MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 131 (KEDATANGAN TEMAN)


__ADS_3

“Eh iya mas Ipul, nanti kalau misalnya Novi udah dihalalkan mas Ipul, apa novi boleh kayak gini mas? Tanya Novi tanpa malu-malu


“Tentu saja boleh mbak Novi, kan sudah suami istri. Nah untuk sekarang kan kita baru aja kenal mbak, mbak Novi juga belum tau siapa saya. Kita harus saling kenal dulu mbak, baru kita bisa lanjutkan mbak, yang penting kita harus saling tau masing-masing dulu mbak Novi, maafkan saya ya mbak” kata Saeful dengan sopan


Tentu saja omongan Saeful ini semakin membuat Novi adem panas, Novi belum pernah menemukan laki-laki macam mas Saeful ini, tapi kembali lagi ke kodrat Novi hehehehe, dia kan bukan pewe dia kan lekong hihihi hanya lekong yang udah dimodifikasi tidak sesuai standartnya hihihi.


“Iya mas, baru kali ini Novi kenal sama cowok seperti mas Ipul ini, rasanya Novi bangga sekali mas, ndak terasa Novi agak nangis ini mas” kata Novi yang ada di sebelah Saeful


“Lhooo jangan mbak Novi, jangan nangis dong, saya rasanya bersalah sekali kalau mbak Novi sampai nangis gitu. Pokoknya jangan sampai mbak Novi salah pilih pasangan mbak, yang terbaik untuk mbak Novi mungkin bukan saya mbak” kata Saeful kepada Novi sambil berusaha menghapus air mata Novi dengan lengannya


“Tapi apakah mas Saeful gak ada niatan untuk cari pasangan hidup mas, apakah mas Saeful masih betah melajang, memangnya umur mas Saeful ini berapa mas?” tanya Novi sambil memandang lekat ke arah Saeful yang ada di depannya


“Heheheh Allah belum kasih saya jodoh untuk saya, tapi saya yakin nanti suatu saat Allah pasti akan kasih saya jodoh yang terbaik kok mbak. Saya seperti ini mungkin karena saya sibuk urusin masjid, hingga saya jarang sekali ketemu sama perempuan mbak. Kalau soal umur, bulan depan ini saya sudah 34 tahun mbak”


“Aduuuh mas Saefuuul, udah 34 tahun itu sudah waktunya untuk mencari jodoh mas, apa mas Ipul belum ada niat untuk mencari jodoh mas?” pancing Novi


“Heheheh saya belum ada niatan mbak, mungkin karena saya hanya tinggal di masjid, tapi pernah saya mau dijodohkan sama cewek yang mondok di pondokan ustad saya, hanya saja saya tolak mbak, karena saya belum siap saja hehehe ” jawaban Saeful ini semakin membuat Novi semakin kemecer untuk mendapatkan Saeful


“Kalau gitu, Novi mau tanya lagi nih mas Ipul, kalau menurut mas Ipul Novi ini sesuai dengan yang mas ipul inginkan atau tidak mas?” tanya Novi yang masih merangkul Saeful dengan mesranya


“Mbak Novi ini cantik sekali, bahkan saya minder kalau harus berdekatan dengan mbak Novi. Saya belum pernah ketemu dengan perempuan secantik mbak Novi sepanjang hidup saya mbak. Hanya saja ada satu hal yang saya kurang berkenan dengan mbak Novi” kata Saaeful yang berusaha melepas rangkulan Novi


“Apa itu mas Saeful calon imam Novi, coba sebutkan apa yang mas Ipul kurang berkenan itu, apa Novi kurang cantik untuk mas Ipul, apa Novi kurang menarik?” tanya Novi penasaran


“Saya lebih suka dengan perempuan yang menutup auratnya mbak Nov….., maaf ya mbak Novi” kata Saeful menunduk senunduk nunduknya heheheh


“Ouughh ndak papa mas Ipul, semua bisa berubah dengan kesadaran sendiri dan dengan kemauan yang keras, Novi akan berusaha memenuhi kreteria yang mas Ipul katakan tadi mas, jangan khawatir mas”


“Misalnya Novi sudah menuruti permintaan mas Ipul, apakah mas Ipul bersedia untuk halalin Novi mas” tanya Novi penuh harap


Saeful tidak menjawab pertanyaan Novi, dia hanya tersenyum saja, akibatnya Novi semakin dag dig dug gak karuan, Novi merasa bahwa Saeful menyetujui dengan senyumnya itu.


