
Mereka belum juga keluar dari ruangan kaca, tetapi tiba-tiba timbul ide dari pak Handoko.
“Kita tidak usah sembunyi-sembunyi lagi anak-anak, kita jalan biasa saja, anggap saja kita habis dari warkop yang ada di depan hotel”
“Ingat jalan biasa saja dan jangan bikin curiga kalau kita bertemu dengan salah satu penjaga yang ada disini”
“Mbok Ju ada di tengah kami saja mbok, atau mungkin saja mbok Ju bisa masuk ke raga mas Dogel…. tapi jangan lah, lebih baik mbok Ju ada ditengah-tengah kita saja”
Mereka berjalan dengan santai menuju ke kamar mereka yang ada di kamar 5+, kini mereka sedang melewati pintu kecil yang mengarah ke samping bangunan utama.
Suasana temaram di sekitar samping bangunan utama hotel membuat mereka menghentikan langkah sejenak.
“Lihat anak-anak, keadaan jalan setapak yang indah, dan sama tidak ada makhluk tak kasat mata yang muncul sama sekali”
“Iya pak memang Indah, tetapi di balik keindahan itu ada sesuatu yang mengerikan disini” Jawab Dogel
“Ayo anak-anak kita jalan seperti biasa saja, anggap saja kita ini memang sedang berlibur dan habis bersenang senang di kota sambil berjalan kaki” kata pak Han
“Kita jalan sambil ngobrol anak-anak. Eehmmm kita habis dari alun-alun sambil jalan kaki, Kalau seumpama bertemu dengan pegawai hotel, kita sapa dan ajak bicara agar mereka tidak curiga”
Mereka berjalan dengan santai sambil berbincang bincang sesuai dengan yang pak Han rencanakan.
Ketika mereka sudah dekat dengan kamar 3+ tiba-tiba dari arah taman belakang muncul dua orang pegawai hotel yang berjalan tergesa gesa.
kedua orang pegawai hotel itu semakin dekat dengan tiga orang itu, dan mereka harus menyapa terlebih dahulu.
“Selamat pagi pak heheheh” sapa pak Handoko
“Pagi juga pak, waaaah habis dari mana saja ini kok jam segini baru mau ke kamar hehehe” kata salah satu pegawai hotel
“Hehehe jalan-jalan pak, habis dari alun alun sambil jalan kaki, rasanya enak sekali disini kalau jalan kaki malam malam begini pak” jawab pak Handoko
“Wah.. hati-hati pak jam segini agak rawan di alun-alun, apalagi bagi wisatawan. Ya sudah pak, silahkan istirahat”
Pegawai hotel itu berjalan tergesa gesa menuju ke bangunan utama, ndak tau kenapa mereka kok berjalan tergesa gesa seperti itu, mungkin mereka akan menelpon teknisi pompa air.
Ketiga orang itu berjalan lagi menuju ke kamar 5+ setelah selesai ngobrol dengan pegawai hotel.
“Pak, setelah ini apa yang akan kita lakukan pak, karena kan kata mbok Ju pompa air itu letaknya ada di bangunan samping bukit kecil itu pak” kata Dogel
“Tenang dulu mas, kita duduk-duduk dulu di teras sambil memikirkan apa yang akan kita lakukan selanjutnya”
“Eh ada baiknya yang ada di teras satu orang saja pak. Agar tidak mencurigakan apabila ada sekuriti yang sedang patroli di sekitar sini” Kata Blewah
“Waaah bener juga mas.. saya saja yang ada disini, sekalian saya akan pantau keadaan di sekitar sini”
“Kita juga harus berpikir apabila rumah pompa itu ternyata digembok mas, bagaimana caranya membuka gembok itu” kata pak Han
“Heheheh tenang saja pak, Blewah iki dulu jago urusan gembok pak, dia bisa buka gembok hanya menggunakan peniti saja”
“Heheheh kita duduk-duduk disini saja anak-anak, ndak usah masuk ke dalam, kita ngobrol saja sehingga penjaga hotel ini tau kalau kita sedang begadang di teras dan tidak melakukan hal yang aneh”
“Sekalian kita hitung berapa orang petugas hotel yang sedang lalu lalang, sehingga kita bisa tau keadaan mereka”
Mereka setuju dengan ide pak Han untuk duduk-duduk di teras hotel sambil ngobrol dan sesekali diselingi dengan sedikit tertawa pelan agar tidak mengganggu penghuni kamar 4+.
