MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 153 (TRIMO ADA DI VILA)


__ADS_3

Pokoknya jangan masuk kesana Ndah, atau kamu akan menyesal karena tidak masuk ke sana heheheheh”


“Memangnya ada apa mas Ngot, ada hantu ganteng yang lagi telanjhang bulat ya mas?” goda Indah


“Ih Indah kok pikiranya kemana mana sih, di dalam ndak ada apa-apanya Ndah, ndak ada macam kita, ndak ada yang ganteng ndak ada apa-apa, pokoknya kosong!, tapi ada tapinya Ndah heheheh” kata ngot


“Ada sesuatu yang bikin kita kerasan di sana ndah. Coba saja kamu lihat saja sendiri Ndah, tapi jangan lihat yang ada di ruangan itu, tetapi ruangan yang ada di ruangan itu Ndah hehehehe”


“Ah mas Ngot ini bikin indah bingung dan makin penasaran saja sih mas, memangnya ada apa di dalam sana mas” tanya Indah yang kemudian bersama Ngot masuk ke dalam kamar yang ada di depan


Kosong! tidak ada apa-apa, lalu apa yang tadi mau ngot kasih tau ke Indah kalau tidak ada apa-apa di dalam situ.


“Kok Kosong mas, sama sekali tidak ada apa-apa mas, bahkan makhluk halus pun tidak ada yang disana mas”


“Hihihihih kekosongan yang membuat diriku bahagia Indah, kekosongan yang bisa kamu isi dengan hari-hari bersamamu. Baru ini aku lihat sebuah kamar yang betul-betul kosong, tidak ada apapun disana, bahkan makhluk halus pun tidak ada”


“Yang ada hanya ruangan di hatiku Ndah ruangan yang kosong pula dan siap diisi dengan hari-hari yang Indah bersamamu”


“Kosong dan hampa seperti hatiku saat ini Ndah, dan kekosongan itu bisa kita isi dengan apa yang ada pada dirimu Ndah, semua yang ada pada dirimu bisa mengisi hari hariku yang kosong seperti kamar ini ker ker ker ker”


“Wah mas Ngot ini ada-ada saja sih mas, Indah bingung dengan apa yang mas Ngot tadi katakan mas. Kekosongan itu belum tentu menyenangkan kalau hanya berupa omongan saja mas, harus mas Ngot buktikan dong mas”


“Athooooh njaluk bukti rek ehehehe, yo wis selesai acara akan aku buktikan Ndah. Yok kita ke ruangan berikutnya, tapi keliatanya yang berikutnya ini agak ngeri dari pada yang sudah kita lewati” kata Ngot yang kelihatannya sedang dimabuk tinja eh tjinta itu


Mereka keluar dari ruangan kosong yang tadi mereka masuki itu, mereka ada di ruang tamu tempat tadi mereka masuk, kemudian mereka masuk ke ruang tengah,  ternyata ruang tengah ini sangat jauh berbeda dengan ruang tamu yang ada di depan.


“Ruang tengah ini aneh mas, dan dingin sekali, rasanya kayak ada di dalam kulkas mas, dan apa itu yang ada di dinding mas” tunjuk  Indah pada empat buah tutup  atau pintu persegi yang terbuat dari stainless steel yang lebih mirip oven dan posisinya ada di dinding rumah


“Ini yang tidak aku sukai Ndah, itu lebih mirip dengan kulkas untuk menyimpan mayat yang biasanya ada di kamar mayat Ndah, soale tubuhku pernah dimasukan ke sana setelah ditabrak sama orang suruhan Nabil”


“Kamu tunggu sini, aku mau periksa yang ada di dalam kulkas mayat itu siapa sih, kok sampai ada empat kulkas yang ada disana itu” kata Ngot


Ngot kemudian melayang menuju ke arah empat buah kulkas mayat yang biasanya ada di kamar mayat, dia rencananya hanya melongok saja untuk melihat apa atau siapa yang ada di dalam empat buah kulkas mayat itu.


“Mas, lebih baik jangan masuk ke dalam sana mas, kita lakukan dulu saja apa yang menjadi tugas kita mas, kita harus mencari jalan yang ada di dalam rumah ini baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat mas”


“Ya wislah Ndah, ada baiknya kita cari yang namanya Bawok itu saja dulu, kamu tau ndak yang mana namanya bawok itu Ndah?” tanya Ngot


“Tau mas, dia hantu tanpa kepala mas, dia sahabatnya Sumirah yang ada di dalam tubuh mas Blewah itu”


“Di sebelah kiri itu ada pintu sebuah kamar lagi mas Ngot, apa kita ndak masuk ke dalam nya mas?”


