MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 61 (KEMBALI KE VILA PUTIH)


__ADS_3

Pukul 02.55 mereka tiba di rumah pak Han dengan selamat, tanpa ada percakapan yang berarti mereka bertujuh masuk ke kamar yang sudah disediakan istri pak Han. Keadaan kamar yang sejuk karena udara dingin dari AC membuat mereka segera tertidur.


Tepat pukul 04.25 Ponsel Ali kumandangkan Adzan subuh dengan nada yang keras, tidak ada yang tidak bangun karena suara adzan subuh yang keras keluar spiker phone milik Ali, semua bangun, semua berwudhu dan semua melaksanakan sholat subuh berjamaah.


Setelah sholat pak Han mengajak mereka duduk-duduk di pendopo yang ada di tengah taman, suasana subuh yang sejuk dengan suara burung yang berkicau menambah suasana ayem di sekitar halaman rumah ini.


Kini mereka sudah ada di pendopo milik pak Handoko, termasuk si Novi yang segar dan wangi, rambutnya yang blonde dan panjang itu basah sah sah sah, nampaknya barusan mandi dan keramas dia itu hihihi.


“Wuiih Novi rek jam segini wis kramas, habis ngapain rek hihihihi” tegur Wildan


“Ah mas Wildan ini mau tau aja sih, pokoknya kan Novi puas mas, maksudnya puas bisa mandi dan keramas hihihi” jawa Novi


“Lhooo heeee puas puasan sama siapa Nov, bikin ngelek idu are rek nek liat awakmu habis mandi segar, apalagi rambutnya basah sisan koyok ngene iki Nov hehehehe” sahut Gilank


“Iya donk maaas, biar bersih, wangi, dan segar mas. Gak kayak mas Gilank yang kulitnya waterproof anti air alias gak tau adus mas hihihihi” sahut Novi


“Gilank kulite koyok kecoak Nov, kena air gak basah blas, nek kamu siram air, airnya langsung melorot gak nempel di kulit blas heheheh” kata Ukik


“Ojok gitu ta mas Ukik, biar gini-gini, mas Gilank disukaki sama pegawaiku yang namanya Warso, eh warsih ding hihihihi” jawab Novi


“Kata Warsih yang bikin kangen dari mas Gilank itu bulu-bulunya yang keriting mas hihihihi” kata Novi lagi


“Lhoo kok Warso sampek tau bulu-bulu keritingnya Gilank Nov? tanya Ali penasaran


“Kata Warso, waktu mas Gilank tidur, bulu keritingnya keliatan mas hihihihi” jawab Novi


“Washuuu Nov, jangan gitu ta Nov, mosok aku mbok pacokno sama manusia berpotongan cepak tapi melambai chok!” teriak Gilank


“Siapa itu mas Gilank yang dijodohkan sama kamu mas” tanya pak Han penasaran


“Itu pegawai Novi pak, dia yang potong rambutnyan Gilank sampai koyok gini, dan anehnya Gilank suka dengan potongan ndak normal ini pak hihihihi” sahut Ukik


“Sudah-sudah, ayo kita bahas yang selanjutnya nak. Jadi gimana mbak, apa pagi ini jadi simpan dokumen itu di save depositbox?” tanya pak Han


“Harusnya jadi pak, Novi kemarin malam sudah wa ke teman Novi yang kerja di bank itu, dia bagian cs nya pak, tapi belum dibaca Wa Novi pak” jawab Novi


“Ya sudah, jadi setelah dari Sby kalian langsung saja ke vila kan” tanya pak Han


“Lho bapak apa ndak ikut ke sana?” tanya Tifano


“Kalau kesini dulu kalian bolak balik mas, kan antara vila itu dan rumah saya ini kan berlawanan arah kalau dari Sby mas”


“Atau begini saja, saya punya brangkas yang sudah diamankan dari apapun, kalian bisa titipkan di brangkas itu dan tinggal disini selama kalian masih membutuhkan saya untuk membantu kalian” kata pak Han


“Lha apa ndak bahaya bagi bu Handoko kalau dokumen dan surat berharga terkutuk itu ada disini pak” kata Novi


“Uang Gulden yang satu gabungan dengan surat berharga itu sudah Novi masukan di save depositbox juga pak” lanjut Novi

__ADS_1


“Inshaallah aman mas, eh mbak hihihih. Maaf keceplosan” kata pak han tersenyum


“Iiih pak Han, pasti dicritain sama anak-anak badung ini ya pak” tanya Novi menunjuk ke pada tujuh  laki-laki penuh nafsu yang ada didepannya


“Nggak lah mbak Novi, saya tau sendiri kok, yang penting istri saya tidak tau kan mbak heheheh. ayo sekarang bahas masalah kalian lagi. Jadi bagaimana keputusan kalian?”


