
Setelah semua penjelasan akan pertanyaan dari dua belah pihak atas apa saja yang telah dilakukan, kini mereka harus melakukan apa yang harus dilakukan bersama sama.
“Nak Winna, nak Chandra dan nak Chinta, kini kalian ada ditempat yang tepat, dan kalian tetap ada disini hingga Totok atau Rochman tidak memerlukan apa yang kalian miliki lagi” kata pak Tembol
“Dan saat ini teman-teman dari Bluekuthuq sudah tidak mempunyai tujuan lagi, kerena urusan mereka sudah selesai, bukan selesai dalam arti sesungguhnya, urusan mereka sudah selesai karena mereka sudah tau siapa yang melakukan sesuatu dengan lagu mereka”
“Tapi dilain pihak mereka masih punya misi tambahan yaitu melindungi kalian bertiga dari orang yang sama dengan orang yang menggunakan lagu mereka untuk mencari korban tumbal bagi dirinya sendiri” kata pak Tembol
“Jadi mereka masih berurusan dengan Totok hingga selesai, begitu pula anak-anak Sutopo yang juga sedang bermasalah dengan Totok juga, hanya saja tidak hanya Totok saja yang akan mereka hadapi, tapi juga ada yang lebih dari pada Totok” kata pak Tembol
“Sehingga disini kita bergabung untuk menyelesaikan masalah ini dengan bergotong royong sampai Totok atau siapapun yang bermasalah dengan kita selesai alias musnah” kata pak Tembol
“Nah sekarang apa yang akan kita lakukan pak Tembol” tanya pak Han
“Apa yang akan kita lakukan adalah pengamatan dulu saja pak, pengamatan bisa dilakukan oleh mbok Ju, nak Indah, nak Ngot, dan nak Sinank nang. Mereka yang tak kasat mata mungkin bisa membantu pengamatan di lapangan, hanya saja mereka harus hati-hati”
“Kenapa hati-hati, karena Totok dan mungkin yang lainya bisa melihat mahluk tak kasat mata, jadi kalian harus hati-hati agar tidak tertangkap oleh mereka. Setelah pengamatan, selanjutnya adalah aksi dari hasil pengamatan yang telah dilakukan rekan tak kasat mata kita” kata pak Tembol
“Pokoknya kita harus teliti dan sistematis, semua harus sesuai perhitungan. Disini kita juga mempunyai personil yang banyak, dan bisa saling bantu apabila ada sesuatu yang butuh di backup” lanjut pak Tembol
Seharian ini tidak ada yang berarti, tidak ada gangguan apapun disana meskipun pagi harinya ada Totok dan Dimas. Tapi mungkin saja mereka hanya melihat keadaan yang sudah dibuat oleh Supardi, setelah itu mungkin mereka pergi dari sana.
