
“Nah bagaimana mas Wempi tau kalau Muryati belum menjamah tempat itu mas Wempi, bagaimana kalau suatu saat pak Trimo masuk kamar dan mendapati ada barang berharga dia yang hilang” Tanya Broni mulai memancing di air keruh
“Saat ini di atas sana ada istri pak Trimo. saya bertaruh istri pak Trimo pasti tidak tau tempat rahasia penyimpanan barang berharganya pak Trimo” lanjut Broni
“Tapi yang mengerikan itu adalah Muryati mas Wempi, dia sudah beberapa kali ke sana. Dan ada kemungkinan dia mengambil apa yang bukan haknya” tukas Ukik
Wempi mulai terlihat gelisah, ketika mendengar omongan Ukik dan Broni
“Service hotel yang menekankan pada keamanan, privasi, dan kenyamanan bisa hancur kalau ada barang milik pak Trimo yang hilang lho mas Wempi, jadi kasus ini harus diprioritaskan” kata Ukik lagi
“Mas Wempi tenang aja mas, kalaupun Muryati melakukan pencurian, itu bukan seratus persen kesalahan mas Wempi, tapi kesalahan dari pak Trimo lah, karena pak Trimo memberikan key card kepada Muryati kan” lanjut Ukik
“Tapi itu kan pengakuan Muryati mas, kalau mas Wempi Tanya ke pak Trimo mungkin saja berbeda jawabannya” lanjut Ukik lagi
“Masalahnya Keycard yang digunakan Muryati itu bisa dikategorikan pemalsuan mas dan bisa dipidanakan mas, dan sayangnya pihak dari mas Wempi dan lainya tidak perhatikan itu"
"Tapi untungnya atasan mas Wempi yang bernama pak phely melihatnya dan merampas keycard itu” Broni mulai membuat suasana hati Wempi gundah
“Berarti ketahuanya baru tadi ya mas Wempi. Lalu selama ini Muryati sudah masuk ke sana berapa kali mas yang tanpa bersama pak Trimo?” Tanya Ukik berusaha menambah beban pikiran Wempi
“Aduuh kak, Wempi jadi gemeter ini kaaaak. Wempi takut kalau ternyata Muryati berhasil mencuri harta pak Trimo duuuuuh” kata Wempi dengan mimik wajah yang ketakutan
“Kalau waktu Wempi jaga di sana sih Muryati mungkin hanya empat kali naik ke sana tanpa ditemani oleh Pak Trimo kak, tapi kalau yang jaga orang selain Wempi ya gak tau juga kak”
“Berarti ketahuannya baru tadi ya mas, waktu ada pak Phely itu ya mas?” Ukik mulai menekankan pembicaran tentang kelalaian pada keycard palsunya hihihihi
“He’eh kak, baru tadi ketahuannya kak” Wempi semakin cemas dengan apa yang dikatakan Ukik
“Nah, ada baiknya mas Wempi telepon ke pak Trimo. Jadi gini mas Wempi, untuk meminimalisasi ketakutan mas Wempi. Mas Wempi bisa telepon ke pak Trimo untuk menyuruh istrinya check simpanannya yang ada di sana”
“Ini juga masuk program kerja kami mas, jadi untuk menyatukan kembali pak Trimo dan ibu Novi, ada baiknya Trimo sudah harus mulai terus terang kepada pasanganya tentang harta simpananya” tambah Broni
“Dan berhubungan dengan kasus Muryati ini, ada baiknya mas Wempi bilang kepada pak Trimo untuk check simpananya dan memberikan informasi tempat safety boxnya kepada Istrinya” kata Ukik memberikan ide konyol kepada Wempi
“Tapi saya rasa pak Trimo akan marah-marah lagi kepada mas Wempi. Atau mungkin mas Wempi punya ide lain? Mumpung Muryati belum lari jauh lho mas” pancing Ukik
“Kalau Muryati sudah lari keluar kota atau keluar negeri saya rasa mas Wempi dan rekannya yang akan bertanggung jawab Karena lalai memeriksa kartu yang kadaluarsa mas”
__ADS_1
Diam-diam Tifano mengirim Wa kepada Ali untuk siap-siap menyalakan ponsel milik Trimo, karena kelihatannya Wempi mulai resah dengan apa yang mereka katakan.
