
Dering ponsel Dogel berbunyi lagi..
“Pak Tembol mas Eko telepon pak” kata Dogel
“Jawab saja nak Dogel, mungkin dia mau ngabarin sesuatu” kata pak Tembol
Dogel menjawab panggilan telepon dari Eko yang merupakan murid dari abah Fuad.
“Ada apa mas Eko?”
“Mas Dogel, kata abah Fuad, nanti tidak usah ke rumah sakit, belokan saja ke rumah abah Fuad, karena disini lebih aman” kata Eko
“Lalu bagaimana dengan Rochman yang sekarang sedang mengikuti kita mas Eko?”
“Nah untuk Rochman tolong dialihkan dulu saja mas, yang penting anak dari Marwoto masuk ke rumah abah Fuad dulu” kata Eko
“Ya sudah mas Eko, coba kami pikirkan dulu bagaimana mengalihkan Rochman dari ambulan itu, nanti sampeyan kami akan kabari lagi”
Telepon ditutup Dogel…
“Kata Eko, Suharto lebih baik dibawa ke rumah abah Fuad saja, agar aman… takutnya apabila di rumah sakit nanti malah Rochman bisa bebas masuk ke sana”
“Tetapi untuk membawa Suharto ke rumah abah Fuad, kita butuh pengalih perhatian Rochman, agar tidak mengikuti kita terus sampai ke rumah abah Fuad” kata Dogel
“Biar saya saja yang urus Rochman, kalian tetap saja menuju ke tempat yang aman bagi anak saya” kata Marwoto
“Kamu sanggup Marwoto?” tanya pak Tembol
“Saya bisa pak, demi anak saya” jawab Marwoto
__ADS_1
“Tolong jelaskan kepada saya apa rencana kalian, saya tidak paham dengan apa yang sedang kalian bicarakan” kata pak Bowo yang memang tidak bisa mendengar dan melihat Marwoto
“Jadi begini pak, Marwoto akan menjadi pengalih perhatian Rochman agar kita bisa antar anaknya ke tempat abah Fuad” jawab pak Tembol
“Lalu bagaimana caranya makhluk tak kasat mata melakukan pengalihan kepada mobil yang ada di depan kita itu” tanya pak Bowo
“Gini saja….” potong pak Bowo sebelum yang lainnya menjawab
“Mumpung kita masih belum akan masuk kota S, nanti di daerah yang agak sepi, mobil depan kita itu akan saya pepet, kemudian suruh Marwoto untuk menjalankan tugasnya” kata pak Bowo
Ternyata Marwoto setuju dengan usul dari petugas kepolisian itu, Marwoto akan menyerang Rochman begitu mobil Rochman tergelincir ke pinggir jalan.
“Ok di depan sana…. di sebelah kiri ada semacam ilalang yang lumayan, nanti mobil dia akan saya serempet, hingga keluar jalur, ketika Rochman sudah dalam keadaan bingung, suruh Marwoto untuk segera menyerang dia” kata pak Bowo
Semua setuju dengan usul dari pak Bowo…
“Tapi sebelumnya akan saya kabari driver ambulan untuk terus menuju ke rumah abah Fuad, dan jangan menunggu kita yang sedang berusaha untuk menghalangi Rochman” kata pak Bowo
Setelah semua sudah sesuai dengan rencana, dan di depan sebelah kiri sudah ada semak belukar, tiba-tiba pak Bowo menekan gas mobil lebih dalam.
Mobil pak Bowo pun melaju lebih cepat dan berusaha mendahului mobil yang dikendarai oleh Rochman.
Ketika mobil pak Bowo sudah ada di samping mobil Rochman, secara mendadak pak Bowo membanting stir ke kiri hingga menabrak bagian samping kanan mobil Rochman.
Rochman yang tidak mengira akan ditabrak pak Bowo dari samping secara mendadak pun kaget, Kemudian dia membanting stir ke kiri juga… tetapi terlambat….
Mobil Rochman tergelincir dan masuk ke dalam semak belukar di sebelah kiri jalan.
Sebelum Rochman tersadar dari kagetnya, Marwoto sudah berpindah tempat di mobil Marwoto.
__ADS_1
Entah apa yang dilakukan oleh Marwoto kepada Rochman, yang penting untuk saat ini ambulan dan mobil pak Bowo yang bagian kirinya rusak tidak menunggu hingga Rochman tersadar
Mobil pak Bowo pun melesat masuk ke arah jalan tol untuk menuju ke arah rumah abah Fuad.
“Sekarang kita menuju ke rumah abah Fuad” kata pak Bowo dengan bersemangat
*****
“Mas apa yang tadi dilakukan pak Bowo?” tanya Novi yang ada di dalam mobil Ambulan
“Keliatanya mereka sedang mengalihkan perhatian Rochman dengan bantuan Marwoto agar kita bisa ke rumah abah Fuad dengan selamat” kata Ali
“Tadi perintah pak Bowo kita harus ke rumahnya abah Fuad apapun yang terjadi mas, kita tidak usah urusi urusannya pak Bowo” kata Tolani driver ambulan
“Kalau begitu cepat tancap gas pak, jangan sampai kita terhambat lagi” kata Ali
Tolani menambah gas Mobil ambulan yang sekarang ada di jalan tol yang menuju ke rumah abah Fuad
“Eh pak Tolani…, tapi bagaimana dengan motor pengawal yang ada di belakang kita, masak dia juga akan masuk ke jalan tol juga?” tanya Ali
“Boleh mas, kalau memang dapat perintah dari komandan, dan atau sedang melakukan pengawalan penting seperti ini hehehe, saya juga sebenarnya tidak jelas juga mas” kata Tolani
Tidak sampai lima belas menit kemudian mereka sudah sampai di daerah rumah abah Fuad.
Sesuai dengan petunjuk Ali, mobil ambulan diarahkan ke gang yang menuju ke rumah abah Fuad, dan untungnya pada saat itu pintu pagar rumah abah Fuad sudah terbuka, dan Eko ada di depan rumah menunggu mereka datang.
“Pak parkir tepat di depan pintu pagar rumah itu saja” tunjuk ALi kepada pak Tolani ke sebuah rumah yang pintu pagarnya sudah terbuka dan ada Eko yang sedang menunggu di depan pagar
Setelah mobil diparkir di depan rumah abah fuad, dan kemudian secara bergotong royong Suharto dibawa ke dalam rumah, maka untuk step pertama ini selesai.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan pak Bowo dan yang lainnya, apakah mereka bisa melanjutkan perjalanan hingga sampai ke rumah abah Fuad juga. Atau apakah Rochman melakukan perlawanan juga kepada Marwoto?