“Novi penasaran, Dimas dan Totok itu tinggal dimana ya? Mereka datang menggunakan mobil bersama Supardi, dan kemudian pergi lagi, seharusnya mereka kan tinggal di seuatu tempat ya?” kata Novi
“Kemungkinan besar mereka tinggal di perumahan yang ada di sby barat mbak Novi, karena kita kan pernah kesana, hanya saja rumah itu kosong. Tetapi kata penjaga disana, di dalam rumah itu ada penghuninya” jawab Petro
“Suatu saat nanti kita harus kesana lagi pak Tembol. Karena kan waktu kita ada di alam ghaib kita kan masuk ke rumah itu, jadi kemungkinan besar di dalam situ ada penghuninya, penghuni yang memesan paket berisi jantung yang masih berdetak dan banyak darahnya” tambah Dogel
“Itu bisa kita atur nak, karena sekarang kita sudah full personil, jadi kita bisa bagi tugas” jawab pak Tembol
“Jadi selain disini, di Waji, masih ada tempat tinggal Totok dan Dimas yang ada di sebuah perumahan mewah, gitu?” kata pak Handoko
“Benar mas Handoko, karena kita sudah pernah ke sana. Dan yang tinggal disana itu adalah bos dari nak Petro yang bernama Nabil, dan kemungkinan besar orang arab yang bernama Nabil itu adalah Totok atau Rochman”kata pak Tembol
“Ok baiklah kalau begitu mas Tembol, jadi disini kita harus bagi-bagi tugas ya mas, karena ada tiga tujuan yang harus didatangi” kata pak Handoko
“Jangan mas, menuru saya, tidak perlu kita memencar dulu. Kita harus fokus ke salah satu yang paling emergency saja mas, karena untuk lainya itu hanya pelngkapa saja”
“Misalnya di vila ini yang paling emergency, kita harus fokus disini dulu, fokus untuk menggagalkan apa yang akan mereka perbuat mas. Karena disini adalah pusat tujuan mereka” jawab pak Tembol
“Makanya harus ada yang patroli diatas sana, dan lebih baik teman ghaib kita yang patroli di atas untuk melihat perkembangan apa saja yang ada disana mas” lanjut pak Tembol
__ADS_1
“Hmmm benar juga mas Tembol, kita tetap ada disini saja untuk menghalau siapa saja yang akan datang ke sini, saya rasa disini akan terjadi jegal menjegal mas Mbol. Karena disini ada beberapa kepentingan dari beberapa golongan” kata pak Han
“Karena ada Trimo dan ada Totok yang saling bermusuhan. Totok bermasalah kepada Trimo karena dia membatalkan jual beli dokumen rumah ini, kemudian Trimo juga ada masalah dengan saya, karena saya tidak mengembalikan dokumen rumah ini kepada dia, karena Trimo tidak bisa menunjukan orang yang melakukan cap jempol di dokumen itu” kata pak Han
“Betul apa yang dikatakan pak Tembol, kita fokus disini dulu saja, nanti kalau emang diperlukan untuk menguntit mungkin kita bisa lakukan sesegera mungkin. Mungkin Wildan dan Gilank, eh Ginna bisa stanby di dekat masjid, jadi apabila ada dari mereka yang turun dari sini kalian berdua bisa ikuti kemana mereka pergi dengan menggunakan salah satu mobil yang ada disana” kata Ali
“Janc*k Emoh Li\, aku gak mau sama Gilank c*k. deke lho wis berubah jadi Ginna\, kamu tega ta nek aku pingsan karena ambu basinnya Gina\, terus Gina kasih Nafas buatan ke mulutku\, awakmu tega ta Li hihihi” kata Wildan
“Lho kenapa sih mas gak mau sama Ginna mas, apa salah Ginna mas, apa Ginna kurang cantik, kurang aduhai, kurang semlohai?” tanya Gilank yang masih dalam keadaan aneh bin ajaib
“C*k…awakmu lahir itu ae wis suatu kesalahan\, lha kok malah dadi ngene\, iku wis double kesalahan paten c*k” jawab Wildan”
“Sudah..sudah…, kalian jangan gitulah, gimana-gimana nak Gilank dulu kan juga berjasa waktu jadi hantu kan nak, jadi jangan lah kalian debatkan nak Gilank” kata pak Tembol
“iya itu pak, mereka kayaknya kurang puas ama Ginna pak, apa ada yang salah sama dandanan Ginna ya pak” tanya Gilank semakin menjadi jadi
