MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 186 ( AYOOO ASYUMANGAT !!!!)


__ADS_3

“Saeful salah pegang pak, dia megang kaki saya, ya jelas besar lah pak, wong yang dia pegang itu kaki saya kok pak”


“Punya saya sudah saya sembunyikan sedemikian rupa hingga tidak akan terlihat dan tidak akan terasa pak hihihihi” Novi jelas berbohong kepada pak Tembol


Jelas berbohong lah, Novi jelas malu dengan keadaan dirinya itu, apalagi pak Tembol mengajak bicara dua mata kayak gitu, jelas seperti ditelanjangi lah dia.


“Begini nak hehehe saya ndak mau tau itu mau nak novi sembunyikan dimana, pokoknya saat ini nak Novi harus beradegan panas berdua bersama dengan Saeful”


“Dan Saeful sudah mau melakukan bersama dengan nak Novi lagi. Padahal tadi dia sempat ketakutan karena menyentuh sesuatu yang besar dan panjang milik nak Novi hehehehe”


“Tenang saja pak, dia tidak akan merasakan sesuatu apapun, yang akan dia rasakan adalah kenikmatan yang tidak akan dia rasakan dimanapun juga hihihi” wajah Novi mulai nakal


“Ya sudah nak, pokoknya saya cuma titip pesan agar yang anak-anak sebut kuntila itu tidak muncul ketika sedang melakukan tugas negara ya. Ok ya nak Novi, sanggup kan nak Novi ini?”


Novi mengangguk dengan pasti, dia jelas senang mendapat tugas beradegan panas bersama Saeful, apalagi adegan panas yang tentu saja direstui oleh seluruh orang-orang disini.


Tetapi bagaimana dengan Saeful yang lugu itu, apakah dia bisa melakukannya dengan ditonton teman-temanya yang  tentu saja mereka akan menikmati setiap yang dilakukan oleh Novi dan Saeful?


*****


Jadi sudah jelas apa saja yang akan dilakukan oleh Novi dan Saeful ya, dan sudah saya jelaskan bagaimana dan dimana kalian akan melakukan adegan itu hingga energi yang keluar dari tubuh kalian bisa memancing Kaswadi” kata Dimas


Novi dan Saeful sedang berdekat-dekatan, mereka jelas sedang mendapat tugas penting dimana tugas penting itu bisa dikatakan tugas  yang enak enakan. Tidak ada di dunia ini tugas seperti ini.


“Mas Nang, tolong lihat apakah Kaswadi masih ada di tempatnya atau sudah pindah?”


“Mbok Ju tolong mbok Ju lihat keadaan di jurang yang menuju ke sungai, apakah jalan itu masih bisa dilalui atau harus cari jalan lain untuk menuju kesana” kata pak Han


“Jadi nanti setelah kita mendapatkan posisi Kaswadi, maka Novi dan Saeful bisa bergerak ke sisi jurang yang ada di seberang vila, nanti lokasinya mbok Ju yang akan beritahu kalian, kalian lakukan adegan disana hingga energi kelian keluar”


“Tugas Nang awasi Kaswadi, apakah sudah bergerak menuju ke arah yang sesuai apa belum. Apabila belum bergerak, maka Novi dan Saeful harus pindah posisi yang tepat hingga Kaswadi bisa merasakan energi kalian” kata Dimas


“Dan Ingat jangan sampai Kalian berdua terlihat oleh Kaswadi cukup halangi tubuh kalian dengan dedaunan atau ilalang yang ada di sana” pesan Dimas kepada Novi dan Saeful


“Lho pak Dimas, bukanya Novi dan Saeful sudah ketahuan oleh Rochman tadi itu?” tanya Ali


“Belum Ali , Kaswadi hanya merasakan energi itu saja, tapi dia belum bisa melihat siapa yang sedang melakukan pembuatan energi yang besar itu” jawab Dimas


“Tugas Nank adalah membuat batas antara Kaswadi dengan Novi dan Saeful. Apabila Kaswadi makin mendekat, maka Kamu Nang harus memberitahu kepada mereka berdua mbok Ju untuk pindah lokasi yang lebih jauh lagi”


“Di lokasi yang lebih jauh itu kalian harus melakukan adegan lagi hingga energi yang keluar makin besar”


“Tetapi ada satu hal yang harus diingat oleh kalian berdua. JANGAN SAMPAI SAEFUL MENGALAMI EJHAKULASI SEBELUM KASWADI MASUK SUNGAI!” kata Dimas dengan tekanan suara


