MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 81 (BANTUAN BAWOK)


__ADS_3

Beberapa kali pak Handoko berusaha memukul-pukul tanah yang ada di atas mereka hingga sebagian tanah itu berguguran, begitu pula dengan Novi yang mencakar cakar tanah yang ada di atap ruangan.


Memang banyak juga yang tanah yang jatuh. Tapi keliatanya tanah itu masih tebal diatas mereka, jangan-jangan mereka ada di bawah sebuah gundukan yang ada di taman belakang.


“Terus mbak Novi terus cakar tanah itu, kalau sudah tidak kuat kita gantian dengan Ali dan Tifano, ayo cepat kerjakan sebelum kita keacunan karbon monoksida yng ada di ruangan ini” kata pak Han


 “Eh kalian cepat gali-gali tanah yang ada di atas itu, karena pasukan Totok sudah ada di lorong, mereka sekarang menuju ke mari” kata suara Bawok yang terdengar di kepala mereka semua.


Dalam keadaan genting dimana mereka terjebak di ruangan yang sekarang penuh asap dan api, tiba-tiba tanah yang mereka pukul-pukul dan dorong itu ambrol berhamburan berjatuhan ke bawah, banyak sekali tanah yang berjatuhan.


Ternyata teman-teman mereka yang ada di kamar 6+ melihat ada asap dan bau terbakar yang keluar dari bawah tanah gundukan yang ada di taman belakang, sehingga mereka langsung mencari asal asap itu dan mereka menemukan asap yang muncul dari sela-sela tanah, kemudian mereka bergantian menggali tanah itu.


Lubang sudah menganga lebar, mereka satu persatu naik ke atas dibantu oleh Wildan, Broni, Saeful. Tetapi tidak dengan Gilank karena keadaan Gilank yang saat ini masih belum normal keadaanya.


“Ayooo kita segera pergi dari sini sebelum Totok atau hantu-hantu yang ada disini marah” teriak pak Handoko


Mereka sudah ada di taman belakang hotel, dimana ada lubang mungkin berdiameter sebesar 40 cm tempat mereka keluar dari sana. Dari dalam lubang itu keluar asap hitam yang bau.


Sekarang mereka sudah bergerak melalui halaman samping hotel dimana di halaman samping itu juga tempat kamar 1+ hingga 6+ berada.


“Tunggu pak Han, saya merasakan adanya aura dan energi negatif yang besar menuju ke arah kita dari depan sana” kata Saeful yang sedang bersama pak Handoko


“Ada baiknya kita sembunyi di kamar yang ada di sebelah kiri kita ini” kata Saeful lagi


“Ayo anak-anak kita masuk ke dalam kamar 5+, karena di depan ada yang akan datang kesini” ajak pak Han pada mereka


“Kalian masuk dulu saja, biar saya yang membuat mereka yang tidak bisa melihat kalian, tapi periksa dulu bagian dalam kamar itu, takutnya ada sesuatu disana” kata Bawok melalui kepala mereka semua


“Eh rek, ada yang berusaha bicara dengan kita melalui otak kita” kata Wildan


“Iyo Wil dia namanya BAWOK  dia baik dan mau bantu kita” kata Ali  tiba-tiba


“WAKAKAKAKAKAKA… yancoook kenapa kok namanya Bawok seeeee wakakakakk” Gilank tiba-tiba tertawa setelah mendapat penjelasan dari Ali nama sesuatu yang sedang membantu mereka


“Wis Lank, gak usah ketawa, itu juga hanya sebuah nama, gak usah diketawakan lah chok” tegur Tifano


Memang sih, setahu penulis di beberapa daerah Jawa Timur, kata bawok itu mempunyak arti yang kurang baik, tapi kenapa dia diberi nama Bawok penulis juga ndak tau hihihihi.


Pak Han memeriksa kondisi di dalam kamar 5+, dan di dalam sana dinyatakan aman untuk tempat bersembunyi. Sementara Bawok akan berada di depan menunggu yang akan lewat menuju ke bagian belakang Hotel.