Dogel bercerita tentang Blewah yang kos di suatu kota, dimana tiap jam 20.00 bapak kos selalu menggembok pagar kosan.
“Jadi akhirnya Blewah mengutak atik gembok itu dengan menggunakan peniti pak. tapi gemboknya ndak rusak heheheh” kata Dogel
Ternyata benar juga kata pak Han, tidak lama kemudian ada dua orang petugas hotel yang berjalan dari taman belakang mengarah ke ruangan utama
“Selamat malam pak” sapa pak Han
“Selamat pagi pak, ini sudah pagi pak bukan malam lagi heheheh” kata salah satu petugas itu
__ADS_1
“Wah iya sudah pagi” kata pak Han menghampiri petugas itu
“Wah bapak-bapak ini yang bertugas malam ya?” tanya pak Han
“Bukan pak, kami harusnya sudah tidur hehehe, hanya tadi petugas jaga bilang ada masalah dengan pompa air, sehingga kami harus secepatnya perbaiki. Lha bapak kok masih begadang?” tanya petugas itu
“Tadi kami habis jalan kaki ke alun alun,,,wiih lumayan pegal juga jalan ke sana pak heheheh, jam segini mana ndak ada ojek lagi” jawab pak Han
“Tapi pompanya sudah hidup kan pak, takutnya kita tidak bisa mandi pak heheheh”
“Jangan kuatir pak, persediaan air tandon kami bisa untuk tiga hari pak, yang rusak itu pompa yang menyedot air pegunungan yang disalurkan ke tempat penampungan air saja kok” jawab petugas itu
“Besok akan ada teknisi dari kota S yang datang pak, ya sudah lah, silahkan istirahat dulu pak, kami mau ke mess kami dulu pak” kata petugas itu kemudian pergi meninggalkan kamar 5+
“Nah kalian dengar kan anak-anak. Ternyata tandon di bawah kita ini bisa sampai tiga hari pemakaian, jadi kita tetap harus merusak pompa air yang gunanya untuk mendistribusikan air ke tiap kamar yang ada disini”
“Sekarang saya akan jalan- jalan ke taman belakang untuk melihat situasi disini, kalian berdua tolong siapkan sesuatu yang bisa digunakan untuk merusak gembok dan merusak pompa air itu”
Pak Han berjalan ke luar kamar 5+, dia tidak langsung menuju ke taman belakang, tetapi dia berpura pura menghirup hawa segar dulu di sekitar taman kecil samping dan depan kamar.
Setelah beberapa menit yakin tidak ada yang lewat jalan setapak itu, kemudian pak Han berjalan menuju ke arah taman belakang sambil bersiul siul.
Saat ini kemungkinan besar sudah pukul 02.30 an lebih, pak Han berjalan perlahan lahan ke taman belakang.
Tidak disangka dia bertemu dengan satu petugas jaga lagi yang berjalan tergesa gesa menuju ke arah bangunan utama.
