
“Kalau memang keadaan kami dalam bahaya, lalu bahaya bagaimana pak, dan apa yang harus kami lakukan pak?” Tanya Novi
"Kalau berbicara tentang bahaya, tentu saja itu besifat kemungkinan, karena sudah ada beberapa alasan untuk mencelakai kalian atau berusaha memaksa kalian mencari dokumen itu"
“Lalu apa yang akan kalian lakukan? Itu terserah kalian, semua akan terlihat waktu dekat ini, apalagi dengan adanya ancaman kepada kalian itu"
"Oh Iya, saya belum memperlihatkan sesuatu di dokumen yang ketiga” pak Han mengeluarkan dokumen yang ketiga yaitu denah rumah dan ruangan bawah tanah
Denah rumah dan ruang bawah tanah rahasia yang pernah mereka gunakan untuk menyelamatkan diri dari Dimas dan sekaligus mengurung Dimas. Dimana ruang bawah tanah itu juga bisa dirubah sedemikan rupa olah pak Pho.
Kalau Dimas mati berarti pak Pho masih ada disana, dan rahasia denah rumah itu belum ada yang paham kecuali mereka berdelapan ini kan, tapi kita lihat saja jalan cerita yang akan dikatakan pak Han ini.
“Saya yakin kalian paham dengan denah rumah ini, dan denah rumah ini juga bisa menjadi peta harta karun untuk kalian. Terus terang mas, saya tidak tertarik dengan harta yang ada disana itu, karena semua itu adalah hak kalian”
“Tetapi denah ini adalah hal paling penting dan dicari-cari oleh pemburu harta karun yang mengetahui peta dari dokumen yang dijual oleh Trimo.Tapi untungnya setelah saya liat di forum situs jual beli. Trimo hanya menguplod foto dari tiga dokumen ini tidak secara penuh, dia memburamkan sebagian besar fotonya”
"Dan apabila ada yang berminat baru akan diajak Trimo untuk melihat dokumen aslinya, tentu saja dengan syarat-syarat yang tidak mudah dari Trimo"
“Tetapi bagi yang tau dokumen ini macam yang namanya Totok itu, dia pasti tau kalau yang dijual Trimo itu berharga sekali. Dan sekali lagi, kalian tidak sedang berhadapan dengan manusia, tetapi berhadapan dengan setan yang entah sedang mencari apa di dalam rumah itu”
“Jadi menurut pak Han, Totok itu bukan mencari harta?” Tanya Dani
“Hehehe, tentu saja tidak, buat apa dia butuh harta? Tetapi ada sesuatu yang lebih istimewa disana yang menarik bagi seekor setan” jawab pak Han
“Sekarang kita kembali lagi ke masalah dokumen ketiga ini. Disini banyak sekali tergambar lorong dan ruangan, dimana lorong dan ruangan itu yang tertulis disini bisa berubah-ubah, tetapi bentuk dasarnya yang seperti yang tergambar disini”
“Coba kalian perhatikan lagi ruangan-ruangan yang ada symbol mangkok terbalik itu, symbol itu tersebar di beberapa ruangan kan, dan apakah kalian pernah ke ruangan itu?” Tanya pak Han
“Kami tidak pernah kesana pak, kami hanya ada di ruangan yang berwarna biru, hijau dan merah saja. Kalau yang berwarna hitam itu kami belum pernah masuk” kata Broni
“Selama saya menjadi peneliti dokumen kuno milik warga tionghoa, baru kali ini saya merasa buntu, tiap saya berusaha masuk ke dalam dokumen ini, selalu terhalang tembok besar yang kokoh" gumam pak Han
"Pengaman yang ada disana benar-benar kokoh, tetapi kembali lagi, apabila banyak bombardir dari paranormal yang berusaha mengusir leluhur rumah itu, saya pastikan mereka akan berhasil juga"
"Saya tekankan sekali lagi, semua ini milik kalian, dan kalian yang berkewajiban untuk melindungi apa yang menjadi hak kalian.
