
“Jangan cuma diam saja, kalian berdua cepat berpikir, bagaimana caranya aku bisa dapat semua tas milik Novi” bentak Muryati pada kedua cecunguknya
Muryati bener-bener ndak tau aturan, dia sepertinya sudah biasa memarahi anak buahnya di tempat seperti ini.
“Yati, kamu yang harus berpikir, kami yang jalankan. Bukannya katamu kami berdua ini pantat kebo hehehe” kata salah satu dari mereka
Ironis juga apa yang terjadi pada Muryati, diawali dengan tidak bisa masuk ke lantai 52, dan kini dia trancam eh terancam dilaporkan yang berwajib pasal pemalsuan key card, tapi apakah hal itu menyurutkan Muryati untuk mendapatkan tas milik Novi?
Sementara itu di penthouse Trimo, kedua teman kita sedang berusaha menyatukan sinyal energi yang sama, energi yang berasal dari cap darah mereka yang ada di serah terima rumah putih.
“Nov, apa kamu merasakan apa yang kurasakan Nov”
“Iya mas, tapi kok rasanya Novi sekarang ngatjeng ya mas, padahal kuntila Novi sudah Novi potong dan Novi kasihkan koceng mas” kata Novi sambil memajamkan mata
“Ooooh bantji edan, malah mbahas gituan jangkrek Nov!”
“Habisnya mas Dani lhoooo, Novi lagi jengkel, tadi Novi bisa merasakan getaran energi yang sama dengan milik kita, tapi sekarang Novi hanya bisa merasakan degub jantung dan ngatjengnya kuntila Novi yang sekarang ini entah ada dimana Hiiksss”
“Tapi memang energi itu lemah sekali mas, sehingga Novi sempat kehilangan sinyal energi itu”
“Coba kita lihat di belakang tiap lukisan yang tergantung disini Nov, aku yakin kertas itu tersimpan disana dengan rapi”
Mereka melanjutkan pencariannya hinga di balik beberapa lukisan yang terpasang di tiap dinding ruangan sebagai pemanis.
*****
Sementara itu di lobby, dimana Tifano dan Wempi sedang ngobrol asik asik hihihihi.
“Kakak bisa panggil aku Wempi kak, Wempi boleh tau nama kakak nggak” kata petugas resepsionis yang sekarang duduk manis di sebelah Tifano
“Nama Saya Tifano mas. Emang kenapa kok kak Wempi pingin tau nama saya” tanya Tifano yang mulai merasa ada yang aneh dengan orang yang bernama Wempi ini
“Gak papa kok kak Tif, cuman pingin tau aja kok kak. Habisnya kok ada orang seganteng kak Tif ini ada di sini dan nanyain rate kamar disini lagi” kata Wempi yang matanya tidak pernah lepas dari tubuh Tifano
“Jangkrek! , aku kejebak disini sama humu rek” batin Tifano
“Tapi ini kesempatanku untuk tanya-tanya tetang Muryati dan Trimo, siapa tau dia bisa bocorkan rahasia Trimo lainya” batin Tifano lagi
“Eh mas Wempi udah lama kerja disini?” tanya Tifano dengan ramah
“Wempi ada di sini udah lima tahunan kak, emang kenapa kak Tif kok tanya-tanya masa kerja Wempi disini?”
“Gak papa juga kan mas, heheheh. Tadi tuh mas Wempi hebat ya bisa ngadepin perempuan kayak gitu. Emangnya orang kaya apa kayak gitu semua mas?”
__ADS_1
“Yang tadi itu namanya Muryati kak, dia itu simpenan Pak Trimo customer disini. Tadi sebelum Muryati datang, ada istri sah pak Trimo kesini juga kak, dia sekarang ada di ruangan mewah yang dilantai 52 itu kak”
“Tadi Wempi sempat salah paham ama istri pak Trimo. Dia datang kesini sambil bawa kartu master milik pak Trimo. Awalnya Wempi gak nyangka kalau dia itu istri Pak Trimo yang sesungguhnya”
“Kok bisa gak nyangka sih mas Wempi?”
