MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 39 (AYO MULAI)


__ADS_3

“Mas Trimo, hp kamu kok mati sih, ni q mo minjem kamar yang di hotel ******* ** ya mas, mo wat pameran tas mas” baca Ali di chat paling baru pada  ponsel Trimo


“Jawab aja iya mas, biar dia gak curiga” kata Novi


“Ah mask hanya Iya Nov, gak ada kalimat yang lebih panjang kah Nov” tanya Ali


“Sini biar Novi aja yang balas mas hihihihiih”


“Iya sayaaank, pokoknya upahnya berkeringat lima ronde ama kamu ya hehehe. Maap gw gi sibuk ni yank” ketik Novi di hp milik Trimo membalas pertanyaan Muryati.


Klunting....... “ok cayank...” jawaban singkat dari Muryati pada ponsel milik Trimo.


“Nah, dah ada resopon dari Muryati mas, sekarang tinggal tunggu Wa dari Muryati ke hp Novi hihihi dan setelah itu kita sesuai rencana ya”


“Terus Key card palsunya gimana Nov, bukanya kamu sedang nunggu kiriman key card?” tanya Tifano


“Heheheh dah ada mas, tinggal cod an aja kok mas, pokoknya bentar lagi ada chat undangan lagi mas, dan kita harus sesuai dengan rencana awal mas” Kata Novi


Mbeeeeeekkk....... Suara ponsel Novi ketika mendapat pesan dari oran lain.


“Waaah cepete rek hahaha, Muryati wis gak kuat nahan untuk lihat semua koleksiku mas hahahah” kata Novi dengan suara yang lumayan keras


Novi dan kawan-kawan tidak tau rencana Muryati yang terbaru dengan komplotanya. Ternyata ada lagi rencana baru setelah Muryati diskusi dengan kedua orang jahat di mall beberapa waktu lalu itu.


“Kapan mau ke penthouse ku sis Novi?, soalnya aku juga baru aja dapat kabar kalau kita bisa gunakan kamar itu Novi” pesan singkat melalui Wa dari Muryati


“GIni Yati, Novi perlu waktu sebentar untuk mendekor ruangan di sana, jadi gak bisa langsung kita adakan acara pameran lah. Kita tidak memamerkan barang murahan. Yang Novi pamerkan adalah barang mewah dan rare” kata Novi


“Lha sis Novi maunya kapan?” Tanya Muryati


“Enakan malam ini deh Muryati, soalnya kalau malam kan suasana di sana asik gitu. Ntar Novi bawa tiga orang dekor dan satu asisten pribadi Novi yang selalu menulis semua kegiatan Novi” ketik Novi


“Ok Novi ndak papa, pokoknya semua harus terlihat wah dan glamor sesuai dengan harga dan kemewahan tas yang Novi pamerkan itu. Eh iya, apa Novi sudah menghubungi teman-teman aku?” tanya Muryati

__ADS_1


“Belum Yati, ntar deh kalau semuanya sudah fix,  akan Novi hubungi temen sosialita kamu deh” jawab Novi


Sejauh ini rencana mereka masih sesuai dengan harapan mereka, semoga tidak perlu ada kekerasan untuk menukar keycard milik Trimo itu. Tetapi kembali lagi dengan kebiasaan Muryati, mereka tidak tau bagaimana kebiasaan Muryati selama ini.


Apakah Muryati adalah orang yang sembrono atau dia adalah orang yang selalu rapi, teliti dan cermat dalam menyimpan benda-benda berharganya, hal itu yang tidak didasari oleh kedelapan orang yang akan menukar keycard.


Untuk masalah keseharian Muryati mungkin bisa dipelajari dan diatasi heheheh, tapi dibalik itu kan ada lagi rencana muryati yang tidak diketahui oleh Wildan dan Ali.


AMBYAR MAK PYAR by HAPPY ASMARA nada dering ponsel Novi dengan getaran-getaran vibrator manjah di saku celananya mengakibatkan pekik an dan desyahan lirih Novi.


“Yancoook Nov, cepat diangkat itu hpne rek, aku gak kuat denger pekik an dan desyahan syahduh manjahmu hihihihi” kata Gilank


“Emang kalau ndak kuat, terus mas Gilank mau ngapain sih hihihii” Tanya Novi nakal


“Yo gak lapo lapo Nov, pokoe kudu dikuat kuatkan heheheh” jawab Gilank grogi


“Halooooo Muryatiii, gimana ada yang bisa Novi bantu lagi?”kata Novi setelah menerima panggilan telepon dari Muryati


“Sis Novi, malam ini jam 19.00 aku tunggu di  lobby hotel ya, ini apa sis Novi bawa tas-tasnya juga? Tanya Muryati


Hehehe aku ndak tolol Muryati, aku tau kamu akan mengincar tas brandedku dan mendapatkan tasku dengan cara yang tidak halal. Jadi  aku akan lebih berhati-hati dengan kamu hihihihi” batin Novi.


“Oh gitu, oklah ntar aku tunggu di sana ya Novi” jawab Muryati


Apa sebenarnya rencana Muryati terhadap Novi dan tas-tasnya. Yang pertama waktu mereka ada di mall, ketika Wildan dan Ali mencuri dengar apa yang mereka bicarakan mereka akan merampok tas-tas milik Novi, tetapi dibatalkan karena  ada di dalam lingkungan hotel.