“Nah itu tugasmu Nov, jaga jangan sampai Saeful keluar duluan hihihi” kata Wildan


“Wah itu gampang mas Wildan, Novi bisa kok, tapi seandainya Novi tidak sanggup, Novi harus minta bantuan kepada kalian untuk mengageti mas Saeful, agar dia tiba-tiba down dengan sendirinya hihihi”


“Gimana tandanya Nov, kita kan ndak tau kalau Saeful mulai tidak kuat?” tanya Ukik


“Mas Saeful harus kasih tanda Novi mas jangan hanya diam saja ya mas” kata Novi kepada Saeful yang nampak tegang


“I…iya mbak, nanti kalau saya mulai tidak kuat saya akan kasih tanda dengan  suara kucing” jawab Saeful


“Ya sudah pokoknya kalian atur saja ya, yang pasti jangan sampai  Saeful keluar duluan” kata Dimas


“Kalau seumpama mas Saeful keluar duluan bagaimana Dimas, apa tidak ada cara lain?” tanya pak Handoko


“Itu yang saya takuti, ya terpaksa kita harus pakai orang lain lagi, dan semoga Kaswadi akan tetap mengejar energi itu hingga dia masuk ke sungai dengan suksesnya” jelas Dimas


“Ya sudah anak-anak, kalian sudah jelas ya apa yang kalian lakukan, dan sekarang ada baiknya ada yang disana duluan bersama dengan mbok Ju, jadi istilahnya ada beberapa orang yang bersiap disana dulu” kata pak Han


“Wildan, Ali, dan Broni, Kalian ikut dengan mbok Ju ke sana, dan jaga disana hingga Novi dan Saeful menuju kesana dengan membawa Kaswadi”


“Petro,  Tifano,  dan kamu Tembol ada di belakang Kaswadi” kata Dimas


“Yang lainya tinggal di vila untuk berjaga jaga apabila ada lagi yang akan datang”

__ADS_1


“Ok sudah jelas semua ya, ada pertanyaan atau tidak?” tanya Dimas bagaikan guru yang memberi penjelasan kepada muridnya


“Tidak ada pertanyaan ya. Ya sudah sekarang Nang ke tempat Kaswadi dan mbok Ju beserta tiga orang ke sungai, kalian juga  coba cari jalan yang enak menuju ke sana”


“Karena pastinya nanti Novi dan Saeful memerlukan tempat yang nyaman untuk melakukan aksinya, ayo sekarang saja kalian pergi ke sana” kata Dimas


“Sedangkan team pak Tembol bersama Petro dan Tifano bertugas di belakang Kaswadi, kalian awasi Kaswadi tetapi jangan sampai terlihat oleh Kaswadi”


“Tugas kalian apabila keadaan Kaswadi membahayakan Novi dan Saipul maka kalian harus bisa mengalihkan sementara Kaswadi, entah dengan cara melempar batu atau semacamnya” kata Dimas


“Novi dan Saeful untuk tahap pertama, kalian lakukan aksi penuh bhirahi pertama kali di depan pagar vila, agar energi kalian terserap oleh Kaswadi”


Setelah semuanya paham dengan tugasnya, dua team bergerak bersama. Team mbok Ju bersama tiga orang mencari jalan dan tempat yang enak untuk Novi dan Saeful


Tapi mereka tidak boleh jauh-jauh dari posisi Novi dan Saeful, karena tugas mereka juga adalah menyetop dan membuat kaget Saeful, apabila Saeful sudah hampir mencapai puncaknya.


Sedangkan Team Sinank Nang bergerak untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Kaswadi di sekitar halaman vila.


“Ayo sekarang team pertama dan kedua berangkat dulu untuk melihat keadaan di sekitar sana. Setelah keadaan aman Nang datang kesini untuk memberitahu Novi dan Saeful”


Setelah beberapa lama nang datang untuk memberi kabar apa yang ada di sekitar luar sana.


“Kaswadi tetap ada di tempat saya tinggalkan tadi pak, keadaan di luar pagar vila aman” kata Nank


“Novi dan Saeful ayo berangkat, dan jangan kecewakan kami ya” kata pak Handoko


“Awas jangan sampai Novi hamil Pul, bisa bisa kamu disuruh ngawini dia”  kata Ukik


Tidak ada jawaban dari mulut Saeful, dia nampak tegang, berbeda dengan Novi, dia menggandeng tangan Saeful dengan wajah yang mesyum.


