MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 157 (MEMBERSIHKAN VILA)


__ADS_3

“Mas Ngot, gimana cara meyakinkan pak Timbul Kalau kita tinggal disini sementara waktu bersama dengan mas Bawok?” tanya Indah


“Nanti biar aku dan mas Bawok saja yang ngomong Ndah, pokoknya tujuan kita disini kan baik dan kita kan juga bersama mas Bawok saya kira mereka akan percaya” kata Ngot


“Nanti kita bahas saja bersama mereka, tapi ingat kita disini tidak main-main, karena memang disini tidak terlihat siapapun, tetapi suruhan Totok itu akan datang ketika mereka mergoki kita, mereka juga akan membiarkan kita dulu hingga  keadaan kita lemah akibat putus asa tidak bisa keluar dari sini” kata Bawok


*****


Siang hari yang menyiksa bagi Trimo yang telah terkena teluh salah sasaran, hingga lima menit lewat tetapi paranormal yang dibawa Trimo itu belum bisa menyembuhkan Trimo dari teluhnya.


Dukun itu duduk bersila dengan peluh yang membasahi tubuhnya, sesekali dia mengusap peluh yang menetes itu dengan sikunya, beberapa kali dia memegang perut Trimo yang semakin membesar karena adanya benda yang dimasukan secara ghoib olehnya.


“Bagaimana pak dokter, apa pak Dokter berhasil mengobati pasiennya heheheh. Saya tunggu sambil menyabit rumput ya pak, kamu jangan lari lho ya, sampai kau lari maka keturunanmu hingga tujuh turunan akan menerima karma yang kamu perbuat hihihihi”


Dogel melanjutkan menyabit rumput sambil bersiul siul, sementara itu mbak Bashi bermain main dengan rumput yang Dogel potong. Meskipun Dogel sedang menyabit rumput, tapi mata dia tidak lepas dari Paranormal yang berusaha menyembuhkan Trimo.


“Sudah enam menit, beberapa menit lagi orang itu akan mati apabila kamu tidak bisa membuang yang sudah kamu kirim ke perutnya. Apabila dia mati maka kamu adalah tersangkanya, karena disini ada cctv yang mengamati kamu kamu kamu dan kamu hihihihi” sekali lagi Dogel membuat dukun itu kebingungan


Mungkin karena kasihan dengan dia yang sudah susah payah berusaha membuang yang ada di dalam perut Trimo akhirnya Dogel Pun menghampiri dukun itu.


“Perlu bantuan saya atau tidak, kalau perlu bantuan saya, kamu memohon kepada saya dong, jangan cuma bisanya mendelik saja kamu hihihihi”


Dukun yang sudah mulai pucat wajahnya itu kemudian menoleh kepada Dogel, sementara itu Trimo sudah tidak sadarkan diri, mungkin karena rasa sakit yang amat sangat yang dideritanya.


“Tolong saya, saya mohon tolong saya untuk keluarkan benda yang ada di dalam tubuh pak Trimo, saya memang salah karena sudah berbuat sombong kepada sampean dan mengirim sesuatu kepada sampean” kata dukun  itu


“Hehehe kalau saya tidak mau tolong terus apa yang akan kamu lakukan?” tanya Dogel agak jual mahal


“Saya tidak tau, karena saya harusnya mengirim kepada sampean, tetapi kenapa yang kena bos saya sendiri. Saya mohon tolong saya dengan mengeluarkan yang ada di dalam perut pak Trimo”


“Hehehe saya akan tolong, tapi ingat jangan salah kirim barang lagi. Ingat kamu harus jelas tulis alamat kirimnya biar tidak salah kirim, kalau salah kirim gini kan susah hehehe”


“Duduk disebelah Trimo nak Dogel, kemudian pura-puralah memegang perut Trimo, biar mbah yang selesaikan nak” kata mbah Saripah yang ada di dalam tubuh kucing hitam yang bernama mbak Bashi


Dogel dengan tersenyum kepada dukun itu kemudian duduk di sebelah Trimo yang sudah pingsan dengan perut yang makin membesar, tetapi sebelumnya dia tidak melakukan apa-apa selain hanya tersenyum mengejek kepada dukun yang kata Trimo hebat itu.