Mereka berdua tidak tau kalau mbok Ju dari tadi memperhatikan dua manusia yang sedang asik saling cocok mencocokan keinginan dan kemauan mereka berdua hihihihi.


“Eheemm uhuk uhuk….” Suara dari belakang Novi dan Saeful


“Duuuh mbok Ju ngagetin aja sih mbok heheheh” kata Novi yang menoleh ke belakang


“Mbok itu dari tadi ada di belakang kalian, hanya saja mbok ndak mau mengganggu kalian yang sedang serius membicarakan masa depan heheheh. Ayo kita kembali lagi ke pokok pembicaraan kita anak-anak, masalah pembahasan masa depan kalian kan bisa dibicarakan nanti saja kalau ada waktu luang” kata mbok Ju


“Iya mbok, gimana mbok, apa yang mbok Ju dapat disana mbok?” tanya Saeful


“Tadi mbok sempat ke lorong yang dibuat oleh Supardi. Lorong itu tidak begitu jauh, tetapi sudah tembus ke ruang bawah tanah vila putih, dan dibawah sana banyak sekali bangsa halus yang marah, karena dibuatnya lorong itu. mereka yang marah itu adala lelembut yang disana itu yang menempati lorong bawah tanah” kata mbok Ju


“Nah tadi mbok sempat tanya ke mereka, tentang siapa saja yang sudah datang kesini, ternyata jawaban mereka semua sama. Totok atau yang mereka kenal sebagai Rochman itu yang sering mengunjungi lorong itu bersama Supardi, dan yang bikin mereka marah adalah Totok memasang pagar di tiap meter lorong yang dibuat oleh Supardi”


“Tapi rumah itu keadaaanya kosong nak, tidak ada siapapun yang disana, keliatanya ditinggalkan dengan tergesa gesa, disana hanya ada pakaian bekas yang ada banyak bercak darahnya, kemungkinan darah dari orang yang beberapa hari lalu itu nak Novi lempar batu” kata mbok Ju


“Bagaimana nak, apa yang akan kita lakukan selanjutnya?” tanya mbok Ju

__ADS_1


“Sik bentar mbok, bukanya kita sedang menunggu teman Bluekuthuq mbok, ayo kita kesana mbok, ke tepi jurang, karena mereka sedang menunggu kita disana, duh kok Novi sampek lupa ya kalau ada yang sedang menunggu kita heheheh” kata Novi


“Ya jelas saja lupa, wong nak Novi dan nak Ipul sedang membahas masa depan kok heheheh, jadi ndak akan ingat apapun kan” jawab mbok Ju


“Mas Ipul, sekarang sudah jam berapa ini mas?”


“Sudah jam 09.15 mbak Novi, ayo kita ke sana saja mbak, takutnya ada apa-apa dengan mereka mbak” kata Saeful


Akhirnya mereka pun balik dan menuju ke arah sisi jurang tempat biasanya anak-anak Sutopo mengintip apa yag ada di sisi jalan apabila ada sesuatu yang mengerikan.


Setelah berjalan beberapa menit tiba-tiba mbok Ju menyuruh mereka berhenti.


“Sebentar nak, kalian berhenti dulu saja, karena disana ada dua lelembut yang mungkin sepasang sedang celingak celinguk mencari sesuatu. Coba mbok Ju tanya dulu mereka sedang apa disana” kata mbok Ju yang kemudian melayang menghilang dari hadapan Novi dan Saeful


Siapa yang dilihat mbok Ju itu, apakah mbok Ju melihat sepasang lelembut yang sedang berdarmawisata ke vila putih atau gimana hehehehe. Kalau begitu kita ikuti saja yang sedang dilihat mbok Ju.


Mbok Ju melayang dan mendekati sepasang lelembut yang melayang dan kelihatanya sedang mencari sesuatu, mbok Ju merasa dua lelembut itu tidak berniat jahat, karena aura mereka berbeda dengan aneka lelembut yang ada di sekitar sini.


