
“Mas Trimooo, da lama ga jamah yati nih, kpn qt mandi keringat lg mas” jawaban pesan singkat dari Muryati yang tampil di layar ponsel milik Trimo
“Waaah ngeri juga rek hehehe, trs ini dibalas apa Kik” tanya Wildan
“Sik Wil, kita diskusikan sama teman lainya dulu hehehe” Jawab Ukik
“Gendeng c*k heheheh, Muryati ternyata gilak juga ya. Yekopo nek dikekno Gilank ae rek, biar dihadapi Gilank heheheh” kata Broni yang juga sempat lihat isi dari Wa yang ada di ponsel Trimo
“Ngawur ae Bron, koyok gak eruh Gilank ae rek, Gilank itu super ngawur, wis lama dia ndak liat perempuan hahaha, karyawan Novi banci sing Warsih ae arep di rempon kok wakakakakak” kata Ukik
“Yancook kalian ngomong opo, kok jenengku kecandak kecangkin sisan!” teriak Gilank dari depan
Jadi posisi mereka ini ada di dalam kamar yang ada di salon, sedangkan Gilank ada di salon tempat eksekusi hehehe. Tapi telinga Gilak ya peka juga, dia bisa mendengar pembicaraan yang ada di dalam kamar.
“Tenang ae Lank, pokoke mbak Warsih harus bisa bikin Gilank jadi ganteng dulu” teriak Ukik dari dalam kamar
“Aduuuh maas, gimana bisa bikin ganteng, Warsih aja jijik mau pegang rambut mas Gondrong ini” kata Warso eh Warsih dari depan
“Lhooo ndak boleh gitu mbak Warsih, Gilank itu membawa keberuntungan, setelah sampeyan berhasil membuat Gilank menjadi ganteng, saya jamin salon ini akan rame lho mbak heheheh” teriak Ukik
Sementara itu di konter ponsel Novi dan Ali kegirangan karena mereka berhasil menyalakan ponsel milik Trimo, dan untungnya ponsel itu tidak di password sama sekali, yah hari keberuntungan bagi mereka saat ini.
“Cak Di, Novi boleh pinjam chargernya kan, biar kami lanjutkan charge dari salon Novi saja mas” kata Novi kepada pemilik konter ponsel
“Bawaen aja mbak, nanti nek wis gak perlu bawa kesini lagi saja mbak” jawab Cak Di
Mereka berdua sudah tidak sabar lagi untuk melihat isi percakapan atau apapun yang ada di dalam ponsel Trimo ini, mereka yakin kalau dari ponsel ini mereka akan mendapatkan informasi yang pasti sangat penting.
Mereka berdua sudah sampai salon novi, mereka secepatnya masuk ke dalam kamar yang ada di sebelah salon tempat anak- anak berkumpul.
“Mas Ali coba kalian check lagi mas, Novi mau pulang mandi dulu mas” Kata Novi yang buru-buru keluar dari kamar, dan sempat melihat ke arah Gilank yang hanya duduk di kursi dan seorang kapster yang bernama Warsih yang hanya menekan tekan kepala Gilank saja
“Sis Warsih, itu rambut bukan lemper, kok cuma ditekan tekan pakek telunjuk gitu sih, mana belum diapa-apakan juga” tanya Novi
__ADS_1
“Iya ini sis Novi, Warsih jijay liat rambut mas gondrong ini. banyak sekali binatang peliharaanya sis” kata Warsih kepda Novi yang juga jijik lihat rambut Gilank
“Mas gilank, lebih baik di gundul saja dulu saja mas, biar temen-teman lainya pada aman kalau deket dengan mas Gilank” saran Novi kepada Gilank
“Binatang yang ada di kepala itu bagus untuk mas Gilank karena bisa ternak binatang, tapi tidak baik bagi teman mas Gilank hihihihi, dah ya, Novi tinggal mandi dulu di rumah”
“Udah ya mas, sekarang saya gundul saja ya yembutnya eh rambutnya mas”Kata Warsih dan akhirnya Gilank pasrah saja ketika alat cukur itu mulai menghabisi rambut gondrongnya.
Ali bersama kelima temanya sedang sibuk dengan kedua ponsel milik Trimo yang ada di depan mereka, mereka tidak merasa kalau ada yang tidak ada di sana. Kaswadi sudah tidak ada di sana, Kaswadi pergi dari salon ketika mereka sedang sibuk dengan ponselnya.
Tidak ada yang menyadari kalau Kaswadi sudah pergi dari sana sampai si Gilang yang sudah setengah botak itu ingat Kaswadi yang tadi pamit untuk membelikan sarapan bagi yang ada disana.
“Rek Kaswadi belum datang ya rek? ” teriak Gilank dari tempat eksekusinya
Ketika Gilank berteriak kepada temanya yang ada di dalam kamar, tiba-tiba listrik di salon padam.
Alat cukur yang dipegang Warsih pun mati seketika, ponsel Trimo yang kapasitas chargingnya masih 10% pun akhirnya stop ngecharges. Tapi untungnya sudah ada 10% baterai yang cukup untuk melihat aplikasi yang ada didalam ponsel itu.
