MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 251 (RUMAH NABIL)


__ADS_3

Tepat pukul 21.30 pak Tembol, Dogel, dan Nyoto anak buah dari pak Bowo berangkat menuju ke  rumah Nabil yang ada di kawasan perumahan elit di kota S.


Mereka tau bahwa apa yang mereka akan lakukan ini adalah pekerjaan yang tidak tentu atau bisa dikatakan tidak masuk akal sama sekali , tetapi semua yang tidak masuk akal  pasti mempunyai celah yang bisa digunakan untuk menjadi masuk akal.


“Pak Nyoto… apakah pak Nyoto pernah mendapat tugas seperti ini, tugas yang tidak masuk akal gini?” tanya pak Tembol


“Hehehe terus terang tidak pernah pak, saya saja sampai bingung ketika harus ada di hotel Asri itu, dimana disana saya tidak tau apa yang sedang saya lawan”


“Nah, lalu nanti apa yang akan pak Nyoto jelaskan kepada petugas jaga yang kita temui di polsek sana?”


‘Hmmm… terus terang saya tidak tau pak Tembol, saya tidak tau bagaimana menceritakan apa yang akan kita alami disana, tapi paling tidak komandan saya yang akan menjelaskan kepada komandan disana pak”


Mobil meluncur kencang ke arah S, Dogel driver andalan membawa mobil ini tanpa ada masalah sama sekali.


Satu jam berikutnya mereka sudah sampai di sebuah kantor polisi…


Pak Tembol dan pak Nyoto turun dari mobil untuk meminta izin di daerah kekuasaan mereka, agar apabila terjadi sesuatu mereka bisa mendapat bala bantuan dari sana.


Mereka bertemu dengan petugas jaga yang ada di depan.


Pak Nyoto berusaha menjelaskan masalah tidak masuk akal ini kepada petugas jaga yang ada disana.


Tidak ada nada mengejek dari petugas jaga itu, tidak ada suara tertawa sama sekali…


Setelah mendapat penjelasan dari pak Nyoto dan pak Tembol, petugas jaga itu masuk ke dalam, tidak lama kemudian dia keluar bersama rekannya.


Penjelasan yang sama dijelaskan kembali oleh pak Nyoto dan pak Tembol…


Kemudian pak Nyoto mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi pak Bowo yang ada di hotel Asri.


Keliatanya rekan petugas jaga itu adalah komandannya, buktinya dia kemudian berbicara dengan pak Bowo menggunakan ponsel pak Nyoto.


“Baiklah… kami akan backup penuh, meskipun ceritanya sangat tidak masuk akal” kata komandan itu setelah selesai bicara dengan pak Bowo


“Dan sekarang silahkan kalian menuju ke sana, apabila ada sesuatu yang mencurigakan segera hubungi kami, kami akan segera meluncur ke sana”

__ADS_1


Setelah semua sesuai rencana, pak Tembol dan pak Bowo bersama Dogel menuju ke kawasan elit yang letaknya tidak seberapa jauh dari kantor polisi itu.


Di depan pintu gerbang perumahan, pak Nyoto  turun untuk berbicara dengan petugas keamanan yang selalu siaga di dalam pos penjagaan komplek.


Pak Nyoto terlihat sedang berbicara kepada dua orang yang berdiri dengan sikap sempurna ketika mengetahui apabila pak Nyoto adalah anggota kepolisian bawahan dari pak Bowo yang siang tadi juga kesana.


Mobil meluncur masuk ke dalam komplek setelah portal perumahan itu dibuka, salah satu dari petugas keamanan itu mengawal mereka.


Dan itu juga atas permintaan dari pak Nyoto untuk mengawal dan tentu saja pak Nyoto butuh sedikit informasi juga dari petugas keamanan komplek.


