
“Hahaha siang ini aman Dimas, ndak tau lagi nanti malam, karena yang datang kesini kan selalu gentian, siang ini Rochman nanti malam pasti Trimo yang akan datang kesini” kata mbok Ju
Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke arah Gebang yang tadi sempat tertunda gara-gara Rochman yang datang mengambil mayat Kaswadi di siang hari panas panas gini.
“Itu kenapa ya kok Rochman ambil mayatnya siang hari ini ya pak?” tanya Ali
“Kalau nanti malam jelas bahaya bagi dia yang kurang percaya diri untuk bertindak sendiri, Rochman mana berani bertindak sendiri, dia pasti akan menyuruh siapapun untuk turun tangan sebelum dia merasa aman di vila ini, apalagi dia kan sudah merasa Trimo sudah mempunyai kekuatan yang lebih handal dari pada Rochman” kata Dimas lagi
Siang hari di Gebang yang cukup ramai, selain udara yang cukup panas, di Gebang kalau siang ternyata cukup ramai juga. ketiga orang plus mbok Ju menuju ke toko serba ada yang menjual aneka bahan makanan dan lainya. Setelah selesai dengan apa yang mereka perlukan, mereka mencari ojek untuk naik ke kawasan vila putih.
“Sebentar pak saya kok lihat sesuatu yang mengganggu mata saya, dan bau wangi ini….. bau wangi ini mengingatkan pada sesuatu, tapi saya masih lupa sesuatu apa itu” kata Ali
“Ada apa, jangan sampai kamu melihat musuh kita disaat kita sedang belanja kebutuhan pokok seperti ini” jawab Dimas tertawa
“Ini yang saya takutkan pak, karena saya lihat perempuan cantik yang sedang melihat ke arah kita pak” kata Ali lagi
“Sudah, jangan kamu pandang matanya, bisa saja dia itu suka sama kamu mas” jawab Dimas yang ada di dalam tubuh Gilank
Siapakah wanita cantik yang dimaksud oleh Ali itu, dan kenapa wanita cantik itu melihat ke arah ketiga orang yang ada di depan toko yang sedang menunggu ojek yang akan mengantar mereka keatas?
“Apa masih ada wanita cantik yang tadi kamu bicarakan itu mas?” tanya Dimas
“Hahaha tadi gak boleh lihat lha sekarang malah saya disuruh lihat dimana wanita cantik itu berada hihihihi” kata Ali kepada Dimas
“Hehehe saya kan penasaran juga mas, semenjak Misnah, saya rasa tidak ada perempuan cantik lain yang bisa menggugah kelaki-lakian saya mas hehehe”
“Aduh jangan Misnah lagi pak, waduuuh sampeyan itu mengingatkan saya jaman gak karu karuan itu pak, apalagi waktu di bagian dalam ruangan bawah tanah itu pak” sahut Broni
“Hehehe itu kan jaman dulu mas, sekarang ya beda mas hehehe, tapi ngomong-ngomong perempuan yang tadi mas Ali lihat itu mirip siapa sih?”
“Itu mirip sama Mak Nyat Mani, itu Mak Nyat Mani yang berwujud manusia seutuhnya” sahut mbok Ju
Seketika Dimas terdiam setelah mendengar jawaban mbok Ju, jelas kaget lah, kenapa ada Mak Nyat Mani di sekitar sini dan dia juga berwujud manusia juga.
“Hanya mirip saja bukan berarti tu adalah Mak Nyat Mani yang sebenarnya” jawab Dimas dengan wajah serius
“Dia manusia, tetapi energi yang ada di dalam tubuhnya sama persis yang aku kenal selama ini Dimas” kata mbok Ju lagi
“Sudah biarkan saja, ayo kita segera pergi dari sini, semakin lama kita ada disini semakin ada-ada saja yang terjadi disini” kata Dimas
Dan kebetulan di depan toko ada beberapa ojek yang sedang mangkal menunggu penumpang yang berjubel di toko serba ada. dan secara kebetulan juga orang yang katanya mirip dengan Mak Nyat mani juga menuju keluar toko untuk mencari kendaraan yang bisa mengantar dirinya menuju ke tempat tinggalnya.
