MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 207 ( TIGA MBAH MBAH GHAIB )


__ADS_3

“Rumah mbah nya mas Agus ini sebenarnya enak untuk ditinggali mas, Novi aja baru menginjakan kaki rasanya udah kerasan bener mas”


“Saya juga merasa seperti itu mbak Nov. Rencananya kalau masalah sudah selesai saya ingin pindah ke sini saja, buka usaha jualan bubur disini, daripada di kota M”


“Hmm gitu mas, apa ndak susah jualan disini mas?”


“Susah ndaknya kan kita belum nyobak mbak Nov, hanya saja kalau disini itu biaya hidup tidak setinggi di sana, lagipula  kan tidak perlu bayar kos atau kontrakan”


“Ini Sudah malam mbak, Mbak Novi bisa istirahat di dalam kamar saja, saya dan mbak Bashi tidur di ruang tamu”


“Ya jangan gitu ah mas Dogel, lebih baik kita bubuk di dalam bareng-bareng aja mas, siapa tau ada sesuatu yang nyantol di otak kita”


“Yang nyantol ya otak mesum lah mbak Novi hihihihi”


“Sudah lah mbak,  saya tidur disini saja”


Dogel mematikan lampu ruang tamu, sementara Novi masuk ke kamar depan, pukul 23.30 yang terdengar hanya suara ngorok dari Dogel.


Sementara itu mbak Bashi tidur di atas perut Dogel, dengan mata yang selalu mengawasi keadaan sekitarnya.


Tidak ada yang terjadi hingga tengah malam, sehingga mereka berdua bisa istirahat dengan tenang dan nyaman setelah berapa hari tidur dengan keadaan yang sama sekali tidak enak.


Mungkin saja mbah Putri Dogel sengaja membiarkan mereka istirahat untuk beberapa jam dulu hingga rasa capek mereka berdua hilang.


Waktu berputar hingga hampir pukul tiga pagi, tiba-tiba mbak bashi yang masih tidur mlungker di atas perut Dogel mendadak siaga dengan telinga dan mata yang menatap tajam ke arah kamar mbah Putri.


KKKRRRRR…….KKKKRRRRRRR……MIOOOWW…..KKKKRRRR


Kedua kaki depan mbak Bashi digerak-gerakan seperti orang yang sedang memijat, tetapi dengan kuku kaki depan yang dikeluarkan.


“Ada apa mbak.. kenapa kok malah pakek gaya pijat sambil menyobek-nyobek bajuku sih mbak?” Dogel terbangun karena ulah mbak Bashi


Mbak Bashi kucing hitam legam itu terus saja memijat mijat perut dogel hingga Dogel terbangun.


“Astaga mbahku datang!” gumam Dogel ketika melihat cahaya temaram yang keluar dari kamar mbah Putri


Dogel tidak bergerak sama sekali, dia menunggu hingga mbah putri memanggilnya. Dogel hanya duduk di ruang tamu sambil menggendong mbak Bashi yang masih bersuara pur pur.


Keadaan seperti ini sudah pernah dialami sebelumnya, tetapi entah kenapa dia masih saja tegang apabila akan bertemu dengan mbah Putrinya.


Udara yang ada di dalam rumah perlahan lahan menjadi dingin, Dogel merasa bahwa sebenar lagi mbahnya akan memanggilnya untuk masuk ke dalam kamar.


Tetapi yang terjadi adalah Pintu kamar depan terbuka, Novi berjalan pelan menuju ke sofa yang diduduki Dogel dan akhirnya Novi duduk di sebelah Dogel.


“Kamu ngapain keluar kamar mbak Nov?” bisik Dogel


“Bukan kemauanku mas, tapi mbah Sarijem ini yang memaksaku  untuk keluar dari kamar”


Tidak ada percakapan diantara mereka berdua selanjutnya, karena mereka terus memandang kamar mbah Putri Dogel yang masih memendarkan cahaya temaram


Ketika mereka berdua sedang memandang ke arah kamar, tiba-tiba ada suara pelan dan lembut yang menyuruh mereka untuk masuk ke dalam. Suara yang saking pelan dan lembutnya hingga Dogel tidak mendengarnya.