Mbok Ju kemudian mendekati mereka berdua dari belakang, tanpa sepengetahuan kedua sosok yang sedang celingak celinguk itu. Hingga beberapa meter dari mereka, kemudian mbok Ju menyapa mereka berdua.


“Hei, apa yang sedang kalian cari disini, keliatanya kalian bukan dari sekitar sini ya. Siapa nama kalian berdua” tanya mbok Ju ketika sudah ada di sebelah mereka berdua


“Maaf bu, saya sedang mencari orang. Eh nama saya Indah laminatingrum, sedangkan nama teman laki-laki saya ini mas Ngot” kata perempuan yang ternyata bernama Indah itu.


“Oh, saya Juriah, panggil saja mbok Ju, saya asli disini. Sedangkan kalian dari mana, dan sedang apa kalian disini?” tanya mbok Ju


“Apaaaa! Apa yang kalian kerjakan disisi jurang itu, tidak diperbolehkan siapapun ada disana, coba antar saya ke sana, saya ingin tau siapa saja temanmu itu” kata mbok Ju


“Ayo mbok, siapa tau mbok Ju bisa kasih tau kami tentang keberadaan teman kami yang sedang kami tunggu itu” kata Indah


“Sebentar…. Siapa teman kalian yang sedang kalian tunggu itu .. siapa namanya” tanya mbok Ju


“Namanya mbak Novi mbok, mungkin mbok Ju kenal dengan mbak Novi” jawab Indah lagi


“Oh jadi kalian ini yang sedang ditunggu mbak Novi hehehe, ayo kita temui mbak Novi dulu dan kemudian kita temui teman kalian yang lainya” kata mbok Ju


Posisi Novi dan Saeful sebenarnya tidak jauh dari tempat mereka bertiga sedang bertemu itu, jadi tidak memerlukan waktu lama bagi mereka untuk bertemu dengan Novi dan Saeful.


“Ini mbak Novi ya, yang ketemu dengan kami di rumah mbahnya mas Dogel” kata Indah ketika sudah bertemu dengan Novi dan Seful


“Dimana yang lainya mbak Indah, ayo kita kesana saja, kita segera masuk ke ruangan biru, karena disini tidak aman bagi kalian semua” kata Novi


“Mbok Ju, kok ada suara mobil yang sedang berjalan kesini, tolong dilihat mbok, kita harus segera selamatkan teman-teman Bluekuthuq ini ke ruangan biru mbok” kata Novi ketika tiba-tiba mendengar suara mobil yang melintas di atas mereka


“Eh mbak indah, jangan bergerak dulu, kita tetap di sisi jurang dulu saja sembari menunggu informasi dari mbok Ju dulu saja, karena keadaan disini berbahaya” kata Novi


Mereka Novi, Saeful dan dua hantu Indah dan Ngot diam di sisi jurang, mereka tidak bergerak sama sekali agar mereka tidak terlihat oleh orang yang akan datang yang naik mobil.


“Semoga pak Tembol tau apa yang harus dilakukan disini, karena tadi Novi sudah bilang ke dia untuk ke tempat biasanya. Karena apabila ada di jalan diatas kita itu sangat berbahaya” kata Novi

__ADS_1


“Mereka ada di sisi jurang depan pagar vila kok mbak, yang suruh kami adalah pak Tembol sendiri, jadi semua sekarang ada di sisi jurang seberang pagar vila itu mbak” kata Indah


“Alhamdulillah, Novi pikir kalian semua ada di jalan depan Vila ini, nanti setelah mbok Ju datang, kita bisa menemui teman kalian” kata Novi


Tidak lama kemudian mbok Ju pun datang ke arah kami, wajah dia terlihat agak berbeda dari pada sebelumnya.


