MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 184 (CARA MENGALIHKAN KASWADI )


__ADS_3

“Mata Novi kok kedutan ya mas, kayaknya ada yang lagi ngerasani Novi ini mas”


“Mosok sih karena dirasani orang, mata kita bisa kedutan seperti itu mbak Nov?”


“Iya mas, kata ibu Novi juga gitu, pokoknya kalau mata kita kedutan itu tandanya ada yang sedang ngerasani kita mas”


*****


“Bron, Wil, keadaan kita ini kan bahaya, gimana kalau kita kembali ke dalam vila lagi?” tanya Ali


“Apa kamu yakin Li, apa kamu yakin kalau keadaan kita ini aman tidak ada yang sedang mengikuti kita atau tidak ada yang berusaha menyerang kita ketika kita jalan ke vila?” tanya Wildan


“Kita ini dalam keadaan yang bahaya, karena kita tidak punya teman yang bisa melihat sesuatu di sekeliling kita, kalau seumpama disini ada mbok Ju atau ada Nang ya ndak masalah kita mau ke mana saja” kata Wildan lagi


“Apalagi Kaswadi katamu sudah tidak ada di depan sana, ya makin bahayalah posisi kita kalau kita bergerak dari sini. Jadi lebih baik kita ada disini saja dulu, ndak usah kemana mana”


“Tak kira posisi Novi dan Saeful juga seperti kita rek, hanya saja yang enak itu ya Saeful, deke bisa remponan sama Novi lah hehehe” kata Broni


“Ah mosok Saeful doyan sama Novi Bron?” tanya Wildan


“Saeful lho belum tau keadaan Novi sama sekali, kalau dia tau keadaan Novi pasti dia ya ndak akan mau lagi sama Novi lagi hahahah” kata Broni


“Hihihi, tapi Saeful itu sakjane doyan ngonokan gak se rek?” tanya Wildan


“Mosok nek misale Novi buka baju Saeful gak doyan heheheh?” tambah Broni


*****


“Mbak Novi mata saya juga kedutan mbak, berarti ada yang juga sedang ngerasani saya ya mbak?” tanya Saeful


“Hihihihi iyalah mas, paling yang ngerasani itu ya anak-anak yang ada di vila mas”


“Kita disini kan ndak ngapain-ngapain mbak, kenapa mereka pada ngerasani kita mbak?


“Ya mungkin mereka sedang bingung dengan kita mas, karena kita kan sedang bingung harus ngapain ada disini”


“Tapi mbak, apa kita ndak melakukan apa-apa? itu si Kaswadi sekarang sudah ada di semak belukar, tetapi tetap saja tidak bisa menembus semak itu kan mbak”


“Sementara ini kita diam saja dulu mas, kita tunggu yang akan datang kesini untuk memberi kita perintah untuk melakukan sesuatu”


*****


Sementara itu keadaan di dalam vila sudah sepi, mereka semua ada di dalam kamar Dimas kecuali pak Tembol dan pak Han tentunya. Mereka berdua masih memikirkan bagaimana agar Kaswadi itu bisa pergi dari sana.


“Apa yang akan dilakukan oleh Dimas kira-kira Handoko, karena percuma juga, kita tidak bisa menyakiti Kaswadi kan. Atau kita ke rumah Nabil untuk mencari kedua teman kita?”


“Dimas tidak akan melakukan apa-apa Mbul, dia hanya akan melihat apa dan bagaimana cara kerjanya si Kaswadi ini, nanti setelah diketahui maka kita bisa tau apa yang akan kita lakukan selanjutnya”


“Untuk teman kita yang ada di rumah Nabil, saya rasa itu memang maunya Rochman atau Nabil. Dia memang sengaja berkata begitu agar kita kesana untuk menyelamatkan teman kita Mbul”


“Dan akhirnya kita masuk ke dalam jebakan nya. Dia memang sengaja berkata seperti itu agar kita kesana” kata pak Han


“Menurut saya Mbul, kita tetap ada disini saja, karena yang disini lebih berbahaya dan lebih penting, natni apabila kita bisa mengalihkan Kaswadi baru kita berangkat ke rumah Rochman” kata pak Han


“Ya sudah lah Han, Jadi kita tetap menunggu kabar dari DImas dulu saja, biarkan dia melihat apa yang ada di dalam tubuh Kaswadi”


*****


“Sudah lama kita ada disini rek, Li coba kamu periksa lagi di atas sana, apa ada penampakan teman kita atau tidak?”


