MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 246 (KETIKA ROCHMAN LEMAH)


__ADS_3

Rombongan pak Bowo dengan bagian kiri mobilnya yang rusak sudah sampai di rumah abah Fuad…


Pak Bowo memperkenalkan diri sebagai polisi yang sudah lama menangani kasus hilangnya orang secara misterius di wilayahnya.


Dan sekarang mereka ada di ruang tamu rumah pak Bowo dengan tubuh Suharto yang ada di tengahnya.


“Bagaimana pak Tembol, apa rencanamu setelah ini” tanya abah Fuad


“Saya tidak punya rencana apa-apa abah. bahkan saya tidak tau apakah yang kami lakukan ini benar atau tidak” jawab pak Tembol


“Hehehe… semua yang kalian lakukan ini tidak salah apabila tujuannya untuk membinasakan Rochman atau Totok” jawab abah Fuad


“Tetapi saya akan menambahkan atau memberikan masukan kepada kalian agar apa yang sudah kalian lakukan ini tidak sia-sia”


“Sekarang begini bapak-bapak….”


“Selama ini saya selalu mengamati apa yang kalian lakukan, dan saya sangat kagum dengan kegigihan yang kalian telah lakukan hingga Suharto ada didepan kita”


“Dengan Suharto ada di tangan kita, maka kesempatan Rochman untuk menambah energi di dalam tubuhnya pun sirna, dia kini semakin lemah, apalagi dia sudah tidak makan jantung segar”


“Saya tau semua yang kalian lakukan, dan saya setuju apabila kita menghentikan pasokan energi kepada Rochman, agar dengan mudah kita bisa kalahkan” kata bah Fuad


“Saya juga tau tentang pengorbanan arwah ayah dari Suharto ini, hanya saja saya tidak mau tau bagaimana keadaan dia sekarang, karena yang kita maksud sudah ada disini”


“Jadi bisa saja ayah dari Suharto ini sirna, atau bisa saja dia melarikan diri dari Totok karena energi totok yang sudah semakin melemah….”


“Atau bisa saja sekarang dia sudah terserap ke dalam tubuh Totok….”


“Tetapi jelas  tidak ada gunanya, karena energi sebuah arwah sebelum dia menjadi manusia itu tidak besar untuk diserap oleh  mahluk jadi-jadian macam Rochman itu”


“Jadi kesimpulan saya, Totok atau ROchman sekarang sudah dalam keadaan lapar, haus dan lemah…”


“Sekarang tinggal tergantung kalian akan menggiring orang lapar itu ke mana, dengan iming-iming apa, itu yang harus kalian pikirkan” kata abah Fuad


“Dengan energi selemah itu , tentu saja orang itu akan menurut saja dengan iming-iming energi yang besar dan bisa memuaskan rasa laparnya”

__ADS_1


“Sekarang yang mau saya tanyakan….”


“Apakah kalian masih ada sesuatu yang bisa memancing Totok atau ROchman ke suatu tempat hingga kita bisa membinasakannya?” tanya abah Fuad


Semua diam dan sibuk berpikir tentang apa yang dikatakan oleh abah Fuad, mereka  masih berpikir tentang siapa yang bisa dijadikan upam bagi Totok.


“Eh abah Fuad, saya mau tanya tentang lokasi untuk membinasakan Rochman” kata pak Bowo


“Hehehe, lakukan dimana dia menyimpan jiwanya….” jawab abah Fuad


“Maksudnya bagaimana abah, apakah jiwa dia itu ada di suatu tempat? bukanya dia itu setan yang tidak punya jiwa sama sekali?” lanjut pak Bowo


“Tentu saja ada pak, dia akan melindungi jiwa itu dari semua bahaya yang akan menyerangnya, dan dia tidak bisa binasa kecuali jiwa itu yang akan kita binasakan” jawab abah Fuad


“Eh abah… apakah tempat itu dimana teman kami Ngot dan Indah berada, di rumah Totok yang dulu kita pernah ke sana itu?” tanya Dogel


“Betul sekali nak, disana itu tempatnya….” jawab Abah Fuad


“Tetapi bukannya tempat itu sulit untuk dimasuki?” kata pak Tembol


“Jadi begini… ini menurut penerawangan saya…” lanjut abah Fuad


“Kalian harus hancurkan dulu yang ada di hotel itu, saya tidak tau dimana, pokoknya ada di ruang bawah tanah hotel itu. Dan disana nanti kalian akan dibantu oleh arwah-arwah penjaga segitiga kawasan sana”


“Setelah dapur Totok kalian hancurkan otomatis dia akan menjaga jiwanya dengan sisa energinya yang tidak seberapa itu. Kecuali dia mendapat pasokan energi dari pihak lain”


“Nah pada saat itu kalian dan saya serta Eko akan membantu kalian untuk mencari jiwa itu, dan disana nanti bisa kita hancurkan” jelas abah Fuad


“Hanya saja untuk menjaga Suharto ini saya butuh satu orang disini, karena disini hanya ada saya dan Eko saja” kata abah FUad


“Saya saja yang ada disini abah” sahut Ali


“Yah terserah siapa yang bersedia disini, pokoknya kita jangan sampai kecolongan energi yang akan membuat dia semakin kuat” kata abah Fuad.


“Bagaimana, apakah kalian sudah mendapat gambaran… siapa yang akan kalian gunakan untuk memancing Rochman atau Totok?” tanya abah Fuad

__ADS_1


“Sik bah… Rochman itu harus kita pancing kemana?” tanya pak Bowo


“Hehehe ya menjauh dari jiwanya, sehingga kita bisa hancurkan jiwanya” jawab abah Fuad


“Pancing dia ke sebuah tempat yang tidak ada hubunganya dengan dia, kemudian yang pertama harus dihancurkan adalah dapurnya”


“Dengan kita menghancurkan dapurnya maka dia akan semakin bersemangat untuk mendapatkan energi yang kalian tawarkan, dan dia akan mengikuti kemana energi besar itu akan berada”


“Pada saat itu hancurkan jiwanya….”


“Nah setelah itu batu kemudian kalian binasakan dia di suatu tempat yang dia tidak bisa melarikan diri ke mana mana” kata abah Fuad


Apa yang direncanakan abah Fuad ini memang ada benarnya, hanya saja apakah mereka mempu melakukan apa yang abah Fuad katakan.


Karena tugas sedemikian berat itu pasti akan sulit untuk dilaksanakan…


“Sekarang apakah sudah kalian putuskan siapa yang mempunyai energi yang masih bisa digunakan untuk memancing Rochman?” tanya abah Fuad lagi


“Saya kira ada bah… tiga orang gadis yang dulu merupakan pacar Rochman dan untungnya belum sempat diapa apakan oleh Rochman” kata pak Tembol


“Ketiga nya masih kami sembunyikan di bawah tanah vila putih….”


“Dan mereka itu dulu adalah tiba mahasiswi yang sempat terpapar energi dari Mak Nyat Mani. Mereka adalah Winna, Chandra dan Chinta” jawab pak Tembol


\=====================


Saya ucapkan banyak terima kasih atas semangat baca kalian, sehingga saya sudah selesai dengan urusan rumah sakit.


Semangat baca kalian adalah faktor penyembuh saya selain obat-obatan medis.


Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih.


salam hormat


Mbak Bashi/ Dewa Ayu Yudhari

__ADS_1


__ADS_2