“Kamu siap menerima kembali barang yang sudah kamu kirim ke perut Trimo?” tanya Dogel


“Kamu sudah berdosa besar dengan begitu mudah dan gampangnya mengirim sesuatu ke orang lain hanya karena kata hatimu yang tidak sesuai dengan apa yang saya omongin”


“Ilmu seperti yang kamu miliki itu harusnya kamu pergunakan dalam keadaan yang mendesak dan benar-benar perlu untuk gunakan, bukanya hanya karena tersinggung kamu dengan mudah mengirim barang itu ke saya, untungnya saya punya tameng hehehe, dan akhirnya barang itu masuk ke Trimo hihihihi” kata Dogel


“Sekarang saya tanya, apa kamu mau bertanggung jawab dengan barang yang sudah kamu kirim itu, apakah kamu mau menerima kembali barang milikmu yang kamu masukan ke tubuh orang itu dengan tidak sengaja?” tanya Dogel


“Ya… saya mau bertanggung jawab, kalau kamu bisa keluarkan barang itu, silahkan kembalikan kepada saya” jawab dukun itu


Dogel hanya tersenyum mendengar kata-kata dukun itu kemudian dia duduk dan memegang perut trimo yang makin membesar karena ulah dukun.


Mbak Bashi atau mbah Saripah berusaha membersihkan perut Trimo yang katanya penuh berisi benda-benda aneh temasuk logam, paku, jarum, mesin jahit, kulkas dua pintu dan mungkin saja sebuah mobil bekas layak pakai yang ada di dalamnya.

__ADS_1


Satu persatu benda aneh-aneh itu keluar dari tubuh Trimo secara ghaib, dan satu persatu juga diletakan Dogel di depan dukun yang masih terheran heran dengan cara kerja Dogel hingga benda terakhir yang berupa sebuah besi berkarat sebesar bungkus rokok.


Perut Trimo sudah mengecil, tetapi dia belum siuman juga.


“Itu benda yang tadi kamu kirim ke tubuh Trimo, sekarang benda itu akan kamu apakan?” tanya Dogel


“Urus Trimo yang masih pingsan karena saya mau lanjutkan menyabit rumput untuk kambing saya” kata Dogel yang kemudian mengambil sabit yang ada di sampingnya dan melanjutkan menyabit rumput yang banyak tumbuh disana


Dogel pergi dari situ setelah mendapatkan cukup rumput dan memasukan ke karungnya, kemudian dia pergi dari sana agar dukun itu mau urusin Trimo yang masih dalam keadaan pingsan.


Tanpa pamit dan menoleh ke belakang Dogel menggendong mbak Bashi kucing kesayangan pergi dari sana dan menuju ke arah atas, tetapi itu hanya tipuan dia saja, karena dia sebenarnya masuk ke dalam jurang yang ada diatas dan kemudian kembali ke tempat dukun dan Trimo itu berada.


“Bagaimana kelanjutan mbok Ju, apakah Trimo akan siuman dan sadar?” tanya Dogel yang sekarang bersama mbok Ju di jurang depan Trimo dan dukun itu berada.


“Sebentar lagi dia akan siuman nak, hari sudah sore ada baiknya nak Dogel balik ke ruangan biru karena nanti kalian akan menuju ke rumah Nabil untuk menjemput nak Indah dan nak Ngot” kata mbok Ju


Akhirnya Trimo dan dukun itu mereka tinggal untuk kembali ke vila putih, yang penting Trimo sudah bebas dari  kiriman barang dari dukun yang salah kirim.


*****


“Biarkan dulu saja Trimo, dia selalu datang untuk mencoba terus menerus dengan berbagai paranormal yang tidak mutu. Dari pertama dia kesini mengusir saya selalu menggunakan jasa paranormal murahan” kata Dimas setelah Dogel dan mbok Ju ada di dalam vila putih dan menceritakan apa yang mereka alami


“Jadi seolah olah dia itu meremehkan saya dengan mengirimkan nyamuk-nyamuk yang hanya membuat gatal saya, dia tidak mengirimkan anjing atau buaya sekalian agar saya agak gerah gitu heheheh” lanjut Dimas


Di ruang tengah vila putih sekarang sudah lumayan bersih, karena tempat itu sekarang dijadikan markas, dari pada di ruang bawah tanah yang pengab dan sumpek, lebih baik ada di dalam vila putih dengan membersihkan sedikit ruangnya.


