MISTERI DUA PENGINAPAN

MISTERI DUA PENGINAPAN
BAB 213 (MENGUNTIT)


__ADS_3

“Kita apa ndak jemput Ali dan Saeful meskipun ini belum tengah malam pak?”


“Yah lebih baik kita jemput sekarang saja anak-anak, perasaan saya kok ndak enak, saya dari tadi kepikiran mereka berdua terus nak Dogel”


“Eh nak Dogel, di sana ada tempat parkir mobil yang aman dan agak jauh dari toko Gemezzz, jadi mobil nak Novi aman apabila kita nanti perlu masuk ke dalam toko”


“Waduh….. saya tidak ada pak, ada sih tapi jauh, di terminal sana pak”


“Malam ini kita lakukan pengintaian saja lah pak, tidak perlu turun, Kita jemput Ali dan Saeful saja pak”


“Ya sudah… kita jemput mereka saja mereka nak Ali, karena kita masuk ke sana setelah kita sewa toko itu kan”


“Ayo jemput mereka nak, tapi nanti kita jangan langsung berhenti di depan toko, kita lewati dulu mereka, kalau keadaan aman kita baru bisa jemput mereka nak”


“Mereka dalam keadaan aman kok pak, saya barusan dari sana untuk melihat mereka berdua” kata mbok Ju


“Tapi memang saya sengaja tidak mendatangi mereka berdua, agar mereka lebih fokus pada yang sedang mereka amati pak”


“Tapi lebih baik kita kesana sekarang pak, karena ada yang akan datang setelah ini”


“Siapa mbok?”


“Saya tidak tau pak, saya hanya diberitahu oleh yang ada di sekitar sana saja”


“Coba kalau mereka berdua bawa ponsel, pasti lebih mudah pak” kata Novi


“Ayo kita berangkat sekarang saja anak-anak”


“Tapi nanti kita jangan langsung jemput mereka, lewati dulu saja mereka “


Mobil perlahan lahan meluncur ke arah Gemezzz, tidak lebih dari sepuluh menit mereka sudah hampir sampai disana.


“Pak, di depan toko ada mobil hitam yang sedang diparkir, gimana ini pak”


“Lewati saja nak Dogel, agak jauh saja, pokoknya kita bisa amati kegiatan yang ada di depan toko itu”


“Lewati pelan-pelan saja nak, pokoknya jangan berhenti…”


Mobil yang mereka  tumpangi sekarang melewati toko Gemes, dengan pintu harmonika yang terbuka separuh.


“Ada yang sedang membersihkan toko kelihatanya mas”


“Jalan terus saja mas, kita cari tempat untuk mengamati”


“Mbok Ju, cari nak Ali dan nak Saeful berada, dan bilang kalau kita sedang menunggu agak jauh dari sini, dan saya punya rencana untuk mengikuti mobil itu juga”


*****


ALI POV


“Ful… kita sudah nunggu lebih dari tiga puluh menit, tapi kok mobil yang tadi belum juga nampak ya? aku takut kalau nanti mobil hitam itu datang bersamaan kita dijemput pak Tembol”


“DItunggu saja mas, mudah-mudahan pak Tembol dan yang lainya bisa punya feeling kuat tentang ini, lagi pula kan ada mbok Ju disana”


Aku penasaran dengan apa yang mereka bawa tadi itu, tetapi seandainya nanti mereka datang lagi, aku harus bisa tau apa yang mereka bawa.


“Seandainya mereka datang dan kita ikuti mereka gimana ya Ful?”


“Itu lebih bagus mas, tapi ini kan belum tengah malam”


“Masih jam 22.50 Ful, masih jauh dari tengah malam, tapi mudah-mudahan mereka datang sekarang saja”


Aku dan Saeful masih ada di depan toko Gemezzz, di semak semak yang gelap untuk mengintai apa saja yang ada di toko Gemezzz.


