
Keadaan di halaman depan malam ini lumayan sudah bisa teratasi. tetapi semua pekerja hotel masih berusaha memadamkan api dan membereskan sisa-sisa pembakaran.
Suharat yang diapit oleh Saeful dan Broni, serta Ali yang ada di depan mereka berjalan menuju ke luar dengan santai.
Setelah mereka sampai di depan pintu gerbang hotel pak Han menuju ke kamar 2+ lagi untuk memanggil Novi dan mbok Ju.
Sesuai rencana Novi dan Mbok Ju akan ikut dengan ambulan menuju ke rumah sakit tempat Suharto akan diamankan.
“Mbak Novi dan mbok Ju, ayo kalian sekarang berangkat juga..ikut dengan ambulan ke rumah sakit” kata pak Han
“Tapi tunggu mereka bertiga datang dulu pak, kamar ini kosong kalau saya ikut dengan mereka pak”
“Lha kan ada mas Dogel.”
“Oh iya ya hehee”
“Kamu sana ke warkop, disana ada pak Tembol dan lainya, saya akan jaga di sini dulu mbak” kata pak Han
Novi dan mbok Ju menuju ke warkop tempat mereka berkumpul sebelum Suharto dibawa ke rumah sakit untuk pemulihan dan menyembunyikan dari Rochman.
Novi melewati halaman depan yang masih rame karne pegawai hotel masih sibuk membersihkan sisa kebakaran sebelum bos mereka yang bernama Nabil itu datang pada tengah malam ini
Sesampai di sebelah warkop, ternyata ada satu mobil ambulance yang siap berangkat, disana juga ada pak tembol dan tiga teman Novi, juga ada pak Bowo yang akan memberikan perintah kepada bawahan.
“Pak Tembol, Novi boleh ngajak teman untuk ke rumah sakit selain mbok Ju?”
“Sudah kamu mau sama siapa nak Novi?”
“Novi sama mas Ali saja ya pak”
“Ya sudah, ndang berangkat sana, keburu Rohman datang kesini” kata pak Tembol
“Ambulan ini akan mengarah ke Rs yang ada di kota S ya mbak, rekan saya di kantor sudah menghubungi Rs itu, jadi kalian tinggal kesana karena semua sudah kami atur” kata pak Bowo
“Baik pak, akan saya urusnya sampai disana” jawab Ali
“Berarti nanti ini masuk ke UGD dulu kan pak Bowo?” tanya Novi
“Iya mbak, untuk dilakukan diagnosis dan beberapa pengamatan dulu, setelah selesai dari UGD langsung dipindah ke kamar yang sudah disediakan” jawab pak Bowo
Setelah Novi, Ali dan mbok ju ada di dalam mobil ambulance, mobil itu berangkat dengan satu polisi yang mengawal di depan mobil ambulance.
Di tengah malam mobil itu melaju ke arah kota S. Mereka membawa Suharto ke rumah sakit yang jauh dari pct dan ada di kota besar yang lebih lengkap daripada di kota itu.
__ADS_1
“Nak Saeful, nak Broni, dan pak Bowo, sekarang tugas kita akan lebih berat, karena sebentar lagi Pemilik hotel ini akan datang, dan pastinya dia akan marah besar dengan keadaan seperti ini”
“Dan dia pasti akan mencari Suharto”
“Untuk pak Bowo ketahui, meskipun Suharto hanya seorang yang tidak normal, tapi dia itu lahir dari rahim Suparmi dan benih dari Marwoto….”
“Dimana keduanya itu diberikan kesaktian oleh penguasa ghaib di daerah Gebang untuk menyatukan dua wilayah ghaib disana”
“Jadi apa yang ada di dalam tubuh Suharto masih ada sisa-sisa kesaktian dari kedua orang tuanya, dan itu yang mungkin juga diinginkan Rochman”
“Saya curiga mbok Ginten yang tadinya ada di dalam tubuh Suharto itu memang sengaja membawa Suharto kepada Rochman untuk diambil apa yang ada di dalam tubuhnya”
“Hanya saja kata Dimas tadi kita juga sedang menghadapi Marwoto yang juga menginginkan apa yang ada di dalam vila putih”
“Sehingga apa yang menjadi tugas kita ini akan bertambah berat”
“Nah untuk pak Bowo yang sedang menyelidiki kasus orang hilang akhirnya secara otomatis juga harus mengikuti alur yang sedang dimainkan hingga pada saatnya bisa menangkap sesuatu yang menyebabkan hilangnya orang selama ini”
“Saya paham pak Tembol, saya akan ikuti apa yang akan terjadi disini”
“Yaudah, sekarang kita kembali dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya” kata pak Tembol mengakhiri pidatonya hehehe
*****
Mobil ambulance melaju kencang dengan seorang polisi yang mengawal menggunakan sepeda motor di depanya.