Untung bagi ponsel tapi tidak untung bagi Gilank yang saat ini bagian kepala atas hingga separuh kepala sudah habis licin, yang tersisa gondrong adalah bagian belakang dan samping kiri kanan saja hihihihi, bisa kalian bayangkan kan bagaimana model rambutnya.
“Lhooo heeee lha terus gimana kelanjutan ndasku iki mbah Sih” tanya Gilank dengan panik
“Hihihihi ( tertawa pelaaan sekali) ya nunggu listriknya nyala mas hihihihi (tertawa makin pelan). Tapi ndak papa kok mas, Warsih nyukurnya bagus kok wakakakakak( tertawa keras)
“Lhooo lha sampeyan kenapa motongnya dari atas kebawah, kok ndak dari bawah ke atas sih mbaaaaak” teriak Gilank makin panik
Jelas panik lah , wong atas hingga separuh kepala sudah plontos, sedangkan separuh kebawah masih gondrong nggilani .
“Hihihih ngancengaja.. eh ndak sengaja mas, udah kebiasaan paling enak itu dari atas terus turun ke bawah mas, biar bisa tahan lama hihihih” celoteh Warsih
Kemudian Gilank ingat lagi dengan Kaswadi yang tadi pamit untuk beli sarapan.
“Woooi Reeeek, Kaswadi carieen reeek” teriak Gilank dari salon
__ADS_1
Wildan dan keempat orang segera keluar dari kamar.
“Lhe mana Kaswadi Lank?” tanya Broni
“Tadi waktu kalian sedang sibuk dia pamit aku dan mbak-mbak iki, jarene mau beli sarapan untuk kita semua. Tak pikir sudah bilang sama kalian c*k” jawab Gilank
“Waduuh, iso gawat iki nek sampek Kaswadi hubungi keluarganya rek, ayo kita cari dia rek” kata Wildan kemudian diikuti oleh yang lainya keluar dari salon Novi.
“Lha terus aku gimana rek” teriak Gilank
“karepmu lang, mau ikut cari atau tetap disana “ Jawa Ukik yang sudah ada di luar
“Tunggu rek, aku melok!” teriak Gilank yang ngacir dengan rambut potongan nggilani
Sementara itu Ali dan Broni terus berusaha mencari informasi yang ada di ponsel milik Trimo.
"Iki banyak chat Li, kita cari chat penawaran barang saja"
"Sik Bron, ini ada chat orang yang diberi nama pak Totok, dia tanya-tanya tentang uang dan dokumen yang bertulisan mandarin, kalau orang lain bisa tau ada dokumen yang bertulisan mandarin, bearti Trimo sudah mengiklankan barang itu"
"Urusan kita makin gak karuan ini Li. Iki banyak juga orang yang menanyakan uang dan dokumen rumah, rata-rata tidak ditanggapi oleh Trimo. Hanya yang bernama Toto ini saja yang ingin lihat dokumen itu secara langsung"
"Tapi Trimo pintar juga, dia memperbolehkan orang untuk melihat dokumen itu asalkan dia mendepositokan sejumlah dana sesuai dengan harga barang itu di salah satu bank yang sudah ditunjuk Trimo, dan nanti untuk pertemuannya akan dilakukan di bank itu juga"
"Tapi hingga sekarang orang yang bernama pak Totok itu belum konfirmasi. Ini ada lagi orang dari luar negeri yang ternyata juga tertarik dengan yang ditawarkan Trimo. Koyoke orang Belanda kalau di lihat dari namanya Li" kata Broni.
"Bisa jadi Trimo mengiklankan barangnya di salah satu situs jual beli international, sehingga orang asing pun akan tertarik untuk membelinya Bron" kata Ali
"Bentar-bentar rek hehehe ojok-ojok iki golongane dr Andrian, karena kok nama keluarganya sama. Van Halen juga rek hahahaha" lanjut Ali.
"Sik Li, kita lihat emailnya Trimo saja dan kita lihat call log nya juga, siapa saja yang menelpon dia akhir akhir ini, dan siapa yang mengirimkan email ketertarikan barang pada Trimo ini
"Cal lognya paling banyak berasal dari Pak Totok, dan kalau kita lihat ini ada misscall yang jumlahnya belasan dari pak totok, bahkan ini jamnya sebelum kita ke kosan dia kan Li?, berarti pak Totok itu calon pembeli potensial yang kejar Trimo terus"
__ADS_1
"Iyo Bron, lalu siapakah pak Totok ini. sik ini inbox emailnya banyak sekali yang tanya tentang uang dan dokumen rumah, bahkan ada yang dari luar negeri siap untuk datang kesini" kata Ali
Siapakan pak Totok itu, dan kenapa dia sampai tertarik dengan yang ditawarkan oleh Trimo, dan kenapa dia sampai telpon dan misscall sampai puluhan kali ke Trimo bahkan sebelum mereka temukan Trimo mati, masih ada misscall dari pak Totok juga.