“Kalau menurut pak Han, kita ke vila jam berapa enaknya pak” tanya Gilank


“Pagi ini lebih baik, karena menurut saya pagi ini adalah akhir dari yang tadi malam dan awal dari hari berikutnya” jawab pak Han


“Nah akhir dari yang kemarin malam itu pasti ada yang akan datang kesana. Maka dari itu lebih baik pagi sekali kita kesana dan kita intai siapa yang akan masuk kesana berikutnya”


“Karena kemarin malam waktu kita pulang, saya merasakan adanya energi lain yang sedang mengamati kita selain Kaswadi, dan energi itu sepertinya ada di beberapa bagian vila itu mas” lanjut pak Han


“Ya sudah pak, saya setuju lah, gimana yang lainnya rek” kata Ali


Semua setuju dengan penawaran pak Handoko. Tapi apakah penawaran ini aman untuk mereka semua dan bagi keluarga mereka juga? Kita lihat saja nanti hehehe


“Sekarang kalian siap-siap saja, oh iya mbak Novi ikut juga?” tanya pak Han


“Ikut pak, siapa tahu kalian butuh bantuan tenaga wanita hihihih” kata Novi dengan santai


“Ok lah, kita naik mobil mbak Novi lagi ya mbak. Ndak papa kan kalau mobil dinaikin orang sembilan mbak hehehe”


“Aman pak, pokoknya yang naik bukan sapi, kambing dan kerabatnya heheheh” jawab Novi


“Sekarang kita simpan dokumen kalian di brangkas saya, ayo saya butuh tiga orang perwakilan dari kalian untuk menjadi saksi bahwa dokumen itu tersimpan dengan aman di tempatnya”


Setelah semua selesai, pukul 07.00 mereka start dari rumah Han. Mobil Novi yang harusnya dimuati delapan orang, hari ini dimuati sembilan orang heheheh.


Pukul 08.15 mereka sudah sampai di jalan sepit yang menuju ke vila putih, sebelum sampai ke vila, pak han menyuruh untuk berhenti dan memarkir mobil Novi di tanah yang menjorok ke dalam seperti kemarin malam.


Mereka sudah ada di pinggir jalan, tetapi pak Han tidak mengijinkan mereka untuk berjalan menuju ke depan pintu gerbang vila putih.


“Kok kita berhenti disini saja pak, kok ndak segera masuk ke dalam sana pak?” tanya Broni


“Sebentar mas, saya merasa ada sesuatu di depan pintu pagar. Ada seseorang yang sedang berdiri disana mas, sebentar lagi mungkin dia akan masuk ke dalam”


Lima menit kemudian setelah menunggu agak lama dekat parkiran mobil.


“Ayo kita masuk ke sana, sudah aman disana mas, yang tadi berdiri di depan pagar itu bukan manusia, dia tiba-tiba hilang dari sana, saya juga tidak bisa mendeteksi yang tadi sedang berdiri disana.


“Nanti kita buka kuburan tempat kita kuburkan orang yang saya bunuh kemarin, agar kalian tau apa yang kemarin saya bunuh itu mas” kata pak Han lagi


Kami berjalan menuju ke depan pintu gerbang vila putih, tepat di depan pintu gerbang kemudian pak Han melihat dengan teliti besi pintu gerbang vila yang sudah karatan itu.


“Hmm yang tadi disini itu tidak bisa dideteksi dengan jelas, dia bukan manusia mas, dia datang kesini untuk melihat sesuatu disini, tetapi sekarang dia sudah pergi, mungkin ke arah atas bukit itu” tunjuk pak Han

__ADS_1


“Ah masak pagi-pagi gini ada setan yang nyamar jadi manusia dan ingin masuk ke vila itu pak?” tanya Ukik


“Hehehe, semua bisa terjadi mas, ghaib itu tidak bisa diprediksi mas, bisa gini bisa gitu bahkan bisa saja dia menjelma sebagai hewan yang ada di sekeliling kalian mas”


