
“Oh iya, kira-kira dua jam lagi kita tiba di masjid, pak Tembol dan lainya turun dan tunggu di masjid saja ya, agar kita tidak usah ke atas” kata Dogel
Setelah itu sambungan telepon mereka matikan..
“Jadi jelas ya anak-anak, saya ada disini bersama mas Blewah dan mas Broni, tetapi apabila ada sesuatu maka kami akan telepon kalian yang ada di Mjkt untuk membantu kami” kata pak Han
“Atau gini saja pak Han, agar Broni ada teman di hotel sementara pak Han dan Blewah sedang menyelidiki sesuatu gimana kalau nanti Tifano disini bersama Broni?” kata Dogel
“Team pak Tembol kan sudah ada saya, mbak Novi, Ali. Saya rasa sudah cukup pak” kata Dogel
“Ya wis mas Dogel. ya dah kalian cepat pergi sekarang saja, mereka sedang menunggu kalian” kata pak Han.
Dogel dan Novi berangkat menuju ke vila putih untuk menjemput pak Tembol, Ali dan Tifano, seperti biasa Dogel menjadi driver yang handal, hingga Novi tertidur pulas.
Novi yang sedang tidur itu ndak menyadari kalau rok pendeknya sempat tersingkap hingga pangkal paha.
Novi tidak sadar ada sebuah benda yang sempat membuat dogel girap girap ketika melihat benda yang bentuknya lonjong dan besar yang sedikit menyembul di sekitar pangkal phaha Novi.
Novi tidak sadar apabila sebuah benda tumpul yang begitu mengerikan ukuranya itu membuat Dogel sempat mengalami jantungan mendadak.
“M..mbak Noviiiiii!” kata Dogel sambil menyenggol lengan Novi yang mulus.
“Eh ..iya mas..ada apaaaa?” Novi terbangun dan kemudian membetulkan roknya yang tersingkap
“I…itu apa mbak?!” Dogel meminggirkan mobil agar bisa bicara dengan Novi dengan jelas
“Maaf…mbak Novi ini Waria?” Dogel memarkir mobil karena mungkin saking kagetnya ketika melihat benda mengerikan yang metuntung di dalam daleman Novi
“Hooaaammmh hihihi, ini salah satu cara agar Novi terhindar dari perkosyaan dan phelecehan mas, buktinya mas Dogel tanya dan agak takut kan dengan koleksi benda tumpul milik Novi ini kan hihihihi”
“Dengan benda ini Novi akan aman dari laki-laki manapun yang ingin memperkosya Novi hihihi”
Dogel tentu saja tidak begitu saja percaya dengan omongan Novi, sehingga dia hanya diam dengan mata melotot ke arah benda yang berukuran sebesar botol sirup marjan itu.
“Bentar mas, kalau mas Dogel pingin pegang biar Novi lepas dulu kuntila kuntilaan ini mas” kata Novi dengan penuh keyakinan
“Ah ..nggak ah …nggak mbak Nov… masak itu bisa dilepas sih mbak?” tanya Dogel dengan nada tidak percaya
“Lha biar mas Dogel percaya kalau kuntila ini bisa dibongkar kalau tidak diperlukan lagi hihihihi”
“Tapi memang cukup memerlukan waktu untuk pasang dan bongkarnya. atau Mas Dogel pegang aja, biar tau kecanggihan kuntila ini” kata Novi lagi
Mobil masih berhenti di pinggir jalan karena Dogel masih kaget dan terheran heran dengan milik Novi yang ukuranya nggak ngotak alias ora umum itu.