__ADS_1


“Ayo  cepat masuk anak-anak, biarkan Bawok yang akan melakukan aksi selanjutnya, ada untungnya kita bisa kenal bawok, sehingga kita bisa banyak dibantu oleh dia” kata pak Han


Kamar 5+ yang bersebelahan dengan 6+, kamar yang keadaanya kosong dan harusnya mengerikan ini ternyata kosong, tidak ada penampakan mahluk halus sama sekali di kamar itu. Kecuali bau busuk yang lumayan menusuk hidung.


“Keliatanya kamar yang ada di hotel ini semua bau busuk ya pak Han” kata Novi


“Yang bau itu bukan kamarnya mbak Novi, tetapi tubuh kita ini yang bau, karena tadi kita kan sempat ada di ruangan penuh cairan njijiki yang baunya luar biasa mbak” kata pak Han


“Heheheh iya sih pak, bener juga. Tapi mas Ali masih ciumin Novi waktu kita ada di lorong itu pak, kata mas Ali, bau Novi harum sekali. Apakah mas Ali itu masuk katergori kerasukan pak hihihihi” tanya Novi


“Yancoook Nov, ngono kok malah mbok sebar-sebarno seeeeh, buka-buka rahasia ae Novi iki chok” tegur Ali


“Wakakaka Ali kerasukan setan howo nafsu rek wahahahah” kata Gilank yang mungkin iri dengan mereka yang bisa dekat dengan Novi


“Lank, kamu mbok ya yang rapi biar Novi mau kalau mbok deketin hihihihi” jawab Broni


“Ssstttt diam kalian, kita akan ketahuan kalau kalian tetap saja bicara” kata Bawok yang melalui kepala mereka


“Sebentar lagi banyak ghaib yang akan menuju ke arah belakang hotel, mereka ketakutan apabila Totok tau bahwa embrio Totok yang mereka jaga itu terbakar” kata Bawok lagi


Bawok atau kowab sudah berdiri di depan kamar 5+ agar mereka yang ada di dalam nya tidak terlihat atau terasa oleh demit-demit yang akan lewat sini sebentar lagi.


“Jangan berisik sebentar lagi mereka akan melewati kamar ini, kalau sampai mereka tau ada mansusia di kamar ini, kalian semua tidak akan selamat, karena kalian adalah tersangka pembakar embrio Totok”


Untuk masalah itu mungkin nanti Bawok akan menjelaskanya. Tetapi yang pasti untuk saat ini mreka harus bersembunyi di kamar 5+..


“Novi , kamu kedepan sini, duduk lah di teras kamar ini” kata suara yang ada di kepala Novi, dan suara itu milikk Bawok


Novi berdiri dan keluar dari dalam kamar, kemudian dia duduk di kursi yang ada di teras, sementara yang lainya hanya diam saja ketika melihat Novi sudah ada di teras hotel.


Pelan-pelan suara-suara mengerikan macam teriakan, kesedihan, kemarahan, tertawa, kesedihan, kemuramam, suara kesakitan dan lainya mulai muncul, suara itu mirip dengan suara ketika Ali dan Novi ada di dalam terowongn waktu mereka sedang menunggu kedatangan pak Han dan Tifano


Bau busuk mulai menyelimuti kamar, bau bangkai, bau kuku jempol kaki cantengan, hingga bau bangkai campur baur menjadi satu.


Novi dan Bawok yang tidak terlihat bagi mahluk ghaib yang ada di sana itu sedang ada di taras kamar5+. Kelitanya Bawok butuh bantuan Novi untuk menambah energi yang mungkin kurang untuk mengcover sebegini banyaknya orang.


Setelah beberapa lama kemudian Novi sudah masuk lagi kedalam kamar.