“Sekali lagi saya tegaskan nak Gilank, tidak ada yang salah nak, yang salah hanya mereka yang belum bisa menerima nak Gilank sebagai pendamping mereka, apa nak Gilank mau saya pilihkan calon pendamping yang cocok?” tanya pak Tembol
“Ih pak, nama saya GINNA, bukan Gilank pak” sergah Gilank yang lagi memonyongkan bibirnya
“janc*k.. Gilank nek koyok gini makin gak karuan ae rek\, gimana kalau dia kita tugas jaga malam di vila putih ae c*k\, aku yakin pasti gak onok sing berani masuk ke vila” kata Broni
“Iyo Bron aku setuju idemu. Gimana pak Tembol apakah ide dari Broni ini bisa kita lakukan pak” tanya Tifano
“Eiiitss Ginna mau aja diberikan tugas, asalkan ada cowok ganteng yang temenin Ginna, kalok gak ada cowok ganteng ya maap aja dech” kata Gilank sambil buang muka
“Mbak Ginna, memangnya disini ada cowok ganteng sesuai selera mbak Ginna?” tanya pak Han sambil tersenyum
“Hihihihi ada sih pak, Ginna tu lagi sukak sama mas yang itu tuh pak, yang lagi ama kunti gatel yang namanya Novi itu pak” jawab Gilank sambil menunjuk ke Saeful yang sedang di lendotin Novi
“Heeeeh, jangan sembarangan ngomong Lank, itu bukan kunti gatel, itu bidadari disini, dia yang bikin kami disini semangat untuk kerja, gak kayak kamu yang bikin kami eneg mau muntah” kata Ukik dengan sengaja, agar Gilank semakin sewot
“Iiiiihhh ciapa kamutu, maaap yaaaa, Ginna gak lepel ama kamu mas, kamu tuh kelasnya lokalisasi kremil mas” balas Gilank yang semakin mengerikan
“Udah… udah, kalian jangan perebutkan Gilank koyok gini lah, dia ini kan berusaha tampil cantik di depan kalian, jadi ya hargailah dia rek” kata Dogel yang kemudian menghampiri Gilank yang duduk di seberangnya.
“Mbak Ginna, kalau sama mas yang itu gimana mbak, … itu lho mas yang gondrong kayak mbak Gina ini, dia namanya blewah mbak” goda Dogel kemudian duduk di sebelah Gilank
“Maap ya mas, bukanya Ginna ini gak mau ama siapa saja yang ada disini, tapi Ginna punya standart sendrii mas, Ginna gak mau menurunkan standart untuk calon pendamping mas” Jawab Gilank sambil menoleh dari kanan ke kiri kemudian ke kanan lagi dengan cepat, sehingga rambut Gilank yang sangat nggilani itu mengipat ngipat dan menampar-nampar wajah Dogel
“Janc***k arek iki\, dikei ati ngerogoh rempelo hahahah\, aku malah disajikan ambu basine c*k heheheh” kata Dogel yang segera minggat dari sebelah Gilank
__ADS_1
“Wis rek, terserah kalian, memang lebih baik arek iki di suruh jaga yang jauh saja rek, kongkonen jogo nang daerah ndi ngono lho rek, ben ambune gak marai mati batang otak c*k” omel Dogel
“Mas Dogel… gak boleh gitu dong, Novi aja kalau ada di sebelah mas Gilank betah kok mas… betah muntah muntah mas hihihih” sahu Novi.
“Sudah…sudah kalian jangan berdebat terus anak-anak, saat ini kita harus kirim pengintai ke atas nak, saya rasa di atas sedang ada kegiatan lagi nak, coba lihat itu pak Pho dari tadi selalu melihat ke arah atas terus nak” kata pak Tembol
“Biar kami saja yang ke atas pak” kata Indah dan Ngot yang memang gak bisa dipisahkan itu
“Kalian harus ditemani oleh yang bisa membantu kalian kalau ada sesuatu yang mengancam, kalian berdua jangan sendirian disana nak Indah dan nak Ngot, mungkin kalian bisa ditemani sama Semprul nak” kata pak Tembol
“Nak Petro, tolong kasih tau Semprul agar dia mau jaga nak Ngot dan nak Indah yang akan melakukan pengamatan di atas nak. Karena saya khawatir kalau mereka pergi tanpa ada pengawalan, mereka bisa mendapat masalah” kata pak Tembol
“Jangan sama Semprul pak Tembol, biar sama saya saja pak, kami bertiga akan melakukan pengamatan di atas pak” kata mas Nang tiba-tiba
Akhirnya mereka bertiga keluar dari ruangan biru menuju ke atas, baik ke vila putih atau ke rumah Supardi. Apa yang akan mereka temui di sana, apakah ada orang baru lagi yang ada disana atau ada kegiatan lagi di rumah Supardi?