“Selamat pagi pak” sapa petugas itu
“Belum bisa tidur atau baru bangun tidur pak?” tanya petugas itu lagi
“Heheheh belum bisa tidur pak, kecapekan tadi kita dari alun-alun jalan kaki” jawab pak Han
“Waaah apa ndak kemeng kakinya pak hahahah” kelakar petugas
“Lha ini pak, akibatnya saya belum bisa tidur. Lha bapaknya ini kok belum tidur juga?” tanya pak Han
“Oh tadi saya juga bertemu dengan empat petugas lain yang juga berkata tentang pompa yang rusak itu pak”
“Iya, besok baru ada teknisi yang kesini, tetapi jangan takut pak, Persediaan air disini masih bisa untuk tiga harian kok” kata dia lagi
“Iya pak.. saya percaya dengan hotel ini kok, tidak akan mengecewakan tamu tamunya. Ya sudah kalau sampean mau istirahat, saya mau melemaskan kaki saya dulu pak hehehe” kata pak Han
Petugas itu berlalu dari pak Handoko, pak Han pun berjalan menuju ke taman belakang, dia masih harus melihat apakah masih ada petugas yang di sekitar taman belakang ini atau tidak.
Setelah beberapa kali pengamatan, ternyata bagian belakang ini sudah sepi. Sekarang pak Han menuju ke bukit kecil untuk mencari bangunan kecil tempat pompa itu berada.
“Hmmm ternyata tidak jauh dari sini….” gumam pak Han mendatangi sebuah bangunan kecil yang lebih mirip dengan pos monyet
“Nah benar kataku, ternyata digembok juga”
Pak Han buru-buru kembali ke kamar 5+ untuk memberitakan apa yang dia lihat kepada Dogel dan Blewah.
“Bagaimana mas, apakah sudah temukan alat yang akan digunakan untuk membuka gembok? karena ternyata pompa air itu ada di sebuah bangunan yang digembok”
“Sudah pak, kebetulan di saya selalu bawa peniti buat ngancing celana saya yang gak ada kancingnya pak” jawab Blewah
“Ya sudah, ayo kita keluar mas, pura-pura saja kita sedang menikmati udara pagi dan meregangkan kaki kita yang pegal karena jalan kaki dari alun-alun ke hotel”
Mereka bertiga tidak tolah-toleh lagi, mereka berjalan santai menuju ke taman belakang yang lumayan luas.
“Mas Dogel dan mas Blewah menuju ke samping bukit, disana nanti ada bangunan kecil mirip pos monyet hehehe, naah di dalamnya ada pompa airnya”
“Saya akan berjaga disini, sehingga apabila ada orang datang saya bisa beritahu mas Blewah dan mas Dogel dengan cara saya akan berbicara …..aduuuh kakiku kraaam”
“Kalau saya bilang…. aduuuuhhh…. itu artinya cepat cari tempat bersembunyi”
__ADS_1
“Kalau saya mengaduh lebih dari satu itu berarti tandanya kalian dalam bahaya karena ada orang yang datang ke tempat kalian berdua”
“Kalian cari tempat persembunyian yang tepat, dan tunggu hingga saya berkata…. akhirnya sembuh juga”
“Nanti kalau kalian sudah berhasil membuka pintu bangunan kecil itu, berkatalah… pagi yang sejuk” kata pak Han
Setelah memahami tugas masing-masing, akhirnya Dogel dan Blewah menuju ke samping bukit kecil sementara itu pak Han berjalan jalan di taman sambil melakukan gerakan peregangan kaki.
“Itu Gel bangunan yang dimaksud pak Han, ayo kita periksa pintunya dan gemboknya, mugo-mugo gemboke bukan yang model baru” kata Blewah
“Lheee maksudnya kamu gak bisa buka gembok yang model baru ta Wah?”
“Iyo Gel, apalagi yang model kuncine aneh-aneh iku, aku iki duduk tukang reparasi kunci c*k!” bisik Blewah
“Wis pokoke cepetan, usahakan gembok itu bisa terbuka Wah, wis gak usah kakean nyocot Su!”
“Asyuuu raimu Gel!.. diem disik ta janc*k.. aku sik mikir carane gimana iki c*k”
Dengan menggunakan peniti yang agak berkarat ujung nya karena peniti ini sehari hari untuk mengancing celananya yang tidak ada kancingnya, Blewah berusaha membuka gembok itu.