“Ayo sekarang kita bisa keluar, semoga di halaman depan hotel masih aman, tidak ada apaun ang menghalangi kita” kata Novi

__ADS_1


“Sekarang cepat pergi dari sini, kita harus segera meninggalan hotel ini sebelum Totok mengetahui bahwa barang berharganya dia sudah terbakar habis” kata Bawok melalui kepala semua orang yang ada disitu


Mereka secepatnya keluar dari kamar5+ dan berlari keluar area situ, saat ini mereka sudah ada di halaman depan hotel yang  lengang, mungkin mahluk ghaib yang ada disini sedang sibuk dengan benda yang mereka bakar itu.


Akhirnya dengan bantuan bawok dan Novi mereka semua berhasil keluar dari hotel itu.


“Ayo kita ke  pergi dari sini, kita ke warung mbah Joyo saja, kita tunggu disana saja anak-anak” kata pak handoko lagi


Tapi sayangnya tubuh Novi, pak Handoko, Ali, dan Tifano bau luar biasa, tubuh mereka mirip dengan bangkai tekos got. Alhasih beberapa pelanggan warung itu pergi dari sana akibat dari bau bangkai itu.


“Kita sepertinya harus cari pakaian dan mandi dulu anak-anak. Bau kita luar biasa busuknya ini” guman pak Handoko.


“Dimana kita bisa mandi dan beli pakaian di malam hari seperti ini anak-anak. Memang sekarang baru pukul 21.30, tetapi mana ada toko yang menjual pakain di kota kecil seperti ini” kata pak Handoko


“Di kamar petugas resepsionis banyak pakaian dalam koper milik korban-korban yang pernah menginap disini, kalian bisa ambil pakaian itu disana”


“Keadaanya belum pernah dibuka sama sekali kopernya, koper-koper korban itu disimpan di bawah tempat tidur, disana ada gudang kecil yang cukup untuk menampung koper-koper korban” kata Bawok


“Itu kalau kalian mau ambil, kalau tidak mau ya ndak papa kok” kata Bawok yang berkata langsung ke dalam otak mereka


“Lalu apa kami harus masuk ke sana lagi hanya untuk mengambil koper yang berisi pakaian, kamu kan tau Bawok, bagaimana bahayanya ada disana itu” kata Ali


“Kalian berempat harus ganti, karena bau kalian akan tercium oleh ghaib yang ada disana, jadi tidak ada cara lain selain mandi dan ganti baju” kata Bawok lagi


“Rek, sebenarnya kita ini bicara sama siapa sih, kenapa yang kita ajak bicara tidak menampakan tubuhnya” kata Gilank yang sudah normal lagi cara bicaranya, tapi sayangnya kuntila dia tetap tegak


“Saya Bawok, saya akan perlihatkan diri saya kepada kalian, tapi ingat kalian jangan takut dengan saya, karena wujud saya yang mengerikan ini” kata Bawok lagi


“iya kami tidak akan takut, sekarang coba perlihatkan sosokmu Bawok” kata Gilank yang sok


“kalian duduk saja dan jangan ada yang bersuara kaget atau ketakutan” kata Bawok yang kemudian menampakan sosoknya


Sosok tubuh tanpa kepala yang bagian lehernya penuh darah, sementara daster yang dia kenakan itu berwanah merah kehitaman akibat darah yang keluar dari lehernya terus menerus.


“Arrghhhh” teriak Gilank yang kemudian pingsan duluan


“Saya kan sudah bilang, lebih baik kalian tidak lihat sosok saya kan” kata Bawok yang kemudian menghilangkan kembali sosoknya.


“Saya adalah korban dari Totok, saya dulu adalah seorang bapak-bapak. Saya dengan keluarga saya yang akan menginap di hotel itu, tapi kejadian mengerikan pun tidak terelakan ketika saya dan keluarga menunggu kamar yang siap”

__ADS_1


“Tiba-tiba semua orang menjadi gila, semua saling serang, dan kepala saya putus karena gigitan Totok” kata Bawok


“Nah disana itu ada koper yang berisi pakaian saya dan pakaian istri saya yang akan cocok bila kalian pakai. Kalian harus mandi dan berganti pakaian dari pada bau kalian terendus oleh setan peliharaan Totok”


__ADS_2