MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 203 ( KEDATANGAN NABIL)


__ADS_3

“Jangan diambil mas, biar saya saya yang ambil benda itu” kata pak Han


Dogel turun kemudian diganti oleh pak Han yang naik ke atas kursi untuk mengambil benda yang ada di atas ac itu.


Pak Han meraba di atas Ac hingga tangan dia menyentuh benda yang tadi Dogel katakan tadi.


“Benda ini sangat panas ketika saya ambil anak-anak, akhirnya saya taruh di sana lagi”


“Lebih baik kita minta pindah kamar saja” pak Han kemudian turun dari bangku tempat dia naik tadi


“Benda itu tidak bisa diambil mas, kalau kita ambil benda itu makin panas”


“Coba mas Dogel lihat tingkah laku mbak Bashi” kata pak Han


Mbak Bashi saat ini diam dengan mata yang selalu melihat ke arah ac. dari situ saja bisa dilihat bahwa kamar ini sudah diberi tanda sesuatu.


“Kalian tunggu disini anak-anak, saya akan minta kamar baru dengan alasan ada mbak Novi disini, nanti kita semua pindah ke kamar yang baru” kata pak Han


Ternyata ada gunanya juga ada Novi disini hehehehe.


“Mbak Novi, ayo ikut saya ke kantor hotel untuk booking satu kamar lagi untuk mbak Novi” ajak pak Han


“Tapi sebelumnya kita lihat dulu, apakah ada kamar kosong yang ada di sekitar sini, Jangan sampai mbak Novi diberikan kamar yang ada di bangunan utama”


Novi dan pak Han berjalan menuju ke kantor hotel, tetapi sambil jalan mereka juga melihat kamar mana saja yang saat ini sudah kosong.


Melihat kamar kosong bisa dilakukan dengan cara melihat lampu kamar atau adanya alas kaki yang ada di lantai teras.


“Hmm kayaknya kamar nomor 4+ dan 2+ yang terlihat kosong pak, kalau yang lainnya ada alas kaki dan lampunya terang”


“Iya benar mbak Novi, dua kamar itu yang kemungkinan besar dalam keadan kosong saat ini”


Mereka berdua sudah sampai di depan lobby hotel yang pintunya berupa kaca yang lebar. model pintu yang tidak berubah mulai zaman dulu hingga sekarang.


Novi mendorong pintu lobi yang tidak pernah terkunci.


“Selamat sore pak” sapa pak Han kepada petugas reception yang berbeda dengan ketika mereka datang kesini


“Iya, selamat sore, ada yang bisa kami bantu pak?”


“Ini kebetulan saya ada tamu satu lagi yang akan menginap disini, monggo mbak Novi silahkan bicara dengan mas itu” kata pak Han menyuruh Novi untuk bicara dengan petugas penerima tamu itu


“Sore pak. Pak saya minta kamar yang dekat dengan kamar pak Handoko. yang ada disamping itu” kata Novi dengan nada yang bisa dibilang bernada seorang eksekutif perempuan atau wanita karir


“Maaf akan saya cek dulu, karena kamar khusus yang ada disamping itu dalam keadaan penuh semua” jawab laki-laki itu dengan senyum palsunya


“Dengarkan omongan saya ya pak, bapak tidak bisa berbohong dengan saya, tadi siang ada tamu yang check out dari sana!” balas Novi


“Apakah bapak mau kalau saya ulas di media sosial bahwa karyawan bagian terima tamu hotel ini bohong kepada tamunya!”


 “Dan Jangan salah, saya tadi sempat bicara dengan tamu yang check out itu” kata Novi


“Sebentar bu, saya kan belum dapat laporan dari bagian cleaning service. Sabar ya bu, akan saya cek dulu mereka”


“Eh maaf kalau kamar yang ada di bangunan utama ini apa tidak mau bu”


“Tidak!....saya tidak suka kamar yang terkungkung di ruangan seperti ini. Saya suka yang bersebelahan dengan Taman!”


Petugas reception itu kemudian memanggil temannya dengan menggunakan HT yang tergeletak di meja itu, dia menyuruh  rekanya untuk cek kamar yang ada di samping bangunan utama.