“Mas Wempi, mungkin atau tidak apabila ponsel pak Trimo itu disadap Muryati” Broni mulai melepaskan amunisi lagi hadeeeh
“Biasanya horang kaya itu kan selalu adaaaa saja musuhnya mas, dan semua tehnologi akan digunakan untuk membobollah, menyadaplah, atau yang lebih mengerikan merampoklah” tambah Ukik
“Nah untuk Muryati untung saja atasan mas Wempi cekatan, dia langsung bisa tau kalau kartu yang digunakan Muryati itu kadaluarsa atau palsu” bahas Phely lagi
“Tetapi kita kan tidak tau berapa kerugian yang mungkin diderita pak Trimo, apalagi sekelas penthouse ini kan keamananya tinggi mas, jangan sampai hal sepele seperti yang dilakukan oleh Muryati bisa memperburuk nama tempat tinggal ekslusif ini mas” Tifano mulai nyumet kembang api hihihihi
“Iya kak, Wempi tau kalau Wempi salah, terus apa yang paling baik Wempi lakukan kak?” Tanya laki-laki yang sedikit lembeng itu
“Ada baiknya konsultasi dengan atasan mas Wempi dulu, mumpung di atas sana ada bu Trimo. Maksud saya bagaimana caranya agar pak Trimo memberi tau kepada istrinya, agar memeriksa bagian terpenting dari ruangan yang disewa oleh pak trimo itu”
“Sekarang gini mas, saya mau tanya. Bagiamana mas Wempi tau kalau yang di atas itu istri pak Trimo, bukan perempuan-perempuan lain pemuasnya pak Trimo selama ini” Tanya Ukik
“Pertama dia pegang master Key, dan kedua Wempi sudah konfirmasi pertelepon kepada pak Trimo, dan Wempi sempat dimarah marahin oleh pak Trimo sendiri”
“ketiga dari pembawaan diri dan dari pakaian serta dandanannya, dia berpakaian dengan bahan yang mahal dan dengan dandanan yang tidak norak dan tidak over kak” jawab Wempi yang kelihatanya makin bingung
“Jadi alasan itu yang membuat kamu yakin bahwa itu istri dari pak trimo?” Tanya Ukik dalam usaha melempar dan mengetes pengakuan dari Wempi
“Ya sudah mas Wempi, kini saatnya mas Wempi yang berpikir perlu tidaknya mas Wempi melaporkan kepada pak Trimo tentang Muryati yang selalu masuk ke sana dengan menggunakan card palsu”
“Ya sudah mas, kami permisi dulu, karena target kami sudah tidak ada disini, ada baiknya mas Wempi bicarakan kepada pak Phely dulu mas” kat Broni
“Pak Phely sudah pulang kak, apa enaknya Wempi telepon pak Phely dulu aja ya kak”
Tidak lama kemudian, Wempi mengeluarkan poselnya, dan dia terlibat pembicaraan yang serius dengan atasannya. Keliatanya atasan Wempi juga khawatir apabila terjadi apa-apa dengan harta yang disimpan oleh Trimo.
“Atasan Wempi menyuruh Wempi coba untuk telepon pak Trimo, tanpa lapor kepada pihak yang berwajib terlebih dahulu, karena apabila pihak kami melaporkan karena adanya orang asing yang masuk ke sana dengan menggunakan kartu palsu maka reputasi tempat ini akan tercoreng kak”
“Makanya atasan Wempi minta agar diselesaikan dengan cara yang paling sederhana dulu kak”
“Wempi ijin masuk kembali ke kantor hotel kak, Wempi akan coba untuk menghubungi pak Trimo dengan menggunakan telepon kantor saja”
Tifano segera mengirim pesan kepada Ali untuk mengaktifkan dan menjawab apa yang akan diomongkan Wempi kepadanya.
__ADS_1
Tifano juga menyuruh Ali agar Wempi saja yang menghubungi istrinya Trimo agar istrinya dalam hal ini Novi mau mencari dan membuka kotak penyimpanan rahasia.
Dengan alasan Ali atau Trimo tidak berani berkata kepada Istrinya kalau dia mempunyai simpanan harta yang disembunyikan di dalam penthousenya.
Nanti Novi akan bilang kalau dia tidak tau dimana safety box itu berada, karena suaminya Trimo tidak pernah membicarakan masalah ini kepadanya. Kemudian dia akan minta bantuan Wempi untuk menemukanya.
Kotak itu pastinya di password dong, dan hanya Trimo yang tau passwordnya, tapi bisa saja bilang lupa passwordnya agar diresetkan oleh pihak hotel.
Apakah sesimpel itu? Mungkin saja sesimpel itu. Tapi ayo kita lihat bagaimana kelanjutanya.
“Mas Wempi, apa masih perlu bantuan pendapat kami? Kalau tidak, kami akan pamit dulu, karena Muryati sudah tidak ada disini” kata Ukik
“Duuuh kak, jangan pergi dulu dong, Wempi kan masih butuh sharing sama kalian kak. Tunggu Wempi sampai selesai ngomong ama pak Trimo ya kak”
“Lalu kami tunggu Wempi disini atau dimana?” Tanya Broni.
“Di bar Hotel saja kak, disini kan udah mau tutup” jawab Wempi dengan yakin
Ukik berjalan menuju ke kasir untuk membayar sejumlah minuman dan camilan yang tadi dipesan mereka.
“Satu juta lima puluh ribu rupiah pak”
Hahahahah Ukik kaget juga dengan tagihan yang sebegitu besar hanya untuk beberapa gelas kopi dan camilan hhihihihi
“Ehhm boleh liat bonnya mbak, mau saya periksa dulu” kata Ukik dengan tetap menjaga image nya
“YANCOOOK!, minuman yang dipesan Wempi harganya 650 ribu dewe cyoook! Gatel asyu!” batin Ukik
“Untung tadi Novi bawakan aku uang lumayan heheheh, wah bahaya juga ya minum di kedai kopi macam ini, tapi pancen rasane beda dengan yang di warkop” batin Ukik
Setelah melakukan pembayaran mereke bertiga dan Wempi menuju ke lobby hotel, Wempi mengantar mereke bertiga ke bar hotel, kemudian dia memanggil bartendernya.
“Bang, tawarin mereka minuman ya, ntar tagihkan ke Wempi bang” kata Wempi kepada bartender
“Wempi tinggal dulu ya kak, ntar kalau ada apa-apa Wempi minta pendapat kakak yang cakep dan pintar-pintar ini” kata Wempi kemudian pergi meninggalkan mereka.
Bartender itu mendatangi mereka, dan dengan ramah menawari mereka minuman apa yang mereka bertiga inginkan.
__ADS_1