
“Alamat Totok bisa dicari gak rek?” tanya Broni
“Cuma ada nomor Wa aja Bron, gimana kita bisa cari dia, lalu ngapain juga kita cari dia, kan dia hanya pembeli terus buat apa kita cari dia Bron?” Ali balik bertanya
“Heh dancok, liaeten iku Wa nya dia, dia wa dan misscall Trimo itu bolak balik , bahkan sampai beberapa puluh menit sebelum kita datang dia masih misscall ke Trimo, bisa saja dia misscall Trimo karena dia akan datang ke kosan Trimo” kata Broni
“Yang jadi tanda tanya, kalau memang Totok itu pembeli yang kompeten, lalu kenapa dia sampai misscall segitu banyak, dan tidak diangkat oleh Trimo. Aku curiga pasti ada sesuatu dengan dia rek” lanjut Broni
“Nggak gitu juga Bron, mungkin saja ada pembeli lain dengan harga yang lebih tinggi yang sudah janjian dengan Trimo sehingga Trimo belum mau melepas barangnya kepada Totok” kata Ali
“Terus gimana ini? yang pasti barang itu belum sampai ke tangan pembeli, barang itu kemungkinan masih disimpan oleh Trimo di suatu tempat” kata Broni
“Pokoke kita sudah punya satu nama yang dicuriga, dari intensitas dia telepon Trimo termasuk Wa dan Email dia tentang ketertarikan dengan barang yang dijual Trimo”
Kemudian Wildan dan Ukik datang ke kamar yang hanya ada Ali dan Broni, mereka membawa sebuah ponsel Trimo. Setelah mereka berdua tadi bersama Dani, tifano dan Gilank mencari Kaswadi.
“Gimana Kaswadi Wil, ketemu ta?” tanya Ali
“Nggak Li, dia hilang kok, padahal dia tidak begitu lama pergi dari sini, kok tiba-tiba bisa hilang gitu” timpal Ukik
‘Lha wong dia pergi naik angkot, gimana bisa ndak langsung hilang Kik hahahahah” sahut Broni
“Wislah, soal Kaswadi semoga dia tidak melakukan hal yang tidak-tidak rek, sekarang soal ponsel ini Li” kata Wildan sambil menyerahkan ponsel Trimo yang ada percakapan Wa nya bersama Muryati.
“Li, iki gimana, koyoke kita harus ketemu sama Muryati ini, dia kan perempuan yang saat ini dekat sama Trimo, mungkin dia pernah diceritakan Trimo tentang kotak uang itu?” kata Wildan
“Iya Wil, tapi gimana caranya dekat dengan perempuan itu, kita gak pernah dekati seorang perempuan blas hahah, atau gimana nek Novi saja ya yang kita suruh. Sekarang dimana dia, apa masih mandi kah?
“Lha iki tadi aku chat ke dia, tapi Muryati kan taunya yang chat ini si trimo, terus gimana enake iki rek?” kata Wildan sambil memamerkan Hasil Chat Wildan dengan menggunakan Ponsel Trimo kepada Muryati
“Wah chatmu isine kok ngajal fu fu fu skidipap swadikap ngunu rek heheheh” timpal Broni
“Lha gimana lagi Bron, chat antara Trimo dan Muryati itu ndak ada hal lain selain masalah bermandikan keringat kenikmatan lenguhan sesaat heheheh” jawab Wildan
“Kita tunggu Novi datang sik ae rek, sekalian kita harus berpikir apa yang harus kita lakukan dengan Kaswadi yang sudah pergi dari kita rek, pasti kita akan tidak aman kalau dia sampai buka mulut” kata Ali
Listrik salon ini belum juga nyala, kipas angin dan penyejuk ruangan pada mati, lampu di dalam juga mati, alhasil bau badan Gilank yang ngakunya hanya tiga hari belum mandi ini semakin membuat suasana dalam salon ini makin mencekam.
__ADS_1
“Rek, maaf aku ndak betah ada di dalam sini, lebih baik aku keluar dari sini rek” kata Tifano yang dari tadi sudah mukok mukok hoek hoek nahan muntah
“Janc***k baukmu Lang, janc*k koen iku Lang, sana lho keluaro! duduk di depan sana lho, atau mandio sekarang c*k!” serang Wildan
“Aku belum selesai potong Wil, mosok harus mandi c*k, liaten ta atas kepalaku wis butak, tapi samping kiri kanan belakang sik gondrong. Lha mosok aku iki Darto helem c*k” jawab Gilank
“Ndak mungkin listriknya nyala dalam waktu dekat mas, kayaknya ini kita kena pemadaman giliran mas, bisa-bisa sampai sore mas hihihihi” katas Warsih
“Tapi biarpun kena pemadaman giliran, kalau Warish digilir juga mau kok mas hihihihih” kata Warsih yang masih berbentuk lakik ini dengan endel.
