MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 201 (INFO DARI PETUGAS KEAMANAN)


__ADS_3

"Ya sudah ayo semua siapkan sarapan pagi dan untuk sekarang gunakan air yang berasal dari pengairan negara dulu. Untungnya pompa nomor satu sudah diperbaiki tadi siang" kata orang  itu lagi


"Dan untuk masalah ini jangan sampai ada tamu lain yang tau keadaan pompa air kita, bisa-bisa nama hotel kita jelek sampai ada yang tau kalau hotel kita bermasalah dengan pompa air"


Setelah itu tidak ada lagi perdebatan, karena para karyawan itu mulai berjalan kembali menuju ke ruangan utama.


Pak Han masih duduk di teras sambil mendengarkan pembicaraan mereka yang ada di bukit sebelah kamar 6+


Tetapi Ketika para karyawan itu melewati kamar 5+....


"Selamat pagi pak, eh ada apa ya pak, kok rame sekali di bukit sana?" tanya pak Handoko tiba-tiba


Memang sengaja pak Han bertanya lebih dahulu agar tidak timbul kecurigaan berlebihan.


"Oh selamat pagi pak" kata suara yang tadi marah-marah dengan anggota satpam


"Eh kalian siapkan sarapan dulu, saya akan bicara dengan tamu kita dulu" kata orang itu kepada karyawan yang lainya.


*****


"Perkenalkan nama saya Dollah Syuaib. Eh panggil saja saya John wik pak. Saya adalah orang yang bertanggung jawab penuh atas hotel ini pak" kata orang itu


"Waduuuh maaf saya belum mandi pak John maaf. Eh nama saya Handoko Widjaja, panggil saja saya Han" kata pak Handoko


"Lha tadi saya dengar pompa airnya mati, lalu bagaimana kita bisa mandi pak John?" tanya pak Han


"Tenang saja pak. Kita masih punya pompa satu lagi, jadi bapak masih bisa mandi dengan tenang heheheh" jawab Dollah alias John


"Eh begini pak Eh Handoko.... eehmm saya ada sedikit pertanyaan kepada bapak"


"Ehmm begini pak, dua hari ini kami terkena masalah dengan pompa air yang rusak pak, tapi sudah kami perbaiki dengan aman, nah yang ini adalah kerusakan kedua dalam dua hari ini”


"Ehmm begini pak,  kalau tidak salah bapak kemarin pagi ada di taman belakang ya pak? Dan bertemu dengan penjaga malam kami?" tanya John dengan penuh curiga


"Iya lah pak, kami habis menikmati udara malam sambil cari kuliner di alun alun, kami beli sate kambing dan sate ayam cak Mamad yang buka sampai pagi itu pak" kata pak Han


"Lha kok sampai di sini saya malah tidak bisa tidur pak. Ini saya bangun terus akibat sate kambing hehehehe"


"Saya habiskan jalan-jalan di taman belakang saja hingga saya ngantuk... Tapi eeee  tiba-tiba kaki saya kram!"


"Untung ada petugas keamanan bapak yang membantu saya dan mengambilkan saya balsem, sehingga kram saya agak mendingan hingga kedua teman saya membopong saya"


"Oh begitu ceritanya. Eh apa bapak tidak melihat orang yang mencurigakan di sekitar sini pak" tanya John lagi


"Sama sekali tidak pak, Hotel ini nyaman dan aman sekali. Tidak ada itu yang namanya orang mencurigakan disini. Bahkan mungkin kalau kamar saya terbuka pun tidak ada yang akan masuk pak heheheh" jawab pak Han


"Iya terima kasih atas kepercayaannya kepada hotel Asri ini. Ehm ngomong-ngomong teman bapak mana?"


