
“Dimas, apakah kita tidak perlu ke hotel Asri untuk membantu mereka?” tanya Perto
“Saya juga berpikir seperti Tro, tapi ada baiknya kamu hubungi Handoko dulu, apa yang terjadi dan apakah ada perkembangan lain tentang kasus ini?” kata Dimas
Di ruang tengah Vila putih, ada DImas, Petro, Nank, dan Tifano. WIldan ada di lantai atas untuk tetap mengamati apa yang sedang terjadi di sekitar luar vila.
Karena semenjak kepergian Marwoto, tidak ada sesuatu yang terjadi lagi, untuk sementara waktu ini keadaan vila putih tenang
Sementara itu Tifano sedang menghubungi Broni yang saat ini ada di hotel Asri atau Waji, Broni disana bersama dengan Pak Han, dan Blewah karena yang lainya sedang ada di kota S untuk mengawal Suharto anak Marwoto yang bikin masalah.
“Kata Broni di hotel Waji tidak ada apa-apa Dimas, mereka sedang menjaga Ginten agar tidak bisa keluar dari sana” kata Tifano setelah menyudahi pembicaraan dengan Broni yang ada di hotel
“Berarti kita masih harus berjaga-jaga dari Djatmiko, karena saya yakin dia akan datang kesini dengan pasukanya” jawab Dimas
“Huuuff… masalah ini benar-benar membuatku letih, saya disini hanya ingin damai setelah perselisihan kita di masa lalu” kata Dimas sambil berjalan menuju ke teras vila
“Hahahaha tidak cuma kamu Dimas, saya dan teman-teman lainya juga sudah capek sekali, bahkan rasanya kepingin tak tinggal pulang saja” jawab Tifano
“Hehehe, saya selama puluhan tahun disini berharap kalian kesini dan melakukan renovasi pada vila ini, sehingga vila kuno ini layak untuk ditinggali dan disewakan”
“Meskipun saya tetap ada disini untuk menjaga dari hal ghaib hehehe” kata Dimas
“Iya betul DImas. Tetapi anehnya setelah kasus kita itu, saya dan teman-teman rasanya lupa kalau kami masih punya tanggungan vila disini sebelum, Kaswadi mencuri benda milik pak Tembol itu” kata Tifano
“Iya saya tau Tifano, saya juga merasa begitu, saya sempat berpikir, apakah anak-anak dan pak Tembol ini sudah lupa dengan vila ini atau bagaimana” jawab Dimas
Wildan yang tadinya di atas, kemudian turun, mungkin dia merasa bosan dengan keadaan diatas yang tidak ada apa-apa sama sekali.
“Kenapa turun Wil?” tanya Tifano
“Bosen Tif,...ngantuk tapi gak bisa tidur” jawab WIldan yang sekarang duduk di sofa ruang tengah
“Apa yang sedang kalian bicarakan, kok kelihatannya kalian santai-santai rek?” tanya Wildan
__ADS_1
“Gak ada apa-apa Wil, kita cuma ngobrol tentang masa lalu sama DImas iki” Jawab Tifano
“Hehehe, sebenarnya kita ini apa sih Dimas?” tanya Wildan
“Kamu itu bukan siapa-siapa selain pemilik vila ini dan orang yang kaya raya… tapi belum..belum saatnya hehehe” jawab Dimas
“Eh Dimas… ngomong-ngomong tentang Djatmiko… apakah dia akan datang kesini lagi?” tanya Wildan
“Tentu saja dia akan datang ke sini lagi, dia kan masih punya keinginan untuk mencari sesuatu itu hehehe. Hanya saja kita tidak tau bagaimana dia akan datang kesini, karena Trimo sudah tidak ada lagi” jawab Dimas
“Tapi yang pasti kita masing-masing punya tanggung jawab. kita disini menunggu Djatmiko, Handoko di hotel menjaga GInten agar tidak lepas dari kurungan, sedangkan lainya sedang melindungi Suharto dari ancaman Rochman”
“Tidak ada yang santai selain waspada anak-anak, karena urusan ini belum selesai. Semakin banyak yang tau tentang sesuatu yang ada di bawah tanah rumah ini maka musuh kita juga semakin banyak”
Ketika mereka sedang ngobrol bersama di ruang tengah, mereka tidak menyadari dengan keadaan teman mereka yang sekarang sedang melindungi Suharto daro Rochman.