"Lalu apa yang harus kami lakukan pak, kami benar-benar buntu dengan hal beginian" tanya Ukik
"Pertama kalian harus .... eh sebentar!...., Orang yang mengambil barang berharga kalian ini, eh siapa tadi namanya, kok saya bisa merasakan dia sedang dalam pengaruh buruk sesuatu" kata pak Han
"Kaswadi pak, ada apa dengan Kaswadi pak?" kata Tifano
__ADS_1
"Begini anak-anak, eh dia sekarang ada di sebuah rumah kosong di hutan, terus terang setelah kalian cerita tadi tentang Kaswadi, saya kemudian cari dia. Dan ketemu di sebuah gubuk kosong yang letaknya ada eh.., di sebelah pohon yang sangat besar"
"Gubuk Rochman" seketika Ukik, Broni bersama sama menyebutkan gubuk itu
"Lebih baik jauhi orang itu mas, biarkan dia dalam kekalutanya karena dipaksa oleh sesuatu yang sedang ada di dalam tubuhnya. Pokoknya jauhi orang itu, karena dia sekarang sedang bekerja sama dengan setan"
"Begini saja, ini menurut saya lho ya. Kalau diantara kalian ada yang mempunyai safe deposit box di suatu bank, segera letakan dokumen ini di dalamnya. Karena tidak akan ada manusia yang akan mengambilnya"
"Dan untuk mahluk ghaib, kalian tenang saja, sesuai dengan kata saya tadi, tidak ada yang bisa melihat benda ini, karena sudah saya samarkan dari penglihatan mereka"
"Jadi yang pertama kalian harus lakukan adalah melindungi benda ini dulu, setelah itu bisa kita diskusikan lagi apa selanjutnya yang akan kalian lakukan"
"Harap di ingat, saya bantu kalian ini dengan tanpa pamrih, saya sama sekali tidak minta imbalan apa-apa, saya bantu kalian karena saya penasaarn sekali dengan kasus kalian ini anak-anak" kata pak Han
"Pak bank tempat savedepositbox Novi ada di kota Sby pak, gimana kami kesananya pak, kalau banyak yang incar barang ini pak" kata Novi dengan kebingungan
"Eh gini saja, ini kan sudah siang menjelang sore, tentu tidak mungkin kalian berangkat kesana sekarang, pasti sudah tutup kan banknya. Eh kalian semua ini tinggal dimana?"
"Kami berasal dari kota yang berbeda beda pak, tetapi saat ini basecamp kami ada di sdrj, di salon milik Novi ini pak" jawab Ali
"Atau begini saja, karena perjalanan PP dari Sdrj kesini kan lumayan jauh, bagaimana kalau kalian nginap disini saja, jadi besok pagi kalian bisa berangkat ke Sby untuk mengamankan dokumen ini?" tanya pak Han
"Lhooo jelas tidak mas, saya senang kalau ada intaraksi seperti ini, tidak seperti customer-customer saya yang bisanya hanya memerintah saya saja, mereka hanya tinggal ongkang-ongkang dirumah saja hehehe" jawab pak Han lagi.
"Pak, gimana kalau nanti malam kita ke vila putih, bapak kan belum tau dimana dan bagaimana keadaan disana pak?" tawar Ali
"Lho saya senang sekali mas, kalau kalian tidak capek ya monggo lho mas" jawab pak Han
Kalau orang belum pernah bicara dengan pak Han, pasti orang itu akan mengira pak Han itu orang China, tetapi sekali berbicara dengan beliau, pasti kaget dengan logat jawanya yang kental.
Siang menjelang sore ini mereka memindahkan mobil Novi ke tempat tinggal pak Han yang sekitar dua puluh meter lebih dari pendopo tempat mereka sedang berkumpul, karena itu atas suruhan pak Han.