“Canggih gimana sih mbak?” tanya Dogel agak jijik dan ketakutan
“Kuntila yang ada sama Novi ini bisa ngatjeng mas, bisa ngeluarin air seni juga mas, karena ada saluran pembuangan, sehingga Novi tidak akan susah payah kalau mau pipis hihihi”
“Masak secanggih itu sih… mbak Novi ini pasti waria,.. tapi gak mungkin juga sih mbak… kalau waria gak mungkin sebesar itu nganunya. Apalagi mbak Novi cantik sekali”
“Lagi pula mana ada manusia yang ukuran kuntilanya sebesar botol beer gitu mbak?” kata Dogel mulai mempercayai bualan Novi
“Kalau seumpama mas Dogel pegang gimana mas?, biar mas Dogel tau ini asli apa ndak nya mas, Novi yakin mas Dogel pasti ndak bisa membedakan mana yang asli dan mana yang tidak hehehe”
“Karena milik Novi ini Novi beli di luar negeri mas hehe”
“Wahahaha wis gak usah megang juga gak masalah mbak hahahah. Dari ukuranya saja saya gak yakin kalau itu asli mbak, mana ada kalau asli bisa sebesar itu” kata Dogel mulai menjalankan mobilnya lagi
“Kuntila ini banyak membantu lho mas, Novi kan kadang digoda orang bahkan pernah ada yang berusaha melakukan pelecehan kepada Novi”
“Novi sih santai saja sampai orang yang ingin melakukan pelecehan itu tiba-tiba memegang atau melihat kuntila Novi yang luar biasa ini hehehe”
“Iya sih…bener kamu mbak Nov, dengan seperti itu akan aman”
“Tapi bagi saya tidak tau benda itu , hal itu jelas sangat mengagetkan hehehe,... ada gedebok pisang di selangkhanganmu”
Otak Novi cemerlang disaat dia tersudut pun masih bisa mengelak dengan alasan yang bisa dipahami oleh orang macam Dogel itu.
Orang berpikiran normal pasti akan berpikir seribu kali untuk mempercayai sebuah kuntila sebesar botol sirup yang bertengger di tengah-tengah sepasang kaki mulus Novi.
Orang berpikiran normal pasti akan mempercayai mana ada perempuan secantik ini mempunyai sebuah kuntila, apalagi ukuranya yang benar-benar bngzth!.
Alasan yang menguntungkan bagi Novi apabila Dogel memegang kan merupakan sebuah kenikmatan bagi Novi. Dogel tidak memegang pun juga merupakan keuntungan bagi dia yang berarti Dogel sudah mempercayai omongan Novi.
__ADS_1
“Kalok mas Dogel nggak mau megang ya udah, Novi cuma pengen buktikan apa yang Novi katakan kepada mas Dogel hihihih”
“Heheh benda gituan itu beli di mana Nov?”
“Pokoknya di luar negeri mas, tapi dimananya itu rahasia mas, kecuali mas Dogel perempuan yang sering mendapat ancaman pelecehan atau perkhosaan nanti akan Novi beritahu dimana dan berapa harganya hihihi”
“Ya wis lah, saya kok penasaran ya mbak Nov, kapan-kapan boleh ya kalau saya pegang mbak?”
“Lho ya ndak papa kalau mas Dogel mau pegang, apalagi dikhocok kochok hihihi”
“Tadi kan Novi udah tawarin mas Dogel untuk megang kan”
“Hahahah tadi itu saya sik gilo dan terkaget kaget, kok ada gituan ukurannya sangat menjhembutkan mbak hihihii”
Perjalanan mereka lanjutkan menuju ke vila putih setelah penjelasan yang aneh dari Novi, tapi penjelasan itu bisa diterima akal sehat karena ada alasan yang masuk akal juga.
Satu jam kemudian mereka sudah sampai di depan masjid, dan di depan masjid sudah ada pak Tembol, Tifano dan Ali.
Dogel memasukan mobil ke halaman masjid dan hendak menukar dengan mobil milik Novi yang lebih besar dan muat maksimal sembilan orang.
Apakah ada Saeful diantara mereka?
Ternyata ada, dia baru saja keluar dari lorong samping masjid, kini dia sedang bersama pak Tembol, Tifano dan Ali. Dia sedang ngobrol bersama mereka.
“Parkir di tempat biasanya saja mas Dogel” teriak Saeful dengan tersenyum
Bagaimana dengan Novi ketika melihat Saeful ada di antara mereka?
Tentu saja bisa ditebak heheheh….
Ternyata tidak hanya ada Saeful… di sekitar sana juga ada teman Saeful yang kemarin sempat kaget melihat Novi.
Novi turun dari mobil dengan senyum yang mengembang, kemudian dengan santai dan perlahan dia mendatangi Saeful, Novi masih juga ragu apa Saeful akan lari apabila didatangi Novi lagi.