“Bagaimana mbok, ada apa kok mbok Ju kelihatanya habis melihat sesuatu yang menakutkan gitu” tanya Saeful


“Kalian tidak akan percaya siapa yang datang sekarang ini anak-anak. Di atas sana ada Trimo, tapi tidak hanya Trimo yang ada disana, Trimo saat ini bersama Totok dan satu lagi, orang yang mirip dengan Dimas. Mereka sekarang ada di depan pagar vila putih” kata mbok Ju


“Apaaaa…Dimas?, bukanya Dimas ada di salah satu ruangan sana, dan dia keadaanya tidak begitu baik. Kami sempat lihat Dimas di kamar depan besama pak Handoko” kata Novi


“Itu yang saya tidak tau nak Novi, bisa saja yang ada disana, di kamar depan itu bukan Dimas yang sesungguhnya, bisa saja dia adalah mahluk disini yang berpura-pura menjadi Dimas” jelas mbok Ju


“Eh mbok, boleh kami lihat siapa yang ada diatas itu, karena waktu kami bersama pak Tembol dia sempat lihat orang yang katanya adalah Dimas, tetapi dengan nama Haris” kata Indah


“Kalian bersama pak Tembol? Dia ada disini, mbok sudah lama tidak ketemu dia”kata mbok Ju


“Sudahlah mbok, itu nanti saja mbok, sekarang antar mereka ke atas mbok, agar mereka tau siapa yang diatas itu” kata Novi


Tidak lama mereka pergi bersama mbok Ju untuk melihat apakah yang ada di atas itu benar-benar Haris yang pernah pak Tembol temui di sekitar sini pada waktu masa lalu.


“Benar itu Haris mbak, dia Haris yang pernah kita temui, Dia haris yang suka membantu penduduk sini membersihkan rumah mereka dengan gratis” kata Indah setelah mereka dari atas


“Kalau begitu kita ke tempat pak Tembol dan yang lainya menunggu saja sekarang, dan semoga mereka tidak kenapa napa dan tetap ada di sisi jurang sana” kata mbok Ju


Mereka bersama dengan Ngot dan Indah menuju ke tempat pak Tembol berada, mereka yakin kalau pak Tembol dan teman-teman aman disisi jurang, pokoknya jangan naik ke atas dulu karena yang ada diatas itu bahaya bagi mereka.


Pagi menjelang siang yang cerah di sisi jurang yang tidak atau belum tersentuh oleh mereka yang jahat, akhirnya Novi dan Saeful bisa kertemu dengan anak-anak Bluekuthuq bersama pak Tembol dan beberapa mahluk ghaib yang menyertai mereka.


“Kita jangan ada disini dulu, kita sekarang harus masuk ke dalam dulu, nanti di dalam kita bicarakan lagi apa yang akan kita perbuat berikutnya” kata Novi yang kemudian menuntun mereka masuk ke dalam terowongan yang pintu masuknya tidak jauh dari sana


Satu persatu mereka masuk ke dalam terowongan yang memang gelap, tapi gelapnya hanya sementara, gelap hanya di terwongan saja, tetapi di dalam ruangan biru mereka akan tercengan dengan keadaan yang tidak seperti yang mereka perkiraan sebelumnya.


“Selamat datang di ruangan biru teman-teman” kata Novi sambil membuka pintu batu terakhir


Pak Tembol berpelukan dengan anak-anak sutopo yang merupakan kawanan perubah sejarah disana pada masa itu. kemudian para mahluk gaib yang datang bersama mereka macam Indah, Ngot, dan tentu saja mas Sinank Nang, tidak lupa anggota baru mereka si Semprul yang merasa gembira bisa dianjingkan.


Eh kalau manusia kan biasanya akan bangga apabila diorangkan, lha kalau anjeng kan akan bangga kalau dianjingkan yang artinya dianggap, dibutuhkan, dan atau diperhatikan.


Mereka cerita pengalaman mereka ketika ada di alam ghaib menjemput Blewah dan mas Nang. Pokoknya pagi menjelang siang ini mereka gunakan untuk ngobrol dan makan sarapan nasi bungkus yang dibawa oleh anak-anak Bluekuthuq tadi.


“Wah sudah lama kita ndak makan nasi bungkus enak gini rek hehehhe” kata Ukik yang selalu stanby bersama Dani yang selalu dirasuki pak Pho


“Wuiiih luar biasa ruangan iki rek, arsikteknya pasti gak tanggung-tanggung ini” kata Dogel yang terus terusan mengagumi tiap detail ruangan hingga ke kisi kisi yang memasukan cahaya ke dalam ruangan


“Kalau malam pakai cahaya apa disini mas?” tanya Dogel


“Disini masih pakai lampu minyak mas, bungker ini dibuat oleh pendiri vila ini ratusan tahun lalu mas hehehe” jawab Ukik

__ADS_1


__ADS_2