“Mas…. ada suara mobil datang, ayo merunduk dulu mas”


“Saya yakin yang datang ini mobil yang tadi mas, karena sekarang suara mesin itu berhenti di depan toko”


Suara mesin mobil yang ada di depan toko itu kemudian dimatikan…..


Aku masih belum berani melihat karena  belum ada suara pintu mobil yang dibuka.


Saeful pun masih merunduk bersamaku. Posisi kami ini sebenarnya cukup berbahaya, karena semak yang ada disini itu tidak serimbun yang ada di sebelah toko.


Sehingga  rawan untuk terlihat dari arah toko…

__ADS_1


“Mas, tetap merunduk dulu dan jangan bergerak, karena sampai sekarang kok belum ada suara pintu mobil yang dibuka”


“Iya Ful, aku tau kok……”


Tapi untungnya tidak lama kemudian aku mendengar suara dua pintu  yang dibuka kemudian ditutup kembali.


Setelah itu yang ku dengar adalah suara pintu Harmonika yang sedang dibuka.


“Nah mereka sudah masuk ke dalam toko mas, ayo kita lihat lagi apa yang sedang mereka kerjakan”


“Sebentar Ful…. coba dengar, ada suara mobil lagi”


“Iya mas, mobil itu sekarang melambat di depan kita, jangan-jangan mereka mengajak orang untuk membantu mengambil apa yang ada di dalam sana mas”


“Kita tetap merunduk saja dulu Ful hingga mobil itu berhenti dan membuka pintunya, sehingga kita yakin kalau orang yang ada di mobil itu sudah turun”


Kami merunduk tanpa berani melihat apa yang ada di depan toko Gemezzz, tapi apakah dengan merunduk seperti ini akan menguntungkan aku dan Saeful?


Jelas tidak…. karena aku kehilangan momen melihat orang-orang yang sedang melakukan sesuatu di toko. Tapi demi keamanan kami berdua, ya harus tetap merunduk saja.


“Ssssttt heh anak-anak…. hihihi kenapa merunduk terus…..?”


Suara yang rasanya sangat familier, suara dari mbok Ju…


“Ah ada mbok Ju hihihihi, dimana sampeyan mbok?” bisiku


“Di depan kalian lah,.... ayo siap-siap untuk membuntuti mobil hitam itu”


“Kalian ditunggu pak Tembol dan yang lainya agak jauh di sana” tunjuk  mbok Ju ke arah luar kota


“Kami disini dulu saja mbok, karena kami penasaran dengan yang sedang dilakukan oleh orang yang ada di sana itu”


“Nanti saja penasarannya, karena kita tidak tau apa isi barang yang ada di dalam mobil itu. Nanti saja lihatnya setelah kita ikuti mereka dan kita tau mereka akan menaruh dimana barang itu” kata mbok Ju


“Ya wis mbok, dimana mereka memarkir mobil, kita kesana saja yuk Ful,”


Akhirnya aku, Saeful dan mbok Ju menuju mobil yang diparkir Dogel yang letaknya agak jauh dari toko Gemezzz.


Kami memang masih penasaran dengan apa yang ada di dalam plastik dan karung itu, hanya saja  benar mbok Ju, penasaran aku ini tidak beralasan, karena aku jelas tidak bisa membuka isi karung yang ada di dalam mobil itu.


*****


“Bagaimana anak-anak, hasil dari pengamatan tadi?” tanya pak Tembol setelah aku dan Saeful masuk ke dalam mobil


Kuceritakan apa saja yang tadi kulihat bersama Saeful disini tanpa ada yang dikurangi , juga tentang keadaanku yang tertelungkup di bawah mobil mereka.