Ternyata tidak, Saeful tetap tersenyum sambil menunggu Novi hingga ada di antara dia dan dua temannya.
“Mas Saefuuul Novi kangeeeeen” teriak Novi tanpa memeluk seperti biasanya, karena ada dua teman Saeful yang masih melongo melihat paras Novi.
“Iya mbak Novi, saya juga kok heheheh…guyooon mbak hehehe, eh iya ini kenalin teman saya mbak”
“Eh tunggu dulu nak Dogel, ini nak Saeful memutuskan untuk ikut bersama kita lagi, nanti terserah dia mau ikut team saya atau dengan Handoko” kata pak Tembol
“Nggaaak… Mas Saeful harus bersama Novi pokoknya heheheh” kata Novi kegirangan
Mobil berangkat menuju ke Waji terlebih dahulu untuk mengantar Tifano disana yang akan bersama Broni, Blewah, dan pak Han mengawasi apa yang sedang terjadi di Waji atau hotel Asri.
“Nak Saeful kenapa kok tiba-tiba ingin ikut bersama kami lagi?” tanya pak Tembol
“Saya merasa keahlian saya diperlukan oleh kalian pak, saya merasa kita harus bisa mengalahkan yang jahat karena ini juga menyangkut wilayah desa saya dan Gebang juga” jawab Saeful
“Terima kasih nak Saeful kalau masih mau membantu kita”
“Oh iya… eh tentang powerbank, tolong kabari mas Petro untuk temui teman saya yang bernama Pi’an saja kalau mau ambil powerbank, sudah saya titipkan Pi’an barangnya”
*****
“Nah ini dia pak Hotel Asri hehehe, bapak kan belum pernah kesini kan pak Tembol?” kata Dogel
Pak Tembiol hanya diam saja mendengar apa yang dikatakan Dogel, karena pak Tembol kayaknya sedang merasakan sesuatu yang ada di sini.
“Sama sekali tidak terlihat mahluk halus disini, disini rasanya tenang sekali” ujar pak Tembol seraya melihat kolam ikan dan taman bunga yang Indah
“Benar-benar berbeda ya Li” kata Tifano kepada Ali.
“Iyo c*k, heran aku kok bisa dalam waktu yang singkat hotel ini jadi sebagus iki Tif”
“Tapi benar kata pak Tembol, tidak ada demit disini, kosong… dan rasanya terang sekali” kata Ali lagi
“Beda dengan waktu itu ya mas, waktu kita disini, gelap dan sangat menakutkan” timpal Saeful
“Cocok buat bikin anak mas disini hihihi” kata Novi
“Ah bikin anak gimana sih mbak Nov, bisa-bisa yang mau bikinin anak ya lari ketakutan mbak Nov hihihi” jawab Dogel
__ADS_1
“Ih mas Dogel ini sukaknya bikin Novi gemes aja sih”
“Saya rasa ada yang sangat aneh disini pak, tapi saya belum bisa menebaknya, hanya saja saya merasakan sesuatu yang sangat berat disini” kata Saeful
“Nanti kita akan tau apa yang ada disini nak Saeful. Saya merasa apa yang kita lakukan selama ini kok tidak ada artinya”
“Maksudnya bagaimana pak Tembol?”
“Begini nak Saeful, kita selama ini kan selalu bisa menghalau Totok atau Trimo atau Suharto dari vila putih, kita mengira mereka tidak punya kekuatan apapun kan. Ternyata perkiraan saya meleset”
“Disini merupakan tempat yang dibangun Rochman untuk melakukan kejahatan yang kita tidak pernah perkirakan sebelumnya” jawab pak Tembol
“Belum pak, kita belum tau dimana lagi tempat yang dikembangkan Totok itu, karena selain hotel ini yang kita tau ada perkembangan signifikan adalah di toko Gemezzz”
“Nah selain dua tempat ini, kita juga ndak tau mana lagi yang merupakan tempat basis Totok atau tempat dia melakukan kejahatannya” kata Dogel lagi
“Itu yang menjadi pikiran saya nak Dogel, saya rasa masih ada tempat lagi selain ini” jawab pak Tembol
“Tapi pak, paling tidak kita semakin mempersempit ruang lingkup dia, sehingga dia akan tidak nyaman untuk melakukan kejahatannya
“Ayo anak-anak, kita ke tempat Handoko” kata pak Tembol
*****
Setelah mengagumi keindahan hotel waji yang berubah nama menjadi Asri, mereka kemudian menuju ke tempat pak Han.