“Aku kok takut ya Wil, lebih baik kamu saja yang coba lihat ke atas sana Wil aku kok takut kalau- kalau ada sesuatu yang tiba-tiba melihat kita dan kita akan mengalami kesulitan disini” jawab Ali


“Sik sabar Li, gak usah ke atas lagi kita tetap ada disini saja,  kita tunggu saja hingga ada teman ghaib yang  temukan kita” kata Wildan


“Iya nek mereka cari  kita c*k, lha nek mereka sedang ke tempat Nabil gimana rek, awak dewe bisa-bisa ada disini sampai besok dan bisa-bisa kita akan ditangkap Juga hihihi” sahut Broni

__ADS_1


Mereka berdua wajib takut, karena mereka jelas tidak punya kelebihan apa-apa, beda dengan yang lainnya. Mereka ada disana hanya karena ingin menjadi mata-mata apa yang akan dilakukan Kaswadi nantinya kan


Setelah sekian lama akhirnya mbok Ju makin dekat dengan posisi mereka bertiga.


“Nah ketemu juga kalian, Ayo balik ke vila, keadaan bahaya karena kaswadi sudah mulai bergerak mendekati vila” kata mbok Ju yang mencari keberadaan mereka bertiga


Wildan, ALi, dan Broni berjalan menuju ke arah vila, mereka jelas harus kembali ke vila karena keadaan mereka yang tidak mempunyai keahlian apa-apa.


*****


“Mas Saeful, coba lihat itu mas, Kaswadi sudah mulai maju lagi ke dalam semak belukar,, meskipun tubuh dia sudah terkoyak gak karuan mas” kata Novi sambil menaruh wajahnya di bahu Saeful


“Apa kita tidak boleh bergerak sekarang agar Kaswadi tidak semakin mendekati vila mas?” tanya Novi sambil memegang dagu Saeful


“Jangan dulu mbak Nov, Ingat kita tidak boleh menyakiti Kaswadi sama sekali , biarkan itu urusan dari  DImas saja yang akan menghalau Kaswadi dari sini mbak”


“Tapi bagaimana dengan kita mas, masak kita dibiarkan begini saja, berduaan lagi, kalau misalnya Novi pingin dipeluk mas Saeful kan ndak ada yang liat kan mas” Novi mulai makin berani dengan memeluk Saeful


“Lhoo eeeh kok malah arahnya ke gituan sih mbak Novi, tapi sayangnya Saya tidak ahli berhadapan dengan perempuan macam mbak Novi hehehe”


“Novi kok merasa berghairah ya mas, eh apa mas Saeful juga merasa apa yang Novi juga rasakan mas?” tanya Novi sambil merhemas rhemas tangan Saeful


“Iya mbak, saya juga mbak, saya merasa aneh, karena rasanya ada yang bergejolak gitu mbak. Tapi saya takut mbak”


“Sssshh Tenang aja mas, sini biar Novi tuntun mas, Mas Saeful tinggal tutup mata aja dan nikmati apa yang akan Novi kasih eegghh”


“Egghh ikuti kata-kata Novi aja masssh, jangan melawan, karena kenikmatan itu bukan dari hasill akhir, tetapi kenikmatan itu berasal dari prosesnya massshh”


“Eh tapi beneran ini mbak Novi mau ajarin Saya mbak, Eh apa mbak Novi ndak marah mbak?” Saeful juga makin berani dengan menciumi wajah Novi


“Eh buat apa marah kalau untuk mas Saefulllsshh, Novi akan pandu mas Saeful menuju ke proses yang luar biasa massshh”


“Sekarang mas Saeful berbaring saja mas, disini saja tidak ada tanaman yang berduri, dan tutup mata mas Saefulllsshh, sementara ini Novi pingin buat mas Saeful merasakan santai dan nikmat yah”


Novi dan Saeful yang sudah dalam keadaan bernafsyu itu kemudian melakukan sesuatu yang mungkin bisa disebut pemanasan atau foreplay.