Kedua, mereka akan merampok mobil yang membawa tas-tas berharga itu ketika pulang dari hotel setelah acara itu berlangsung, ketiga mungkin juga mereka akan mencegat mobil itu di tengah jalan dan merampok tas-tas Novi.


Disini masing-masing orang mempunyai tujuan sendiri-sendiri, Novi dan kawan-kawan menginginkan memeriksa seisi ruangan penthouse yang disewa Trimo, dilain pihak Muryati menginginkan tas-tas branded koleksi Novi.


Hanya saja dalam hal ini Novi dan kawan-kawan menggunakan otak mereka, sedangkan Muryati dan kelompoknya lebih mengutamakan fisik, ayo kita lihat bagaimana kelanjutannya  saja hihihih.


Sore hari satu jam sebelum maghrib, ketujuh laki-laki dari sutopo Grup itu sedang di dandani oleh warsih dan bimbi. Novi benar-benar menginginkan mereka di dandani sesuai dengan jobdisc mereka.

__ADS_1


Untuk Tifano, Ukik dan Broni sebagai orang dekor, pastinya tidak rapi sama sekali, bahkan mereka diberikan pakaian yang bau keringat dan sedikit usang. Lain lagi dengan Dani sebagai banci asisten Novi.


Untuk Dani tentu saja dia akan didandani sedikir menor dengan alis yang nyelirit, pemakaian eyeshadow yang tipis dan pemerah bibir. Rambut Dani tidak lupa mendapat perubahan juga, dibuat lebih macho ala militer gitu dah. Tidak lupa kaos jaring yang memperlihatkan bagian dalam Dani hihihii.


Untuk pak Supir atau pesuruh Novi yang bertugas membawa kotak tas, Gilank yang rambut bagian atasnya botak itu mendapat sentuhan sebagai tukang suruh Novi dengan pakaian ala kadarnya , dan bagian rambut yang dibiarkan gundul bagian atasnya.


“Eh nov, kenapa rambutku kok ndak diratakan saja sih. Kenapa harus kayak gini Nov” kata Gilank memelas


“Peran mas Gilank dengan penampilan itu sudah cocok dengan yang dimaksud Novi mas hihihi. Pokoknya setiap selesai kerja mas Gilank akan mendapat kecupan dari Novi hihihihi”


Sekarang penampilan mereka sudah sesuai dengan peran masing masing. Tapi ada satu yang kurang.


“Nov, bagian menukar keycard siapa?” Tanya Broni


“Tenang aja mas, pokoknnya tugas mas-mas semua nanti harus sesuai dengan instruksi Novi ya mas hehehe, pokoknya kalau kalian sesuai dengan yang sudah kalian pelajari, maka lanjutannya akan mudah kok” kata Novi


Dos-dos berukuran besar sudah dimasukan ke dalam mobil dibagian belakang.


“Oh iya, untuk bagian dekor kalian pakai motor aja, biar bau jalan semakin merebak di tubuh kalian bertiga hihihihi” kata Novi kepada Ukik, Tifano dan Broni


Akhirnya Novi, Dani yang membawa sebuah papan catat dan kertas hvs serta Gilank bagian apa saja naik di mobil Milik Novi, Termasuk Wildan dan ALi juga meskipun mereka tidak ikut serta dalam sandiwara pencopetan keycard hihihihi.


Sedangkan tukang dekor menggunakan motor masing –masing. Mereka start dari salon Novi menuju ke arah sby brt yang jauhnya lumayan. Mungkin kalau lewat tol bisa lebih cepat, tetapi kan ada tiga tukang dekor yang ikut naik motor di belakang mobil Novi hihihi.


Sebelum menuju ke hotel, mereka mampir dahulu ke sebuah toko alat eletctronik yang ada di daerah kota sdrj untuk mengambil pesanan Novi yaitu key card.


Pukul 18.45 mobil sudah masuk ke parkiran hotel yang mewah, tetapi untuk motor diarahkan untuk parkir di tempat yang berbeda dengan parkiran mobil.


“Ayo berdoa dulu sebelum melakukan rencana kita mas, semoga rencana kita akan berjalan dengan mulus mas” kata Novi yang sekarang berpenampilan makin wah, makin cantik dan wangi


“Bron, liaten itu Novi, nek koyok gitu kamu ngatjeng ndak?” Tanya Tifano


“Yo jelas Tif, tapi secantik apapun Novi nek aku inget-inget kuntila dia yang korak itu yo malah males untuk ngatjeng c*k jadinya tjengmbuk..., ngatjeng gembuk” jawab Broni dengan serius

__ADS_1


Tidak lama kemudian Novi mengeluarkan ponselnya yang tipis dan terlihat mehong eh mahal itu. Dia mencari nomor Muryati yang sudah dia save terlebih dahulu di ponselnya.


“Haloo yati, ini aku udah di parkiran, menuju ke lobby sama beberapa orang dekor, sekretaris dan satu lagi bagian umum” kata Novi kepada lawan bicaranya.


__ADS_2