“Biar aku aja yang lihat Ndah, siapa tau ada sesuatu di dalam sana, aku ndak rela kalau kamu terluka Ndah”


“Sebenarnya mas Ngot ini ada apa sih sama Indah, kok Indah ndak boleh ngapa ngapain sih mas, gini ndak boleh gitu ndak boleh juga, lalu bolehnya ngapain mas hihihihi”


“Ah kamu ini pura-pura dalam perahu kura-kura tidak tahu Ndah, pokoknya aku nganu sama kamu Ndah hehehe”  kata Ngot yang kemudian melongok ke dalam kamar yang ada di sebelah kirinya


“Di dalam kosong, bahkan lebih kotor daripada kamar yang depan tadi. tapi ada yang aneh disana Ndah aku merasa ada energi, tapi energi yang putih, bukan energi hitam seperti biasanya kita ketemu luar sana Ndah” kata Ngot


“Mungkin dia teman Mirah yang bernama Bawok mas tapi dia ada di dalam sana apa ndak mas?”


“Kosong, ndak ada siapapun disana,  ayo kita ke belakang, kata pak Tembol di belakang sana ada kolam renang  yang katanya lagi di dalamnya ada banyak lorong rahasia yang menuju ke tempat tinggal Rochman mas”


Mereka berjalan lagi ke arah belakang, setelah melewati ruangan yang dingin karena ada empat buah kulkas mayat yang keempatnya nyala, mungkin karena ada isinya, sekarang mereka ke arah kolam renang yang ada di belakang rumah.

__ADS_1


Tapi meskipun kulkas itu nyala, tapi kan tertutup semua, jadi seharusnya tidak dingin ruangan. tapi kenapa bisa dingin itu yang dipertanyakan.


“Kolam renang ini ngeri sekali Ndah, kenapa warnanya sampai hijau lumut gitu, hijau lumut dan butek sekali”


“Iya mas, Indah takut kalau lihat kolam renang yang dalam dan tidak terlihat dasarnya seperti ini mas, gimana mas, apa mas Ngot mau masuk ke dalamnya?”


“Ndak Ndah, kita tidak tau apa yang ada di dalam sana itu, lebih baik kita cari penghuni yang ada disini dulu kemudian kita tanyakan apa yang ada di dalam kolam renang itu”


“Ayo kita cari mas, siapa tau kita ketemu teman Mirah yang namanya Bawok itu mas”


“Eh kita kesana dulu saja Ndah, disana di sebelah kolam renang itu ada bangunan besar yang harus kita lihat juga”


Mereka berdua menuju ke arah bangunan sebelah kolam renang, mungkin bangunan itu adalah kamar mandi atau gudang tempat menyimpan segala peralatan untuk membersihkan kolam renang


“Eh kenapa di dalam bangunan itu rasanya panas sekali mas, Indah ndak sengaja merasakan yang ada di dalam bangunan itu mas”


“Iya Ndah, aku juga merasakan  hal yang sama, di dalam sana rasanya ada sesuatu yang membuat bangunan itu menjadi panas. Aku curiga di dalam ini bukan hanya ada barang-barang untuk keperluan kebersihan kolam renang, tetapi ada aktivitas yang mengerikan”


“jangan masuk ke sana dulu mas, kita tidak tau apa yang ada disana, dan siapa yang sedang berjaga disana. Kesimpulan kita, disini yang mengerikan itu kolam renang dan bangunan ini mas, tapi anehnya kenapa disini tidak ada makhluk halus  barang satupun ya mas?”


“Iyaa Ndah, harusnya ada satu  dua mahluk halus yang ada disini tapi anehnya tidak ada satupun yang ada disini, dan itu sangat mencurigakan Ndah, eh  ada baiknya kita lebih berhati-hati lagi Ndah”


Mereka berdua harusnya menyadari kalau sedang masuk ke sarang harimau tanpa perhitungan sama sekali dan tanpa pengetahuan tentang apa yang ada di dalam sana.