“Jadi jangan jadikan ghaib itu sebagai patokan, gunakan sebagai clue atau petunjuk saja mas” jawab pak Han lagi


“Hmm yang tadi kesini mempunyai energi yang selalu berubah ubah sehingga saya tidak bisa mendeteksinya, dia masuk golongan yang lumayan tinggi kelasnya, tapi ndak papa, dia sudah pergi dari sini tadi”


“Ayo kita masuk ke sana mas, kalian pasti sudah penasaran sama yang ada disana kan” kata pak Han sambil membuka pintu gerbang vila


Kalau pagi gini suasana vila terlihat jelas rumput yang tinggi dan dinding kusam berlumut yang sangat banyak, hampir memenuhi seluruh dinding vila.


Mereka sekarang sudah sampai di teras vila putih. Tapi ada yang aneh…


“Kenapa pintu itu kok terbuka ya?” tanya Ukik


“Heheheh yang buka pintu itu mungkin adalah pemilik dari yang nanti kita akan lihat itu mas, pokoknya kalian harus tau kalau yang kemarin saya bunuh itu tidak sesuai dengan yang kalian pikirkan”


Mereka sudah ada di bagian dapur vila. Kalau siang gini vila ini tidak terlalu menyeramkan, beda dengan malam hari kemarin yang benar-benar bikin siapa saja yang kesini akan ketakutan hihihi.


Pintu belakang yang tembus dengan halaman samping dan belakang sudah mereka buka.


“Wah bukan main lubang yang kemarin mereka gali itu rek, untung kita ndak nekat kesana rek, bener pak Handoko kalau gitu hehehe” kata Tifano


Di halaman belakang ternyata tidak hanya ada satu lobang yang mereka gunakan untuk mengubur sesuatu yang dibunuh oleh pak Han, ternyata ada lebih dari tiga lubang menganga disana.


“Wah ngeri ya keadaan halaman belakang rumah milik kita mas” kata Novi


“Iya Nov, gimana-gimana kita ini adalah pemilik rumah ini lho, tapi sayangnya kita melupakanya”kata Dani


“Sekarang kita buka yang kemarin kita kubur mas, yang pasti itu merupakan kiriman dari orang. Tapi apa tujuanya kita belum tau. Ayo kita bongkar kuburan itu mas” kata pak Tembol yang segera turun ke arah halaman belakang


“Mbak Novi tunggu disitu saja, sayang kukunya mbak Novi lhooo heheheh” ejek pak Han


“Iya bapaaak, Novi tunggu disini dengan penuh kasih sayang pak hihihihi” jawab Novi ndak kalah endelnya


Beberapa menit mereka membongkar apa yang kemarin mereka kubur, ternyata yang ada di dalam sana benar benar mengerikan


“itu anjing siluman yang paling mengerikan yang pernah saya lihat mas, dan tidak semua paranormal memiliki anjing siluman macam itu, keliatanya anjing itu berasal dari neraka mas heheheh”


Siluman anjing yang mengerikan. Muka anjing itu begitu mengerikanya dengan taring yang luar biasa panjangnya. Tubuh anjing itu besar dan tidak berbulu, tetapi tubuh dia penuh dengan penyakit kulit macam scabies yang sudah bernanah


“Itu yang saya bunuh tadi malam mas, sekarang jelas kan? Ada seseorang yang memasang anjing siluman untuk menjaga wilayah ini”


“Sekarang kalian pikirkan ada berapa orang yang sudah tau tentang sesuatu yang berharga di dalam sana mas” kata pak Han


“Tidak Cuma Trimo yang sudah mati, tapi juga orang yang bernama Totok, juga ada lagi orang lainya dan mungkin bisa ada lagi dari golongan paranormal yang tau. Jadi semakin banyak yang tau, semakin banyak yang datang kesini, maka leluhur dari pemilik rumah ini akan semakin lemah” kata pak Han lagi

__ADS_1


Ketika mereka sedang asik di halaman belakang tiba-tiba alarm mobil Novi berbunyi kencang, artinya ada yang sedang berusaha membuka mobil Novi yang diparkir di lahan yang agak menjorok ke dalam.


“Ada yang berusaha melarang kita masuk ke sini mas, lebih baik kita kembali dulu ke tempat mobil mbak Novi, kita lihat siapa yang ada disana itu” kata pak Han pergi dari halaman belakang dengan terburu buru.


__ADS_2