Dan ternyata benar juga, ada dua kamar yang sudah dalam keadaan kosong, hanya saja anehnya kenapa petugas reception itu tidak tahu kalau sudah ada tamu yang check out?


“Eh maaf atas kesalahpahaman ini, ternyata ada dua kamar yang kosong dan sekarang sedang dibenahi oleh bagian cleaning dulu. ibu silahkan tunggu di sini dulu tidak apa-apa kok”


“Huuff kok bisa ya seorang reception hotel tidak tau ada kamar yang sudah kosong, dimana mana yang namanya petugas reception itu tau duluan mana kamar yang kosong dan mana yang masih terisi” kata Novi dengan nada tinggi


“Eh maaf bu, karena saya petugas yang barusan ada rollingan, dan saya belum sempat cek keadaan yang sebenarnya, jadi sekali lagi saya mohon maaf” kata petugas itu dengan sopan


“Berapa lama saya tunggu hingga kamar itu siap untuk saya tempati?” tanya Novi


“Tidak lama kok bu, hanya tiga puluh menitan saja. dan eh ini ada dua kamar yang kosong dan sedang dibersihkan, ada 4+ dan 2+, ibu mau pilih yang mana?”


“Saya ambil yang 4+ saja, eh ndak…. saya ke sana dulu saja, saya harus cek keadaan kamarnya dulu baru saya bisa putuskan kamar mana yang akan saya pakai” kata Novi


“Ok baiklah bu, saya tunggu informasi dari ibu kamar mana yang akan ibu pakai”


“Tidak perlu kesini juga kan, capek kalau saya harus kesini lagi untuk melaporkan mana yang akan saya pakai”

__ADS_1


“Saya akan ada di samping sana, dan akan saya beritahu petugas pembersih kamar, kamar mana yang akan saya pakai, setelah saya cek keadaan kamarnya” kata Novi yang kemudian beranjak meninggalkan petugas itu


“Ayo pak Han, Novi pingin lihat keadaan kamar itu dulu”


Mereka berjalan meninggalkan lobby dan menuju ke samping bangunan utama…


“Novi sengaja tidak mau memastikan kamar mana yang akan kita sewa pak, agar dia tidak bisa seenaknya menaruh benda-benda aneh di dalam kamar”


“Iya benar mbak Novi, saya tadi paham apa yang mbak Novi  omongkan ke petugas reception itu”


“Pokoknya mulai sekarang, jangan sampai meninggalkan kamar dalam keadaan kosong” kata pak Han


Hari sudah mulai gelap, lampu taman sudah nyala. keadaan disini lebih sepi daripada kemarin, karena sudah ada beberapa tamu yang check out.


“Benar-benar indah ya pak hotel ini kalau malam. Lampu taman berbentuk kuno dengan bohlam kuning itu membuat suasana makin romantis”


“Coba kalau ada mas Saeful, wah pasti bisa senang dia ada di sini pak” kata Novi


“Hehehehe memangnya mas Saeful itu kenapa sih kok ndak mau lagi ikut dengan kita mbak?”


“Novi ndak tau juga pak, mungkin dia takut sama Novi pak heheheheh”


Pak Han dan Novi sudah ada di depan kamar 2+ yang sekarang sedang dibersihkan oleh satu orang petugas cleaning.


Novi kemudian memanggil petugas itu agar mendekat.


“Mas… ini kamar 2+ yang akan saya tempati” tanya Novi


“Wah saya tidak tau bu, saya cuma bersihkan kamar ini dulu” jawabnya


“Iya mas, saya boleh lihat bagian dalam kamar ini dulu atau tidak, karena saya mau pilih antara 4+ atau 2+”


Setelah kedua kamar dibersihkan, Novi ternyata memilih kamar nomor 2+ karena kamar itu lebih nyaman daripada kamar 4+  yang berdekatan dengan kamar yang disewa pak Han.


“Kamar ini lebih tenang pak, karena dampak dari yang ada di atas ac itu tidak bisa sampai ke sini, Novi rasa kita bisa pindah ke sini saja pak”


Setelah keadaan benar-benar sepi, mereka yang ada di 5+ pindah ke kamar yang dipilih Novi, termasuk juga mbok Ju yang pindah dengan rasa takut.