“Jangan menoleh ke kiri orang itu ada di sebelah kiri kalian, dia juga kelihatannya sedang mencari kendaraan yang bisa mengantarnya” kata mbok Ju
Hahaha dengan instruksi mbok ju mereka bertiga tidak ada yang menoleh ke arah perempuan cantik yang kata mbok ju wajahnya mirip dengan Mak Nyat Mani, Kini mereka bertiga sudah ada di boncengan sadel ojek dan menuju ke arah vila putih.
Tapi tentu saja tidak sampai vila putih mereka sudah turun, karena tentu saja akan menjadi perbincangan pengemudi ojek apabila mereka bertiga turun tepat di depan vila putih. Setelah melakukan pembayaran, mereka melanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke dalam halaman vila.
__ADS_1
“Mbok Ju, perempuan yang tadi apa masih mengikuti kita?” tanya Ali
“Ndak nak, dia pergi ke arah desa, pertigaan tadi dia belok ke kanan, sedangkan kita kan jalan lurus. Apa mungkin dia penduduk desa Bs ya?” kata mbok Ju
“Ah biarkan saja mbok , ndak usah dipikir lah” kata Dimas yang membawa tas berisi berbagai makanan instan dan kalengan
*****
“Jadi Rochman datang ke sini untuk mengambil mayat Kaswadi yang sudah kita kubur itu?” tanya pak Tembol
“Ada apa dengan Kaswadi , kenapa dia begitu spesial bagi Rochman hingga siang-siang panas gini dia datang dari kota kesini hanya untuk mengambil mayat Kaswadi yang kepalanya sudah hancur itu” lanjutnya
Mereka semua ada di ruang tengah vila putih yang bersih dan nyaman, ruang tengah vila putih yang sekarang sudah menjadi tempat mereka untuk tinggal, bahkan keempat kamar pun keadaanya sudah bersih dan siap untuk ditinggali juga.
“Ada lagi yang membuat kita bingung Tembol, tadi anak-anak sempat lihat ada perempuan cantik yang selalu melihat ke arah kita, dan menurut Juriah, perempuan itu adalah jelmaan Mak Nyat Mani sebagai manusia” kata Dimas
“Bagaimana kamu bisa bilang kalau perempuan itu adalah jelmaan dari Mak Nyat Mani mbok Ju?” tanya pak Tembol
“Energi yang ada pada dirinya itu menyerupai yang dimiliki oleh Mak Nyat Mani, makanya saya bisa menebak seperti itu” kata mbok Ju
“Selain itu wangi perempuan itu mengingatkan pada Mak Nyat Mani, waktu kita diajak ke tempat tinggalnya itu” sahut Ali
“Nah kan Nak Ali saja dari baunya bisa menebak bahwa yang tadi ada disana itu Mak Nyat Mani” kata mbok Ju
“Baunya itu khas sekali rek, wanginya gimana gitu lho” tambah Broni
“Kalau kalian merasa yang ada disana itu Mak Nyat Mani, lalu apa yang sekarang ada di pikiran kalian, kenapa sampai dia ada di sana dan menjadi manusia dan sedang berbelanja beberapa barang?” tanya pak Handoko
“Dan tujuan dia tersenyum kepada kita juga belum jelas juga kan, apakah dia sengaja memperolok kita bahwa kita tidak akan selamat apabila berseteru dengan dia dan Trimo” tambah Ali
“Sudah jangan dipikir terlalu dalam, karena bisa saja dia mengajak kita masuk ke dalam permainan psikis yang dia sedang buat. Pasti dan saya yakin nanti kita akan bertemu dengan dia lagi, dan dia akan tersenyum kepada kita seolah olah kita tidak akan menang melawan dia” kata pak Tembol
“Nah betul apa yang kamu omongkan, saya setuju dengan apa yang kamu pikirkan tentang kehadiran Mak Nyat Mani dalam wujud manusianya, dia sedang mempermainkan psikologi kita, dia sedang berusaha berkata bahwa kita tidak akan menang apabila melawan dia dan tentu saja Trimo” kata Dimas