“Sudah cukup anak-anak, sekarang kita akan ikuti saja mobil hitam itu, kita harus tau apa yang sedang mereka pindahkan itu”


“Tapi ada yang aneh….itu pak, tidak ada bau busuk sama sekali pak, bahkan ketika mereka membuka pintu kaca toko juga tidak ada bau busuk bau bangkai disana”


“Nah itu nak Ali, itu yang aneh dari toko itu, makanya kita coba ikuti saja mobil hitam itu akan mengarah ke mana”


“Nanti disana kita periksa isi dari benda-benda yang dipindahkan itu”


“Iya pak… benar juga yang bapak katakan itu”


Sudah ada tiga puluh menit berlalu, kami masih ada di dalam mobil, kami menunggu mobil berwarna hitam itu pergi dari sana.


Novi sudah mulai tertidur di jok belakang, Saeful juga kelihatannya sudah mulai menguap. Mas Dogel dan pak Tembol masih melihat ke arah mobil hitam yang belum bergerak sama sekali itu.


Mbok Ju kemudian datang setelah dia tadi ada di dekat area toko Gemezzz.


“Ayo siap-siap, mereka sudah menutup pintu toko, sebentar lagi mereka akan berangkat”


“Ok mbok Ju, tapi kami tidak bisa mengikuti mobil itu dengan jarak dekat, karena di sekitar sini kan sepi sekali, jelas mereka akan curiga dengan nyala lampu mobil ini” kata Dogel


“Tenang aja,  saya akan dekati mobil itu, tapi kalian tetap pasang mata, jangan sampai kehilangan jejak dari mereka”


“Ok mbok Ju, itu mobil mereka sudah mulai jalan mbok, cepat sana ikuti mereka” kata pak Tembol


“Ayo bantu lihat mobil itu mengarahnya kemana saja anak-anak”


“Mas Dogel lebih baik jangan pakai lampu dulu, agar mereka tidak curiga dengan yang membuntuti mereka”


Dari Jauh aku bisa melihat mobil itu berjalan agak cepat menuju ke arah kota. kemudian belok ke kiri. Mobil hitam itu sepertinya berjalan dengan tergesa gesa.

__ADS_1


“Tambah kecepatanya nak Dogel, jangan sampai kita kehilangan mereka”


Kalau kulihat jarak antara kami dengan mobil yang da di depan kami dengan kami mungkin sekitar tiga puluh meteran, jauh sekali memang!... untuk menghindari mereka melihat kita.


“Hmm mobil itu lurus saja menuju ke Mjsr pak, atau jangan-jangan menuju ke Pct pak?” kata Saeful


“Kalau lihat arahnya ya kesana itu nak Ipul, hanya saja agak aneh juga, kenapa mereka membawa barang itu hingga ke luar kota” kata pak Tembol


Dari jauh aku masih bisa lihat lampu mobil hitam yang membawa beberapa karung dan plastik hitam itu, karena di sekitar sini tidak ada mobil lain selain bus yang kadang berjalan dengan kecepatan yang luar biasa.


“Pak Tembol, tebakan saya mobil itu sekarang menuju ke pct, hanya saja ada yang aneh pak, dari gemezz ke pct kok tidak ada  dua jam, hanya kurang dari satu jam saja lho pak”


“Itu yang tadi sedang saya pikirkan nak, ini kan sudah pengiriman yang kedua, berarti pengiriman pertama tidak ke sana. Hanya di sekitar kota Mjkt saja nak”


“Nah itu pak, berarti dia juga punya tempat yang tidak jauh dari toko Gemezzz, dan sayangnya kita tidak tau dimana tempat itu pak”


“Sudah ndak papa nak Ali, sekarang kita fokus ke yang ada saja dulu, untuk pengiriman pertama tadi bisa kita cari nanti nanti saja”


Mobil hitam terus melaju dan sekarang sudah membelok ke arah kanan, dari jauh aku bisa lihat apabila jendela bagian supir itu dalam keadaan terbuka, karena tangan driver itu bersandar di jendela yang  terbuka.


“Bagaimana cara memanggil mbok Ju ya pak, saya pengen tau apakah ada yang mencurigakan dari lengan orang yang sedang ada di balik kemudi itu”


“Memangnya ada apa nak Ali, apakah nak Ali melihat sesuatu?”