“Karena pacar-pacar pak Trimo itu banyak kak hehehe, ndak cuman Muryati aja kak. Biasanya mereka kesini bersama pak Trimo jadi kita kan gak masalah kak”
“Ceritaknya gini kak, tadi ada perempuan paling cantik yang kesini, dia bawa hhmmm cowok yang cakep juga sih kak hehehe, nah cewek itu bawa kartu master, yang harusnya hanya pemilik ruangan aja yang boleh pegang”
“Doi bilang mau ke tempat pak Trimo sambil bawa tuh kartu master”
“Awalnya Wempi curiga kak, ni cewek ko bisa sih bawa kartu master orang. Trs Wempi telpon pak Trimo nya tuk konfirmasi kak. Eeeee Wempi dimaki maki ama pak Trimo kak hihihihi”
“Dia bilang itu istrinya dia, istri resminya dia, dan jangan sampai menahan dia terlalu lama di lobby hotel atau Wempi akan dilaporkan ke manager Wempi yang namanya pak Phely kak”
“Pokoknya pak Trimo marah-marah kak. Nah setelah itu yang seru tuh, pak Trimo wanti-wanti jangan ada orang lain yang boleh masuk ke atas meskipun dia mengaku sebagai istri pak Trimo. Pokoknya tidak ada siapapun yang boleh ke atas selama istrinya ada di atas kak”
“Itu merupakan perintah bagi kami kak, dan tidak boleh dilanggar. Kami disini bener-bener menjaga privasi, keamanan, dan kenyamanan customer kak hehehe”
“Nah barusan tadi ada juga perempuan simpanan Trimo yang namanya Muryati itu kesini kan kak, dia orangnya sombong dan ga pernah menyapa kami, dan tiba-tiba dia berkata mau ke atas. Untungnya saya ingat apa pesan dari pak Trimo kak”
*****
Kita cut dulu saja percakapan antara Wempi dan Tifano, kita coba lihat perkembangan Novi dan Dani yang sedang melihat di balik lukisan-lukisan yang ada di ruangan itu.
“Hehehe mas Dani, kalau disembunyikan Trimo di belakang lukisan, pasti dia akan butuh teman satu lagi yang tugasnya menurunkan lukisan itu, karena untuk menurunkan lukisan butuh dua orang mas hehehe” jawab Novi
“Ya benar juga Novi, kan aku cuma berandai-andai saja apabila benda yang kita cari itu ada di balik lukisan, karena aku sudah merasa yakin dengan adanya energi yang ada di sekirar sini”
“Tapi ndak ada salahnya kita periksa juga mas Dani, siapa tau memang seperti itu yang ada disini mas” kata Novi sambil berjalan mendekati salah satu lukisan yang paling besar
“Kita turunkan yang ini dulu saja mas” lanjut Novi
Posisi Dani dan Novi ada di tiap ujung lukisan, mereka memegang bagian bawah ujung lukisan itu, dan secara bersamaan memanggul lukisan itu hingga bisa diturunkan.
“Uuugh Nov, kita taruh saja di lantai Nov” kata Dani sambil melihat bagian belakang lukisan besar itu
“Tidak ada apa-apanya, bagian belakang kosong ini mas” kata Novi sambil melihat bagian belakang lukisan yang memang kosong itu
Hingga hampir semua lukisan yang diturunkan pun dikembalikan lagi ke posisi awalnya karena tidak ditemukan apa-apa dibagian belakangnya.
“Sama sekali tidak ada apa-apa nya mas Dani. Sekarang kita coba berpikir lagi mas, seandainya mas Dani pemilik ruangan penthouse ini dan mas Dani mempunyai barang yang sangat berharga, lalu apa yang akan mas Dani lakukan?’
