MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 32 (SEMENTARA MASIH BERUPAYA)


__ADS_3

“SPEDAAAA, eh aduuh rempong yey...SPADAAA.., ayo pada bangun dong, ini lekong siapa siih kok pada geletakan disini, apa emang Tuhan sediain untuk kita ya sis Warsih” kata salah satu dari dua orang karyawan Novi yang  tiba-tiba masuk ke dalam salon


Seperti kebiasaan yang biasanya terjadi tiap hari, tiap pagi pukul 08.30 dua orang karyawan Novi selalu datang untuk beres-beres salon sebelum salon itu dibuka, tapi ternyata Warsih atau Warso dan Bimbi atau Bambang tiba-tiba dikejutkan oleh cowok-cowok yang tergolek pasrah di dalam salon.


“Heyyy kak Novi panen lekong yeee?” kata banci yang bernama warso atau biasa dipanggil warsih


“Ini semua teman Novi. Itu yang Gondrong tolong kalian krimbat dung, kasihan udah sebulan rambutnya belum pernah kena air sis hihihihi” suruh Novi kepada Warsih yang bertubuh sedikir gempal dengan rambut potongan cepak


Gilank yang memang berharap krimbat pun hooh saja ketika Warsih melakukan jasa krimbatnya, dengan cekatan Warsih akan memulai merawat rambut Gilank yang mengerikan.


Sementara teman lainya plus pak Kaswadi sedang berembug tentang apa yang akan dilakukan setelah ini, apakah harus mencari Muryati atau ke pak Wo untuk melaporkan dan menunjukan apa yang mereka peroleh, atau berusaha menyalakan dan membuka ponsel satunya lagi.


“Eh Novi, tanyakan kedua temanmu dong, siapa tau mereka memakin ponsel yang model chargernya bisa cocok untuk ponsel milik Trimo” kata Ali


“Tadi udah Novi tanyakan mereka mas Ali, malah Hp mereka lebih kuno dari punya Novi mas.  Gini aja mas, kita ke toko asesoris hp saja mas, kita beli charger untuk hp itu, sekalian minta dibukakan kuncinya kalau memang di password mas”


“Novi ada teman yang punya konter Hp mas, kita bisa kesana” kata Novi lagi


“Sekarang saja kita kesana mas, yang lainya tetap di salon Novi saja sambil nungguin mas Gilank yang lagi dienakin Warso eh Warsih hihihiih"


"Bron, coba kamu buka aplikasi sosmed lainya, siapa tau ada yang menarik disana Bron, aku dan Novi tak ke toko yang jual charger hp dulu sekalian tanya kalau misal hp ini terkunci" kata ALi


Novi dan Ali pergi ke teman Novi yang mempunyai toko jual beli ponsel bekas dan service ponsel yang letaknya tidak jauh dari salon Novi.


"Hp ini masih baru sekali belum sempat diisi apa-apa kecuali hanya aplikasi Wa yang hanya ada satu buah chating dengan Muryati saja, gimana kalau aku lanjutkan ngobrol sama Sumari Kik" tanya Broni kepada Ukik


Sementara Ali dan Novi pergi ke servisan ponsel selain untuk meminjam charger tipe C , juga akan melihat apakah ponsel ini terkunci atau tidak, karena kalau terkunci kan butuh keahlian lagi untuk membukanya... itupun kalau bisa hehehe.


"Ayo dicoba ae Bron, tapi cara bicaramu harus sama persis koyok Trimo lho yo , coba liaten dulu percakapan Trimo sama Muryati yang sebelum sebelumnya rek, biar Muryati gak curiga" kata Ukik


Ternyata percakapan atara Muryati dan Trimo tidak pernah lepas dari mesra mesraan dan seputar alat Khelamin hehehe.


"C*k nek carane koyok ngene aku nyerah Kik, yang di bicarakan mereka berdua Cuma kepuasan dan pemuasan tok, bahkan iki onok omongan Muryati yang bilang kalok kuntila Trimo kurang besar" kata Broni


"Jajal Wildan ae Kik, bisane urusan ngene iki WIldan yang paham, awak dewe sama sekali ndak nguasai bahasa percintaan dan bahasa persenggamaan hihihih" ujar Broni


Sementara itu di toko ponsel Ali dan Novi sedang berusaha menghidupkan ponsel Trimo yang mati.

__ADS_1


"Ono opo mbak Novi, hpmu rusak lagi ta mbak" tanya laki-laki yang dibelakang etalase yang memajang aneka jenis ponsel


"Iki lho cak, temanku ini nemu hp, tapi ndak bissa nyala, opo batrenye habis ta cak?" kata Novi kepada penjual dan service ponsel itu


"Iki hp larang mbak Nov, mau dijual ta? Sini tak tukune mbak hehehehe" kata penjual ponsel itu


"Nggak rek, arep digawe dewe kok karo koncoku cak. Ayo cak , sampeyan jual chargernya ta cak?"


"Tak jajale ngecas pake casku dulu mbak. Nek gak bisa ya bearti rusak mbak, nek rusak sini tak kulaknya mbak hehehe"


"Ndeh dasar bakul, wis pokoknya nyalakan dulu ae rek heheheh, ngkok nek gak bisa ya sampeyan perbaiki cak" kata Novi lagi


Penjual itu mengambil charger yang sesuai dengan hp model terbaru itu.  Setelah kebel charger itu ditancapkan ternyata ada aliran listrik yang masuk ke dalam ponsel milik Trimo itu.