Novi duduk di atas dengan perlahan membungkuk dan melakukan sentuhan kepada sepasang benda bulat hitam kecil yang ada di dada atas Saeful dengan menggunakan bibirnya.


Sesekali Novi melenguh mirip kebo ketika secara tidak sengaja Saeful bereaksi dengan membusungkan dadanya hingga  bibir Novi tenggelam di dada Saeful yang bidang itu.


Kedua anak manusia itu dalam keadaan terbelenggu bhirahi, mereka saling melepaskan energi yang ada di dalam dirinya


Mereka saling memberi dan menerima, mereka saat ini seakan akan dalam sebuah kamar hotel berfasilitas bintang lima yang tanpa ada pemeriksaan tanda kependudukan yang dilakukan oleh satfol pp


Kini Novi duduk di pinggang Saeful dan kemudian dia membuka kemejanya, sehingga dahdah Novi yang penuh dengan silikon itu nampak membusung besar.


Dia benamkan dahdah yang bersilikon itu di wajah Saeful hingga Saeful megap-megap serasa kurang oksigen


Saeful  serasa mau dibunuh dengan cara dibekap oleh sepasang dahdah yang ukuranya cukup besar untuk manusia normal.


“UUgghhhh wangi sekalihh mbakssshh” kata Saeful yang makin beringas menikmati sepasang bola sepak yang ada di dahdah Novi


“Terusin mas, jangan dilepas…rahim Novi udah mulai anget ini mas….”


Mereka sudah setengah bhugil alias pakaian atas sudah tidak mereka kenakan lagi, hingga pada saat ketika Novi ingin melepas bagian bawahnya, dia baru ingat sesuatu!


“Saeful kan ndak tau kalau aku ini Waria… janc****k” kata dia dalam  hati


“Mbak Novi kok malah diam sih, tadi kan udah mau lepas bagian bawahnya” bisik Saeful di telinga Novi


“Heeeh sayangsshh, lebih baik kita jangan ke area berbahaya ya sayang, biar mas Saeful aja yang Novi service sampek puasssh , tapi nanti mas Saeful  bisa keterusan lho hihihi” bisik Novi dengan manjah


Novi berkata demikian sambil mencium ganas pherut bagian Bawah Saeful, Saeful yang semakin dilanda Bhirahi itu kemudian membuka celana nya dibantu oleh Novi yang sedang berusaha meraba kuntila Saeful yang sudah berdiri tegak.


Akhirnya apa yang menjadi impian Novi untuk mengambil benda tumpul yang sebesar pisang ambon itu terjadi. Kuntila milik Saeful akhirnya dilahap Novi dengan buas.

__ADS_1


Novi yang memang jagonya melahap kuntila itu dengan buas melahap pisang ambon milik Saeful hingga sampai ke pangkalnya, berulang kali Novi memasukan dan mengeluarkan pisang itu di mulutnya.


“Uugh gede amat mas kuntila mas Saefullsshh. bikin Novi makin bersemangat….


*****


“Pak, saya ndak berani ke tempat mbak Novi dan mas Saeful” lapor Nang kepada pak Tembol di ruang tengah vila ketika Nang datang setelah mencari Saeful dan Novi


“Lha kenapa mas Nang” sahut Wildan yang sudah ada di dalam vila sambil cengengesan


“Nganu mas pak, Mbak Novi dan mas Saeful sedang sibuk, saya ndak enak kalau ganggu mereka  berdua mas pak”


“Hihihi Novi akhirnya bisa menjebol gawang Saeful hihihi, nanti kita lihat gimana cara jalan Saeful rek hihihi” jawab Broni


“Memangnya mereka sedang ngapain mas?” tanya pak Tembol


“Ya sedang sibuk pokoknya pak, saya curiga ini adalah Akibat dari Nabil pak, Mungkin Nabil tadi sempat melepaskan  sesuatu yang mengakibatkan manusia menjadi liar “ kata mas Nang


“Dimana mereka berada sekarang, cepat suruh mereka berhenti! karena saya tau yang Nabil lakukan kepada Novi dan Saeful” teriak pak Handoko


“B..bagaimana caranya pak” kata mas Nang


“Suruh mereka berhenti mas Nang, karena energi yang berasal dari birahi mereka berdua bisa merusak seluruh energi yang ada disini. cepat hentikan mereka sebelum terlambat” kata pak Han dengan panik