"Mereka sedang tidur pak. Suasana di sini membuat kami kerasan, bahkan kami akan extend sampai besok pak heheheh" kata pak Han


"Iya...iya pak,  baiklah terima kasih pak, eh silahkan kalau mau mandi pak, mungkin sudah nyala airnya, dan untuk breakfastnya akan siap sebentar lagi" kata John yang kemudian undur diri


“Tadi saya dengar pemilik hotel ini akan datang kesini ya pak? wah suatu kehormatan apabila bisa bertemu dengan pemilik hotel yang indah ini” kata pak Han


“Ya… kemungkinan besar beliau akan datang untuk mengevaluasi para pekerja yang ada disini, dan kemungkinan besar dia datang pada malam hari” kata John Wik alias Dollah Syuaib


Dogel dan Blewah keluar dari kamar setelah orang yang bernama John itu pergi dari kamar 5+.


“Dia curiga dengan kita anak-anak”


“Karena kita akan ada disini untuk beberapa waktu , maka kita jangan sampai membuat mereka makin curiga kepada kita” bisik pak Han


“Eh mana mbok Ju mas”


“Ada di kamar pak, dia tadi ketakutan ketika ada orang yang datang ke sini”jawab Dogel

__ADS_1


“Jadi begini mas, karena pemilik hotel ini mungkin akan datang, maka pertama kita harus perpanjang sewa disini. kedua kita harus beritahu teman kita yang disana agar segera mungkin mencari mbak Indah  dan mas Ngot”


“Ketiga kita harus menambah orang disini”


“Nah ada baiknya kita harus pergi dari sini sepagi mungkin untuk memberitahu keadaan disini kepada teman kita yang ada di villa putih”


“Pertama kita perpanjang dulu sewa kamar 5+, kemudian kita pergi ke vila, untuk memberitahu penemuan kita”


“Tapi tentu saja yang pertama kali kita lakukan adalah cari sarapan dan mandi dulu anak-anak”


“Apa aman mandi disini pak?” tanya Dogel


“Aman, tapi  tetap saja saya tidak akan mau mandi disini, ayo kita pergi sekarang saja anak-anak, karena bukanya Nabil akan datang pada malam hari nanti kan”


Akhirnya tepat pukul 08.00. setelah mereka memperpanjang menginap di hotel, mereka menuju ke parkiran.


Setelah duduk-duduk sebentar di sekitar kolam ikan dekat parkiran, mereka menuju ke mobil yang diparkir di dekat kolam ikan.


Setelah panasin mesin sebentar. kemudian mobil yang mereka tumpangi berangkat ke arah kota terlebih dahulu sebelum menuju ke vila putih.


Tetapi mbok Ju tidak ikut bersama mereka, karena mbok Ju merasa terancam kalau keluar dari kamar, dia merasa aman apabila ada di dalam kamar.


“Anak anak, apa kita ndak papa meninggalkan mbok Ju di kamar seperti itu?”


“Saya kira aman pak, dari pada dia ikut bersama kita kemudian dia nanti tidak bisa masuk ke dalam lagi kan susah pak”


“Jadi menurut saya biarkan saja dia ada di dalam kamar itu” kata Blewah


Mobil terus melaju menuju ke arah kota pct, tetapi ada yang aneh….


“Anak-anak, kalian lihat tidak motor yang dari tadi ada di belakang mobil  kita itu?” kata pak Han


“Maksud pak Han kita sedang dibuntuti oleh seseorang gitu pak?”


“Yah semacam itulah mas, saya sadar bahwa kita sedang dibuntuti ketika kita di belokan setelah hotel itu. eh lebih baik kita mampir ke sebuah warung makan khas yang ada disini”


“Ada orang hotel yang mencurigai kita mas, kita makan enak dulu disini dan jangan pergi hingga orang bermotor itu pergi dari sana” kata pak Han


Memang mereka dicurigai oleh yang namanya John atas info dari penjaga keamanan hotel. Tapi mereka belum tau siapa yang mengikuti mereka hingga di warung pecel yang  rame ini.


“Kita berpencar dulu anak-anak…..”