*****
“Lebih baik kita ke rumah Supardi saja dulu mas Nang. Kalian ingat itu dulu kan rumah Haris. Kita dulu pernah menginap disana karena sudah malam untuk kami kembali ke Gebang. Dan ternyata Haris itu adalah Dimas. Jadi lebih baik kita ke sana dulu mas Nang” kata Indah
Mereka bertiga melayang menuju ke arah rumah yang ada di sebelah vila putih. Mereka akan melakukan pengamatan disana untuk sementara waktu ini.
“Sebentar mbak Indah dan mas Ngot, saya kok curiga di dalam rumah itu ada yang sedang melakukan sesuatu. itu di depan rumah ada mobil yang sedang diparkir. Berarti di dalam sana ada manusiannya” kata mas Nang
“Iya mas, benar juga, makanya tadi arwah orang china yang ada di dalam tubuh Dani selalu menengadah ke atas, seolah olah dia tau kalau ada sesuatu di sana mas” kata Ngot kepada mas Nang
“Lebih baik kita bertiga saja yang masuk ke sana mas, bukanya kita ini hantu semua mas, jadi buat apa kita sembunyi mas hehehe” kata Ngot lagi
“Bukan gitu mas Ngot, yang saya takutkan itu kalau yang ada disana itu macam Totok atau siapa saja yang bisa melihat mahluk tak kasat mata, bisa bahaya buat kita mas. Maka dari itu lebih baik kita tidak bersama sama agar apabila salah satu dari kita tertangkap, maka yang lainya bisa melaporkan ke teman kita yang lainnya” kata mas nang
“Ok mas. Kami tunggu disini saja mas, di depan pagar rumah ini mas. Mas Nang masuk sendirian atau butuh ditemani salah satu dari kami?” tanya Ngot
“Saya sendiri saja mas, kalian berdua tunggu saja disini, apabila dalam waktu lima menit saya belum keluar dari sana, kalian jangan masuk, tetapi kalian laporkan kepada teman lainya saja” kata mas Nang yang kemudian melayang masuk ke dalam rumah Supardi yang di depan nampak sepi
Rumah Supardi ini dari depan memang nampak tidak ada kegiatan apapun, tetapi bisa jadi mereka sedang melakukan penggalian lagi di dalam, sehingga memang benar apabila terowongan itu haus dihancurkan sehingga mereka tidak bisa lagi melanjutkan penggalian.
Saat ini mas Nang sedang masuk ke ruang tamu rumah Supardi, di ruang tamu dia tidak mendapati apapun yang mencurigakan disana, kemudian dia melayang lagi menuju ke bagian belakang rumah, dimana bagian belakag rumah adalah tempat terowongan yang digali oleh Supardi.
Tetapi sebenarnya ada yang agak tidak masuk akal. Pada bab-bab awal Supardi kan melakukan penggalian di halaman belakang vila. Waktu itu dia kan memang disuruh Totok untuk melakukan penggalian. Tetapi dia ternyata diam-diam juga melakukan penggalian di ruman itu.
Nah sebenarnya yang dilakukan Supardi ini bagaimana, apakah dia ini sedang menelikung Totok sehingga dia melakukan penggalian sediri, ataukah saat bersama Totok dia mempunyai bos lain yang membiayai penggalian di rumah itu?
__ADS_1
Apabila kejadianya seperti itu harusnya dia tidak berdamai dengan Totok dong, karena dia berani menelikung Totok dengan mengadakan penggalian sendiri, nah itu merupakan pr bagi mereka-mereka semua yang berusaha melindungi vila putih dari apapun yang berusaha memasukinya.