“Dimas, tungku masak yang ada di belakang ini apa masih fungsi?” tanya Broni sambil menghapus debu yang menempel


“Ya sudahlah, ruang tengah ini kita bersihkan lagi saja dan kamar belakang juga, jadi bisa kita tempati rek” kata Wildan yang kemudian mencari sapu yang mungkin ada disana


“Kamu cari apa mas?” tanya pak Han


“Cari sapu pak, buat menyapu ruangan ini dan kamar di sana pak, biar bisa kita tempati. Kalau sudah bersih, kita beli kasur murah-murah aja pak sama beli kompor, dan lainnya, pokoknya vila kita ini kita tinggali pak heheheh. Gimana Dimas, kamu ndak keberatan kan?” tanya Wildan


“Wah, jelas saya makin senang saja karena saya akan ada temanya disini, selama ini saya sendirian di kamar itu , ya saya menghantui vila kepunyaan kalian intinya heheheh”


“Kalau kalian mau bersih-bersih sekalian saja panggil juga cewek-ceweknya, biar mereka juga membantu kita membersihkan bagian dalam vila ini” kata pak Tembol


“Tapi percuma juga kita bersihkan rek, kalau pintu depan masih tidak bisa dikunci, ehm nanti kita waktu jemput Indah dan Ngot sekalian beli gembok juga untuk mengunci pintu depan dan pintu belakang” kata Dogel


“Rencana saya, kalau semua ini sudah  selesai, vila ini akan kita renovasi, agar bisa kita tempati , sekalian agar Dimas betah tinggal disini, Eh Dimas, kamarmu mau dibersihkan sekalian ndak, kalau iya, kita akan bersihkan kamarmu nanti”


“Heheheh kalau kalian tidak leberatan ya tolong bersihkan juga, sekalian ruangan bawah tanahnya juga, meskipun saya ini hantu, tapi saya tidak suka dengan yang kotor” jawab Dimas


Yah mereka memang sedang merencanakan sesuatu untuk membersihkan vila agar bisa untuk ditempati lebih enak dari pada di bawah tanah.


“Eh jam berapa kita ke rumah Nabil nak Petro?” tanya pak Tembol


“Kita kesana setelah maghrib saja pak, agar tidak kemalaman sampai di rumah Nabil. Ajak Blewah sekalian siapa tau ada Bawok disana” kata Petro

__ADS_1


Siang hingga sore hari  yang santai mereka gunakan untuk bersih-bersih ruang tengah bersama tiga perempuan dan satu waria,  termasuk kamar kiri depan, kamar kiri belakang, dan kamar kanan belakang. Kecuali kamar Dimas yang akan dibersihkan terakhir saja.


“Selama kalian bersih-bersih vila, ada baiknya saya dan mbok Ju berjaga-jaga di jalan masuk ke sini , siapa tau ada yang datang lagi jadi kita bisa kasih tau kalian untuk bersiap siap” kata Sinank Nang


Semua jendela mulai dari jendela kamar hingga jendela ruang tengah mereka buka lebar-lebar, kecuali jendela kamar Dimas, karena akan kami bersihkan setelah membersihkan ruangan dan kamar yang ada disini.