“Kita lihat saja nanti malam, siapa yang akan hadir di sini, hahahahah tiap malam kita selalu disuguhi dengan berbagai macam hidangan yang aneh aneh hihihihi” kata Wildan
“Pokoknya nanti malam saya yang akan keluar ke depan sana pak” lanjut Wildan
“Nak Wildan memangnya mau apa kok kepingin keluar ke sana nak?” tanya pak Tembol
“Saya pingin tau apa yang akan mereka lakukan lagi pak, saya penasaran apalagi yang akan mereka lakukan disini, yah mungkin nanti saya didampingi oleh mas Nank hihihihi” kata Wildan
“Muesti lak Ngawur awakmu iki Wil, kalau gitu saya juga ikut Wildan pak, saya juga pingin ketemu dengan orang atau apapun yang datang nanti malam” kata Tifano
Malam hari pun datang, malam hari yang biasanya ada saja yang akan datang ke dalam vila, malam hari yang biasanya selalu ada kejadian aneh dan menarik dari suruhan siapa saja yang akan datang kesana.
“Wil, kita ke kamar atas yuk, siapa tau keliatan dari atas yang datang ke vila iki” ajak Tifano
__ADS_1
Mereka berdua Wildan dan Tifano menuju ke kamar atas, di atas selain bisa digunakan sebagai tempat pengintaian juga karena di kamar atas itu udaranya sejuk karena angin dingin yang dari hutan.
“Kalau menurut saya, lebih baik kita fokus mengikuti Trimo daripada melawan dia yang nanti ada di sini, karen kalau kita bisa tau dimana Trimo tinggal mungkin kita bisa lakukan antisipasi dengan cara melumpuhkan dia sewaktu dia dalam keadaan lengah” kata pak Tembol
“Tidak mungkin Tembol, saya tau bagaimana Mak Nyat Mani itu, dia bahkan bisa memperalat kalian untuk membunuhku kan, karena dia sebenarnya mempunyai tujuan lain di dalam via putih itu” sahut Dimas
“Tapi kalau mencari tau dimana dia tinggal saya setuju saja, untuk melihat apa saja kegiatan dia di dalam rumah itu, pelajari dan akhirnya buat dia tidak berdaya dengan saling serang diantara mereka berdua” lanjut Dimas
“Berarti kan harus ada yang berteman dengan mereka berdua Dimas, ada yang dipihak Rochman dan ada yang dipihak Trimo, kita harus berada di pihak mereka berdua agar bisa saling adu domba, gitu kan Dimas?” kata pak Handoko
“Tidak perlu, tetap jalankan saja seperti biasanya, kalau ada mereka di halaman vila, tetap saja ada yang kesana dan ajak mereka ngobrol, tetapi obrolan untuk berikutnya topiknya adalah seputar kekuatan musuh”
“Pokoknya di panas-panasin agar mereka sadar bahwa pihak lawan memang pernah kesini dan kekuatan lawan lebih hebat dari pada kekuatan yang kalian ajak bicara”
“Oh.. saya paham Dimas, saya paham, nah untuk orang yang akan menemui mereka, siapa yang menurutmu bisa melakukanya, asal kamu tau saja, Mak Nyat Mani kan sudah tau semua anggota Sutopo yang ada disini”
“Begini sajalah, apabila yang datang itu dari pihak Trimo yang keluar kesana mungkin bisa Saeful , atau Dogel, Petro, Blewah. pokoknya kita atur sedemikian rupa lah agar penghasutan ini berjalan dengan lancar” jawab Dimas
Hingga hampir tengah malam belum ada juga yang datang ke wilayah Vila, Tifano dan Wildanpun masih ada di kamar atas sibuk dengan pengintaianya, sementara itu mbok Ju dan Sinank nang juga ada di sekitar vila untuk mengintai apabila ada yang datang ke vila putih.