“Anak-anak, malam ini kita jangan pergi semua, harus ada yang jaga di kamar. Sebagian dari kita harus cari makan dulu anak-anak, karena nanti malam kita akan jaga disini”


“Jangan…. mbak Novi tetap ada disini saja, karena ini kan kamar mbak Novi. Biar mas Dogel dan saya saja yang keluar. mbak Novi dan mas Blewah tunggu disini saja”


Malam hari ini tidak ada kejadian yang aneh-aneh, setelah selesai makan mereka duduk-duduk di teras kamar untuk menunggu Nabil atau Rochman yang katanya akan datang pada tengah malam nanti.


“Apa yang akan kita lakukan nanti ini pak?” tanya Novi


“Kita lihat dulu saja keadaan disini mbak, masalahnya saya ragu apabila Nabil juga memeriksa pompa air yang ada disana itu”


“Apa mbak Novi ada rencana?”


“Rencana Novi adalah membebaskan gaib yang ada dikamar 6+ pak, agar suasana jadi berantakan. kemudian kita rusak mobil Nabil agar dia tidak bisa pulang ke rumahnya”


“Pokoknya usahakan Rochman atau Nabil tidak bisa pergi dari sini pak”


“Mbok Ju, apa mbok Ju bisa komunikasi dengan demit yang dikurung di kamar 6+. Coba tanya ke mereka bagaimana cara membebaskan mereka”


Dan apabila setelah bebas apakah mereka mau bantu kita untuk mengurung Rochman disini selama kita berusaha untuk menghancurkan Rochman?”


“Akan saya tanyakan ke mereka dulu nak Novi, harusnya mereka tau caranya, dan harusnya mereka juga punya dendam dengan Rochman dan mau bantu kita” jawab  mbok Ju


“Apa rencanamu mbak Novi?” tanya pak Han


“Novi akan coba tahan Rochman disini pak”


“Rencana Novi adalah menaruh Rochman, Trimo, dan Suharto disini, kemudian kita hancurkan disini bersama sama”


“Tapi untuk tahap awal mungkin hanya Rochman dulu yang bisa kita tahan disini. Hanya saja kita juga memerlukan bantuan orang yang lebih dari pada kita”


“Karena apa yang kita miliki ini hanya kecil dibandingkan yang dimiliki oleh mereka musuh kita pak”


“Benar apa yang dikatakan mbak Novi, tapi mbak Novi apa sudah punya gambaran siapa saja yang bisa kita mintai bantuan?”


“Sudah pak, mungkin abah Fuad, kemudian mbah Saripah yang ada di dalam tubuh mbak Bashi dan mbah Sarijem yang ada di dalam Novi”


“Tetapi itu masih kurang, kita harus cari mbah Joyo juga” kata Novi


“Pokoknya yang pertama adalah bagaimana caranya agar mereka tertahan disini, dan itu memerlukan orang-orang atau arwah yang linuwih” jelas Novi

__ADS_1


“Novi juga ingin bertemu dengan Sekar atau Mak Nyat Mani sekalian”


“Jadi semua ada disini, kemudian kita bumi hanguskan”


“Hanya saja bagaimana caranya mendatangkan itu semua, karena Novi jelas-jelas tidak tau caranya mendatangkan mereka dan mengajak  mereka untuk berdiskusi.


“Saya rasa langkah pertama adalah menanyakan kepada ghaib yang ada di kamr 6+ kesediaan mereka untuk membantu kita, dan bagaimana membebaskan mereka dulu mbak Novi”


“Iya pak, betul itu”


“Kalau begitu, biar saya saja yang masuk ke kamar 6+, mbok Ju ndak usah ke sana, biar saja saja”


“Sekalian saya akan ajak mereka untuk berdiskusi tentang rencana kita, saya nanti ada di kamar 5+ untuk pengintaian”


“Tetapi apa waktunya ndak mepet ini pak, karena nanti malam Nabil akan datang?” tanya dogel


“Kalau menurut saya pak, untuk malam ini biarkan Nabil datang dulu, biarkan dia melihat apa yang terjadi dengan hotelnya”


“Dan untuk selanjutnya kita baru menahan Nabil disini, hanya saja bagaimana cara memancing dia agar datang itu yang saya tidak tahu” kata Dogel