Tidak pak, siapa tau ada tato atau ciri dari lengan orang itu, siapa tau kedepannya kita bertemu dengan orang yang lengannya ada ciri khususnya pak”


“Wah, saya tidak bisa memanggil mbok Ju nak, atau mungkin mbah Saripah bisa nak Dogel?” kata pak Tembol


“Iya pak, mbah Saripah sedang kesana untuk melihat apa yang ada di lengan laki-laki yang sedang menyetir mobil”


Aku yakin orang itu mempunyai ciri khusus entah berupa gambar tato atau apalah. karena aku pernah lihat ciri itu sekilas waktu aku akan sembunyi di kolong mobil.


Mobil hitam yang ada di depan kami berjalan terus dengan kecepatan tinggi menuju ke arah atas, aku yakin mobil itu akan menuju ke hotel Asri.


Dengan kecepatan itu kayaknya mereka mengejar waktu agar tiba disana sewaktu masih dalam keadaan sepi.


“Pak, lebih baik teman kita yang ada di hotel Waji atau Asri bersiap siap dengan kedatangan mereka yang membawa sesuatu yang kita curigai itu”


“Iya nak Ali,.. lebih baik teman kita disana bersiap siap dulu, kalau bisa mereka ada di parkiran”


“Jangan pak, lebih baik mereka di warung depan hotel saja, jadi mereka bisa bebas melihat siapa yang datang” kata Novi


“Nov, tolong hubungi Broni atau Tifano, bilang ke mereka mungkin satu jam lagi ada mobil warna hitam yang sampai disana, tolong suruh mereka berdua koordinasi dengan pak Han tentang apa yang akan dilakukan”


“Ok mas Ali”


Novi menghubungi teman kami yang ada di hotel Waji, ndak tau itu Tifano atau Broni yang saat ini memegang telepon. Novi menyuruh mereka agar melihat dan mengecek mobil yang akan datang sekitar satu jam lagi.


Mobil itu semakin melaju dengan cepat, hingga mobil yang kami tumpangi semakin jauh dari posisi mereka.


Jelas kami ketinggalan karena mobil ini tidak menyalakan lampu sama sekali, agar yang ada di depan sana tidak curiga dengan mobil ini.


“Eh ini ada kabar dari mbak Bashi atu mbah Saripah, salah satu dari orang yang ada disana itu adalah penjaga malam hotel!”


“Jadi saya, mbak Novi dan pak Han tertipu dengan penjaga hotel yang bernama Tono itu hahaha, dia malah antek dari Totok” kata Dogel


“Ya jelas mas Dogel, dia kan anak buah Totok, apa yang Totok suruh dia harus laksanakan lah, apalagi dia kan penjilat mas hehehe” kata Novi


“Iya mbak Novi, nanti lah kita coba ajak dia bicara, dia kan paling senang diajak bicara tentang persainganya dengan Dollah hehehe”


“Oh dia penjaga hotel Waji to?”


“Hotel asri mas  Ali, udah ganti heheheh” jawab Novi


“Iya dia penjaga malam disana, kami waktu itu sempat dicurigai dia, dia mengikuti kita sampai ke warung pecel mas” kata Novi lagi


Aku rasa semua ini akan terbongkar apabila penjaga malam itu berhasil dikorek oleh Dogel dan Novi.


Ketika kami sudah semakin jauh dari mobil yang sedang kami kejar, tiba-tiba mbok Ju datang dari arah depan. Wajah dia tidak seperti biasanya, dia sepertinya habis lihat sesuatu yang menakutkan.


“Jangan ikuti mobil itu….! mereka yang ada di dalam mobil tau kalau kalian sedang mengikuti mereka!”


“Mereka akan membawa kalian ke jurang yang dekat dengan kawasan Prgn, nanti disana sudah ada yang menanti kalian!”


“Lebih baik putar balik saja mobilnya anak-anak!”

__ADS_1


ALI POV END


__ADS_2