"Wis iku lho mbak, hp ne gak rusak tapi listrike habis mbak heheheh, sampeyan tunggu lima menit baru nanti sampeyan coba nyalakan mbak"


Sementara itu di salon Novi yang saat ini sedang ramai dengan laki-laki dan dua orang waria, dimana waria yang bernama Warso sedang susah payah mencoba untuk memegang rambut Gilank agar bisa diproses untuk menjadi lebih baik, tetapi kayakya dia putus asa.


"Mas, rambutmu ini sudah berapa lama ndak dikramasi mas?" tanya Warsih dengan nada yang agak ketus


"Iki lho maaaas, mosok aku nemu bangkai kecoak mati maas, ini ada lagi bangkai cicak, mosok mas nya ini ndak terasa ada binatang masuk ke dalam rambut dan mati disana karena ndak tau jalan keluar dari sana sih mas?"


"Warsih sampai sekarang belum berani megang rambutnya mas lagi, takut nanti ada kelabang atau ada anakondanya, syukur syukur ada buaya daratnya mas hehehe" kata Warsih dengan endel


"Bimbi, eike tinta berani, rambutan lekong ini bikin eike jijay bajay bajuri deh" kata Warsih kepada Bimbi


"Apose Warsih?" tanya Bimbi yang asik dengan ponselnya


"Coba kanua kesindang, lihat sini rambutan ini say" panggil Warsih kepada Bimbi


"Iiih emberan say, ini sih bikin eike soraya peruca say, udah kerjain aja sebisa mungkinlah, ntar bilang sama sis Novi kalau yang ada didalam itu mengerikan say" kata Bimbi yang kemudian duduk lagi dan sibuk dengan ponselnya


"Mas Gondrong, maafin eike ya mas, tapi di dalam rambut mas ini selain ada bangkai kecoak juga ada sekelompok kutunya mas, jadi harus di gundul dulu mas, gimana mas? terus terang eike nggak berani ambil resiko mas hihihih" kata Warsih


"Ah masak sih mbak, saya ndak percaya ah, ini pasti prank kalian berdua kan mbak, wong rambut saya ini terjaga kesehatanya dan selalu wangi kok mbak" Gilank tidak terima dengan Warsih yang mengolok olok rambutnya


Ternyata omongan kedua waria itu terdengar oleh Tifano yang  tidak jauh dari situ.

__ADS_1


"Kenapa mbak, ada apa dengan rambut teman saya itu mbak?" tanya Tifano yang kemudian mendekati mereka


"Wuiiik wakakakak bener Lank, rambutmu mengerikan c*k waakakakak. Reeeek sinio ta!, lihaten rambut GIlank isine apa saja rek! hahahahah" teriak Tifano


 *****


"Cantiiiik, lo kok lama ga da kabar sih, gw kan dah pingin lima ronde lg ma lo" Wildan dengan tangan gemetar menulis chat kepada Muryati melalui ponsel Trimo


Lamaaa chat itu hanya centang dua atau belum dibaca oleh Muryati, saking lamanya Wildan dan Broni pun mendatangi kursi dimana Gilank sedang siap untuk di krimbat eh digundul  hehehehe


"Haauuwiiik iki kebun binatang C*k! wakakakaka, ndahnioo ambune rek waakakaka. Eh mbak Warsih tadi apa ndak kena bau busuknya rambut Gilank?" tanya Wildan


"Eh iya mas bau sekali mas, tapi ya saya tahan mas, karena mas ini kan customer kami atas perintah dari sis Novi. Kalau tidak saya kerjakan saya bisa dibilang tidak profesional mas hehehe" kata Warsih


"Yanc***k rek, gak usah nggateli c*k, rambutku iki terawat c*k, aku pakek resep ibuku dewe iki rek" kata Gilank


"Resep opo Lank wakakak, resep ndok ceplok opo ndog dadar?  wakakaka" jawab Ukik


Sementara ditoko ponsel Novi dan ALi dengan sabar menunggu baterai ponsel terisi hingga beberapa persen, sehingga ponsel itu bisa dinyalakan dengan aman.


"Cak Di, hp iki belum bisa dinyalakan ta?" tanya Novi kepada penjual ponsel yang sedang sibuk dengan pelanggannya


"Udah berapa persen baterainya mbak Nov?"


"Sudah lima persen cak, aku sudah ndak sabar mau nyoba lho iki mas heheheh" kata Novi beralasan


"Yo wis, nyalakan saja mbakm tapi jangan dilepas chargernya mbak" kata penjual ponsel itu sambil melayani pelanggan lainya


Tombol power smartphone itu ditekan oleh Ali, kemudian muncul nama ponsel dan ucapan selamat datang dari layar ponsel yang lebar itu.


*****


KLUNTING.....


Suara notifikasi Whats up dari ponsel Trimo terdengar hingga ke area salon tempat eksekusi rambut Gilank yang nggilani


"Wil, ada suara Wa , ayo kita lihat Muryati mbales apa" Kata Ukik

__ADS_1


__ADS_2