“Benar mas Dogel. tapi saya malam ini harus bicara dulu dengan demit yang ada di sana dulu, saya akan bikin rencana dengan mereka”


“Dan yang paling penting kita harus tau dulu apakah yang datang kesini itu adalah benar-benar Rochman yang sesungguhnya”


“Karena benar apa kata pak Tembol, bisa saja yang datang adalah tiruan dari Rochman” kata pak Han


“Jadi ada baiknya kita hari ini menunggu kedatangan Rochman atau nabil, kemudian kita rasakan energi yang ada di dirinya, agar kita tidak salah”


“Baru untuk rencana selanjutnya kita bikin masalah besar disini yang mengharuskan Rochman harus datang mas”


“Nah kira-kira rencana apa itu yang  benar-benar gawat dan Rochman harus datang dan tidak bisa diwakilkan oleh siapapun juga?” kata pak Han


“Bebaskan demit yang ada di kamar 6+ biarkan mereka bikin masalah disini,  bikin rusak pompa air, tetapi jangan sampai mereka tahu bahwa yang melakukan itu semua adalah kita” sahut Dogel


“Tapi sebelumnya kita harus sudah punya backup dulu pak. Percuma juga kalau kita lakukan rencana kita apabila kita tidak punya backup sama sekali” kata Dogel


“Mungkin saya akan minta bantuan arwah mbah putri saya pak” kata Dogel


“Ok baiklah anak-anak, jadi rencana kita sudah matang ya, tinggal kita beritakan kepada teman-teman kita yang ada di vila saja” kata pak Han


 “Dan untuk malam  ini kita lihat apa yang akan terjadi disini” jawab pak Han


“Tapi untuk malam ini, saya akan berada di teras kamar 5+, agar mereka tidak curiga terhadap kita”


“Kalian semua tetap ada disini dan waspada” kata pak Han yang kemudian pergi meninggalkan kamar 2+


Malam semakin larut, keadaan hotel sudah semakin sepi, pak Han seperti malam sebelumnya dia sedang duduk-duduk di teras kamar 5+.


Sementara itu ketiga manusia ada di kamar 2+, mereka sedang menanti tanda dari pak Handoko


*****


Malam semakin larut, pak Handoko dengan santai duduk di teras hingga kemudian dari arah bangunan utama depan muncul beberapa orang yang menuju ke taman belakang.


Ada lima orang yang berjalan pelan ke arah taman belakang termasuk petugas keamanan yang paginya makan pecel bersama pak Han, kelima orang itu sudah melewati kamar 2+ tanpa menoleh sama sekali.


Namun ketika mereka lewat ke kamar 5+ salah satu dari mereka menoleh ke arah pak Han yang masih saja duduk di teras dengan santainya.


“Selamat malam” sapa pak Han yang ada di teras sambil tersenyum


“Selamat malam pak. Kok belum tidur pak” sapa salah satu orang yang berwajah timur tengah.


Diantara kelima orang yang ada disana juga ada Dollah atau John, dan petugas keamanan.


“Hehehe saya disini karena suka dengan keindahan malam di hotel ini, begitu santai, tentram, sepi, dan sangat indah. Sayang kalau dilewatkan dengan tidur pak” kata pak Han


“Wah terima kasih atas pujiannya pak, ehhmm apa kita pernah bertemu sebelumnya pak?” tanya orang yang berwajah timur tengah itu


“Nama saya Handoko, saya jualan di pasar di pusat grosir, tentu saja banyak yang mengaku bertemu dengan saya pak”


“Oh …perkenalkan nama saya Nabil, saya pemilik hotel ini” kata Nabil atau Rochman tetap berada di jalan setapak depan kamar 5+


“Baiklah pak Handoko, terima kasih atas kepercayaanya mau tinggal disini. Maaf harus saya tinggal dulu, karena ada masalah yang harus saya selesaikan” kata Nabil


Rombongan itu menuju ke taman belakang,  mereka menuju ke pompa air yang rusak.


Sementara itu pak Handoko merasakan adanya hawa ancaman ketika dia berbicara dengan Nabil.

__ADS_1


__ADS_2