
“Aduh apa yang harus aku lakukan, kenapa bisa aku ada disini, semoga tidak ada orang yang akan menuju ke samping rumah ini” batin Broni
Nah ini salah satu sifat Broni dari dulu, dia selalu tidak pernah berpikir panjang, selalu ngawur dan tidak memikirkan baik dan buruknya. Tapi karena dia sekarang sudah ada di samping gang rumah, jadi bagaimanapun juga dia ya harus bisa meloloskan diri dari sana.
“Pintu mana itu yang terbuka, apakah aku harus kembali ke halaman depan atau aku harus ke bagian belakang rumah?” batin Broni
“Tidak ada suara langkah kaki, suasana masih sunyi tidak ada suara apapun selain tadi suara pintu yang terbuka dan tertutup”
“Kalau seumpama aku bisa mendengar suara langkah kaki saja, aku pasti bisa perkirakan dari mana asal suara pintu itu berasal, dan aku bisa putuskan kemana aku harus pergi” gumam Broni
“Aku harus segera mengambil keputusan, apakah kembali ke halaman depan atau aku harus ke belakang menuju ke tumpukan galian tanah dan batu yang ada di halaman belakang ini”
Ketika Broni sedang bingung mendadak lamat-lamat dia mendengar seseorang yang sedang bicara, suara dua orang yang sedang berbicara lebih tepatnya. Tapi suara itu belum jelas dari mana, apakah dari depan atau dari halaman belakang rumah.
“Aku harus pastikan lagi asal suara ini dari mana, agar aku bisa memutuskan kemana aku harus sembunyi. Kalau keadaanya belum jelas gini aku tidak bisa memutuskan harus kemana” kata Broni pada saat itu
Sudah berapa lama Broni disana, sepertinya dia kelupaan perjanjian waktu dengan Novi yang masih dengan setia menunggu di halaman depan rumah Supardi, apakah ini sudah lewat dari sepuluh menit atau bagaimana.
“Suara itu sudah hilang, aku bingung harus kemana ini” gumam Broni yang masih ada di gang atau lorong rumah antara pagar dan rumah utama
Sementara Broni masih kebingungan dengan pikirannya harus kemana dia sembunyi, di depan pagar luar rumah Supardi ada Novi yang juga sedang bimbang antara harus menuju ke ruangan biru untuk mencari bala bantuan atau dia sendiri yang harus masuk mencari Broni.
“Sudah lebih dari sepuluh menit, tetapi mas Broni belum muncul juga, apakah aku harus balik ke ruangan biru yang membutuhkan waktu yang tidak sebentar, atau aku harus masuk kesana untuk menolong mas Broni?” gumam Novi yang masih duduk bersender pada pagar rumah
Akhirnya setelah pertimbangan yang rumit diputuskan untuk mencari Broni sendiri. Novi berpikir demikian karena dia merasa punya kemampuan untuk melawan mahluk halus dan mahluk kasar hehehe yang pastinya akan menyerang dia dan Broni.
“Sekarang juga aku harus masuk ke rumah ini, aku harus tolong mas Broni” Gumam Novi yang kemudian berdiri dan mulai mengukur tinggi pagar dengan melihat ujung atas pagar itu
“Hehehe ternyata tidak setinggi yang Novi kira hihihi” gumam Novi sambil tersenyum
Ternyata selepas dia selamat dari masalah pada novel konser berdarah, dia kemudian mengikuti pelatihan bela diri. Dan tidak main-main yang dia ikuti. Novi ternyta mengikuti pelatihan ilmu bela diri Ju Jitsu. Alasan dia mengikuti bela diri itu karena dia merasa hidupnya tidak aman setelah selamat dari peristiwa konser berdarah.
“Hehehehe dengan apa yang sudah kupelajari selama ini ternyata sekarang inilah prakteknya, dan berguna sekali ternyata heheheh” Guma, Novi yang sekarang sudah ada di halaman depan rumah Supardi.
Makanya dia selalu tepat dalam aksi melempar batu, ternyata cara melempar batu itu dia pelajari juga di ilmu bela diri yang dia ikuti, hanya saja yang dia lakukakan biasanya menggunakan senjata tajam dengan cara mengukur jarak hanya dengan melihat obyek yang akan dia tuju.