Pak Tembok saat ini sedang bicara dengan pak Han..
“Hehehe yang bisa kita lakukan hanya mempersempit ruang geraknya Rochman” kata pak Han
“Iya pak Han, tadi hal itu juga sudah saya jelaskan kepada anak-anak bahwa kita hanya bisa mempersempit ruang geraknya Rochman saja”
“ya sudah pak Han, saya dan team akan ke Mjkt. Oh iya nak Tifano biar ada disini menemati Broni pak, karena nak Saeful akhirnya memutuskan untuk gabung dengan kita lagi”
“Ya sudah kalau begitu, kita tetap kontak melalui ponsel saja apabila ada sesuatu yang harus kita bicarakan”
Sementara itu anak-anak sedang ada di kamar 2+ juga mendapat cerita tentang yang ada disini dari Blewah.
“Jadi menurut apa yang dikatakan Mirah semalam itu ada orang atau sesuatu dari luar yang masuk ke sini, dan itu bukan dari daerah hotel ini” kata Blewah
“Tapi anehnya setelah tak cari bersama pak Han ternyata tidak ada siapapun disini. Kami berdua pun sempat menunggu di sana, siapa tau sesuatu itu akan muncul”
“Tetapi sampek aku ngantuk dan tertidur, sesuatu itu belum juga lewat di jalan setapak yang ada di depan kamar ini”
“Apa mungkin dia sembunyi mas Blewah?”
“Nah itu Nov, tetapi kita tidak bisa cari begitu saja, karena kamar ini kan jangan sampai kosong lagi” jawab Blewah
“Heheheh jangan-jangan itu Suharto mas Blewah, karena dia kan terakhir diusir sama Dimas, kemudian GInten yang ada di dalam Suharto teriak-teriak bahwa dia akan membalas dendam” kata Ali
“Hanya saja teriakan perempuan gila itu yang membuat kita ketakutan” kata Ali
“Dia teriak akan mencari energi-energi yang ada di masa lalu dan akan mengajak energi-energi itu untuk menyerang kita”
“Waduh.. mbok Ginten kok gitu ya mas Ali dia itu sebenarnya gimana sih, apa dia masih kenal dengan Mak Nyat Mani atau Soebroto tidak?
“Nah itu yang kita bicarakan di vila putih Nov, karena energi masa lalu itu siapa lagi kalau bukan Man Nyat Man, atau bisa jadi Soebroto”
“Tapi saya rasa Mak Nyat Mani ndak akan berbuat jahat kok, sesuai dengan apa yang dikatakan adiknya yang bernama sekar itu” jawab mbok Ju yang masih ketakutan ada di dalam kamar 2+
Tiba-tiba pak Tembol datang dari kamar 5+..
“Ayo anak-anak, kita berangkat ke Mjkt, karena sudah menjelang siang ini”
“Nak Tifano disini bersama nak Broni ya, kami dan mbok Ju akan ke Mjkt sekarang”
“Kalian berdua memegang ponselnya, sehingga kalau ada apa-apa kalian segera hubungi kami” kata pak Tembol
Akhirnya pak Tembol, Dogel, Novi, Saeful, dan Ali, juga mbok Ju berangkat menuju ke Mjkt, mereka akan tinggal di rumah mbah Putri untuk sementara waktu.
Mobil milik Novi mulai meluncur ke arah mjkt, karena tugas mereka saat ini lebih berat dari pada yang ada di vila putih maupun yang ada di waji.
“Saya kok rasanya agak takut ya anak-anak” kata pak Tembol memecah kesunyian dalam mobil
__ADS_1
“Ndak cuma bapak saja pak, kami pun juga begitu pak, tapi semua ini kan karena suatu masalah yang berasal dari masa lalu pak