“Yancooook Sih, sana sama Gilank saja sana” teriak Ukik
“Halah alasan kamu Sih, kan ada gunting iku , ayo potong aku pakek gunting aja dulu” paksa Gilank
“Ndak mampu mas, rambut mas Gilank itu panjang dan ngeruel, kalau pakek gunting pasti gak kuat guntingnya mas hihihihi” jawab bimbi teman Warsih
“Sementara gitu saja dulu mas, nanti kalau listriknya sudah nyala, baru saya potong lagi mas hihihihi” kata Warsih lagi
Akhirnya Gilank mandi juga setelah mendapat intimidasi dan serangan verbal dari teman-temannya ternasuk kedua waria Bimbi dan Warsih.
“Lho listrik mati ya sis Warsih?” tanya Novi ketika melihat situasi salon yang temaram
“Uuuugghhh asyuuuu! baunya ketek siapa sih ini, jorok sekali sih kalian” teriak Novi yang kemudian membuka pintu salon lebar-lebar
“itu lho Nov, bauknya si Gilank, dia sudah kita suruh mandi. Bauknya itu lho gak karuan, dia koyoknya sudah beberapa hari ndak mandi” sahut Ukik
Novi menuju ke etalase salon dan kemudian dia mengambil pewangi ruang semprot, dia menyemprot seluruh sisi ruangan salonnya hingga salon yang lumayan besar ini udaranya wangi tapi bikin sesak nafas, untungnya pintu salon dibuka lebar-lebar.
“Nov sinio, ini ada sedikit petunjuk yang bisa kita laksanakan. Coba kesinio, tak ceritakan apa yang kita temukan di Hp ini Nov” panggil Ali
“Hmm koyok ngene yo dulinane wong sugih ya hehehe” kata Novi setelah melihat dan membaca isi chat antara Muryati dan Trimo
“Sini, aku minta nomor wanya, tak balasnya pakek hpku ae rek” kata Novi sambil mengeluarkan ponselnya dan mulai chat dengan Muryati
*****
“Selamat siang kakak Muryati, saya Novi dari branded used bag, jual beli tas branded bekas, Novi pingin nawarin tas ke kak Muryati nih”ketik novi pada hpnya
__ADS_1
“Kalian tau ndak kesukaan para perempuan yang sugih mendadak model Muryati gini rek” tanya Novi kepada laki-laki yang ndak mudeng dengan yang ditawarkan Novi tadi
Ketujuh laki-laki jalanan itu hanya menggelengkan kepala....
“Tas Branded merk ternama heheheh, bekas atau baru, mereka pasti akan berburu hihihihihi” jawab Novi
“Ahh salam kenal kak Novi, duuh dpnya kak Novi tasnya kereeen bingggiiiitttt!”balas Muryati
“Heheheh, perempuan kaya anyaran iku, mosok tasku sing super KW itu ketok asli dan apik hahahah” kata Novi , dan sekali lagi ketujuh laki-laki itu hanya ngowoh saja.
“Eh tas yang kamu bawa di dp mu itu ta Nov, memangnya itu palsu?” tanya Ukik
“Jelas mas Ukik, nek asli yo regane gak karuan mas, aku beli online china aja lebih dari 2 juta, ndahnio asline hahahah” kata Novi lagi
“Hehehe itu salah satu koleksi Novi kak, koleksi lainnya ntar Novi akan uplod kak” balas novi
“Sik ya mas-mas sayangku, Novi mau aplod tas-tas koleksi Novi yang pernah Novi jual hihihihi”
Setelah beberapa waktu Novi sibuk dengan ponselnya, untuk mencari tas tas branded miliknya yang sudah pernah dia jual atau dia miliki, kemudian dia tersenyum.
“Sip udah ada sepuluh biji photo tas bekas branded asli dan KW yang siap kirim ke Muryati.... siap-siap masuk perangkap kamu Muryati!” bisik Novi
Tetapi tiba tiba ..KLUNTIING... ponsel Trimo bunyi , ada wa yang masuk di ponsel milik Trimo.
“Mas Trimoooooo Yati perlu duit nih mas, tuk kasih sodara yang gi sakit keras di desa mas, bisa bantu Yati kan mas plssss :(“ tulis yati yang diakhiri dengan emoticon sedih hihihihi
“Yekopo iki rek, kudu dibales opo iki chat Wa nya Murtat eh Muryati iki rek” tanya Ukik
“Biarkan dulu aja mas, sebagai lakik itu harus punya harga diri hehehe, jangan cuma dimintai duit sama ceweknya langsung kasih mikir dulu heheheh” jawab Novi
“Pacaran ama banci aja enak. Siang kerja tambal ban, kalau malam mbalon, eh nyalon mas, nyalon hihihi” potong Warsih dari luar kamar
“Duuuh koleksi kak Novi kereeen-kereeeen, jd ngiler nih kak :)” balas Muryati tiba-tiba di ponsel Novi setelah melihat kiriman photo tas yang dikirim novi.
“Qt meet up yu kaaaak , sekalian Novi mo kenalan ama kak Yati, ntar Novi bawain salah satu kolpri Novi yang paling novi sayangin kak hihihi” tulis Novi lagi
“Dasar perempuan murahan, ada chat asing masuk gak tanya-tanya dulu, malah jadi sok akrab. Namanya orang, ada chat asing masuk kan bisanya ditanya, dapat nomor Wa dari mana kek, atau siapa yang kasih tau nomor wa ini kek” omel Novi
__ADS_1