Novi mengandap endap tanpa suara layaknya seorang pendekar perempuan eh waria di tengah malam untuk menyelamatkan Broni heheheh.
__ADS_1
“Hmm ternyata mas Broni meninggalkan jejak di rumput dan tanah. Jejak ini mengarah ke bagian samping kanan rumah ini” guman Novi yang sedang melihat rumput dan tanah yang ada dihalaman rumah Supardi
Novi benar-benar mempratekan ilmu bela diri yang dia pelajari, dia berjalan pelan dan mengendap endap menuju ke arah Broni berada. Hingga Novi bisa lihat Keadaan Broni yang sedang bingung di ujung lorong.
“Psst mas Bron!” panggil Novi setelah ada di sebelah Broni dengan langkah kaki tidak bersuara sama sekali layaknya seorang ninja heheheh
“Ehhh Novi kok kamu kesini” bisik Broni heran
“Kan udah 10 menti mas, jadi Novi putuskan untuk masuk kesini dan menolong mas Broni lah hihihih” jawab Novi dengan berbisik juga
“Bagaimana kamu bisa masuk ke sini Nov”bisik Broni
“Sudahlah, nanti aja Novi kasih tau caranya mas, sekarang yang penting apa yang harus dilakukan sekarang mas?”
“Aku dari tadi ndak ngapain-ngapian Nov, aku cuma bingung kemana harus berjalan, karena tadi aku sempat dengar ada suara pintu yang dibuka dan ditutup, kemudian aku juga dengar ada suara orang yang sedang berbicara” jawab Broni
“Sekarang apa yang mas Broni ingin lakukan?”
“Aku kepingin ke sana Nov, di belakang sana ada tumpukan batu dan tanah bekas galian. keliatanya si Supardi melakukan penggalian hingga tembus ke bawah tanah vila putih Nov”
“Ya sudah kalau begitu mas, sekarang mas Broni ikuti langkah Novi saja mas, dan tetap pasang mata serta telinga mas” kata Novi yang kemudian mengambil alih ada di depan Broni dan bergerak layaknya seorang jagoan
Secara perlahan lahan dan pasti kini mereka berdua ada di halaman belakang rumah Supardi yang tidak bergitu luas, tetapi penuh dengan tanah dan batu batuan.
“Nov, halaman belakang rumah ini ternyata tidak ada lubang galian sama sekali. Berarti lubang itu harusnya ada di dalam rumah ini Nov, dan menurut perkiraanku ada di dalam kamar dia Nov, tapi pintu itu digembok dari luar Nov”bisik Broni sambil menunjuk pintu belakang yang tergembok
“Kalau begitu kita masuk ke dalam mas. Tetapi mas Broni tunggu dulu, biar Novi cari cara dan Novi coba untuk check keberadaan orang di dalam rumah ini mas” kata Novi dengan suara berbisik dan mantabh.
Di halaman belakang rumah yang hanya berukuran sekitar 2x5 meter ini ada sebuah pintu yang tertutup dan pintu itu digembok dari luar, pintu itu adalah pintu yang menuju ke dalam rumah atau mungkin juga kamar Supardi.
“Di dalam tidak ada siapapun mas, Novi akan coba untuk membuka pintu ini mas. Mas Broni tunggu saja disana, jangan ikut Novi mas” setelah beberapa saat Novi mempraktekan keahlianya menguping di dinding rumah hehehe
Broni jelas terheran-heran dengan yang dari tadi dilakukan oleh Novi, dia bisa melakukan semua yang Broni tidak bisa lakukan, dan semua dilakukan Novi dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian.
