MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 230 (PENCARIAN SUHARTO)


__ADS_3

Api menyala nyala di dalam pos penjagaan, kedua orang suruhan pak Bowo itu mulai melakukan kekacauan…


Tapi hingga kini tidak ada orang atau karyawan hotel yang keluar untuk melihat pos keamanan yang terbakar itu.


Tidak kurang akal, kedua suruhan pak Bowo masuk ke dalam  kantor hotel untuk melaporkan adanya kebakaran yang terjadi di pos keamanan.


Akhirnya tujuh orang karyawan hotel plus dua orang suruhan pak Bowo berusaha memadamkan api yang semakin membesar.


Api yang awalnya hanya membakar meja dan kursi, sekarang mulai melahap bagian kayu dari pos penjagaan itu, dan apipun makin membesar.


Salah satu karyawan hotel mengeluarkan tabung pemadam kebakaran untuk memadamkan pos keamanan


*****


“Ayo sekarang anak-anak” kata pak Han berjalan mendahului  Novi, Saeful, Blewah dan tentu saja pak Bowo


Karena karyawan hotel semua sedang sibuk dengan api, dan sebagian penghuni yang menginap di banguan utma juga keluar untuk melilhat apa yang sedang terjadi.


Maka akibatnya bangunan utama menjadi kosong…


Lima orang berjalan masuk ke dalam bangunan utama, kemudian mereka masuk ke bagian belakang  bangunan yang merupakan mes dan dapur…


 Dan sebuah pintu besi yang seharusnya merupakan lemari pendingin.


Yang mengherankan disini, apakah karyawan disini tidak pernah membuka pintu besi itu, atau mereka tidak pernah ingin tau apa yang ada di balik pintu besi itu?


Apakah ada larangan untuk masuk dan membuka pintu itu?..


Mungkin nanti ada penjelasan lebih lanjutnya….


Mereka berlima sekarang sudah ada di depan pintu besi…


“Ini pintu yang saya maksud pak Bowo…”


“Ayo kita masuk pak Han, saya makin penasaran dengan yang ada di dalam sana pak” kata pak Bowo


Pak Han membuka pintu besi dengan mudah, heran juga ya, kenapa pintu itu tidak pernah dikunci, apakah karyawan disini tidak pernah masuk ke sana.


“I..ini kayak hotel berbintang pak” kata pak Bowo melihat keadaan lorong yang ada di dalam pintu


Keadaan yang sama persis ketika pak Han masuk ke sana dengan Dogel dan Blewah kalau tidak salah


Bersih, senyap, dan bau karbol…


“Tidak ada hal yang mengerikan disini, bahkan perasaan saya disini sama sekali tidak ada hantunya pak” kata Novi


“Betul mbak Novi… ayo kita jalan terus ke sana, nanti ada semacam ruangan yang lebih mirip dengan lobby hotel” kata pak Han

__ADS_1


Mereka jalan terus di lorong yang menurun… lorong yang terang dengan keramik putih yang berbau pembersih lantai karbol…


Mereka akhirnya sampai di sebuah ruangan yang mirip lobby hotel  dengan tiba pintu yang masih tertutup


“Wah bener-bener seperti hotel berbintang ini, apalagi di tengah ruangan itu ada lampu gantung yang dalam keadaan mati pak” kata Novi


“Iya betul mbak Novi… bau ruangan ini juga berbeda dengan lorong yang tadi, bau ruangan ini mirip dengan bau bau yang ada di lobby hotel berbintang” sahut pak Bowo


“Tiga pintu yang ada di depan kita… yang kanan menuju ke penyimpanan air, yang tengah adalah kamar-kamar , yang kiri kita belum pernah jelajahi” kata pak Han


“Kita buka pintu yang ada  di tengah saja dulu” kata pak Han


Pintu yang tengah pun dibuka pak Han, Novi, Saeful dan pak Bowo tercengang…


“Wah lorong yang juga senyap, bersih, bau pembersih lantai…. ini benar-benar hotel berbintang” kata pak Bowo keheranan


“Di depan nanti ada pintu kaca pak. setelah pintu kaca ada beberapa kamar yang bisa dimasuki” kata pak Han


Pak Bowo sedari awal masuk tadi selalu mengabadikan apa yang dia lihat menggunakan kamera ponselnya, dia keliatnya benar-benar kagum dengan keadaan disini.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah pintu kaca…


“Nak Blewah… seperti sebelumnya, apa yang ada di balik pintu kaca itu menurut Mirah?”