Sementara itu Dimas yang tadi sedang menemui Kaswadi tiba-tiba berlari menuju ke vila, kelihatannya ada sesuatu yang sangat penting


“MBOK JU, NANK, CARI KASWADI SEKARANG, TADI SAYA KEHILANGAN JEJAKNYA” kata Dimas dengan wajah panik


“Tenang Dimas, kita tau kemana Kaswadi sekarang berjalan, dan sekarang juga Mas Nang dan mbak Ju akan kesana!” kata pak Handoko


“Pintar juga Rochman, selain dia menaruh Kaswadi, dia juga menyebarkan semacam booster bhirahi di sekitar vila ini. dan korbanya adalah Novi dan Saiful” kata pak Han


“Astaga… kenapa tadi saya tidak kepikiran ya, jadi Kaswadi hanya pengalih dan juga yang akan menerobos lokasi yang sudah terbuka akibat dari bhirahi liar yang bisa membuat energi disini menjadi lemah!” kata Dimas


“Dan sekarang korbannya adalah Novi dan Saeful” kata Ali dengan wajah tersenyum karena membayangkan bagaimana takutnya Saeful ketika mengetahui senjata milik Novi yang sebesar  botol sirup marjan ukuran jumbo hihihi


“Itu adalah cara saya jaman dulu, saya yang menciptakan itu untuk menerobos kalian yang ada di ruangan bawah tanah” kata Dimas sambil menerawang


“Saya gunakan Misnah, saya bersetubhuh dengan Misnah sebelum membunuhya, sehingga energi yang ada di bawah tanah semakin berkurang”


“Kemudian saya gunakan mayat Misnah untuk menerobos, tetapi sayangnya tidak berhasil, semua gagal karena keadaan di bawah lebih hebat dari perkiraan saya”  lanjut Dimas


“Ternyata ilmu itu sekarang digunakan oleh Rochman, dasar penghianat” geram Dimas


“Sudah jangan diingat-ingat lagi Dimas. Begini saja, eh apakah ilmu yang kamu ciptakan itu hanya untuk persethubuhan dengan lawan jenis atau sesama jenis” tanya pak Tembol


“Tentu saya berlaku untuk lawan jenis saja dong, saya tidak menciptakan ilmu hitam untuk sesama jenis” jawab Dimas


“Hmm berarti si kaswadi akan mencari energi yang keluar dari tubuh orang yang sedang bersethubuh dan kemudian dia akan mengikuti energi itu, benar seperti itu Dimas?” tanya pak Tembol lagi


“Kalau jaman saya dulu tidak begitu, energi dari orang yang sedang dalam dalam puncaknya  itu kan mirip dengan daya listrik tegangan  tinggi, dan bisa mempengaruhi energi yang ada disekelilingnya”


“Tetapi yang saya takutkan Rochman sudah mengubah ilmu hitam saya sehingga dia bisa melakukan yang lebih dari yang saya sudah ciptakan” kata Dimas


“Nah maka dari itu jangan sampai Novi dan Saeful mengalami ejhakulasi disana, karena bisa berakibat fatal bagi kita…. kecuali … hhmmm kecuali….


“Kecuali apa Dimas, ayo katakan cepat!” kata pak Han


“Kecuali dengan energi itu Kaswadi bisa dipancing hingga menjauhi Vila dan masuk ke sungai yang ada di seberang vila ini atau hhm serahkan Kaswadi ke pihak yang berwajib”


“Berarti dalam hal ini Novi dan Saeful harus terus memunculkan energinya  untuk memancing Kaswadi pergi dari sini tanpa menyakitinya , begitu?” tanya pak Tembol


“Berarti Novi dan Saeful harus tetap melakukan adegan  semi tanpa ada ejhakulasi agar energinya tetap ada hingga Kaswadi tiba di sungai atau di kantor pihak yang berwajib, begitu pak” kata Wildan sambil tersenyum


“Iya benar Wildan, memang seperti itu agar Kaswadi mengikuti apa yang kita harapkan tanpa menyakitinya” jawab Dimas

__ADS_1


Sementara mereka sedang sibuk dengan bagaimana cara agar Kaswadi pergi tanpa disakiti, Novi dan Saeful masih asik dengan kegiatanya.


__ADS_2