Sementara itu pak Han sedang menanti kata-kata .. pagi yang sejuk dari Dogel atau Blewah. Pak Han masih berjaga-jaga di taman dengan mata awas melihat ke arah jalan setapak di depanya.
Setelah beberapa menit, tiba-tiba ada sosok yang sedang berjalan dari arah depan menuju ke arah taman belakang, sontak pak Han kaget dan berkata…
“Aduuuuh kakiku kraaaaam” dengan suara agak keras dan menjatuhkan dirinya di rumput taman
Blewah yang saat itu sedang mengorek korek lubang kunci gembok dengan menggunakan peniti jelas kaget dengan tanda suara pak Han yang menyatakan ada orang yang datang ke sini.
“Aduuuuhhh” pak Han kembali bersuara.
Ternyata yang datang adalah petugas keamanan yang sedang mengontrol wilayah taman belakang hotel, dia kemudian mendatangi pak Han yang sedang duduk di rumput taman.
“Ada apa pak, kenapa bapak malam-malam gini ada diluar kamar” tanya petugas itu
“Saya tadi habis jalan-jalan ke kota pak, dan jalan kaki pula, saya tidak bisa tidur karena kaki saya kram. sedangkan teman saya sudah pada ngorok pak” kata pak Han
“Hmmm ayo saya bantu berdiri, saya bantu jalan menuju ke kamar, eh kamar bapak yang mana?” tanya penjaga itu lagi
“Tidak usah pak, nanti juga sembuh sendiri, kamar saya yang 5+ itu pak. ini saya kram karena tidak terbiasa jalan jauh, apalagi di udara yang dingin seperti ini” kata pak Han
“Begini saja akan saya bawakan balsem untuk kaki bapak tapi sebentar pak, saya akan cek dan lihat pompa air dulu, karena sudah waktu pagi dan biasanya banyak orang yang akan menggunakan air”
“Lho airnya mati to pak?”
“Bukan mati pak, kita menggunakan dua mata air, kalau sore hingga malam kita gunakan air dari negara”
“Kalau dari pagi hingga sore kita pakai air dari sumber kita yang ada di pegunungan yang sangat segar dan bersih dibanding air yang tiap bulan harus bayar itu pak heheheh
“Oh makanya kok air disini benar-benar bersih dan enak dibuat mandi, ternyata itu berasal dari sumber tertentu yang hanya dimiliki oleh hotel ini?” tanya pak Han
“Aduuuhh…Aduuuhhh….aduuuuhhh, sakit sekali” kata pak Han dengan suara agak keras
Lalu bagaimana dengan Dogel dan Blewah yang sekarang ada di tempat penyimpanan pompa air itu?
Tentu saja mereka bingung karena mereka belum juga bisa membuka gembok, tetapi ada yang membuat mereka semakin bingung….
“Ayoo Wah, jangan dibuka dulu gemboknya, pak Han barusan mengaduh tiga kali, artinya kita ada orang yang akan kesini” bisik Dogel
“Sik Gel… penitinya nyantol iki lho, gak bisa ditarik c*k” jawab Blewah
“Kok bisa nyantol iku lho, kan tadinya mbok masukan biasa ae to Wah!” bisik Dogel makin bingung
“Yo embooh Gel janc*****k…..” Blewah terus menerus berusaha untuk menarik peniti yang nyangkut di lubang gembok
“Dipaksaaaa Waaaah… dipaksaaaaa!.. ayo cepaat…..cepeeett selak keburu deke datang iki Wah” bisik Dogel
__ADS_1
“Gak bisa c*****k\, gimana iki Gel\, penitine nyantol gak bisa dilepas sama sekali”
“Wiss tinggal ae Wah, semoga dia gak ngecek gembok iki” kata Dogel sambil menarik tangan Blewah untuk segera mencari tempat bersembunyi