*****


“Kita harus bisa melaksanakan tugas ini dengan baik mas, jangan sampai menggagalkanya” kata Novi


“Tapi saya takut mbak, saya ndak percaya diri, kita ini kayak main film biru saja mbak”


“Udah tenang aja mas, ada Novi kok. Punya mas Saeful pasti akan berdiri dengan kerasnya selama ada Novi mas, pokoknya ikuti Novi dan jangan melawan apa yang Novi lakukan”


Setelah beberapa saat mereka berjalan  dari samping vila yang tembus dengan lubang yang ada di pagar vila, akhirnya mereka sekarang ada di luar vila. Tetapi mereka menunggu tanda yang akan diberikan oleh mbok Ju atau Nang.


“Tunggu disini dulu saja mas, kita tunggu tanda dari mereka untuk keadaan yang aman bagi kita berdua” kata Novi yang melihat ke sekeliling dalam keadaan gelap


Tidak  lama kemudian datang Nang, dan dia memberikan tanda tempat aman bagi mereka untuk mengumbar nafsyu bhirahinya.


“Ayo disana mas, cepat kita kesana dan segera mas Saiful duduk di tanah itu” tunjuk Novi pada sebuah area  yang terlihat nyaman untuk beradegan mesyum.


Mereka setengah berlari menuju ke area yang ditunjuk oleh Nank, setelah mereka berdua ada disana, berlangsunglah ritual mesyum tanpa ejhakulasi hihihih.


“Masssshh tidur aja di tanah itu ghhhhssshh biar Novi yang lakuin semuanya masshh” goda Novi yang wajahnya penuh nafsyu


Novi melepas kancing bajunya hingga bagian dahdahnya menyembul keluar dengan bangganya, kemudian dia duduk di atas pinggang Saeful. Dengan liar dia mencium Saeful sambil menggesekkan dahdahnya ke dahdah Saeful.


“Enaaakhhs ndak massshh… uggh mmhhh” desis Novi sambil terus mengulhum birbir Saeful yang mulai bisa mengikuti alur Novi


Setelah Saeful mulai beraksi dengan tanda makin membesarnya kejantanan dia, kemudian Novi bergeser semakin ke bawah. Wajah Novi sekarang ada di pinggang Saeful.


Dengan beringas Novi membuka chelana Saeful hingga benda besar panjang dan padat itu mendongak ke langit!


Mulut Novi yang sudah terbuka dengan ludhah yang membasahi birbirnya mulai beraksi dengan memasukan benda tumpul panjang besar dan berurat itu ke mulutnya.


Dia mengulhum dan memasukan benda itu dengan beringas hingga ke bagian tenggorokan yang paling dalam, Beberapa kali Novi sampai tersedak karena benda besar itu masuk terlalu dalam.


Berkali kali benda besar dan panjang itu keluar masuk keluar masuk di mulut Novi, hingga ludhah Novi membanjiri pangkal phaha Saeful.


“lebih sumangat lagi Nov… Kaswadi mulai bergerak menuju ke pagar vila” kata Nang yang dari tadi bolak balik melihat Kaswadi dan kembali lagi melihat apa yang dilakukan Novi dan Saeful


*****

__ADS_1


“Janc*****k nguacheng pol aku Wil asyuuuu! Novi guendeng rek\, c***k… janc****k” bisik Broni yang sedang bersama kedua orang temanya sedang melihat aksi yang sedang dilakukan Novi dan Saeful


“Ssssttt diem Bron, nek gak kuat ya sana ngochok sana lho c*k” tepis Wildan yang sedang menikmati adegan purnu itu


“Janc*** rek\, kuntila Saeful kok iso gede gitu ya rek. punyaku ya kalah jauh rek\, punyaku lho gembuk cilik koyok pisang mas sisan huuuffh” keluh Wildan (keluhan kuntila wildan ini akan penulis bikin untuk sebuah Novel yang akan datang hehehe)


“Iya Wil, jadi iri juga sama Saeful, dia masio sudah dibuat klepek-klepek sama Novi lho sampek sekarang belum ada tanda-tanda tidak kuat” sahut ALi


“Hihihi Seful ternyata bisa imbangi Novi c*k, tapi nek misale Novi buka celanane gimana ya rek, apa Saeful masih bisa ngimbangi Novi atau dia langsung mengkeret puret hihihihi” kata Wildan