“Kalian pesan pecel dulu saja anak-anak, saya akan menyelinap di antara pembeli yang berkerumun juga, tapi pelan-pelan akan cari tau siapa orang yang mengikuti kita itu”


Pak Han masuk ke kerumunan pembeli pecel yang ramai, kemudian secara perlahan lahan dia menyelinap keluar lagi dan mendekati orang yang dari tadi menguntitnya.


Sementara itu Dogel dan Blewah membaur dengan para pembeli yang mengantri hingga berdesakan di  depan bakul pecel itu.


Pak Han berjalan pelan memutar agak jauh agar dia tidak terlihat oleh orang yang dari tadi menguntitnya..


Setelah berjalan agak jauh, pak Han pun perlahan-lahan memutar lagi untuk mendekati orang berjaket biru yang sedang duduk di atas sadel motor bebeknya.


Jarak pak Han dengan orang yang duduk di atas motor itu tinggal beberapa meter lagi, dan sekarang pak Han ada tepat di belakang orang yang sedang serius memperhatikan ramainya pembeli pecel.


Orang yang ada di atas jok motor itu menggunakan helm tiga per empat dan menggunakan kacamata hitam, tapi sepertinya pak Han mengenalnya sehingga pak Han tersenyum….


“Selamat pagi pak penjaga hotel heheheh…..” kata pak Han sambil menepuk bahunya


Orang yang ada di atas motor itu jelas kaget dengan sapaan dan tepukan di punggung oleh pak Han…


“Wah sedang antri pecel juga ya pak?” tanya pak Han


“Se…selamat pagi juga pak….., I…. iya, saya mau beli pecel tetapi lihat ramenya jadi gimana gitu pak” jawabnya gugup


"Ayo  kita antri sama-sama pak, itu anak-anak sedang saya suruh antri heheheh”

__ADS_1


“Soalnya kalau ke kota ini tidak beli pecel yang buka hanya dua jam ini jelas ada yang kurang rasanya pak” kata pak Handoko


“Ndak pak, lihat antrinya seperti itu saya rasanya sudah kenyang duluan. Lebih baik saya cari sarapan lainya saja pak” kata petugas keamanan hotel


“Saya mau cari sarapan lainya saja pak. Ada sih di sebelah sana penjual pecel yang enak juga, Kalau bapak mau ayo saya antar kesana ” kata pak petugas keamanan itu lagi


“Kalau  begitu ayo kita ke sana saja pak, saya akan panggil anak-anak untuk batalkan pesanan pecel yang ini, keburu kelaparan pak heheheh” kata pak Han


Heheheh petugas keamanan yang tadinya menguntit, sekarang malah mengantar rombongan pak Han untuk menuju ke pedagang pecel lainya yang kata dia rasanya tidak kalah dengan yang ramai itu.


Tidak sampai lima menit mereka sudah sampai di pedagang pecel yang tidak terlalu ramai dibandingkan yang tadi itu.


Petugas keamanan Hotel memarkir motornya di sebelah warung pecel, sementara mobil yang dikendarai pak Han, Dogel dan Blewah diparkir di seberang jalan.


Mereka berempat duduk satu baris, karena disana hanya ada dua meja panjang dengan bangku panjang saja.


“Wah…. saya terima kasih banget lho bisa dikasih tau bakul pecel yang tidak seberapa ramai dari pada yang ada di sana tadi” kata pak Han yang duduk di sebelah petugas keamanan hotel


“Lho apa kalian tidak makan sarapan di hotel saja” tanyanya


“Hehehe tidak pak, karena saya kesini itu selain menikmati alam juga karena ingin kulineran. kemarin malam kita jalan kaki ke alun-alun untuk beli sate kambing hingga kaki saya kram”


“Tapi sekarang saya mau makan sayuran, agar badan saya lebih enak lagi pak heheh” kata pak Handoko


“Lha bapak ini juga kenapa kok sarapan di luar sini, kenapa ndak sarapan bersama karyawan hotel?”