“Eh air yang ada di vila ini sebenarnya berasal dari mana?, kok air disini masih mengalir, bersih dan dingin lagi” tanya Dogel


“Setahu saya di atas itu ada tandon air besar yang airnya berasal dari air gunung yang langsung disalurkan ke atas sana” kata pak Tembol


“Maksudnya gimana pak, kok saya ndak mudeng pak?” tanya Dogel


“Jadi gini mas, belakang vila ini kan tebing sedangkan bagian samping itu kan jurang, nah di balik tebing  itu kalau tidak salah ada semacam mata air yang mirip aliran sungai dan air itu mengalir ke jurang sana”


“Dulu waktu saya ada disini..ehmm jaman saya bersama Dimas saya sempat melihat jalur pipa yang dari atas tebing mengalir ke tandon air yang ada di atas rumah, entah itu dibuatnya pada zaman apa saya tidak tau nak”


“Pokoknya ada jalur pipa yang mengarah ke tandon air, dan mereka ternyata sudah menggunakan teknologi apabila tandon sudah penuh, maka pipa itu akan menutup dengan sendirinya sehingga tandon air itu tidak meluap”


“Jadi di atas ini ada tandon air yang selalu penuh keadaanya ya pak, berarti harus dikuras itu, bisa saja itu air yang ada disana sudah dari jaman penjajahan hingga sekarang heheheh” kata Dogel


Dari siang hingga sore hari karena dikerjakan beramai ramai maka mereka berhasil membersihkan ruangan tengah termasuk ketiga kamar dan dua kamar mandi. lalu mereka buang kotoran dan sampah yang ada disana ke dalam lubang di halaman belakang yang dibuat oleh Supardi.


“Besok pagi kita tutup lubang-lubang itu anak-anak” kata pak Handoko sambil melihat lubang menganga yang sekarang berisi sampah dan barang bekas dan rusak yang berasal dari dalam vila


“Dimas,  besok sebelum kita tutup lubang yang ada di halaman belakang kami ingin membersihkan kamar mu dulu, kamu check dan kasih tau kami barang apa yang tidak boleh dibuang dan yang mana saja yang harus kita tata di kamar depan itu” kata pak Tembol


Dimas yang ada di dalam raga Gilank masuk ke dalam kamar depan tempat dia selama ini tinggal, dia harus memeriksa barang apa saja yang bisa ditinggal dan yang mana yang bisa dibuang ke lubang yang ada di belakang sebelum mereka tutup lubang itu.


Sore hari mereka hanya bisa membersihkan ruang tengah, kamar kiri depan dan belakang termasuk kamar mandi, sedang kamar kanan belakang rencananya besok akan mereka bersihkan, karena saat ini sudah sore.


“Pak Tembol.. kalau gini kan Novi sama mbak-mbak ini punya kamar , jadi kami berempat akan tidur di kamar kiri belakang dekat kamar mandi pak heheheh” kata Novi


“Eh kalian bertiga belum boleh ada disini, kalian kalau malam hari tetap harus kembali ke ruang bawah tanah hingga Totok sudah mulai aman bagi kalian” kata pak Tembol


“Walah pak, bosan pak ada di ruang bawah tanah terus pak kami kan juga ingin berlibur di vila pak hehehe” jawab Winna


“Ya… kalian pasti akan ada di sini tetapi belum saatnya sekarang, ayo setelah ini kalian kembali lagi ke bawah, karena kami akan menuju ke sby untuk menjemput nak Ngot dan nak Indah” kata pak Tembol


Setelah melaksanakan sholat maghrib di ruangan vila yang sudah bersih dan nyaman, mereka pak Tembol, Dimas, Petro, Blewah, dan Saeful tanpa Novi berangkat ke sby untuk menjemput teman mereka yang ada di dalam rumah Nabil


*****


“Mas Ngot, agak malam saja kita keluar dari kamar ini, Gimana menurut mas Bawok? tanya Indah


“Ya gak papa, agak malam saja kita keluarnya, tetapi tidak lewat pintu depan, karena sekarang kan ada Totok yang sedang melakukan eksperimen di depan kamar ini”


“Nanti kita masuk ke dinding, tetapi saya sudah punya peta agar kita bisa keluar dari sini secara aman, dan lebih baik kita sekarang saja keluarnya” kata Bawok


“Lho kan masih lama mas, kenapa kita keluar sekarang” tanya Ngot

__ADS_1


“Karena untuk keluar dari sini melalui dinding dengan aman akan membutuhkan waktu sekitar dua puluh menit hehehe”


“Ayo kita masuk sekarang ke dinding, dan ikuti saya, kalian jangan melenceng barang sejengkal pun dari saya heheheh” kata Bawok


__ADS_2