Mungkin untuk yang tadinya di dalam ambulan masih aman-aman saja, tetapi bagaimana kabar pak Tembol, Pak Bowo, Dogel dan Marwoto yang dengan sengaja menabrakan mobil nya ke mobil Rochman?
*****
Sementara itu sebelum mobil pak Bowo meneruskan perjalanan ke rumah abah Fuad, mereka sempat berhenti sebentar di bahu jalan sebelum masuk ke jalan bebas hambatan.
Di dalam mobil pak Tembol, Dogel dan pak Bowo sendiri masih terdiam, mereka masih menunggu sesuatu yang akan terjadi selanjutnya.
“Pak..kata mbah Saripah, lebih baik kita teruskan saja perjalanan menuju ke rumah abah Fuad, karena untuk saat ini Marwoto masih bisa menahan Rochman” kata Dogel
“Meskipun hanya menahan tetapi yang penting Suharto bisa sampai ke rumah abah Fuad dengan selamat”
“Eh nak Dogel, apakah Rochman bisa menyerap energi Marwoto?” tanya pak Tembol
“Tentu saja bisa pak, tetapi tidak segawat apabila Rochman menyerap energi yang dimiliki oleh Suharto.
“Disini Marwoto kan sudah berupa mahluk halus juga pak, sehingga energi yang dimiliki tidak sesempurna ketika dia masih hidup sebagai manusia” jelas Dogel
__ADS_1
“Ya sudah pak Bowo, kita langsung saja ke rumah abah Fuad, nanti disana kita koordinasi lagi apa yang harus dilakukan setelah itu” kata pak Tembol
Mobil pak Han melesat menyusul ambulan yang sudah jauh ada di depan mereka.
Untuk sementara ini keadaan masih aman bag Suharto, sehingga langkah berikutnya adalah langkah yang paling menentukan.
“Untuk menghindarkan hal hal yang akan berlanjut lagi, bagaimana kalau mulai saat ini dilakukan penangkapan Rochman pak?” tanya pak Bowo
“Tidak semudah itu pak, nanti akan kita bicarakan dengan abah Fuad dulu saja, karena yang kita tangkap itu setan yang menyamar sebagai manusia” jelas pak Tembol
“Kalau menurut saya pak, kita tetap harus bawa Rochman di hotel, dan disana baru diadakan penangkapan dan pemusnahan” tambah Dogel
“Nanti akan kita bahas lagi anak-anak, yang penting sekarang kita harus segera mungkin ke tempat abah Fuad untuk melihat apa yang ada disana” jawab pak Tembol
*****
“Ternyata kalian sudah hampir sampai di tahap akhir anak-anak” kata abah Fuad sambil memeriksa Soeharto yang terbujur di ruang tamunya
“Semua yang dicari Totok, maksud saya energi yang diperlukan untuk menambah kesaktianya sudah kalian amankan satu persatu”
“Untuk saat ini kita akan bicarakan bagaimana membinasakan Totok atau yang kalian sebut sebagai Rochman itu, meskipun itu tentu saja sama sekali tidak mudah” kata abah Fuad
“Lalu menurut abah Fuad, apa yang bisa kami lakukan setelah ini?” tanya Ali
“Menunggu saat yang tepat, hanya itu saja. Menunggu saat yang tepat untuk membinasakan Rochman”
“Karena saya lihat kalian sudah mulai menutup semua yang dia untuk hidup dan menambah kekuatan. Jadi tinggal menunggu waktu yang tepat untuk melakukannya” kata abah Fuad lagi
Ketika mereka sedang asik ngobrol di ruang tamu abah Fuad, tiba-tiba mobil pak Bowo datang. Pak Bowo yang bersama Dogel dan Pak Tembol.
Setelah memarkir mobilnya, pak Tembol, Dogel dan pak Bowo masuk ke rumah abah Fuad.
Ali menceritakan apa saja yang terjadi setelah mereka sampai di rumah abah Fuad dengan selamat, dan tentu saja rencana kedepan abah Fuad terhadap Rochman.
__ADS_1
Rencana untuk membinasakan Rochman untuk selamanya setelah Rochman kehilangan semua pemasok energi dan kehidupanya.