“Jam segini saya kan sudah bebas tugas pak. lagipula saya tidak suka dengan makanan hotel heheheh” kata petugas jaga itu


“Oh iya tentang masalah di hotel,  kalau seumpama ada kejadian seperti tadi, apakah sampeyan kena imbasnya pak?” tanya pak Han


“Jelas pak, saya akan kena masalah besar, tetapi ndak tau lagi nanti kalau pak Nabil bisa ambil kesimpulan yang berbeda dengan yang dikatakan John itu”


“Pak John… jangan John aja  heheheh, dia kan atasan sampeyan pak, biar lebih sopan dan lebih menghargai atasan” kata pak Han.


“Ah atasan apa pak, saya ikut disana sudah lebih dari lima tahun. Dan selama lima tahun ini, baru si Dollah alias John ini yang paling nggateli dan paling disayang sama bos Nabil”


“Apa mungkin karena mereka berdua keturunan arab ya pak hehehe” kata petugas keamanan itu


“Oh pemilik hotel ini keturunan arab? saya pikir orang keturunan cina pak” kata pak Han yang mulai mengorek informasi


“Memangnya selama ini sudah ganti bos berapa kali pak?” tanya pak Han


“Sudah tiga kali pak, yang dua orang pergi begitu saja, tidak ngabari apa-apa, tiba-tiba ngilang begitu saja” jawab orang itu


Mereka berempat makan dengan lahap, disini pak Han mencoba terus untuk berinteraksi dengan petugas keamanan hotel hingga mendapat info yang valid.


“Oh iya pak… maafkan saya. Tadi itu sebenarnya saya disuruh Dollah untuk menguntit kalian, karena bos Dollah merasa kalian ini yang merusakan pompa hotel” kata petugas keamanan itu


“Hehehehe ndak papa pak, daripada nguntit, lebih baik bapak ikut kami saja, kami mau jalan-jalan ke prgn, ke Trts lihat air terjun dan ke obyek wisata lainya” kata pak Han


“Saya sih gak ada niatan jelek sama bapak dan teman-teman ini, hanya saja bos saya itu orangnya mudah untuk memecat karyawan pak”


“Makanya dia suruh saya untuk ikuti kalian, ya saya ikuti saja meskipun saya tidak tau untuk apa mengikuti kalian itu” jelas petugas keamanan hotel itu


“Yah mungkin dia curiga sama saya, sampean kan sudah cerita kalau saya malam sebelumnya itu sempat di taman dan sempat sampeyan kasih saya balsem  kan” kata pak Han


“Mungkin gini pak, karena nanti atau biasanya sih malam, mungkin karena nanti malam bos Nabil datang, sedangkan John atau Dollah belum punya tersangkanya, makanya dia suruh saya untuk mengikuti kalian” katanya lagi


“Hehehe bukanya kami sudah perpanjang menginap disana, jadi kami tidak akan kabur dari hotel itu kan”  kata pak Han


“Iya juga sih pak. Hanya saja pesan saya kepada kalian, hati-hati saja kepada Dollah, apalagi kalau dia dapat masalah seperti sekarang hingga bos Nabil akan datang”


“Dia akan cari kambing hitam yang akan dijadikan tersangka atas persoalan yang ada disana”


“Biasanya sih dia akan menunjuk karyawan sebagai tersangka ketika ada bos Nabil datang, tapi ndak tau untuk saat ini kok malah tamu penghuni hotel yang dia tuduh” kata petugas keamanan itu lagi

__ADS_1


“Wah terima kasih banyak atas informasinya, kami akan hati-hati disana pak, dan saya yakin kami akan baik baik saja kok’ jawab pak Han


“Ya sudah pak, saya akan pulang saja dan kalian silahkan jalan-jalan. Nanti saya akan lapor kalau kalian sedang berwisata ke sejumlah objek wisata di sekitar sini”


__ADS_2