Lewat tengah malam pun mereka semua tidak tidur karena sibuk menunggu yang akan datang ke vila putih, tetapi yang fatal itu karena tidak tidur maka akibatnya tentu saja mereka akan kelelahan.
“Kalian semua harusnya bergantian, ada yang tidur ada yang tetap berjaga, biarkan yang ghaib saja yang berjaga, sementara itu yang manusia tidur bergantian” kata pak Handoko
Alasan pak Handoko bicara seperti itu karena sebagian besar mereka sudah tidur kecuali pak Handoko, pak Tembol, Dimas dan Saeful. Mereka tentu saja lelah karena seharian penuh mereka tidak sempat memejamkan mata sama sekali.
“Ini Sepertinya memang trik mereka Handoko, trik mereka agar kita semua yang ada disini lelah dan kemudian tertidur sehingga kita semua lengah” kata Dimas
“Iya Dimas, ini sudah lewat tengah malam dan belum juga ada yang muncul, saya yakin menjelang pagi salah satu dari mereka akan datang ke sini” kata pak Tembol
“Itu juga yang sedang saya rasakan sekarang ini Tembol, mereka akan datang ketika yang ada disini dalam keadaan lemah dan capek. Tapi apakah mereka ini tau siapa yang ada di dalam vila ini?”
“Buktinya kamu dan anak-anak ketika ada di Gebang tadi siang kan bertemu dengan Mak Nyat Mani, dan dia katanya tersenyum kepada kalian kan, Berarti dia sudah tau kalau di dalam vila ini ada kita” kata pak Tembol
“Iya juga Tembol, dia berarti sudah tau kalau saya dan yang lainya ada di dalam vila ini, dan itu berarti kita tidak bisa menghasut Mak Nyat Mani, waduh harus dipikirkan lagi ini apa yang harus kita perbuat Tembol” kata Dimas
“Satu-satunya hanya di Rochman saja, dia kan selama ini masih merasa dirinya yang paling kuat, sehingga dia tidak mau apabila ada yang lebih dari dia kan. Tapi apakah itu bisa kita lakukan untuk mengadu domba mereka berdua?” kata pak Handoko
“Maaf bapak-bapak, bolehkan saya memberikan pendapat saya” kata Saeful yang dari tadi hanya menyimak apa yang sedang dibicarakan oleh ketiga bapak-bapak itu
“Kalau menurut saya, untuk urusan Trimo biar saya saja yang hadapi, karena saya belum dikenal oleh yang bernama Mak Nyat Mani itu, saya akan coba untuk masuk ke lingkaran Trimo tanpa saya harus menjadi anak buah Trimo. bagaimana pak?”
“Itu amat beresiko nak Seaful. karena kamu belum tau siapa Trimo dan Mak Nyat Mani” kata pak Tembol
“Saya hanya akan memberikan gambaran-gambaran yang tidak nyata dan nanggung pak, sehingga bisa menimbulkan tanda tanya yang besar bagi Trimo dan Mak Nyat Mani” jawab Saeful
“Nah kalau seperti itu mungkin saya setuju saja, yah seperti biasalah, kamu jalan dari arah atas dan ajak Trimo ngobrol, gitu saja, tetapi usahakan agar mereka mempercayai kamu sehingga mereka akan selalu mencari kamu untuk meminta informasi tentang vila ini” kata pak Tembol
__ADS_1
“Kalau Trimo atau Mak Nyat Mani bertanya tentang apakah ada yang tinggal di vila ini, bilang saja mungkin ada, karena kamu kadang dengar suara-suara orang yang sedang berbicara di sekitar vila putih ini” kata Dimas
“Tapi ingat, itu hanya sebatas perkiraan kamu saja mas, sehingga kalau Trimo minta pastinya bagaimana, bilang saja kamu tidak berani masuk ke dalam sana dan lebih memilih untuk lapor kepada polisi kalau vila ini ada yang menghuni” lanjut Dimas