“Wis gak usah bahas mereka berdua rek, yang penting kita siap siaga nek misale Saeful mulai gak kuat lagi” kata Ali


*****


“Mas Petro gimana itu si Saeful dan Novi mas, apa sampeyan bisa lihat mereka berdua dari sini mas?” tanya Tifano


“Sama sekali gak keliatan Tif, aku juga penasaran sama mereka berdua, aku lho juga kepingin nyobak punya Novi Tif” jawab Petro


“Hihihih mamange mas Petro tau punya Novi itu gimana bentuke mas?” Tifano berkata dengan tertawa


“Maksudmu gimana Tif. Punya Novi pasti nyakot, kenceng, dan sempit lah”


“Hhihihihi iya mungkin mas hahahah iya, aku sih gak kepingin sama sekali lihat punya Novi mas hahaha” kata Tifano menahan tawanya yang kelepasan


“Ssstttt ngawur ae kamu ini Tif, nek ketawa ojok keras-keras c*k. Memange kenapa kamu ndak pengen tau punya Novi? takut ketagihan ya?”


“Hhihihih iya mas, heheh takut ketagihan saya mas”


Ternyata Petro tidak tau Novi punya kuntila yang jauh lebih besar daripada milik Saeful yang hanya sebesar pisang ambon. Punya Novi bisa sebesar botol sirup marjan hihihii


*****


“Maasshh uggh Novi makin gak kuat mashh” kata Novi sambil terus mengulhum milik Saeful yang masih tegak berdiri menunjuk ke arah langit malam”


“Ingathhhh mbak Noviiisshh, jangan buat saya ejhakulasi mbakssshhh” jawab Saeful


Saeful masih dalam posisi telentang, sementara novi berposisi nungging dengan tangan kanan menopang tubuhnya, tangan kirinya memegang dan sesekali mengochok terong ungunya Saeful.


Sementara itu mulut Novi tetap berada di ujung terong milik Saeful, dimana pisang ambon milik Saeful  sudah basah sah akibat ludhah Novi.


Novi sesekali mengulhum pisang ambon milik Saeful, agar ghairah itu tetap terjaga energinya.


Ketika mereka sedang panas panasnya tiba-tiba Nang datang diantara mereka berdua.


“Eh permisi…emh mbak Novi, Saeful agaknya kalian harus pindah tempat lebih dekat dengan jurang sana” kata Mas Nang dengan malu-malu


“Ah mas Nang ini bikin Novi down aaah” teriak Novi melepaskan pisang ambon milik Saeful yang mendadak lemas seperti terong goreng


“Ehmmm pindah ya… karena Kaswadi sudah dekat dengan posisi kalian berdua disini, eh mbok Ju nanti yang akan menuntun kalian pindahnya ke mana” kata Nang yang kemudian pergi dari sana


Setelah Nang pergi, kemudian mbok Ju datang di antara Saeful dan Novi, setelah mereka berdua memakai pakaian mereka.


“Ayo ikut saya, kalian hebat sekali  hihihihi” kata mbok Ju sambil menuntun mereka menuju ke arah jurang


“Untung tadi ada mas Nang mbok, Novi tadi hampir saja keluar mbok” kata Novi


“Yang keluar apa mbak Novi?” potong Saeful yang curiga dengan kata-kata Novi


“Ya keluar..muntah..Novi tadi kan nghemut nya terlalu dalam mas, tadi Novi hampir saja muntah” Novi mencari alasan yang tepat agar Saeful tidak curiga dengannya


“Oohh gitu mbak, berikutnya biar saya saja yang aktif ya mbak Nov, mbak Novi diam saja… gantian saya yang bikin basah empal brewoknya mbak Novi” bisik Saeful


Novi langsung kaget dan terdiam!... bahaya ini sampai Saeful tau bahwa Novi tidak punya empal brewok!


“Ya jangan mas, pokoknya semua ini Novi aja yang atur mas, biar mas Saeful bisa kuat dan tidak muncrat” potong Novi


“Ssssttt sudah-sudah, masalah kalian berdua jangan dibahas disini, bisa bikin kacau yang dengerin lho ya, kalau sampai terdengar Kaswadi kan susah kalian” kata mbok Ju dengan tersenyum

__ADS_1


Mbok Ju ini benar juga,  karena dia tidak ingin Wildan, ALi dan Broni mendengar percakapan yang harusnya digunakan di dalam kamar untuk para pasutri hihihihi.


__ADS_2