“Mas Kita disuruh masuk ke sana” bisik Novi


“Siapa yang suruh Mbak?”


“Dari tadi ada yang memanggil kita untuk masuk mas…..”


“Maaf aku gak dengar tadi mbak Nov, soal nya lagi konsentrasi lihat kamar mbahku iki”


Akhirnya mereka berdua berjalan pelan menuju ke kamar mbah Putri yang ada sinar temaramnya.


Ketika mereka sudah ada di depan pintu kamar, ternyata kamar itu kosong, yang ada hanya sinar temaram yang entah berasal dari mana sinar itu sehingga kamar mbah Putri tidak gelap gulita.


Dogel dan Novi masuk dan berdiri di depan lemari kaca besar yang masih berisi baju baju mbah Putri yang tersusun sangat rapi.


Hingga beberapa menit Dogel dan Novi ada disana belum juga ada perubahan apa-apa di dalam kamar hingga pada suatu ketika ada inti cahaya yang melayang di depan mereka.


Sebuah inti cahaya yang awalnya hanya sebuah titik kemudian perlahan lahan makin  membesar, dan bukan hanya ada satu inti cahaya. Melainkan ada tiga inti cahaya yang makin lama makin membesar.


Semakin lama yang tadinya hanya berupa inti cahaya itu sekarang sudah mulai menyerupai wujud manusia.


Semakin lama semakin jelas siapa saja yang muncul di depan mereka berdua..

__ADS_1


Mbah putri, mbah Saripah, mbah Sarijemb……


Dogel dan Novi tentu saja kaget dengan munculnya ketiga mbah mbah itu tetapi tentu saja mereka harus bisa menguasai diri.


“Ojo kaget… Gus…” kata mbah Putri kepada Dogel yang dipanggilnya dengan Gus


Novi yang biasanya cengar cengir sekarang hanya bisa diam menyaksikan tiga arwah mbah-mbah yang melayang di depannya.


“Gus… kowe lan kancamu kudu sak cepete mateni setan sing seko jamanmu biyen kui (Gus, kamu dan temanmu harus secepatnya membunuh setan yang berasal dari zamanmu  dulu itu)”


“OJo libatke poro penguasa daerah kono (jangan libatkan para penguasa di daerah sana)”


“Klumpuke kabeh ning Waji, ngko Joyo sing ngandani koe kudu ngopo wae(Kumpulkan semua di Waji, nanti Joyo yang akan kasih tau kamu harus apa saja)”


“Sarijemb tetap melu koe Nduk (Sarijemb tetap ikut kamu nak)” sambil menunjuk ke Novi


“Saripah tetap karo kuceng (Saripah tetap bersama kucing)”


“Aku tetep ning kene, omah iki benteng terakhir gawe koe lan kanca-kancamu ( rumah ini benteng terakhir untuk mu dan temanmu)” kata mbah Putri


Dogel dan Novi hanya diam saja ketika mbah Putri Dogel berbicara kepada mereka berdua.


Hanya mbah Putri saja yang bicara, sedangkan mbah Saripah dan mbah Sarijemb  tidak bicara sama sekali, mereka berdua hanya melihat mbah Putri Dogel yang bicara.


“Nuwun sewu mbah.. bagaimana caranya mengumpulkan mereka semua di Waji?” tanya Dogel  setelah bisa bicara


“Kui kudune koe sing ngerti Gus, mbah cuma akan bantu memusnahkan  di Waji wae” kata mbah Putri


Ya memang harusnya mereka semua yang kerjakan, bukan mbah-mbah itu, mbah-mbah itu hanya suport saja.


Setelah kata-kata terakhir tadi, ketiga mbah-mbah itu kemudian menghilang satu demi satu, hingga keadaan kamar menjadi gelap


Hening……..hingga kemudian Novi melihat sesuatu di tempat tidur.