Untungnya sampai detik ini mereka tidak bertemu dengan pemilik rumah yang bernama Nabil itu, ataukah belum waktunya untuk bertemu kan juga bisa, tapi tetap saja mereka ada di  dalam sarang harimaulah.


Lalu bagaimana dengan mereka yang ada di vila putih saat ini….


*****


Setelah tidak bertemu dengan abah Fuad rombongan bermobil itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke vila putih sana, karena tidak ada yang bisa mereka lakukan malam ini, jadi diputuskan untuk balik ke vila putih saja.


“Saya tidak bisa mendeteksi apa yang ada diatas sana, tetapi saya bisa merasakan adanya sesuatu yang sedang terjadi di atas sana Mbul” kata Dimas


Saat ini mereka berjalan di tengah jalan yang menuju ke arah vila putih, mereka tidak jalan di sisi jurang seperti biasanya. Tetapi karena omongan Dimas akhirnya mereka berjalan di sisi jurang juga.


“Kalau begitu kita jalan di jurang saja lah, takutnya kita bertemu dengan yang sedang kamu khawatirkan itu Dimas” kata pak Tembol.


“Jangan,  kita tetap disini saja, karena yang sedang saya rasakan ini sesuatu yang ada disana itu sebagian ada yang sedang berada di sisi jurang, saya tidak bisa menebak siapa yang ada disana itu, tetapi yang ada disana itu  cukup lumayan juga energinya”


“Energi dari makhluk halus yang sedang berkumpul karena adanya sesuatu yang sedang terjadi disana Mbul” kata DImas


“Eh begini saja, biar saya saja yang berjalan ke sana pak, bukanya yang disana itu belum pernah bertemu dengan saya pak” kata Petro


“Saya kan bersama Semprul pak, jagi Insha Allah akan aman pak, kalian tunggu disini saja dulu” lanjut Petro yang kemudian mengajak bicara anjingnya yang bernama Semprul itu


“Lebih baik jangan sendirian nak Petro, karena nak Petro tidak tau siapa yang ada disana, lebih baik kita bersama sama saja lah” kata pak Tembol


Kelima orang itu berjalan di sisi tebing sebelah kiri, mereka berjalan terus dan pelan hingga Dimas makin merasakan sesuatu yang janggal


“Lebih baik kita lebih berhati -hati lagi, karena apa yang ada di sana itu memiliki energi yang lumayan, dan tidak bisa kita remehkan. Tapi energi itu berasal dari kumpulan mahluk halus yang banyak sekali disana , seolah olah ada pertemuan mahluk halus di ata sana”


Setelah berjalan pelan hingga mereka ada di atas dekat dengan vila putih dari kejauhan mereka lihat ada sebuah mobil yang diparkir di depan vila, selain itu ada juga beberapa motor yang terparkir di sisi depan pagar vila.


“Ah itu pasti Trimo, musuh kita ini hanya ada dua, pertama adalah Totok atau Rochman, kemudian satunya adalah Trimo yang kata DImas mempunyai salinan denah ruang bawah tanah rumah” kata pak Tembol

__ADS_1


“Kalau Rochman sedang ada di rumahnya, maka yang ada disana itu adalah Trimo, dia pasti sedang bersama dengan dukun-dukun yang berusaha mengusir siapapun yang ada di dalam vila putih” lanjut pak Tembol


“Kalau yang ada disana itu Trimo, ada baiknya nak Petro dan nak Blewah yang datangi mereka, kemudian tanyakan apa keperluan mereka ada disana”


Petro dan Blewah merupakan saudara, mereka bersaudara dari mbah mereka berdua, mereka berdua berjalan semakin naik menuju ke arah vila putih. Mereka akan menghampiri orang-orang yang ada di sana meskipun mereka tidak mengenalnya sama sekali.


“Wah… ojo grusa grusu, mau tak tanya dulu apa keperluan mereka diatas sana, nanti kalau keadaan mendesak baru kita kerjain mereka Wah”


“Ok Tro, lha nek musuh kita datangnya gantian gini ini kene sing kesusahan, buang-buang energi untuk melawan mereka gantian”


“Lho ternyata di dalam ada banyak orang Tro, mereka kayaknya lagi ada semacam kegiatan perdukunan. Ayo kita ganggu konsentrasi mereka Tro” kata Blewah


“Iyo Wah, kita gak usah ajak mereka berunding atau tanya apa yang mereka lakukan disana lebih baik langsung ae bikin perkara sama mereka Wah”


Apa yang sebenarnya sedang dilakukan orang-orang itu disana, yang ada di dalam halaman vila itu sebagian sedang duduk dengan khusyuknya, sebagian lagi membawa aneka macam sesaji dan dupa.