“Tidak ada apa-apa pak, semuanya aman saja kata Mirah”


Hawa dingin dari pendingin ruangan menerpa wajah dan tubuh mereka berlima…


“Wah dingin sekali udara di dalam sini…” kata Saeful


“Iya mas Saeful, agak aneh juga sebenarnya sih mas” kata Novi


“Nah disini banyak kamar-kamar pak Bowo, bagaimana? apakah kita akan masuk ke kamar dan bersembunyi disini atau bagaimana menurut pak Bowo?”


“Kita harus ada di suatu tempat yang tersembunyi tetapi kita bisa melihat keadaan di sekitarnya. Kalau hanya sembunyi saja tetapi kita tidak bisa mengamati yang lainya ya sama saja pak” jawab pak Bowo


“Dengan keadaan yang hanya kamar-kamar seperti ini tentu saja kita akan kesulitan untuk sembunyi pak Bowo. tau begini saja… kita lihat satu persatu apa yang ada di balik sepuluh pintu kamar itu pak” kata pak Han


“Lebih baik jangan pak Han, kata Mirah lebih baik kita ke arah kiri saja dulu pak, karena disana katanya ada yang lebih menarik”


“Tetapi kalau seandainya pak Bowo mau ambil foto tiap kamar ya silahkan pak, yang pasti di dalam kamar itu hanya berisi mayat yang membusuk  dan tulang belulang saja” kata Blewah


“Satu kamar saya mas Blewah, sebagai bukti adanya tindak pembunuhan disini” kata p


ak Bowo


“Ful.. buka pintu yang ketiga dari kanan saja, kata Mirah di dalam sana ada mayat yang keadaanya masih lumayan bagus. Tapi harap diingat, baunya bukan main busuknya” kata Blewah

__ADS_1


Pak Bowo dan Saeful menuju kamar yang ditunjuk oleh Blewah, kemudian mereka berdua membuka kamar….


“Allahuakbar….!” teriak Saeful ketika membuka pintu dan melihat apa yang ada di dalam sana


Pak Bowo segera mengambil gambar secepatnya, kemudian dia menyuruh Saeful untuk segera menutup pintu itu lagi.


“Wuuuuiihh… busuk sekali bau mayat itu” kata pak Bowo kemudian memperlihatkan foto yang tadi dia ambil di kamar itu.


Mayat perempuan yang sudah terbuka lebar bagian perutnya, tetapi bagian kepala masih utuh. dan mayat itu ada diatas tempat tidur seolah sedang bersantai di sebuah kamar hotel.


“Ayo kita ke ruangan yang sebelah kiri anak-anak, kita harur gerak cepat agar tidak ketahuan Rochman….” kata pak Han


Mereka berjalan kembali ke posisi awal di ruangan yang mirip dengan lobby hotel.


“Nah kita sudah ada lobbynya, mas Blewah tolong dilihat, apa yang ada di balik pintu itu”


“Tidak ada apa-apa pak, masuk saja ke sana, aman kok didalam sana pak” kata Blewah


Saeful membuka pintu ruangan yang sebelh kiri….


Sebuah ruang tamu yang luas…. dengan pencahayaan yang cukup terang tetapi tidak terlalu terang. hawa dingin yang keluar dari pendingin udara makin menambah suasana nyaman.


Satu set sofa modern ada di sana,..lemari pendingin, meja kursi makan, dan ada empat pintu kamar di dindingnya.


Empat pintu kamar yang ada di sebelah kiri dari pintu masuk.


“Saya yakin Rochman dan Suharto akan ada di ruangan ini” kata pak Han


“Ini kayaknya merupakan ruangan  pribadi Rochman apabila dia menginap disini”


“Pak Han…. kata mbah Sari…. Suharto ada di disini…” bisik Novi


“Ya sudah.. kita tangkap saja sekalian mbak Nov” kata pak Bowo


“Jangan gegabah.. karena yang penting itu yang ada di dalam tubuh Suharto pak Bowo, bukan Suhartonya” jawab pak Han


“Jadi karena kita mungkin sudah menemukan Suharto, maka tujuan kita kesini meringkus Suharto agar tidak bisa bertemu dengan Rochman dulu, bagaimana?” tanya pak Han


“Untuk masalah membinasakan, nanti saja…setelah kita berkumpul semua disini” lanjut pak Han


“Ya sudah saya setuju pak” kata pak Bowo


“Mbak Novi… apakah mbah Sarijemb bisa menahan Mbok Ginten agar tidak keluar dari tubuh Suharto?”


“Katanya bisa pak…”


“Ya sudah kalau begitu, sekarang kita cari di mana Suharto berada anak-anak”

__ADS_1


__ADS_2