“Kenapa Novi bisa lakukan hal yang aku tidak bisa lakukan ya. Dan cara berjalan dia pun nampak kalau dia itu bukan Novi yang kukenal sebelumnya” gumam Broni sambil melihat apa yang sedang dilakukan Novi
“Ayo mas masuk, pintunya udah terbuka dan di dalam sini tidak ada siapapun mas. Dan ternyata di dalam itu bukan kamar mas, tapi ruangan dengan lubang menganga di lantai mas” kata Novi setelah beberapa lama dia ada di dalam sana
__ADS_1
“Ba..bagaimana kamu bisa masuk kesana Nov, sedangkan pintu itu kan digembok dari luar Nov. bagaimana kamu bisa membuka gembok pintu itu Nov?” Tanya Broni keheranan
“Novi cuman pakek ini lho mas hihihiih” kata Novi sambil menunjukan jepit rambutnya yang sudah dibengkokan sedemikian rupa
Terlepas dari rasa heran Broni, pada akhirnya mereka bisa masuk ke dalam rumah tanpa bersusah payah sama sekali.
Lubang berdiameter sekitar 60 cm ada di lantai yang tadinya mereka kira adalah kamar Supardi. Lubang itu nampak gelap, tetapi keliatanya ada bayangan cahaya di dalam lubang itu.
Ketika Novi dan Broni sedang memeriksa lubang itu, tiba-tiba terdengar pintu yang terbuka. Novi langsung sigap dengan gerakan bela dirinya.
“Sssssttt.. ada suara pintu yang terbuka mas, kemungkinan dari pintu depan rumah ini mas” bisik Novi
“Ayo kita keluar dari sini mas. Sekarang mas Broni mundur pelan-plan menuju ke pintu itu” lanjut Novi Novi yang menyuruh Broni agar keluar dari ruangan ini
Broni menuruti perkataan Novi untuk segera pergi dari ruangan belakang dan menuju ke gundukan tanah lagi, disusul Novi yang kemudian menutup pintu dan menggembok lagi gembok yang tadi dia buka hanya dengan jepit rambutnya.
“jangan keluar dulu mas, kita tunggu hingga orang yang masuk tadi ada di dalam sana mas, Novi kepingin tau siapa saja yang masuk ke rumah ini mas”
Broni hanya bisa mengangguk pasrah dengan yang dikatakan Novi, karena bagi Broni Novi sekarang layaknya superhero yang menyelamatkan Broni dan membuka jalan aman untuk mereka berdua.
“Kita disini dulu saja mas Bron sambil menunggu pembicaraan orang yang ada di dalam rumah itu”
“Iya Nov, eh tapi kamu Ini bener-bener Novi kan, bukan Novianto yang tidak kukenal?”
“Hihhih iya mas, Novi ya Novi mas. kalau ndak percaya sini liat kuntila Novi, sudah tidak ada mas. Kalau Novianto mungkin masih berkuntila mas hihihih” jawab Novi sambil berbisik
Mereka berdua merunduk di antara tumpukan tanah dan batu yang menumpuk berserakan di halaman belakang yang sempit ini. Tidak lama kemudian ada suara pembicaran di dalam rumah.
“Sialan Gemblung dan Matdra’I tidak bisa diselamatkan, tinggal kamu saja Tompel yang masih selamat. Untung batu yang dilempar ke kepalamu mengenai pelipis matamu, tidak kena bagian belakang kepalamu Pel” kata Fathoni
“Sebenarnya siapa yang melempar batu ke arah teman-temanmu itu, kenapa dia bisa tepat kena sasaran kepala semua?” tanya orang yang suaranya cocok dengan yang bernama Supardi
“Saya tidak tau mas, ketika saya sedang bicara dengan orang yang aga gila, yang selalu bicara mengenai kematian, tiba-tiba kepala saya ada yang melempar, dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa mas” kata Tompel
“Tapi sebelumnya kami sempat mengejar gerombolan anak-anak yang tiba-tiba hilang begiu saja”
“Apakah anak yang kalian anggap gila itu juga ada di antara gerombolan anak yang kamu kejar?” tanya Supardi
__ADS_1
“Tidak mas, dia adalah penduduk Gebang dan katanya mau ke hutan atas untuk mencari setan untuk peliharaan mas. Sungguh aneh perangai dan tingkah laku anak itu mas “ kata Tompel kepada Supardi
“Hmmm siapa lagi yang berusaha mengganggu saya disini, makin banyak orang yang kesini sekarang termasuk kalian. Tapi tidak papa, kita cari bersama sama harta itu dan kita bagi rata hasilnya”