang hasil sewanya itu untuk keluarga kami, asalkan kami harus merawat toko itu sebaik mungkin”
“Jadi apabila mbak Novi ini ingin sewa toko ya monggo…mau sewa tahunan monggo, bulanan juga monggo mbak” kata suami dari bu Warjito dengan penuh semangat
“Oh begitu ya pak, wah sungguh mulia sekali pemilik toko ini pak, hingga dia menghibahkan uang hasil sewanya kepada keluarga ini.”
“Kalau boleh tau berapa sewanya untuk bulanan dulu saja pak, karena kami akan sangat terbantukan apabila bisa sewa bulanan dulu” kata Novi
“Bulanannya hanya satu juta saja mbak, tapi kalau mau sewa satu tahun bayarnya hanya sebelah juta saja”
“Hmm harganya masuk sih pak, atau gini saja pak, saya akan rundingan dengan suami saya dulu, kebetulan suami saya juga sedang melihat-lihat tempat lainya. tapi saya yakin suami saya Totok Saefulah akan senang dengan tokok ini”
“Lho hahaha nama suaminya mbak Novi ini Totok hahaha, kok sama dengan nama pemilik toko ini, wah semoga kita jodoh mbak, semoga mbah Novi jadi menyewa toko itu” kata pak Warjito.
“Baiklah bapak dan ibu Warjito, besok saya akan ajak suami saya kesini, untuk ngobrol dengan ibu dan bapak sekalian lihat bagian dalam toko itu” kata Novi
“Siaaap mbak Novi, kami tunggu besok ya”
“Wah tadi mbak Novi habis borong tomat ya?” tanya pak Warjito ketika melihat tomat satu kresek besar yang sedang dibawa Novi
“Iya pak, tadi nak Novi borong tomate mbok Darmi. Mesakke mbok Darmi pak, tomate ora payu, untung ada orang baik macam nak Novi yang mau borong tomate mbok Darmi” kata bu Warjito
“Iya bu, Novi kan tiap pagi harus makan tomat, lagi pula tadi Novi kasihan lihat mbok-mbok yang jualan tomat, karena tomatnya belum laku”
“Ya sudah bu pak Warjito, Novi pamit dulu, besok pagi kesini lagi bersama suami Novi untuk bicara lebih lanjut”
Novi pergi dari rumah keluarga Warjito yang letaknya persis ada di belakang toko Gemezzz. Untuk sementara ini Novi merasa ada sebuah jalan keluar untuk penyidikan di dalam toko dengan cara sewa bulanan.
Untuk soal uang tentu saja akan dipikirkan bersama sama.
*****
Novi, pak tembol dan Dogel sudah ada di rumah, mereka sedang diskusi tentang apa yang tadi Novi bicarakan dengan sepasang suami istri yang bernama Warjito.
“Jadi toko itu disewakan dan yang bertugas mengurusi rumah itu adalah sepasang suami istri yang sudah tua ya nak Novi?”
“Iya pak, dan menurut Novi satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam saya ya kita harus sewa rumah itu”
“Nak Novi, waktu tadi nak Novi ada di toko itu, apakah tidak mencium bau busuk?”
“Sama sekali tidak pak, tadi kan pak Tembol juga kesana, dan sama sekali tidak ada bau busuk kan?”
“Benar anak-anak, tadi waktu saya bersama Novi, tidak tercium sama sekali bau bangkai seperti kita waktu malam-malam kesana” kata pak Tembol
“Jadi bagaimana ini anak-anak, kita harus sewa toko itu agar bisa masuk ke dalam dengan bebas. Hanya saja kita terkendala dengan biaya sewa yang satu juta itu” kata pak Tembol
“Jangan kuatir pak, soal sewa biar saya saja yang handle, saya ada uang satu juta rupiah pak” kata Dogel
“Saya jadi penasaran, apakah masih ada bau busuk di dalam sana ketika kita akan sewa toko itu?”
“Atau begini saja nak Novi. ada baiknya nak Novi kesana bersama nak Saeful bilang saja pernah kesana pada malam hari, tetapi ada bau busuk di sekitar sana. Bagaimana?” kata pak Tembol
“Ya sudah pak, jadi novi dan mas Saeful besok pagi ke sana , tapi kita bilang bahwa malam-malam jam 22.00 waktu kita lewat sini kita mampir sebentar, di depan toko, dan ternyata ada bau bangkai.. Gitu aja ya pak?”
“Iya seperti itu nak Novi, coba dilihat bagaimana wajah bu Warjitonya. Tapi jangan lupa bilang bahwa nak Novi dan nak Saeful sudah setuju untuk sewa toko itu”
“Oh iya pak, ketika Novi bilang bahwa suami Novi bernama Totok Saefulah ternyata mereka sumringah, karena pemilik toko itu juga bernama Totok”
__ADS_1
“Mereka senang karena ada kesamaan nama, kemudian suami istri itu bilang semoga jodoh dengan toko itu karena ada kesamaan nama antara pemilik toko dengan nama Totok Saefulah hihihihihi”
Sewa rumah adalah rencana lain lagi dari mereka, karena adanya hal yang diluar perkiraan mereka. tetapi untungnya mereka bertemu dengan orang yang disuruh Totok untuk menyewakan toko itu.