“Mas tolong nyalakan lampunya, Novi lihat sesuatu di atas tempat tidur”


“Iya mbak, saya juga lihat tadi ada sesuatu yang muncul setelah mbah-mbah itu pergi” kata Agus kemudian menyalakan lampu kamar


setelah lampu kamar nyala ternyata di atas tempat tidur ada beberapa benda yang kelihatannya memang sengaja ditinggal di atas tempat tidur oleh mbah-mbah yang ada disana.


Novi dan Dogel mengambil benda yang terbungkus kain putih….


Satu persatu mereka buka bungkusan itu  sehingga benda yang ada di dalamnya pun terlihat.


“Mas Dogel, benda benda itu gunanya untuk apa saja?” tanya Novi kebingungan


Di depan mereka ada sebuah kayu hitam berukuran sepuluh sentimeter yang berbau harum, selain itu ada juga sebuah kutang yang berukuran tidak terlalu besar, dan satu kotak kertas karton yang berisi sanggul.


“M..mas, i…itu ada k..kutang untuk siapa mas?”


“Heheheh itu ya untuk kamu mbak Nov, masak saya yang pakek kutang itu hihihi”


“N..ndak mungkin bisa mas, Coba mas Dogel lihat punya Novi,... apa bisa punya Novi ini pakek bhe ha yang ukuranya cuman segitu” kata Novi agak ketakutan


“Namanya saja itu kan pemberian mbak Nov, ya harus kamu pakai mbak” kata Dogel


“Aduuuh mas, iya mas, akan Novi coba besok pagi mas, Tapi misalnya kalau tidak muat gimana mas?”


“Gini aja mbak Nov, terserah mau mbak Novi kantongin atau dijadikan kalung, pokoknya benda itu harus mbak Novi pakek”


“Terus itu ada sanggul… buat siapa sanggul itun mas, mosok buat mbok Ju, kalau buat mbok Ju kita nanti ndak punya team pengintai lagi mas”


“Iya mbak, saya juga mikir itu juga, kalau seumpama buat mbok ju kan mbok Ju jadi manusia, lah nanti kan ndak berguna lagi mbok Junya kalau jadi manusia”


“Gini saja mas, kita bawa benda-benda ini, untuk kardus yang isinya sanggul itu kita simpan duju saja di dalam mobil mas, nanti kan kelihatan siapa yang harus memakai sanggul itu”


Yang pasti bukan untuk DImas, dan mas Sinank nang mbak hihihihi”


“Mbak Nov, ini kan masih ada waktu untuk tidur, gunakan untuk istirahat dulu saja mbak”


“Novi udah ndak ngantuk lagi mas, udan melek mata Novi”


“Kita disini cuma dua orang aja ya mas, kayak suami istri yang tinggal serumah aja, ehm enaknya ngapain ya mas?” Novi mulai kentir

__ADS_1


“Kita jalan-jalan malam aja yuk mbak Nov, siapa tau kita dapat ide ngapain. Eh ke toko gemes aja mbak gimana?”


“Saya kok penasaran dengan toko itu, kebetulan saya kan masih pegang kunci nya mbak”


“Mau  ngapain ke sana mas kok malah cari perkara aja mas?”


“Saya merasa ada kegiatan disana mbak, karena tempat yang kita tinggalkan macam Waji itu sekarang malah ada kegiatan, takutnya disana juga sudah ada kegiatan yang kita tidak tau mbak”


“Iya juga mas, ayo wis kita lihat kesana saja mas, siapa tau memang sesuai dengan yang mas Agus katakan tadi”


“Ayo kita sekarang sana kita ke sana mas, Novi jadi semangat mas heheheh”


Sisa malam menjelang pagi mereka gunakan untuk menuju ke Gemezzz tempat pertama kali  Totok ada d Mjkt dan tempat  Dogel dan Glewo kerja.


Mobil berjalan pelan ke arah Gemezzz yang tidak jauh dari rumah mbah Dogel.


“Kita jalan berdua malam-malam gini rasane koyok habis pulang dugem mas hihihi, apalagi laki dan perempuan gini mas”


“Memangnya kalau laki dan perempuan kenapa mbak Novi?”