“Eh Wah check pintu mobil itu, kalau terkunci kita tendang saja hingga alarm mobil itu bunyi dan membuyarkan konsentrasi mereka yang ada di dalam sana” kata Petro


Blewaah mencoba membuka pintu mobil, dan ternyata terkunci, kemudian dia dan Petro memukul serta menendang mobil yang berwarna putih itu berkali kali hingga alarm mobil yang bersuara keras itu  berbunyi.


“AARRRGG SIAPA YANG MENGGANGGU KONSENTRASI KUUUU” teriak orang yang ada di dalam halaman vila


“Cepat matikan alarm mobil itu Trimo!” perintah orang lain yang ada di dalam sana


Alarm mobil bisa dimatikan, dan mereka melanjutkan dengan merapalkan kata kata dan kalimat yang tidak bisa dipahami lagi.


Petro dan Blewah yang ada di sisi yang bagian pintu driver mulai lagi dengan aksinya memukul dan menendang roda mobil itu agar alarm kembali nyala. Ternyata kedua anak itu berhasil membuat nyala alarm mobil untuk yang kedua kalinya.


Akibatnya yang ada di dalam halaman vila putih itu semakin marah,  beberapa orang menuju ke luar dn mendekati mobil.


“Trimo…sekali lagi alarm mobil ini bunyi maka kami akan pulang, karena tadi kami sudah berhasil memanggil penunggu vila ini tetapi gara-gara alarm mobilmu semuanya batal!” kata satu orang yang da di depan


“SUDAH LANJUTKAN SAJA APA YANG KALIAN HARUS LAKUKAN, PERCUMA SAYA BAYAR MAHAL KALIAN UNTUK MENGUSIR YANG ADA DI DALAM SANA!” bentak Trimo tidak kalah keras


“HANYA KARENA SUARA ALARM SAJA KALIAN TIDAK MAU LANJUTKAN, BILANG SAJA KALAU KALIAN TIDAK MAMPU MELAKUKAN APA YANG SAYA SURUH! DAN KEMBALIKAN UANG SAYA!” teriak Trimo mematikan alarm mobil dan memilih tidak mengunci pintu mobil agar alarm mobil tidak nyala lagi


*****


Ayo kita ke pak Tembol Wah, sekali kita lakukan penggerebekan heheheh, bakal rame iki” kata Petro


“Awakmu ae sing kesana Tro, tak jaga disini sekalian bikin keributan, biar mereka tidak bisa lanjutkan ritualnya hihihii”


Petro setengah berlari menuju ke teman yang lainya, sementara itu Blewah menunggu apa yang akan dilakukan oleh dukun-dukun suruhan Trimo disana.


“Begitu pak ceritanya..ayo kita ke sana pak, sekalian kita bikin kapok mereka pak” kata Petro setelah menceritakan apa yang ada disana kepada lainya yang sedang ada beberapa meter dari mereka


“Biarkan saja mereka mas, mereka tidak akan bisa mengusir yang ada disana, karena yang ada disana ada disini hehehe, saya kan ada disini, lalu mereka disana mau usir siapa mas”  kata Dimas


“Oh iya ya , jadi lebih baik kami bikin masalah saja dengan mereka ya, sekalian buktikan bahwa mereka tidak mengusir siapa-siapa disana” kata Petro kemudian kembali ke tempat Blewah berada


“Gimana Wah hehehe, kita diizinkan untuk bikin masalah dengan yang ada disana” kata Petro setelah ada di sebelah Blewah


“Ayo Wis Wah, eh, mobil ini kan kelihatannya sudah tidak dikunci lagi, karena kalau dikunci maka alarmnya  gak akan bisa bunyi lagi Wah… gimana ya”


“Hehehe kita tidak bisa bikin gaduh dengan suara alarm nya kan. Tapi…siik tak bukanya pintu mobil, aku pingin lihat apakah mobil ini bisa meluncur ke jurang atau tidak “ kata Petro

__ADS_1


“Idemu opo Tro?” tanya Blewah


“Bikin rusuh dengan meluncurkan mobil ini ke jurang, mumpung jalan disini ini kan menurun hehehe”


__ADS_2