“Bagaimana mas, apakah penghuni rumah ini mencurigakan tindak tanduknya?” tanya pak Nyoto ketika mereka sudah ada di depan rumah Nabil


“Sangat mencurigakan pak, pemilik rumah ini pak Nabil, dia tinggal sendirian bersama anaknya, tapi itu dulu…. Sekarang anaknya sudah tidak pernah kelihatan sama sekali”


Pak Nabilpun dulu masih sering bekerja berangkat pagi dan pulang sore, tetapi sudah beberapa minggu ini  dia sama sekali tidak pernah keluar rumah”


“Tidak ada pembantu yang membersihkan rumah, tidak ada orang yang belanja kebutuhan pokok, tidak  ada siapapun yang keluar rumah, kecuali pak Nabil sendiri yang kadang-kadang tengah malam keluar rumah dan paginya baru balik”


“Dulu juga ada yang aneh, tiap hari selalu ada kurir pengirim paket yang selalu  datang tiap pagi ke sini, tetapi para kurir paket itu tidak pernah bertemu dengan pemilik rumah”


“Dia tanya, sebenarnya yang memesan paket ini siapa, karena perintahnya hanya ditaruh saja di depan pagar rumah, tanpa bertemu dengan pemesan paket  itu”


“Ya saya jawab saja pemilik rumah itu pak Nabil, dan dia adalah orang yang sibuk dan  makanya tidak pernah mau bertemu dengan siapapun” petugas keamanan itu selesai dengan penjelasan dan ceritanya tentang Nabil atau Rochman.


“Ya sudah mas cukup ceritanya, sekarang kami akan mengamati rumah ini” kata pak Nyoto


“Eh pak Nyoto kita disana saja pak, di lahan kosong samping rumah ini saja, kita biasanya ada disana kalau sedang mengawasi rumah ini”


*****


Di rumah abah Fuad…


“Eko, mas Ali, ini sudah saatnya  kita cari jiwa  orang ini”


“Eko kamu tunggui dan jaga tubuh ini bersama mbok Ju, saya dan mas Ali akan mencari  dimana jiwa orang ini”

__ADS_1


“Baik bah, tapi bagaimana bah, apa abah tau dimana jiwa orang ini bah?” tanya Eko


“Hihihi jelas tidak taulah, kita nanti mampir ke tempat dimana Ginten berada, kita tanya dan interogasi Ginte dulu saja”


“Mas Ali sudah siap?... kalau sudah siap mas Ali berposisi tiduran saja, nanti akan saya bangunkan apabila sudah waktunya” kata abah Fuad


Ali menuruti apa yang dikatakan abah Fuad, dia telentang di sebelah Suharto, Ali memejamkan mata dan berusaha untuk sesantai mungkin.


Hingga beberapa saat Tubuh Ali  telentang di sebelah Suharto hingga kemudian ada yang membangunkanya tiba-tiba.


“Bangun mas Ali.. ayo bangun, kita sudah sampai ini” kata abah Fuad yang terus membangunkan Ali


Ali membuka matanya… dia terkejut…


“Kita ada di hotel Waji bah.. kok secepat ini kita ada di Waji?” tanya Ali


“Dan… saya sekarang dalam keadaan melayang bah… saya melayang!” kata Ali keheranan


“Hehehe tentu saja kamu melayang, tubuhmu kan ada di rumah abah sana hehehe”


Mereka berdua sekarang ada di depan kamar 6+..


Ali menoleh ke kamar 5+, disana ada pak Han yang sedang duduk sendirian sambil terus memperhatikan kamar 6 +


“Pak Han tidak pernah tidur…” kata Ali kepada abah Fuad


“Apakah pak Han bisa melihat kita bah?” tanya Ali


“Tentu saja bisa mas, ayo kita ke pak Han dulu saja, kita ijin ke dia untuk melakukan sesuatu kepada Ginten”


Mereka berdua melayang menuju ke teras kamar 5+ … awalnya pak Han tidak merasakan kehadiran mereka berdua. tetapi lama kelamaan pak Han seperti sedang mencari sesuatu.


“Pak Han ini kami….” teriak Ali


Seketika pak Han menoleh ke samping dan dia kemudian tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2