“Mas… itu sebenarnya korban apa? kok harus dibawa ke kota S dan dengan pengawalan juga?” tanya Driver itu kepada Ali yang duduk di tengah
“Waduh saya kurang paham pak, pak Bowo yang lebih paham, karena yang saya tau dia sudah dalam keadaan pingsan ketika kami temukan” jawa Ali asal
“Kalau hanya pingsan saja kan bisa dibawa ke Rs yang di kota Mjk itu mas, tidak perlu sampai ke kota besar dan dengan pengawalan segala” lanjut Driver itu
“Lha ini ambulan dari mana pak?” tanya Ali
“Dari kota Mjk mas, tadi ada panggilan darurat dari kepolisian pct untuk segera menuju ke hotel itu, dan ternyata juga ada pengawalnya”
“Nah itu semua yang atur kan pak Bowo, saya kurang tau juga pak” jawab Ali sekenanya
“Ya sudah mas, kalau memang sudah diatur oleh pihak kepolisian berarti semua sudah beres, kita tinggal menuju ke Rs yang diamksud saja mas”
*****
Sementara itu di Vila putih….
__ADS_1
“Marwoto itu masih ada di depan pintu Gerbang pak, dia masih berdiri saja disana” kata Sinank nang yang baru saja dari halaman vila untuk melihat keberadaan Marwoto
“Sudah biar saja Nank, kita tetap waspada saja disini” jawab DImas
“Saya kok curiga yang ada di depan itu bukan Marwoto… tapi kalau kita runut kejadian sebelum dia meninggal dan tentang anaknya yang seperti itu kok saya berpikir itu yang sebenarnya ya” kata DImas lagi
“Kuncinya itu ada di anaknya pak, di Suharto” kata Petro tiba-tiba
“Kalau Suharto sudah tidak dipengaruhi oleh siapa itu namanya….?”
“Ginten” jawab Wildan
“Ya … Ginten. bisa saja Suharto akan berkata yang sebenarnya terjadi”
“Begini Petro… saya merasa masalah Suharto dan Marwoto ini ada beberapa versi” potong DImas
“Versi pertama… Marwoto memang menceritakan sesuatu tentang harta dan air yang ada disini kepada Suharto, tetapi Marwoto belum atau tidak memberikan informasi dimana letaknya”
“Nah karena Suharto yang tamak itu ingin menemukan harta itu.. maka dia menjadi gila dan akhirnya bertemu dengan Ginten”
“Versi kedua…. ada campur tangan Ginten dari mulai Marwoto meninggal…”
“Marwoto tidak bercerita apapun tentang harta dan yang ada di sana hingga dia meninggal…”
“Tetapi ketika Marwoto meninggal dan Suharto pun limbung karena bapaknya meninggal, Ginten berusaha masuk dan mempengaruhi Suharto untuk menemukan air itu dengan tujuan agar bisa menghidupkan lagi bapaknya”
“Versi ketiga…Marwoto bekerja sama dengan Ginten setelah dia meninggal…”
“Untuk menemukan air itu Marwoto kerja sama dengan Ginten agar masuk ke tubuh Suharto, dan dengan menggunakan tubuh Suharto dia akan mencari air itu”
“Versi terakhir ini yang aneh dan merupakan rencana dadakan dari Marwoto……”
“Ketika Marwoto tau anaknya tertangkap oleh Rochman, kemudian akhirnya bisa dibebaskan oleh Handoko dan anak-anak, tetapi dengan keadaan Ginten yang sudah dikeluarkan oleh Novi…”
“Dan akhirnya Suharto dalam keadaan lemas dan pingsan akibat tidak ada Ginten di dalamnya…”
“Akhirnya Marwoto datang kesini dengan alasan mencari air yang digunakan untuk menyelamatkan anaknya”
“Tidak hanya itu saja pak, saya juga punya versi lainya” kata Petro tiba-tiba
*******************
Mohon maaf,
__ADS_1
Untuk episode besok, saya belum bisa updater dulu, dikarenakan ada kegiatan yang tidak bisa saya tunda.
Harap dimaklumi dan terima kasih