Rumah pak Han yang ber arsitektur jawa ini tadi tidak terlihat jelas dari arah pendopo. Ternyata rumah ini ada dibagian belakang tanah yang dia miliki, rumah yang cukup besar dengan furnitur kuno dan ada beberapa gebyok yang membatasi tiap ruangan.
"Ma, sini sebentar" panggil pak Han kepada istrinya yang ada di dalam
"Ini ada teman dari Sdrj yang mau nginap semalam disini karena besok pagi mereka harus ke kota Sby"
Satu persatu mereka bersalaman dengan perempuan yang mungkin seumuran dengan pak Han.
"Aduuh mbak ini ayune yooo" kata istri pak Han ketika Novi bersalaman dengan nya
__ADS_1
"Halah ibu iki lho, marai Novi malu saja bu" kata Novi sambil sok bermanja manja dengan istri pak Han
"Heheh ayo silahkan duduk, saya mau siapkan kamar kalian dulu anak-anak" kata istri pak Han dengan tersenyum
"Bu, boleh Novi bantu ya?" kata Novi sambil memegang kedua tangan istri pak Han
"Lhooo cah ayu ini opo yo bisa beres-beres hehehe Ibu cuma suruh pembantu yang beres-beres kok cah ayu, tapi kan ibu harus tau apa yang harus dibereskan dulu kan heheheh" jawab Istri pak Han
"Iya bu, pokoknya Novi mau bantuin ibu deh, dari pada disini sama laki-laki, yang diobrolin kan beda bu" kata Novi merayu istri pak Han.
Sore hari yang nyaman disini, karena arah rumah ini ke timur, jadi panas matahari dari siang hingga sore tidak sampai membuat halaman dan teras rumah ini panas.
Ternyata di rumah ini ada bebearapa kamar yang kosong, ada dua kamar yang disediakan untuk tamu dan satu kamar kosong milik satu-satunya anak dari pak Handoko yang sekarang sedang melanjutkan kuliah di Sby.
"Nak Novi di kamar ini saja ya, ini kamar anak perempuan saya yang sekarang tinggal di Sby karena sedang menempuh pendidikan kuliah" kata bu Handoko
"Iya bu, terima kasih Novi dikasih kamar yang spesial ini Bu"
"Itu ada dua kamar tamu yang sudah ibu bersihkan, kalian yang cowok-cowok tidur disana saja ya" kata ibu Handoko itu lagi.
Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah di mushola kecil yang ada di samping rumah, kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.
"Setelah ini kita berangkat saja pak, kalau kemalaman malah tidak enak pak" kata Ukik
"Iya mas, setelah makan malam kita berangkat " jawab pak Handoko
"Eh nanti mbak Novi disini saja ya, temani istri saya, istri saya senang ada mbak Novi disini, karena katanya ada yang diajak ngobrol hehehe" kata pak Handoko
"Iya pak, saya di rumah saja sama ibu Han" kata Novi sambil menyenderkan kepalanya di bahu bu handoko
"Nanti bawa mobil Novi saja mas Dan, kan muat banyak dari pada naik sedan pak Handoko itu hehehe" kata Novi sambil terus bermanja manjaan dengan istri pak Handoko
"Pak, mungkin bapak punya senter yang agak besar pak, soalnya disana gelap gulita pak" kata ALi
"Ada mas, nanti saya bawakan beberapa senter, oh iya Sebelum berangkat, kita ngobrol dulu di pendopo mas. kita rencanakan dulu apa yang akan kita lakukan disana mas"
Mereka bertujuh plus pak Handoko sekarang ada di pendopo yang kalau malam benar-benar sangat nyaman dengan angin semilir dan suara daun-daunan yang bergesekan, untungnya lampu yang ada di pendopo ini cukup terang, sehingga bisa meminimalisir unsur horor heheheh.
"Apa rencana kalian ke sana ini mas" tanya pak Handoko
"Begini pak, pertama kami ingin melihat keadaan disana, sekalian ketemu sama orang yang rumahnya ada di sebelah vila putih pak.
__ADS_1