“Ya koyok mas Dogel habis booking Novi, terus sekarang lagi jalan-jalan mas. Kalau seumpama ada patroli polisi pasti nanti kita dicurigai mas hihihiih”


“Ah onok-onok ae sih mbak Novi iki, Ayo pasang mata, kita sudah hampir  dekat dengan  Gemezzz mbak”’


Gemezzz ada di samping mereka, mobil ditepikan Dogel  di sebelah toko yang keadaanya gelap. tetapi ada yang berbeda dari  apa yang mereka berdua lihat itu.


“Sasya mau turun dulu mbak, saya kok merasa ada yang beda dengan waktu saya tinggalkan waktu itu mbak”


“Novi ndak  boleh turun mas?”


“Heheh terserah mbak Novi lah…”


Dogel berjalan di depan toko yang tutupan itu, dia memeriksa setiap jengkal yang ada disana.


Untungnya di seberang jalan  ada lampu penerangan jalan berwarna oren  yang menyala lumayan terang.


“Hmm kenapa halaman parkir ini bersih tidak ada daun daun kering dan sampah, beda sekali waktu kita tinggalkan sebelumnya”


“Mas… coba kesini ada yang aneh disini mas” Novi melihat sesuatu yang tidak semestinya kayaknya


“ini ada jejak kaki di keramik putih, jejak kaki yang agak di atas debu lantai mas”


“Iya mbak Nov, kayaknya ada orang yang masuk ke sana mbak, jejak kaki ini masuk ke pintu harmonika mbak Nov, tapi siapa yang masuk ke sana itu?”


Gemezzz memang kelihatan bersih karena tidak ada sampah sama sekali. tetapi debu di lantai keramik depan masih ada hingga jejak sepatu orang yang kesini akan tercetak di debu itu.


Apalagi sepatu yang model solnya bermotif , pasti akan dengan mudah tercetak disana.


“Eh  sayangnya kita tidak punya kamera untuk mengabadikan jejak sepatu ini mbak Nov”


“Heee jangan salah mas, Novi kan juga bawa HP punya Novi sendiri yang selalu Novi matikan karena belum ada gunanya hehehe”


Novi mengeluarkan ponsel bermerek terkenal dari tas selempang yang selalu dia bawa, karena tas itu mungkin berisi berbagai keperluan sebagai perempuan.


“Nah sudah berhasil Novi foto mas,... sol sepatu ini khas mas, melihatnya dari merk mahal”


“Sik Nov, saya ambil kunci toko yang sudah saya gabungkan dengan kunci mobil”


“Mas.. bukanya toko ini adalah daerah kekuasaanya mbah Saripah yang ada di dalam mbak Bashi, lebih baik ambil kucing hitam itu saja kesini mas, dia pasti bisa  mendeteksi apa yang ada di dalam nya”


“Ah benar juga mbak , kenapa saya tidak kepikiran ya. Dari pada kita menempuh bahaya karena kita tidak tau apa yang ada di dalam sana kan mbak”


Dogel berlari kecil mengambil kucing yang ada di dalam mobilnya, ketika Dogel membuka pintu mobil ternyata mbak Bashi dari tadi sudah duduk di dashboard mobil dia minta untuk diturunkan.


Kucing hitam legam itu berjalan hilir mudik di depan pintu harmonika toko sambil mengendus endus setiap sisi toko.


Sementara Dogel sedang menunggu kata-kata yang akan dibisikan oleh mbak Bashi seperti biasanya. Tetapi belum ada bisikan apapun yang berasal dari mbak bashi sama sekali.


“Gimana mas, apa yang dikatakan mbak Bashi?”


“Belum ada mbak Nov, kayaknya dia sedang berusaha mengamati yang ada di dalam toko itu”


Setelah selesai dengan mengendus endus di sekitar pintu harmonika, mbak Bashi kemudian duduk dan melihat ke arah Dogel.

__ADS_1


“Jangan masuk ke dalam, tunggu hingga siang hari saja, karena di dalam ada beberapa mayat yang sudah dibedah dan  diambil jantungnya’....itu yang dikatakan mbaK Bashi barusan mbak Nov”


__ADS_2