__ADS_1
*****
“Yat, gimana dengan rencana kita mencari harta temuan yang dimiliki sama Trimo itu, apa ndak kia lanjutkan cari dimana gitu?” tanya salah satu dari kedua laki-laki itu
“Sebenarya aku curiga kalau harta itu ada di penthousenya, aku curiga waktu itu mas Trimo bilang kalau aku ndak boleh gunakan closet yang ada di kamarnya” kata Muryati kepada kedua orang cecunguknya
“Tapi aku belum cari lagi disana, sebenarnya aku akan cari waktu Novi adakan pameran besok, karena pameran besok itu kan mas Trimo kelihatanya juga akan datang”
“Bukannya kamu selama ini punya kartu untuk naik ke atas dan membuka ruangan itu, lalu kenapa kamu ndak dari dulu saja carinya Yat?”
“Dasar Govblok, untuk masuk ke kamar utama itu perlu kartu kunci lainnya, bukan yang aku bawa selama ini dan tadi akhirnya disita oleh mereka karena dianggap kartuku itu kadaluarsa!”
“Jadi perlu kartu yang dimiliki oleh Trimo, bukan kartuku tolol!” bentak Muryati dengan kasar
“Haaaah kalian berdua ini malah bikin aku bingung saja, lebih baik kalian pikirkan bagaimana caranya merampok mobil yang digunakan Novi!”
“Karena untuk masuk ke kamar itu aku harus punya kartu yang hanya dimiliki oleh mas Trimo, jadi untuk sementara ini masalah harta yang dimiliki Trimo kita lupakan dulu, hingga kalian bisa mendapatkan kunci itu dari Trimo sendiri”
Broni segera mengirim pesan singkat Wa kepada Novi tentang apa yang barusan dibicarakan Muryati itu.
*****
Mbeeeeeek.... suara notifikasi di ponsel Novi apabila ada pesan singkat yang datang.
“Kata mas Broni kita disuruh periksa closet yang ada di kamar depan mas Dan, heheheh disini mas Broni bilang kalau masuk kesana hanya bisa menggunakan kartu master yang sekarang ada pada kita mas hehehe”
Dani dan Novi segera masuk kembali ke kamar depan, kamar yang letaknya ada di ruang tamu, kamar yang tadi sudah mereka periksa dan tidak ada apa-apa disana.
Seperti sebelumnya, untuk masuk ke kamar yang ada di depan ini wajib menempelkan master Keycard sebagai pembuka kuncinya, dan untungnya key card master itu ada pada Novi saat ini
Novi menempelkan keycard itu pada bagian sensor yang ada di pinggir pintu kamar. Setelah terbuka kemudian mereka berdua menuju ke kamar mandi yang letaknya ada di dalam kamar itu.
“Mas Dan, ayo kita buka tutup closetnya, karena kata mas Broni kemungkinan benda yang kita cari ada disitu mas” kata Novi sambil menunjuk ke tempat ngising yang ada di kamar itu.
“Tadi kita tidak memeriksa apa yang ada di dalam kloset duduk itu kan. Memang sih closet duduk itu dalam keadaan tertutup, tapi masak iya sih barang itu ada disana mas?”
Dani membuka tutup closet itu, dan ternyata benar, di dalam closet itu ada kotak yang selama ini mereka cari.
Apakah semudah itu menemukan kotak yang mereka cari?
Apakah hanya dengan membuka tutup closet kemudian benda yang menyebabkan mereka bermimpi buruk itu bisa ditemukan?
“Mas Dani ambil dong mas, Novi jijik kalau kalau ambil benda itu di dalam situ mas hiiii”
__ADS_1
Dani mengambil kotak yang ada di dalam situ dan kemudian dia menaruh kotak milik pak Tembol untuk wadah uang dan kertas berharga yang dia gulung dengan rapi dan dia susun antara uang dan kertas berharga itu.
Dani menarik tutup kotak besi itu,...Klek!...., ternyata ndak ada isinya, alias kosong!